Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.405 views

Ijtima' Ulama 3, Makarkah?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Kecurangan itu nyata selama pertama, tak ada bantahan. Tentu, bantahan yang ber-bukti dan punya rasionalitas argumentasi. Kedua, tak ada kontra-bukti. Maksudnya, bukti lain yang berbeda dan melemahkan bukti yang ada. Ketiga, tak ada tersangka. Sebab, salah memberitakan, bahkan mengapresiasi berita, bisa jadi tersangka. Kasus Ratna Sarumpaet sudah terlanjur menelan korban.

Dalam kasus kecurangan pemilu 2019, tiga unsur itu tak ada. Setidaknya hingga saat ini. Artinya tak keliru jika publik meyakini bahwa sejumlah video dan foto yang selama ini beredar terkait dengan kecurangan adalah fakta dan nyata.

Mahfudz MD, seorang profesor hukum tata negara yang mencoba berusaha keras untuk menganulir pengaruh kecurangan terhadap hasil pemilu, tak begitu berhasil. Kalah dengan masifnya video-video yang beredar tentang kecurangan itu. Sebaliknya, mantan ketua MK ini malah terjebak dalam narasi "Islam Garis Keras". Narasi Mahfudz menuai banyak kecaman, terutama dari masyarakat yang ia sebut sebagai "kaum garis keras". Diantaranya Jawa Barat, Aceh, Sumatera Barat, Palembang, dan lain-lain.

Akibat narasi ini, Mahfudz dicap banyak pihak sebagai "juru bicara" KPU dan paslon 01. Pria asal Madura ini dikesankan publik telah mati-matian membela KPU dan 01. Tak terlalu serius menganggap adanya kecurangan yang sedemikian masif.

Fakta kecurangan seperti tak terbantah. Kalau itu hoak, pasti segera terklarifikasi. Karena, tak mungkin puluhan hingga ratusan juta rakyat Indonesia bersepakat terhadap adanya kecurangan jika tak ada bukti.

Kecurangan di pilpres kali ini tak wajar. Terjadi sebelum, saat dan pasca pencoblosan. Intimidasi lurah, pencoblosan sisa surat suara oleh KPPS, perampokan surat/kotak suara, itu sekedar sedikit contoh yang jadi tontonan di berbagai media sosial. Bukti-bukti video bisa diakses oleh siapa saja. Sulit dibantah oleh siapapun.

Akibat kecurangan yang dianggap melampaui batas wajar, maka rakyat yang diwakili oleh para tokoh dan para ulama merasa perlu secara serius untuk membahasnya. Ijtima' Ulama 3 yang dihadiri 1000 (seribu) ulama dan tokoh masyarakat pada hari ini (1/5) di Sentul, jadi pilihan sarana untuk membahas masalah kecurangan pemilu ini. Terutama pilpres.

Itu tindakan makar! Membahayakan negara! Menganggu NKRI! Yang ngomong begitu pasti ngawur. Justru yang berbahaya itu "pihak yang melakukan dan membiarkan kecurangan". Bukan orang yang membahas kecurangan.

Ada maling, lalu anda membahas maling itu. Kemudian anda dituduh melanggar hukum. Kan ngawur. Yang melanggar hukum itu si maling. Bukan pihak yang mendiskusikan bagaimana menangkap maling dan bagaimana cara mencegah agar tak kemalingan lagi. Kok malah dianggap melanggar hukum. Piye to...

Kecurangan pemilu itu tindak pidana kejahatan. Makanya, ada pasal dan hukumannya. Tapi kok gak ditindak? Disinilah para ulama kumpul. Membahas kenapa kecurangan terjadi. Apa bahayanya terhadap demokrasi. Kenapa tak ada tindakan hukum terhadap pelaku kecurangan. Kalau terus dibiarkan, bangsa ini akan kehilangan jati dirinya. Jati diri sebagai bangsa yang beragama, bermartabat, pancasilais dan taat konstitusi.

Ijtima' Ulama 3 adalah sarana para tokoh-tokoh agama menjaga bangsa dari upaya pihak-pihak tertentu yang berniat merusak negara Pancasila ini. Merawat demokrasi agar berjalan sesuai konstitusi. Bukan makar!

Kalau keputusan Ijtima' Ulama 3 adalah mengerahkan people power? Selama tidak anarki, maka dilindungi oleh undang-undang. Bukan makar. Yang makar itu kecurangan. Karena itu, perlu tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku kecurangan. Jika kecurangan itu dilakukan secara sistemik dan melibatkan salah satu paslon, ya harus ditindak. Termasuk tindakan mendiskualifikasi paslon jika memenuhi persyaratan. Emang KPU berani?

Jangan khawatir, apalagi takut, terhadap Ijtima' Ulama 3. Itu tindakan konstitusional. Dijamin undang-undang. Tujuan Ijtima' Ulama 3?, Mendorong tegaknya hukum dan konstitusi. Khususnya terkait Kecurangan dalam pilpres. Hanya dengan hukum dan konstitusi inilah negara bisa tegak berdiri dan punya kekuatan untuk tetap mampu merawat demokrasi di masa depan. Caranya? Kita tunggu keputusan Ijtima' Ulama 3 sore ini. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 1/5/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X