Senin, 7 Sya'ban 1447 H / 26 Januari 2026 06:51 wib
188 views
Aku Masih Percaya Bahwa ini Adalah Putaran Terakhir!
Oleh: Ad_ham asySyarqawi Hafizhahullah
"Lenyapnya 'Israel' dari keberadaan adalah hakikat Al-Qur'an dan janji kenabian. Karena itu, kami tidak bertanya: Apakah ia akan lenyap atau tidak? Sebab ia pasti lenyap tanpa keraguan! Pertanyaannya hanyalah: Kapan?"
Bukan mazhabku untuk berpangku tangan dari ikhtiar lalu menunggu mukjizat. Sebaliknya, aku percaya bahwa mukjizat hanya akan datang setelah seorang mukmin mengerahkan seluruh kemampuan maksimalnya dalam bekerja! Saat kebatilan dilempar dengan segenap kekuatan hingga tampak selangkah lagi menuju kemenangan, dan kebenaran bertahan hingga titik darah terakhir hingga tampak hampir runtuh oleh kekalahan, di situlah mukjizat datang!
Al-Qur'an mengajarkan kita sebuah hakikat tetap: bahwa konflik pengaruh berbeda dengan konflik akidah! Dalam konflik pengaruh, Allah membiarkan manusia dengan sebab-sebab material dan timbangan kekuatan; siapa yang memiliki kekuatan lebih besar, dialah yang menang.
Namun dalam konflik akidah, kekuatan tidak harus seimbang, dan timbangan sebab-sebab tidak harus bertemu! Semua tiran yang dihancurkan Allah dengan kekuasaan-Nya yang Maha Perkasa, dihancurkan saat mereka berada di puncak keangkuhannya!
* Saat Allah membinasakan Firaun, Dia tidak mengubah timbangan kekuatan terlebih dahulu, melainkan membinasakannya saat ia berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi!" Allah mengambilnya di puncak kekuatannya, di depan pasukan yang bersenjata lengkap!
• Saat Allah membinasakan Namrud, Dia tidak melakukannya di saat Namrud lemah, tapi di puncak kesombongannya saat berseru: "Aku bisa menghidupkan dan mematikan!"
• Saat Allah membinasakan kaum 'Ad, Dia tidak mengubah hukum sebab-akibat, tapi menghancurkan mereka saat mereka berkata: "Siapa yang lebih kuat dari kami?"
* Saat Allah mencerai-beraikan pasukan Ahzab di perang Khandaq, bumi telah terasa sempit bagi orang-orang Mukmin dan hati telah menyesak sampai ke kerongkongan!
Ketika perang di Gaza dimulai, aku mengira itu hanyalah salah satu putaran perang yang akan berakhir seperti sebelumnya. Namun sekarang, sesuatu di dalam diriku berkata bahwa ini adalah putaran terakhir! Perang ini tidak akan bertahan dalam bentuknya yang sekarang; angin 'Ahzab' akan datang dengan izin Allah, dan angin Allah memiliki seribu bentuk dan rupa, dan tidak ada yang tahu bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri!
Bahkan jika ia berakhir seperti sebelumnya, maka ia akan dimulai kembali dari titik terakhir ia berhenti! Namun yang pasti, perang ini telah lama keluar dari tangan kita maupun tangan mereka; Dan 'tangan Allah' yang menggerakkannya!
Aku tidak menentang rasionalitas, perhitungan sebab-akibat, atau melihat kenyataan! Namun rasionalitas akan menolak keteguhan (shumud) seperti ini; semua yang terjadi pada dasarnya melawan logika! Sebab-sebab material tidak mungkin menghasilkan keteguhan sebesar ini!
Kenyataan mengatakan bahwa negara-negara besar sekalipun akan runtuh di bawah pemboman dan agresi sehebat ini, lalu bagaimana mungkin sebuah wilayah yang luasnya lebih kecil dari ibu kota kita bisa bertahan? Terlebih lagi, dengan geografi yang datar tanpa gunung, lembah, atau hutan, secara militer wilayah itu seharusnya jatuh sejak serangan pertama dari gudang senjata raksasa yang menguasai laut, udara, dan darat!
Mengingat perang-perang Israel sebelumnya dengan tentara-tentara kita berakhir dalam hitungan jam, maka berbicara tentang 'realitas' (tanpa iman) tampak seperti keyakinan materialistik yang dangkal.
Tidak ada penjajah yang kekal dalam penjajahannya; ini adalah fakta tetap yang tidak bisa didustakan oleh siapa pun, terlepas dari apa akidah pemilik tanahnya! Sejarah memberitahu kita bahwa setiap penjajahan pasti sirna, dan semua penyerbu pada akhirnya pergi. Penjajahan ini pun akan sirna, cepat atau lambat, dan semoga itu terjadi dalam waktu dekat! (IFC/Ab)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!