Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.220 views

Syubhat Anjuran Merokok di Tengah Wabah Covid-19

 
 
Oleh:
 
Syahrullah Asyari
 
Alumni Ma'had Al Birr Makassar, Dosen Jurusan Matematika FMIPA UNM
 
 
 
ORANG Arab saat ini menyebut virus corona (covid-19) sebagai "فيروس كورونا" dibaca "Fairus Kuruna". Dalam kamus al Munawwir (Arab-Indonesia), kata "كورونا" dibaca "Kuruna" digandengkan dengan kata "جيكيه" dibaca "Jiykeh" menjadi "كورونا جيكيه" artinya "Koruna Cekoslowakia". Kata "كورونا" yang dimaksud dalam kamus al Munawwir ini adalah nama mata uang sebuah negara.
 
Adapun penggunaan istilah "كورونا" yang menunjuk pada makna virus atau penyakit belum ditemukan dalam kamus berbahasa Arab, baik kamus al Ma'aniy (المعاني), maupun kamus berbahasa Arab lainnya, seperti: معجم الغني (Mu'jamu al Ghaniy) dan معجم المعاصرة (Mu'jamu al Mu'ashirah). Terlebih lagi dalam لسان العرب (Lisaanu al Arab). Dengan demikian, kata "كورونا" yang menunjuk pada makna virus atau penyakit dapat dikatakan sebagai kata yang relatif baru bagi orang Arab saat ini. Ini termasuk kata bahasa Arab serapan dari bahasa 'ajam. Sehingga, kata ini tidak memiliki akar kata bahasa Arab.
 
Terkait istilah virus corona yang berbahasa Arab, ada sebuah tulisan berjudul, "Beruntunglah Para Perokok Berat di Dunia". Tulisan ini berisi syubhat anjuran merokok untuk melawan Virus Corona. Dalam tulisan ini, ada tautan berbahasa Arab yang mengesankan adanya kaitan virus corona dengan merokok. Tautan yang dimaksud adalah sebagai berikut. https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/قرناء/. Saya persilakan pembaca untuk mengakses laman tersebut secara langsung.
 
Lalu, apa itu "قرناء"?
 
Kata "قرناء" adalah bentuk jamak dari kata "قرين" dibaca "Qariin" artinya "teman" atau "pasangan" atau "gabungan" atau "rangkaian". Kata "قرناء" adalah salah satu dari banyak bentuk perubahan (تصريف) yang berasal dari akar kata bahasa Arab, yaitu: "قرن - يقرن - قرنا" artinya "merangkaikan, memasangkan, menggabungkan, menghubungkan". Karena "قرناء" adalah bentuk jamak, maka kata ini menunjuk pada makna banyak "teman" atau banyak "pasangan" atau banyak "gabungan" atau banyak "rangkaian". 
 
Selanjutnya, ada apa antara "قرناء" dan rokok?
 
Istilah "قرناء" ini sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan rokok. Juga, pada tautan berbahasa Arab itu, sama sekali tidak disinggung tentang rokok. Apalagi penjelasan tentang pencegahan virus corona dengan asap rokok. Sama sekali tidak ada. Justru isi tulisan tentang rokok tersebut menuai kontroversi dan menebar syubhat di tengah kaum muslimin. Karena tulisan itu intinya merekomendasikan merokok untuk melawan virus corona (Covid-19). Landasan menyatakan demikian adalah penjelasan yang disandarkan pada Prof. Ali Bolgana, seorang pakar dari Mesir. 
 
Tentu saja, penjelasan semacam ini butuh klarifikasi lebih lanjut. Pasalnya, rekomendasi yang disandarkan pada penjelasan Prof. Ali Bolgana itu bertentangan dengan penjelasan para pakar kaliber dunia yang tergabung dalam Science Media Center di Inggris, seperti: Prof. Ian Hall, Professor of Molecular Medicine, University of Nottingham; Prof. Gordon Dougan, Department of Medicine, University of Cambridge; dan Prof. Robert West, Department of Behavioural Science and Health at University College London. Ketika mereka ditanya tentang merokok dan kaitannya dengan Covid-19, mereka justru merekomendasikan para perokok untuk berhenti merokok, karena mereka rentan terkena gangguan pernapasan. Lebih detail, saya persilakan pembaca mengakses laman berikut. https://www.sciencemedia centre.org/expert-reaction-to-questions-about-smoking-and-covid-19/.
 
Menurut hemat saya, hubungan antara قرناء dan rokok adalah seperti yang orang sebut sebagai cocoklogi. Diduga karena Prof. Ali Bolgana adalah pakar yang pendapatnya tentang "merokok untuk melawan corona" dijadikan sandaran berasal dari Mesir, maka pembuat tulisan berisi syubhat itu pun menyesuaikan dengan konteks Arab. Akhirnya, dipilihlah kata bahasa Arab "قرناء" dibaca "Qurnaa'", karena kemiripan penyebutannya dengan "corona". Wallahu a'lam. 
 
Bagi orang awam, khususnya para perokok, tulisan berisi syubhat ini tentu saja merupakan angin segar untuk melegitimasi kebiasaannya. Meskipun sebenarnya antara "قرناء" dan rokok tidak ada kaitan sama sekali. Motif pembuat tulisan berisi syubhat itu boleh jadi, karena alasan komersial memanfaatkan situasi wabah covid-19 ini untuk meningkatkan nilai jual rokok, atau hanya karena alasan solidaritas sesama perokok untuk melakukan pembelaan diri atas kebiasaannya, atau alasan yang lain.
 
Atas semua itu, sebenarnya Allah subhanahu wata'ala telah mengajarkan kepada kita untuk membiasakan klarifikasi (tabayyun) atas kebenaran informasi yang diperoleh (Lihat QS. al Hujurat: 6). Saat ini, para ilmuwan dunia tengah berlomba menemukan vaksin untuk Covid-19. Artinya, sampai sejauh ini, otoritas kesehatan dunia belum menyatakan secara resmi ditemukannya vaksin itu. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh begitu mudah percaya dengan informasi dari sumber yang tidak jelas dan sangat mungkin menyesatkan masyarakat, seperti tulisan berisi syubhat anjuran merokok untuk melawan Virus Corona. Apalagi menyebarluaskannya. Ini adalah konsekuensi dari keimanan kita akan datangnya hari pembalasan.
 
Tulisan pada pembungkus rokok, "merokok membunuhmu", adalah peringatan keras bagi masyarakat, betapa bahayanya merokok. Tulisan itu tentu bukan tanpa argumentasi medis yang ilmiah dan logis. Lebih jelasnya, silakan akses di google hasil riset dari banyak pakar, baik dari dalam, maupun dari luar negeri tentang pengaruh rokok bagi kesehatan. Anehnya, sejumlah orang kebakaran jenggot, ketika ulama memfatwakan "merokok itu haram". Padahal, fatwa itu lahir sebagai respon ulama atas alasan medis bahwa merokok membahayakan jiwa perokok, maupun orang-orang di sekitarnya, karena salah satu tujuan diturunkannya syari'at (مقاصد الشريعة) oleh Allah subhanahu wata'ala adalah menjaga manusia dari perilaku yang dapat membinasakan dirinya (حفظ النفس). 
 
Lebih aneh lagi, di tengah Wabah covid-19, justru muncul syubhat berupa anjuran merokok dengan maksud sebagai vaksin atau obat untuk melawan Virus Corona. Padahal, fatwa bahwa merokok haram sudah jelas dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda,
 
"إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرم عليكم". أخرجه البخاري معلقاً
 
"Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat dari sesuatu yang Allah haramkan bagi kalian.” Hadits ini diriwayatkan oleh al Bukhari secara mu'allaq
 
Orang yang kebakaran jenggot atas fatwa haramnya rokok, mungkin akan mengatakan bahwa ulama juga manusia, sehingga mungkin saja salah. Ini tentu reaksi yang berlebihan. Kita katakan, kalau ulama secara individu mungkin salah, tentu individu yang bukan ulama lebih mungkin salah. Mengapa? Karena ulama dalam hadits yang shahih dijamin bahwa merekalah pewaris nabi yang paling berhak menjelaskan perkara agama kepada kita sepeninggal beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
 
"إن العلماء ورثة الأنبياء، إن الأنبياء لم يورثوا ديناراً ولا درهماً إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر". رواه الترمذي وغيره وصححه الألباني
 
"Sesungguhnya ulama adalah pewaris nabi. Sungguh para nabi, mereka tidak mewariskan dinar maupun dirham. Sesungguhnya mereka hanya mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu yang mereka wariskan, maka ia telah mengambil keuntungan yang berlimpah." Hadits ini diriwayatkan oleh at Tirmidzi dan selainnya, Syaikh al Albani menshahihkan hadits ini.
 
Bahkan, orang yang paling takut kepada Allah subhanahu wata'ala di antara hamba-hamba Nya dalam berkata dan berbuat, termasuk menyikapi masalah rokok, hanyalah ulama. Mereka berfatwa atas dasar ilmu dan rasa takut (خشية) kepada Nya, bukan karena suatu kepentingan atau karena memperturutkan hawa nafsu. Inilah salah satu makna dari QS. Fathir: 28. Oleh karena itu, ketika suatu perbuatan telah dihukumi oleh mayoritas (jumhur) ulama, apalagi hukum atas suatu perbuatan itu adalah kesepakatan (ijma') ulama, maka seorang muslim mestinya menunjukkan sifat seperti sifat mu'min yang dipuji oleh Allah subhanahu wata'ala, ketika perintah atau larangan sudah jelas baginya, yaitu: sami'naa wa atha'naa (سمعنا وأطعنا), kami dengar dan kami ta'at (Lihat QS. an Nur: 51).
 
Perkataan "ulama juga mungkin salah" adalah perkataan yang biasanya dilontarkan oleh penganut relativisme dalam tradisi pemikiran Barat postmodernisme. Biasanya perkataan itu bertujuan mereduksi, atau bahkan ingin menggugurkan otoritas ulama sebagai satu-satunya kelompok yang mewarisi nabi dalam menjelaskan perkara agama ini. Bukan berarti tidak boleh berkata, "ulama juga mungkin salah", tetapi seorang muslim, pada khususnya, harus berhati-hati dengan perkataan tersebut, karena perkataan ini taruhannya adalah aqidah. Perkataan ini bisa berujung pada nihilisme. Yaitu paham bahwa sebenarnya kebenaran itu tidak ada, karena yang salah dan yang benar sama saja. Tanpa sadar seseorang yang melontarkan perkataan tersebut mungkin sudah terjatuh pada peniadaan otoritas ulama saat ini, atau secara tidak langsung mengatakan bahwa QS. Fathir: 28 tidak berlaku lagi saat ini. Na'udzubillah min dzalik
 
Lalu, seperti apa orang yang boleh berfatwa?
 
Sederhananya adalah seperti yang disebutkan oleh al Imam al Ghazaliy rahimahullah bahwa jika ia betul-betul sudah yakin akan ilmunya berdasarkan al Qur'an, as Sunnah, Ijma', dan Qiyas, maka ia boleh berfatwa. Jika meragukan, maka ia jawab saja tidak tahu (laa adriy). Adapun menurut As-Sya’bi rahimahullah, menjawab tidak tahu termasuk setengah dari ilmu. Sementara itu, sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan tegas menyebut seseorang yang begitu gampang menjawab persoalan agama sebagai orang gila.
 
Terakhir, pembaca yang semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wata'ala, ketahuilah bahwa ada dua jenis hidayah. Pertama, hidayah al irsyad (هداية الإرشاد). Kedua, hidayah at taufiq (هداية التوفيق). Hidayah al irsyad itulah ilmu agama Islam yang kita diperintahkan untuk mempelajarinya dan bahkan boleh jadi kita sudah memiliki hidayah al irsyad ini. Adapun hidayah at taufiq adalah kemampuan untuk beramal berdasarkan hidayah al irsyad yang sudah diperoleh. Inilah hidayah yang sangat mahal. Al Imam al Ghazaliy rahimahullah berkata, "مجاهدة النفس" artinya "Perjuangan melawan nafs (diri sendiri)". Inilah suatu tantangan besar bagi seorang muslim dalam beramal shalih, ketika hidayah al irsyad sudah ia dapatkan.
 
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa menuntun kita untuk mempelajari agama Nya dan memberikan kemampuan kepada kita untuk beramal berdasarkan ilmu Nya sesuai petunjuk para ulama.
 
Wallahu al Muwaffiqu ila Aqwami ath Thariq.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Senin, 25 May 2020 21:14

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Senin, 25 May 2020 20:45

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Senin, 25 May 2020 20:36

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Senin, 25 May 2020 20:18


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X