Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.031 views

Mewaspadai Bangkrutnya Krakatau Steel, di Mana Peran Negara?

 

Oleh: Alfiyah Kharomah

PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Berdasarkan surat No. 73/Dir.sdm-ks/ 2019 perihal Restrukturisasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. PT KS telah mengurangi posisi dan jumlah karyawan sebesar 30% dari total posisi dan jumlah karyawan.

Dalam surat tertulis, hinggga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang. Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. Karena hal ini, ribuan buruh dari sejumlah perusahaan di bawah PT KS melakukan unjuk rasa menolak rencana restrukturisasi dan PHK sepihak. Mereka juga mengungkap rencana PHK pada 2.600 karyawan outsourcing di bagian produksi baja KS tersebut setelah Agustus 2019.

Bobroknya internal KS semakin mencuat setelah komisaris independen Roy maningkas keluar dari KS dikarenakan perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace. Ia mengatakan banyaknya praktek korupsi dan tangan-tangan yang bermain untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut. Ini terlihat dari mangkraknya proyek yang harusnya selesai tahun 2015. Akibat terjadinya over run atau kelebihan waktu mulai beroperasi, investasi yang seharusnya Rp 7 triliun akhirnya membengkak sekitar Rp 3 triliun menjadi sekitar Rp 10 triliun. Apabila diteruskan, maka akan berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,3 T.

Krakatau Steel Bermasalah, Apa Langkah Pemerintah?

Gejala krakatau steel bermasalah mulai nampak dari laporan perusahaan yang mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Pada 2018, perseroan membukukan rugi sebesar US$77 juta atau senilai Rp1,08 triliun. Melonjaknya beban keuangan KS juga tidak terlepas dari jumlah utang perseroan. Dalam Laporan Tahunan 2018, beban keuangan KS sepanjang 2018 mencapai US$112 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS). Hingga 2018, total utang perusahaan mencapai US$2,49 miliar yang terdiri dari utang jangka pendek US$1,60 miliar dan jangka panjang US$899 juta. Bila diakumulasikan mencapai sekitar US$ 2,6 miliar itu sekitar Rp 35-40 triliun.

Pemerintah haruslah segera melakukan penyelamatan terhadap Krakatau Steel yang terus berdarah-darah. Namun, alih-alih melakukan perbaikan, pemerintah melalui Permendag Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja telah mengakibatkan Cina menyerbu pasar Baja Indonesia. Dampak dari banjir baja impor tentunya akan mematikan industri baja nasional karena produk baja nasional kalah bersaing.

Pemerintah juga mengijinkan perusahaan baja Cina Hebei Bishi Steel beroperasi di Kendal. Dengan menggandeng PT Seafer Kawasan Industri, rencananya pabrik itu akan menjadi pabrik terbesar se Asia. Dengan nilai investasi sebesar US$ 2,54 Miliar, sesuai PP 24/ 2018, industri strategis, seperti baja, secara otomatis mendapatkan Tax holiday selama 20 tahun. Ini menjadikan PT KS semakin berat menjalankan perang dagang di negeri sendiri. Sehingga KS kesulitan untuk memenuhi kewajiban hutang dan menghasilkan laba dalam periode yang ditentukan

Untuk menyelamatkan kondisi KS, Dirut PT KS, Silmy Karim menempuh strategi restrukturisasi. Alih-alih mampu menyelamatkan industri strategis, kebijakan bernafaskan ekonomi kapitalis yang diadopsi ini justru akan menjerumuskan PT KS ke dalam jurang privatisasi. Kebijakan yang diambil oleh Dirut KS ini adalah versi halus dari privatisasi BUMN. Restrukturisasi tidak akan mampu menyentuh akar persoalan. Strategi tambal sulam, gali lobang tutup lobang ini hanya akan membunuh KS pelan-pelan.

Pasalnya, sebagai emiten plat merah, PT Krakatau Steel harusnya yang paling diuntungkan, di tengah pembangunan infrastruktur yang masif. Namun rupanya, selama 4,5 tahun infrastruktur digenjot, produk baja yang dihasilkan PT KS tidak terserap secara signifikan. Implikasinya, PT KS mengalami kelebihan produksi dan merugi. Justru kran impor baja Cina yang harganya dumping meningkat akibat Permendag. Ditambah lagi realokasi pabrik baja Cina di Kendal menjadi ancaman terbesar perusahaan ini. Jangankan meningkatkan penjualannya, bangkrutnya perusahaan ini bukanlah hal yang utopis. Dengan kata lain, KS maju kena, mundur juga pasti akan kena privatisasi.

Menelusuri Ambruknya Krakatau Steel

Mindset kapitalistik dan liberal menjadi nyawa bagi politik industri di Indonesia. Rezim saat ini dinilai sangat lemah visi politiknya. Negara dipaksa mengkonsumsi baja impor dalam tender bernama infrastruktur. Mayoritas pemegang kontraknya adalah Cina lewat kebijakan-kebijakan neoliberal dan deal-deal politik. Ditambah lagi nyawa kapitalistik mendarah daging di jajaran pemegang kebijakan, mental korup memperparah keadaan. Ironisnya, Indonesia justru menjadi pasar empuk bagi industri baja Cina, disaat PT KS sedang menaikan produksi bajanya.

Negara juga abai dalam urusan pembangunan industri berat. Berbagai aturan yang dibuat terkait industri berat sangat menguntungkan asing-aseng dan merugikan perusahaan negeri sendiri. Pemerintah salah urus dalam memelihara industrinya, sehingga membiarkan pabrik yang dulunya bernama pabrik baja Trikora ini berjalan sendiri mencari pasarnya.

Mindset Kapitalis yang dimiliki Asing-Aseng menjadikan Indonesia sebagai negara terjajah dari segi ekonomi, dan tidak akan membiarkannya untuk bangkit dan mandiri mengurus industrinya sendiri. Bahkan, mereka bila perlu akan mematikan perusahaan yang dijuluki mother of industry ini agar tak memiliki pesaing lagi.

Hutang yang menumpuk bisa menjadi alibi bagi negara untuk melakukan divestasi (baca: menjual) aset-aset strategis untuk menutup defisit perusahaan. Awalnya, anak perusahaan, tidak menutup kemungkinan PT KS akan mengalami nasib yang sama. Karena inilah yang diinginkan oleh para kapitalis Asing. Hendaknya kita belajar, bagaimana negara melakukan penjualan Indosat kepada STT Singapore, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ooredo group dari Qatar.

Sebenarnya, PT Krakatau Steel merupakan industri baja strategis yang memiliki 11 anak perusahaan, mustahil baginya mengalami kebangkrutan. Indonesia sangat memungkinkan menjadi negara terbesar penghasil baja, karena Indonesia sendiri memiliki kekayaan tambang bijih besi yang tersebar di kepulauan nusantara. Contoh Sumatera saja, deposit atau cadangan bahan tambang bijih besi sekitar 158 juta ton dan juga 62.800 meter kubik terutama di Provinsi Sumatera Barat per tahun 2007. Di Jawa, dari hasil eksploitasi didapatkan hasil berupa pasir besi sebanyak 2.655.236 ton dengan kandungan rata – rata 51,7% Fe. Belum lagi tambang yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan catatan apabila dikelola dengan benar.

Islam Punya Solusi

Islam dengan seperangkat sistem yang berbasis syari’at akan mampu menyelamatkan industri ini. Islam dalam naungan sistem yang berdaulat akan menghapus sistem ekonomi industri berbasis riba dan saham, mengembalikan industri yang merupakan kepemilikan umum untuk dikelola negara, tidak akan menjual aset perusahaan strategis yang menyokong kebutuhan industri baja, tidak akan berhutang kepada Asing dan Aseng untuk meningkatkan perkembangan industri. Baitul Mal adalah penyokong dana utama industri, tidak akan melakukan kebijakan cost to profit center, karena mindset negara bukanlah untuk mengambil keuntungan semata.

Dengan sistem Islam yang komprehensif, negara tidak hanya menyelamatkan bahkan akan menjadikan Industri baja ini menjadi satu-satunya industri yang memegang kendali kebutuhan baja dalam negeri. Sehingga industri membutuhkan karyawan yang berdaya, ideologis dan memiliki skill yang mumpuni (karena disokong oleh pendidikan yang berbasis ideologi Islam). Negara mampu mensejahterakan karyawan dan tidak akan melakukan kebijakan PHK massal, karena itu bertentangan dengan syari’at Islam. Negara tidak akan membiarkan kran impor terbuka dan swasta menguasai sektor strategis tersebut. Apalagi yang berasal dari negara yang nyata-nyata memerangi Islam.

Islam dalam bentuk sistem negara memiliki politik industri yang berbasis politik perang dan pertahanan. Semua industri, baik industri ringan maupun industri berat, harus dibangun di atas kedua asas tersebut. Karena daulah adalah negara yang berkewajiban mengemban dakwah Islam dengan metode dakwah dan jihad. Dengan misi agungnya, negara harus senantiasa dalam kondisi siap siaga untuk melakukan jihad. Hal ini memungkinkan industri baja tidak hanya melayani infrastruktur, otomotif dan keperluan rumah tangga saja, melainkan juga memproduksi persenjataan nuklir, pesawat antariksa, alutsista dan kendaraan lapis baja.

Oleh karena itu, Industri baja harus dibangun dalam paradigma kemandirian sehingga harus dimiliki oleh negara. Industri baja tidak boleh dimiliki oleh swasta maupun negara lain. Daulah tidak boleh melakukan impor yang membahayakan dan melemahkan daulah. Tak boleh sedikit pun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik. Apalagi baja adalah instrumen utama penopang infrastruktur, otomotif, senjata dan alat-alat berat yang pasti dibutuhkan daulah untuk mewujudkan misinya.

Daulah harus memiliki dan menguasai senjata yang paling canggih dan paling kuat. Bagaimanapun bentuk dan tingginya kecanggihan dan perkembangan persenjataan tersebut. Oleh karena itu, industri dalam daulah Islam harus menguasai teknologi industri yang paling canggih. Sehingga efisiensi atau tidaknya Blast furnace tidak hanya menjadi sebuah wacana. Namun, negara sudah pada tataran mewujudkannya apabila memang itu dibutuhkan untuk meningkatkan kecanggihan dan perkembangan pembuatan baja.

“… Allah sekali-kali tak akan memberi jalan pada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 141).

Seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan. Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api, infrastruktur atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri alat perang.

Dengan begitu Daulah dapat menggentarkan musuh-musuhnya, baik musuh yang nyata maupun musuh yang laten. Demikian sebagaimana firman Allah SWT:

“Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al-Anfal [8]: 60).

Kebijakan Politik Industri berbasis politik perang juga nampak pada militer di masa pemerintahan sultan Muhammad Al Fatih. Ini menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana di masa lalu, daulah Khilafah pernah mengalami masa kejayaaan militernya hingga mampu menaklukan konstantinopel. Beliau mengembangkan alutsista paling canggih yang pernah dimiliki dunia pada saat itu. Daulah membeli teknologi Orban, seorang ahli senjata dari Hungaria, kemudian memproduksinya. Jadilah sebuah meriam raksasa dengan panjang 8,2 meter, diameter 760 centimeter, mampu melontarkan bola besi seberat 680 kg sejauh 1,6 kilometer. Meriam ini dikenal dengan nama “The Muhammed’s Greats Gun”. Wallahu’alam bi ash-Showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Keajaiban yang Abadi

Keajaiban yang Abadi

Jum'at, 07 Aug 2020 15:20

Putra Mahkota Saudi Kirim Regu Pembunuh Ke Kanada Untuk Menargetkan Mantan Pejabat Intelijen

Putra Mahkota Saudi Kirim Regu Pembunuh Ke Kanada Untuk Menargetkan Mantan Pejabat Intelijen

Jum'at, 07 Aug 2020 14:45

Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Pekan ASI Sedunia dan Risalah Agung Pengasuhan Anak dalam Islam

Jum'at, 07 Aug 2020 08:11

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Karyawan Upah di Bawah Rp5 Juta Akan Diberi Bansos, Ini Catatan Komisi XI

Jum'at, 07 Aug 2020 07:06

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Pembelajaran Daring, Antara Harapan dan Kenyataan

Jum'at, 07 Aug 2020 07:05

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Pimpinan Komisi VII DPR RI Prihatin Ekonomi Anjlok: Emak-emak Tak Pegang Duit

Jum'at, 07 Aug 2020 06:54

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Indonesia di Ambang Resesi, Legislator Desak Pemerintah All Out Bangkitkan UMKM

Jum'at, 07 Aug 2020 06:47

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Serah Terima Jabatan Ketua Adara Relief, Sri Vira Chandra: Bekerja bagi Kemanusiaan untuk Indonesia

Jum'at, 07 Aug 2020 06:34

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Kamis, 06 Aug 2020 20:30

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Jerat Kemiskinan Bukan karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Jerat Kemiskinan Bukan karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 06 Aug 2020 19:55

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 06 Aug 2020 19:45

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kamis, 06 Aug 2020 19:15

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Kamis, 06 Aug 2020 18:50

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Kamis, 06 Aug 2020 18:14

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Kamis, 06 Aug 2020 17:42

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Kamis, 06 Aug 2020 17:39

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Kamis, 06 Aug 2020 17:25


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X