Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.182 views

Imam Besar HRS dan Politik Islam

 

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H. || Direktur HRS Center

 

BERITA kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IB HRS) demikian super viral. Pemberitaan meluas di berbagai saluran media. Ummat menunggu hari penjemputan, berbagai persiapan penyambutan terus dioptimalkan. IB HRS tepat mendarat di hari yang tepat, peringatan hari Pahlawan 10 Nopember 75 tahun yang lalu. Hari itu merupakan hari spesial dan lagi fenomenal.

Sosok IB HRS menjadi ‘magnet politik’ yang mampu mengubah konstelasi electoral system melalui Ijtima Ulama. Ijtima Ulama yang mengusung Capres-Cawapres Prabowo Sandi tahun 2019 yang lalu, bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada tahun 2016 pernah dilakukan Konvensi Gubernur Muslim, melalui Majelis Tinggi Jakarta Beryariah yang diketuai oleh IB HRS. Majelis Tinggi Jakarta Beryariah dihasilkan dalam forum muzakarah Alim Ulama, Habaib, Tokoh dan Cendekiawan Muslim.

Tujuan strategis yang diproyeksikan adalah dalam rangka menghadapi Pilkada Jakarta tahun 2017. Majelis Tinggi Jakarta Beryariah berupaya mengikhtiarkan satu pasang calon dan sekaligus memperjuangkan pemenangannya. Konvensi Gubernur Muslim merupakan suatu terobosan paradigma, terlibatnya ummat dalam politik praktis. Konvensi yang mengusung Cagub dan Cawagub indenpenden pada akhirnya tidak diimplementasikan, sebab terjadi penistaan terhadap Al-Maidah: 51 oleh Basuki T. Purnama alis Ahok. Konsentrasi dan energi difokuskan pada pengawalan kasus a quo. Pada saat itulah dibentuk Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang kini dikenal dengan GNPF-Ulama.

IB HRS telah menjadi ‘bintang pemandu’ koalisi keummatan, itu tidak dapat dipungkiri. Terlepas koalisi keummatan dimaknai sebagai ‘politik identitas’, pada prinsipnya koalisi keummatan merupakan konsekuensi logis dari politik Islam. Tidak dapat dibenarkan pandangan sebagian kalangan yang mengatakan bahwa dalam masalah politik, Islam hanya memiliki nilai-nilai normatif saja, tidak otoritatif. Justru, tegaknya hukum Allah di muka bumi merupakan amanah yang harus direalisasikan. Hukum Allah tidak akan mungkin bisa tegak tanpa politik pada umumnya dan kekuasaan pada khususnya. Terdapat postulat, “Islam adalah manisnya politik, oleh karenanya tidak mungkin bisa Islam sebagai agama dipisahkan dengan politik”.

Di sini, antara Islam dan politik walaupun dapat dibedakan, namun tidak dapat dipisahkan. Keduanya ibarat ‘dua sisi mata uang’ yang sama. Secara esensial, politik Islam merupakan legal policy yang merepresentasikan nilai-nilai syariat Islam agar terealisasi secara spesifik. Islam memiliki suatu pandangan bahwa kehidupan dunia merupakan ladang bagi adanya kehidupan akhirat. Kehidupan dunia mesti diatur semenawan mungkin, sehingga manusia bisa mengabdi kepada Allah secara lebih sempurna. Kehidupan dunia harus senantiasa tegak berdasarkan aturan-aturan agama. Konsep ini dimaknai sebagai representasi tujuan siyasah dalam Islam, yakni “iqamah al-din (hirasah al-din) wa siyasah al-dunya”, yang berarti menegakkan agama dan mengatur urusan dunia. Pada hakikatnya, Islam merupakan agama komprehensif dalam arti mencakup keseluruhan sendi kehidupan manusia.

Sementara itu, kembalinya IB HRS ke Tanah Air mendapatkan tanggapan baik yang pro maupun yang kontra. Pihak yang kontra selalu mendalilkan permasalahan overstay dan bahkan berkeinginan dibukanya kembali perkara yang telah dihentikan (SP3) maupun perkara lainnya. Padahal, kesemuanya itu adalah bentuk ‘kriminalisasi’, sesuatu yang direkayasa. Publik membaca adanya upaya ke arah kriminalisasi lanjutan.

Jika itu benar terjadi, asumsi penulis menyebutnya sebagai upaya membendung koalisi keummatan. Dikatakan demikian, oleh karena kehadiran IB HRS tentunya akan semakin memperkokoh konsolidasi guna integrasi dalam rangka implementasi politik Islam. Di sisi lain fenomena propaganda anti Khilafah dan Syariah semakin masif terjadi dengan penyematan radikalisme dan intoleran. Berbagai persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis masih terus berlangsung dengan menggunakan delik “ujaran kebencian dan permusuhan” dan delik ‘hoaks’.

Penganut sekularisme ekstrem memang tidak akan pernah mau menerima bekerjanya sistem politik yang Islami. Posisi ‘politik dinasti’ dan ‘oligarki politik’ akan semakin tergerus, jika koalisi keummatan dengan IB HRS sebagai medan magnetnya menunjukkan peran optimal. Sikap apatis (pasif) sebagian ummat Islam akan mengalami pergeseran, menjadi pro aktif mengikuti arus koalisi keummatan.

Kondisi demikian tentu akan berkorelasi dengan Pemilu tahun 2024. Seiring dengan itu, koalisi rezim Jokowi tidak ada jaminan akan terus berlanjut pada Pilpres 2024. Politik dinasti dan oligarki politik akan menemui ajalnya. Lain halnya dengan politik Islam, keberadaannya bukan dongeng. Politik Islam telah diamalkan lebih dari seribu tahun lamanya. Politik Islam bukan pula sebagai pajangan (etalase), namun menjiwai koalisi keummatan. Politik Islam sebagai kekuatan diyakini mampu membangun kemaslahatan berdasarkan prinsip-prinsip universalitas syariat Islam.

Oleh karena itu, kemaslahatan harus diupayakan dengan serangkaian konsep, strategi dan upaya yang dijalankan secara kontinyu, berkesinambungan dan terlembaga secara sistematik-integral dan energik-sinergis. Dengan demikian terkonfirmasi hubungan antara agama dengan negara. Hal ini sesuai dengan paradigma ‘negara simbiotik’ yang dianut dalam konstitusi.

Terkait Pilpres 2024 yang akan datang, maka diperlukan suatu model penyaluran dukungan dan pencalonan Capres dan Cawapres, termasuk anggota legislatif. Model dimaksud melalui dekonstruksi, yakni ‘pembalikan hierarki’ pencalonan yang selama ini hanya berpusat pada Partai Politik yang berkoalisi. Dekonstruksi bekerja untuk menampilkan pihak yang selama ini kepentingannya tidak tertampilkan dan karena itu juga tidak terbicarakan. Pihak dimaksud adalah para alim ulama dan habaib, termasuk para tokoh dan cendekiawan muslim.

Selama ini, mereka ditampilkan lebih banyak ketika kepentingan politik memerlukannya, misalnya dalam kepentingan kampanye elite politik. Setelah itu, peran mereka relatif ‘disirnakan’. Dalam proses dekonstruksi, hubungan ummat Islam dan Partai Politik harus dikonstruksi ulang sebagai dua entitas yang interdependen. Kedua entitas tersebut dalam hubungan harmonis, simbiosis mutalistis.

Terlebih lagi, sistem multi partai telah melahirkan banyak Partai Politik. Kepentingan politik praktis telah pula menyebabkan Partai Politik lebih dekat dengan agenda pragmatis dan cenderung tidak populis. Banyaknya Partai Politik yang berbasiskan (platform) Islam, belum menunjukkan kemampuannya untuk sampai ke tahap konsolidasi untuk menuju tahap selanjutnya, integrasi.

Upaya awal konsolidasi memang dilakukan, tetapi hanya sebatas pada upaya penggalangan dukungan untuk pemenangan calon dalam bentuk koalisi. Namun, koalisi tidaklah ada yang permanen, koalisi lebih bersifat strategi elite politik. Koalisi bukan dimaksudkan untuk integrasi politik menuju kemaslahatan umat. Oleh karena itu, koalisasi keummatan dalam perspektif Politik Islam merupakan suatu keniscayaan.

Penulis berharap, koalisi keummatan akan menemukan wadahnya. Kehadirannya sebagai big power yang mengarahkan konstituen muslim. Melalui pewadahan koalisi keummatan, maka suara ummat Islam diharapkan tidak terpecah-belah, tidak seperti saat ini. Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah sepatutnya ditingkatkan menjadi Majelis Tinggi Indonesia Bersyariah. Keberadaannya menjadi the new institusion, wadah koalisi keummatan. Pemimpin agama bertemu dengan pemimpin Partai Politik menyusun blueprint berbasiskan syariah dan akhlaqul karimah dalam rangka membangun peradaban bangsa. Rakyat harus dijauhkan dari segala mudarat. Rakyat harus berdaulat, bermartabat dan hidup maslahat. Pada akhirnya selamat dunia dan akhirat. Wallahu ‘alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22


MUI

Must Read!
X