Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.882 views

Memahami Jaringan Islam Liberal; Sebagai Sebuah Persoalan Da'wah (Bagian 2-Selesai)

Oleh: DR. Masri Sitanggang

Pertanyaan-pertanyaan Kritis

Pemikiran, pemahaman dan sikap keislaman Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti telah diuraikan pada Bagian I dari tulisan ini mengundang berbagai pertanyaan kritis, yang antara lain :

Bagaimana kaidah yang digunakan untuk menafsirkan kalimatin sawa (QS 3:64) sehingga bisa dijadikan sandaran bahwa semua agama (ahli kitab) adalah sama ? Bukankah kalimatin sawa (dalam ayat tersebut) itu adalah kalimat tauhid ?

Jikalau memang semua agama adalah sama, tepat berada pada jalan panjang menuju Yang Maha Bena (meminjam istilah Ulil Absar Abdalla), buat apa lagi Rasulullah diperintah menyeru kepada kalimatin sawa itu?

Selanjutnya, (kalau memang semua agama adalah sama dan benar) apakah seseorang boleh (dalam arti masih Islam) hari ini menjadi Kristiani, besok Budhis dan lusa Islam agar lebih kontekstual karena ia berpindah-pindah alamat yang komunitas masyarakatnya berbeda-beda agama ? Leih mendasar lagi (sebagai konsekuensi pemahaman bahwa semua agama adalah benar) : Apakah pengusung Islam Liberal bersedia, ketika meninggal, jenazahnya tidak urus secara Islam tetapi cukup dipakaikan jas mewah dan dimasukkan peti lalu dikubur seperti Kristen, atau malah dibakar seperti agama Hindu ?

Aspek-aspek apa sajakah –selain jilbab, qishas, potong tangan-- yang tak usah diikuti karena merupakan cermin budaya Arab ? Bagaimana dengan shalat, azan yang menggunakan bahasa Arab? atau haruskah kita shalat menghadap Jakarta agar terasa lebih kontekstual dengan ke-Melayu-annya dan agar bercita rasa Nusantara ? bagaimana pula dengan ibadah haji ? juga perlukah khitan, qurban ? Bagaimana pula dengan sistem mahram, hukum janaiz, halal dan haram ? dan, masih perlukah al-Qur’an yang ditulis dengan bahasa Arab ?

Apakah kita masih perlu percaya pada adanya surga dan neraka, padahal keberadaannya tidak dapat diuji secara empiris? atau, untuk siapa lagi neraka jika semua agama adalah benar ?

Bagaimanakah kongkretnya bentuk Islam yang mengikuti denyut jantung nadi peradaban manusia yang terus berubah sambil mengakui semua agama adalah benar serta membuang bahagian-bahagian Islam yang tidak diperlukan lagi --seperti yang dimaksud Ulil Absar Abdalla?

Sejarah boleh berulang dan peradaban manusia bisa jadi maju-mundur. Masih akan eksiskah Islam dan agama-agama lain jika aturan-aturan formalnya dihilangkan sesuai kemauan jaman ? ataukah agama-agama itu melebur dan hilang eksistensinya ? Selanjutya peradaban seperti apa yang akan dibangun dengan faham ini, akankah diserahkan sepenuhnya kepada zaman ?

 

Inconsistency Sikap dan Pemikiran JIL

Di samping pertanyaan-pertanyaan kritis, ada kesan kuat yang menunjukkan inconsistency atau bahkan double standard sikap dan pemikiran JIL.

Ungkapan Ulil Absar Abdalla dalam artikelnya Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam ( Harian Kompas 18/11/2002 ) berikut ini adalah satu contoh. “Jalan satu-satunya (cetak tebal oleh penulis) menuju kemajuan Islam adalah dengan mempersoalkan cara kita menafsirkan agama ini.

Untuk menuju ke arah itu, kita memerlukan beberapa hal….” (Ulil menguraikan hal-hal dimaksud). “… Mengajukan Syariat Islam sebagai solusi atas semua masalah adalah sebentuk kemalasan berfikir, atau lebih parah lagi, sebentuk eskapisme dengan memakai hukum Tuhan.” Komunitas JIL ternyata justeru terjebak pada sikap yang selama ini mereka “tolak”, yakni klaim atas kebenaran, merasa benar sendiri. Di sini Ulil telah mengklaim bahwa teorinya adalah jalan satu-satunya kebenaran menuju kemajuan Islam.

Dengan klaim seperti ini, Ulil telah terjebak oleh apa yang disebut Nurcholish Majid sebagai “Dilema Wilson”. Padahal, gagasam pluralisme JIL adalah dalam rangka keluar dari dilema itu.

(Nurcholis Majid menyebut Dilema Wilson sebagai berikut _“…bahwa agama mengajak kepada kebaikan, dan semakin orang yakin kepada agamanya, adalah semakin baik; tapi justeru “orang baik” itu semakin kuat membenarkan dirinya untuk tidak toleran kepada orang lain, bahkan merasa berhak mengejar-ngejar orang yang tidak sepaham dengan dirinya. Ia justru menjdi sumber keonaran sendiri”. Majalaht Ulumul Qur’an No.1 Vol IV tahun 1993. Hal 7 ).

Persoalannya adalah, semakin yakin Ulil (dan pengusung Islam Liberal lainnya) akan kebenaran gagasannya, semakin kuat ia membenarkan dirinya dan merasa berhak untuk menyerang dan mengejar-ngejar gagasan lain yang tidak sepaham. “…Ia justeru menjadi sumber keonaran sendiri”. Di sini, JIL ternyata tidak liberal dan tidak demokratis, melainkan penindas pemikiran lain yang berbeda.

Satu sisi JIL berpandangan semua agama adalah benar dengan variasi, tingkat dan kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu (sekali lagi meminjam istilah Ulil Abshor Abdalla). Tapi di sisi lain, JIL (Ulil, Munawir, Nurcholis, dll) merasa perlu memangkas ajaran Islam dengan membuang jilbab, kawin beda agama, hukum waris, istilah kafir dls. Bukankah pemangkasan ini menunjukkan bahwa Islam (dalam pandangan Ulil) belum pada jalan yang benar ? (Kalau sudah benar, tentu tak perlu modefikasi).

Ketika mengatakan “larangan kawin beda agama sudah tidak relevan lagi”, Ulil berargumen bahwa “Al-Qur’an pun tidak pernah tegas melarang itu” (tidak tegas atau tidak mau mematuhi ? Baca QS 2 : 221). Tetapi dalam hal menyamakan semua agama, Ulil tidak menyandarkan argumennya pada Alqur’an; padahal, Alqu’an jelas menyatakan “telah kafirlah orang yang menyebut Allah ialah Al-masih anak Maryam", dan juga yang menyatakan Uzair anak Tuhan” (Lihat QS 5: 72 dan 9 : 30).

Menurut Amin Abdullah, ”kalau masih pada level manusia pastilah terbatas, parsial kontektual pemahamannya serta bisa saja keliru”. Ini sejalan dengan pandangan relativitas JIL terhadap tafsir dan faham keagamaan. Namun dalam kenyataannya, para pengusung JIL gencar menyalahkan dan menyerang faham lain dan menudingnya sebagai fundamentalis dan skriptualis. Bukankah semestinya mereka wajib ragu terhadap pemikirannya sendiri karena baik Harun Nasution, Nurcholis, Ulil dan tokoh-tokoh JIL lainnya adalah juga manusia yang berarti berpotensi besar untuk keliru ?

Kalangan JIL mengaku mengusung dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Tetapi dalam waktu yang sama begitu antipati terhadap ide kelompok masyarakat yang ingin memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Ingat, misalnya, tahun 2001 ketika Partai Bulan Bintang –PBB berjuang di Sidang Umum DPR/MPR untuk mengambalikan 7 kata yang dicoret dari Piagam Jakarta ke UUD 1945. Mereka-mereka yang berfaham Islam Liberal justeru menentang sangat keras; dan sejak itu partai ini diwaspadai sebagai “ekstrim kanan” dan berlanjut hingga saat ini. Sikap JIL ini ambivalen. Bukankah di alam demokrasi setiap kelompok masyarakat punya hak untuk memperjuangkan konsep kehidupan yang diyakininya? Mengapa untuk hal-hal yang mungkar mereka bela dan untuk penegakan Syariat Islam mereka lawan dengan keras ?

Pengusung JIL mendakwakan diri berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas dalam arti luas mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi. Tetapi, kapankah JIL menyerang (ajaran) Kristen, Hindu, Yahudi dan membela Ummat Islam yang minoritas dan tertindas di Eropa, India dan Israel? Bahkan di negeri ini, partai Islam dan posisi politik ummat Islam berada pada posisi minoritas, kapan JIL membela ? Kenyataannya bahkan menghujat dan Ulil Absar Abdallah beserta tokoh-tokoh JIL lainnya kini menjadi petinggi partai berkuasa (mayoritas). Ulil Abshar Abdalla adalah salah satu petinggi Partai Demokrat.

 

Kesimpulan

Kekacauan pemikiran, sikap dan paham keislaman pengusung Islam Liberal berpangkal dari pandangan mereka terhadap Islam itu sendiri, yakni sebagai fenomena sosial. Kajian terhadap Islam dengan dilandasi oleh keraguan –seperti yang dilakukan JIL, niscaya menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang juga meragukan dan diragukan. Oleh karena itulah MUI mengeluarkan fatwa : “Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam”.

Paham liberal dalam Islam adalah persoalan dakwah yang harus dipandang serius. Lebih-lebih jika diteliti dan direnungkan dalam-dalam –sikap JIL yang konsisten melawan mainstream paham dan kepentingan ummat Islam serta membela kemungkaran dan kepentingan “minoritas”, maka sesungguhnya faham JIL tentang Islam bukan faham yang dibangun atas dasar akademis tetapi patut diduga adalah gerakan perlawanan dan kebencian yang ingin menghancurkan Islam.

Oleh karena itu, da’wah yang berorientasi kepada penguatan ketahanan Ummat, memperteguh komitmen keislaman dan perjuangan menegakkan sistem tatanan kehidupan Islam –Syariat Islam (QS 9:63; 61:9) harus menjadi perhatian serius. Selesai. Wallahu a’lam bish shawab. 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

Senin, 06 Jul 2020 21:41

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Senin, 06 Jul 2020 21:30

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Senin, 06 Jul 2020 20:32

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Senin, 06 Jul 2020 19:43

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

Senin, 06 Jul 2020 18:22

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Senin, 06 Jul 2020 17:49

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Senin, 06 Jul 2020 16:58

Mengkhianati Bung Karno

Mengkhianati Bung Karno

Senin, 06 Jul 2020 15:55

Mau Beli Sepeda? Harus SNI (Sudah Nanya Istri) & ISO (Istri Sudah Oke)

Mau Beli Sepeda? Harus SNI (Sudah Nanya Istri) & ISO (Istri Sudah Oke)

Senin, 06 Jul 2020 11:45

[VIDEO] RUU HIP dengan BPIP Ada Keterkaitan?

[VIDEO] RUU HIP dengan BPIP Ada Keterkaitan?

Senin, 06 Jul 2020 11:07

Anis Lakukan Kunjungan ke UMKM di Kawasan Jakarta Timur

Anis Lakukan Kunjungan ke UMKM di Kawasan Jakarta Timur

Senin, 06 Jul 2020 10:13

[VIDEO] Peran Umat Islam dalam Konsensus Nasional Pancasila

[VIDEO] Peran Umat Islam dalam Konsensus Nasional Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 09:00

Flu Babi Babak Baru Mengancam Dunia, Islam Punya Solusinya

Flu Babi Babak Baru Mengancam Dunia, Islam Punya Solusinya

Ahad, 05 Jul 2020 22:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X