Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.880 views

Overdosis Penanganan Radikalisme

 

Oleh:

Ustaz Jeje Zaenudin || Wakil Ketua Umum PP Persis

 

SEJAK awal kepemimpinan periode kedua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal November 2019 menegaskan kembali komitmennya untuk menumpas paham radikal sampai ke akar-akarnya. Bahkan ia sempat mengusulkan penggantian istilah radikal dengan istilah yang lebih serem, yaitu "manipulator agama". Walau kemudian tidak ada kelanjutannya mungkin karena waktu itu banyak yang menentang dan mempertentangkannya dengan manipulator Pancasila.

Komitmen presiden itu ditindaklanjuti para menterinya dengan gebrakan penandatanganan Surat Keputusan Bersama 11 kementerian tentang penanggulangan radikalisme. Pada tahun 2020 ini Sekolah Tinggi Administrasi Negara/STAN dimoratorium. Konon ini juga diduga kuat karena ada laporan para alumninya yang menjadi ASN terpapar radikalisme.

Rabu, 2 September lalu Kemenpan-RB meluncurkan aplikasi ASN No Radikal. Sebagai media pengawasan, pencegahan, dan pelaporan bagi ASN dari terpapar radikalisme.

Dalam Webinar peluncuran aplikasi ASN No Radikal itu, Menteri Agama juga memberi sambutan yang menegaskan perlunya kehati-hatian merekrut ASN baru agar jangan tersusupi orang yang radikal dan pro khilafah. Selang beberapa hari berikutnya media diributkan lagi dengan statement Menag yang akan melakukan sertifikasi mubalig dan dai guna mencegah para mubaligh radikal.

Yang lebih heboh lagi adalah pernyataannya bahwa paham radikal itu terkadang dibawa oleh anak muda yang "good looking", hafizh quran, memjadi imam, lalu mempengaruhi para jamaahnya. Tentu saja rentetan peristiwa dan berita itu membuat banyak para tokoh dan pemimpin Islam tersinggung dan marah. Bahkan reaksi dan kecaman keras dilontarkan oleh Sekjen MUI, Anwar Abbas.

Pada hari yang sama dengan peluncuran aplikasi ASN No Radikal, Ketua DPR Puan Muharani menyinggung perasaan orang minang dengan ungkapan kurang lebih "semoga masyarakat Sumatera Barat menjadi masyarakat yang mendukung negara pancasila". Ungkapan itu juga tidak mudah untuk lepas dari framing pemberantasan radikalisme.

Jelas sudah bahwa masyarakat yang tidak mendukung ideologi Pancasila ala PDIP itulah yang distigma kaum radikal itu.

Bahkan dengan berbagai rentetan peristiwa yang terkait dengan penanggulangan radikalisme, makin banyak masyarakat yang menebak-nebak apa hidden agenda dari program deradikalisme yang overdosis itu?

Mungkin di Indonesia negeri muslim terbesar ini sedang terpapar islamophobia radikal seperti yang dikembangkan di sebagian penduduk negara Eropa dan Amerika dengan menyebar stigma setiap kesetiaan yang kuat pada Islam sebagai radikal?

Mungkinkah program deradikalisme diperalat kaum radikal liberal, sekuler, pemuja HAM, dan pendukung LGBT untuk menyerang kelompok Islam istikomah yang dianggap penentang paling besar atas penyebaran paham dan perilaku mereka? Atau mungkinkah sebagai palu godam pemukul bagi para penentang gerakan yang ingin mengembalikan Pancasila kepada Pancasila Sila satu Juni 1945 yang bisa diperas menjadi Trisila dan Ekasila.

Sebagaimana yang dinyatakan Puan bahwa masyarakat Sumbar dianggap belum menerima negara Pancasila hanya karena Partainya belum menang di sana. Demikian pula seperti pernyataan ketua BPIP bahwa musuh terbesar Pancasila adalah Agama (Islam).

Semua dugaan dan kekhawatiran itu bukanlah tanpa alasan. Fakta-fakta yang mengindikasikan itu sering terjadi, seperti banyak para tukang propaganda yang lantang anti radikalisme dan mengaku kami pancasila itu terbukti di kemudian hari ternyata ia adalah koruptor, ada juga yang ternyata pendukung gerakan LGBT, dan para pendukung kejahatan lainnya.

Yang sangat aneh justru adalah kebijakan dan program deradikalisme dari pemerintah sendiri yang dinilai overdosis dan tidak adil, sehingga memberantas radikalisme dengan cara-cara yang justru memantik radikalisme baru. Paham dan perilaku yang sudah jelas-jelas musuh ideologi negara dan menjadi sebab munculnya perlawanan radikal Islam tidak disikapi dan ditindak keras secara seimbang sebagsimana dalam menanggulangi radikalisme Islam.

Misalnya keresahan masyarakat atas merebaknya indikasi paham dan perilaku komunisme baru, paham liberal, prilaku freesex, penyebaran narkoba, hingga kebobrokan penegakan hukum dalam penanggulangan mega korupsi. Ada yang lebih mengkhawatirkan lagi bagi sebagian kalangan jika isu penanggulangan radikalisme itu pada akhirnya diperalat para Islamophobia yang kebetulan sedang berkuasa di berbagai bidang untuk menjegal dan menggagalkan berbagai kesempatan karir para profesional muslim yang taat dengan tuduhan dan fitnah terpapar radikalisme.

Kita tentu sangat berharap bahwa pemerintah mau mendengar keresahan masyarakat atas cara-cara penanganan radikalisme yang dinilai sudah overdosis itu dan memprioritaskan pemberantasan akar masalahnya yang diantaranya adalah kegagalan dalam penegakan hukum, ketidakadilan ekonomi, dan hilangnya keteladan kepemimpinan bangsa dalam mewujudkan kehidupan yang benar menurut Pancasila sebagai falsafah negara.

Jika tidak, sangat mungkin kehidupan berbangsa kita terus menerus dalam saling kecurigaan dan stigma-menstigma antar kelompok masyarakat. Bahkan pemerintah sendiri mungkin yang akan mendapat stigma masyarakat sebagai bagian dari pembuat masalah bukan memberi solusi atas masalah.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36


MUI

Must Read!
X