Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.266 views

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

YEREVAN, ARMENIA (voa-islam.com) - Ribuan orang telah melarikan diri dari Rusia untuk menghindari wajib militer  menyusul seruan presiden Vladimir Putin agar warga negaranya ikut andil dalam perang melawan Ukraina.

"Saya tidak ingin pergi berperang," kata Dmitri kepada AFP, yang terbang ke Armenia hanya dengan satu tas kecil, meninggalkan istri dan anak-anaknya. "Saya tidak ingin mati dalam perang yang tidak masuk akal ini. Ini adalah perang saudara."

Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini untuk memobilisasi beberapa ratus ribu tentara cadangan telah mendorong eksodus baru melintasi perbatasan negara itu.

"Situasi di Rusia akan membuat siapa pun ingin pergi," kata pendatang baru lainnya, Sergei, 44 tahun, yang datang bersama putranya yang masih remaja.

Tampak tersesat dan kelelahan di bandara Armenia, dia membenarkan bahwa mereka telah melarikan diri "karena mobilisasi", tetapi menolak untuk memberikan nama lengkapnya.

"Kami memilih untuk tidak menunggu dipanggil," kata putranya, Nikolai, 17 tahun. "Saya tidak panik, tetapi saya merasakan ketidakpastian ini," tambahnya.

Itu adalah sentimen yang dimiliki oleh orang Rusia lainnya yang tiba dari penerbangan yang sama ke Yerevan.

“Adalah salah untuk berperang di abad ke-21,” Alexei, 39, secara halus mengatakan kepada AFP.

Dia tidak yakin apakah dia bisa kembali ke Rusia, tambahnya. "Semua tergantung pada situasinya."

Pria usia militer merupakan mayoritas dari mereka yang tiba dari penerbangan terakhir dari Moskow. Banyak yang enggan berbicara.

Yerevan telah menjadi tujuan utama bagi orang Rusia yang melarikan diri sejak perang dimulai pada 24 Februari.

Sejak itu, Armenia mengatakan setidaknya 40.000 orang Rusia telah tiba di negara kecil Kaukasus itu, yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet.

Hampir 50.000 orang Rusia telah melarikan diri ke negara tetangga Georgia, statistik nasional dari bulan Juni menunjukkan.

Kremlin pada hari Kamis menepis laporan tersebut, menyebutnya "palsu" bahwa orang-orang Rusia yang memenuhi syarat untuk dimobilisasi bergegas untuk keluar.

"Banyak informasi palsu telah muncul tentang ini," klaim juru bicara Dmitry Peskov.

Tetapi penerbangan dari Rusia hampir sepenuhnya dipesan untuk minggu depan ke kota-kota di negara-negara bekas Soviet terdekat seperti Armenia, Azerbaijan, Georgia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

Dan perintah mobilisasi Putin tidak hanya memprovokasi untuk keluar -- ada juga protes.

Polisi menangkap lebih dari 1.300 orang pada hari Rabu di demonstrasi menentang mobilisasi di seluruh Rusia, menurut satu kelompok pemantau protes, OVD-Info.

Di jejaring sosial, ada kekhawatiran Rusia akan menutup perbatasannya.

Namun Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengatakan pada Kamis bahwa para pembelot Rusia dapat "mendapatkan perlindungan internasional" di negaranya.

'Hampir tidak ada yang mendukung perang'

Otoritas perbatasan Finlandia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah melihat peningkatan lalu lintas dari Rusia setelah pengumuman Putin. Tetapi mereka menekankan bahwa arus masuk masih pada tingkat yang relatif rendah.

Di perlintasan perbatasan Vaalimaa di Finlandia, terlihat antrean mobil sepanjang sekitar 150 meter yang terlihat pada Kamis sore.

"Sibuk di pagi dan malam hari, tapi sekarang mulai tenang," kata Elias Laine, seorang penjaga perbatasan di sana kepada AFP.

Seorang manajer proyek berusia 23 tahun dari Moskow mengatakan kepada AFP bahwa mobilisasi telah mendorong rencananya untuk meninggalkan Rusia pada Oktober.

"Saya memenuhi syarat untuk dipanggil," jelasnya.

“Beberapa orang melakukan protes karena mereka tidak akan rugi. Yang lain mencari undang-undang dan berbicara dengan pengacara untuk mengetahui apakah mereka dapat wajib militer,” katanya.

Dan di Yerevan, seorang warga Rusia lainnya yang berhasil keluar mengatakan dia "terkejut" dengan pengumuman mobilisasi Putin.

"Hampir tidak ada yang mendukung perang," katanya. "Ini semua sangat menyakitkan. Aku ingin semua ini segera berakhir."

Dia menolak memberikan nama depan atau belakangnya, dengan alasan masalah keamanan. (AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Dulu Bermusuhan Dengan Doha, Kini Dubai Kelimpahan Berkah Dari Piala Dunia 2022 Di Qatar

Dulu Bermusuhan Dengan Doha, Kini Dubai Kelimpahan Berkah Dari Piala Dunia 2022 Di Qatar

Jum'at, 09 Dec 2022 21:07

Membaik, Ustadz Anung Al-Hamat Ikuti Sidang Pembacaan Replik JPU

Membaik, Ustadz Anung Al-Hamat Ikuti Sidang Pembacaan Replik JPU

Jum'at, 09 Dec 2022 20:30

Tukar Tahanan, Rusia Bebaskan Pebasket AS Brittany Griner Sebagai Ganti Pedagang Senjata Victor Bout

Tukar Tahanan, Rusia Bebaskan Pebasket AS Brittany Griner Sebagai Ganti Pedagang Senjata Victor Bout

Jum'at, 09 Dec 2022 16:19

Hamas Kecam Larangan Israel Terhadap 200 Kristen Gaza Yang Akan Rayakan Natal Di Yerusalem

Hamas Kecam Larangan Israel Terhadap 200 Kristen Gaza Yang Akan Rayakan Natal Di Yerusalem

Jum'at, 09 Dec 2022 15:44

Pasukan Israel Hancurkan Kantor Kementerian Kebudayaan Palestina Di Kota Jenin

Pasukan Israel Hancurkan Kantor Kementerian Kebudayaan Palestina Di Kota Jenin

Jum'at, 09 Dec 2022 14:00

Milisi Biksu Sebut Para Pemimpin Budha di Myanmar Dukung Junta Militer

Milisi Biksu Sebut Para Pemimpin Budha di Myanmar Dukung Junta Militer

Jum'at, 09 Dec 2022 11:45

Umar Abduh: Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyer Suruhan Oknum Tertentu

Umar Abduh: Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyer Suruhan Oknum Tertentu

Kamis, 08 Dec 2022 22:05

IHATEC Dukung Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024

IHATEC Dukung Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024

Kamis, 08 Dec 2022 20:10

BMKG sarankan 1.800 rumah di Cianjur direlokasi Dari Patahan Cugenang

BMKG sarankan 1.800 rumah di Cianjur direlokasi Dari Patahan Cugenang

Kamis, 08 Dec 2022 19:10

Taliban Afghanistan Lakukan Eksekusi Publik Pertama Sejak Kembali Berkuasa

Taliban Afghanistan Lakukan Eksekusi Publik Pertama Sejak Kembali Berkuasa

Kamis, 08 Dec 2022 15:00

Hamas Luncurkan Logo Baru Di HUT Ke-35

Hamas Luncurkan Logo Baru Di HUT Ke-35

Kamis, 08 Dec 2022 13:45

AS Tidak Setuju Turki Luncurkan Operasi Militer Ke Pemberontak Komunis Kurdi Suriah

AS Tidak Setuju Turki Luncurkan Operasi Militer Ke Pemberontak Komunis Kurdi Suriah

Kamis, 08 Dec 2022 11:35

Tahan Menguap Saat Shalat!

Tahan Menguap Saat Shalat!

Kamis, 08 Dec 2022 11:28

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Laporan: Normalisasi Saudi Dan Israel 'Hanya Masalah Waktu'

Rabu, 07 Dec 2022 18:31

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

11 Orang Jadi Korban Akibat Serangan Bom Di Polsek Astana Anyar, Satu Diantaranya Meninggal

Rabu, 07 Dec 2022 17:05

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Miras Dibatasi Bikin Fans Wanita Merasa Aman Saksikan Turnamen Piala Dunia Di Qatar

Rabu, 07 Dec 2022 16:15

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Rabu, 07 Dec 2022 13:37

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Rabu, 07 Dec 2022 12:35

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Rabu, 07 Dec 2022 11:06


MUI

Must Read!
X