Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
895 views

Balasan Demokrasi pada Mursi, Adilkah?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Muhammad Mursi, telah menapaki jalan demokrasi. Memenuhi semua prosedurnya, juga menaati semua aturannya. Memperjuangkan suara umat Islam melalui pemilu. Hingga berbuah manis berupa kemenangan setelah meraih 51,73 persen suara melalui kendaraan Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin. Mursi pun sah menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada 2013.

Namun, apa yang didapatkan Mursi? Demokrasi tak memberi tempat bagi pemimpin Islam seperti Mursi. Setahun setelah menjadi Presiden Mesir, Mursi dikudeta. Kekuasaan diambil alih oleh militer hingga menempatkan Abdul Fattah As-Sisi sebagai Presiden Mesir hingga kini. Tak hanya digulingkan, Mursi juga dipenjara dan terus menjalani proses persidangan hingga akhir hayatnya. Ribuan pendukung Mursi dibunuh dan dipenjara. Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai kelompok terlarang. Akhirnya Mursi wafat setelah lima tahun dipenjara, 17 Juni lalu saat persidangan.

Sejarah Berulang

Apa yang dialami Mursi bukanlah yang pertama dalam sejarah. Berkali-kali pemimpin muslim meraih tampuk kepemimpinan secara demokratis, namun berakhir dengan dikudeta. Di Aljazair terdapat Front Islamique du Salut (FIS) yang memenangkan 54% suara dan mendapat 188 (81%) kursi di parlemen. Pada pemilu putaran kedua Desember 1991, FIS menang besar. Namun militer melalui Dewan Tinggi Negara mengambilalih pemerintahan. Pengadilan yang direkayasa memberangus FIS dan menjadikannya sebagai parpol terlarang, ribuan orang anggota dan pendukungnya ditangkap, dipenjara, dan sebagian lainnya ditindas, dianiaya, hingga dibunuh.

Kejadian serupa terjadi di Turki. Necmettin Erbakan melalui Partai Refah berhasil memenangkan pemilu hingga di tahun 1996 resmi menjadi Perdana Menteri. Namun baru setahun berkuasa, Erbakan dipaksa mundur oleh militer. Sejak itu Erbakan dan partainya dilarang berpolitik. Sementara itu di Palestina, Hamas berhasil memenangkan pemilu pada 2006. Namun baru satu tahun berkuasa, pada 2007 Ismail Haniyeh tak lagi diakui sebagai Perdana Menteri sah hasil pemilu.

Demokrasi Bermuka dua

Kejadian berulang tersebut menegaskan bahwa demokrasi memang akan membiarkan seorang muslim berkuasa, asalkan tidak memiliki agenda untuk menerapkan syariat Islam. Namun bila seorang pemimpin hendak menerapkan syariat Islam, tak akan diberi kesempatan, meski sudah melalui proses yang demokratis dan didukung mayoritas rakyat. Jargon demokrasi 'Vox populi vox dei' yang artinya 'suara rakyat, suara Tuhan' tak dihiraukan lagi. Bahkan demokrasi membiarkan militer mengkudeta pemerintahan yang sah melalui sebuah kudeta berdarah, dengan ribuan nyawa muslim sebagai tumbalnya. Ini menunjukkan demokrasi bersikap hipokrit, bermuka dua, berstandard ganda. Atau istilah jawanya 'Isuk dele, sore tempe'.  Jargonnya menjunjung tinggi suara rakyat, namun realitanya memberangus kekuasaan yang direstui rakyat.

Dalam demokrasi, kekuasaan tidak pernah benar-benar untuk umat Islam. Jika pun ada pemimpin muslim yang berkuasa, dia akan dipaksa untuk mengikuti aturan main demokrasi, yakni tak boleh melegislasi syariat Islam. Itulah sebabnya, meski di Indonesia umat Islam menempati posisi sebagai mayoritas, umat Islam tak pernah mampu menerapkan syariatnya secara kaffah. Bahkan ketika suara partai Islam masih kuat seperti pada pemilu 1955, syariat Islam tak pernah mendapat tempat di pemerintahan. Apalagi saat ini dimana partai Islam makin kehilangan suara, kalah dengan partai nasionalis, suara penegakan syariat Islam makin hilang gaungnya di gedung DPR.

Kecewa Demokrasi

Kegagalan pemimpin pilihan umat Islam untuk berkuasa menjadi sebuah faktor yang menguatkan gelombang kekecewaan terhadap demokrasi. Hal ini menambah faktor ketidakpuasan terhadap demokrasi yang telah dirilis Pew Research yakni kesejahteraan, birokrat korup dan ketidakadilan. Belum lagi faktor money politic dan kecurangan sebagaimana yang terjadi di Indonesia.

Semua faktor tersebut menunjukkan bahwa dunia makin muak terhadap demokrasi. Bahkan berdasar rilis Pew Research tersebut publik Amerika yang merupakan kampiun demokrasi pun kecewa terhadap demokrasi. Umat Islam lebih-lebih lagi. Sudah tak terhitung berapa kali umat Islam dikecewakan oleh demokrasi.

Muhasabah Umat Islam

Wafatnya Mursi hendaknya menjadi momen umat Islam untuk muhasabah diri. Bahwa demokrasi tidak akan pernah memberi jalan pada Islam untuk berkuasa. Sudah saatnya umat fokus pada perjuangan penegakan khilafah yang sudah terbuktikan oleh sejarah berhasil menerapkan Islam kaffah hingga mencapai puncak peradabannya.

Mari kita ingat pernyataan Aristoteles tentang demokrasi : Demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk (bad state). Pemerintahan yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan."

Bila sudah begini, apakah demokrasi masih menjadi jalan untuk menuju penerapan Islam kaafaah? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Islamophobia Dijadikan Komoditas Politik

Kamis, 19 Sep 2019 09:23

Menyoal Film The Santri

Menyoal Film The Santri

Kamis, 19 Sep 2019 08:40

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi

Kamis, 19 Sep 2019 07:34

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Bahas RUU KUHP dan RUU P-KS, MUI Undang DPR

Rabu, 18 Sep 2019 23:46


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X