Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.796 views

Penguasa Kehilangan Empati Dampak Noeliberalisme

Sahabat VOA-Islam...

Beberapa hari yang lalu seorang gubernur Jawa Tengah diminta responnya tentang warga Banyumas yang memakan tiwul karena tidak mempunyai stok beras. Ganjar Pranowo justru memberi respon cukup mengejutkan.

Enggak apa-apa makan tiwul, itu boleh, malah saya anjurkan. Kalau enggak ada beras makanlah tiwul, makanlah umbi-umbian yang miliki, dan itu bagian dari diversifikasi pangan. (www.sindonews.com).

Lagi-lagi seorang penguasa memberikan respon yang tidak simpatik terhadap rakyatnya. Alih-alih berupaya memberikan solusi bagaimana agar stok beras bisa didapatkan warganya justru menganggapnya sebagai suatu hal yang wajar.

Respon tidak wajar ini tidak hanya terjadi sekali. Beberapa waktu yang lalu kita mendapati para penguasa kita sering memberikan tanggapan yang tidak masuk akal tentang kenaikan harga barang-barang.

Seperti ketika kenaikan harga beras, daging, cabai dan beberapa barang lainnya. Ketika harga beras naik maka Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi solusi kepada masyarakat untuk menawar harga beras (www.detik.com).

Harga daging naik, solusi yang ditawarkan oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran adalah dengan beralih ke keong sawah (www.tribunnews.com). Kenaikan harga cabaipun disikapi oleh Menteri Perdagangan dengan memberi solusi agar masyarakat menanam sendiri cabai di rumah (www.detik.com).

Tanggapan yang aneh juga terjadi pada saat harga telur meningkat. Menteri perdagangan mengatakan bahwa penyebab naiknya harga telur adalah karena momen Pilkada dan Piala Dunia sehingga permintaan naik (www.detik.com).

Respon dari para penguasa ini menimbulkan sakit hati pada rakyat Indonesia. Pasalnya selama ini penguasa tidak berempati dengan kondisi rakyat yang menjerit akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, elpiji dan juga TDL.

Rakyat menderita namun para penguasa tidak peduli dan tidak berpihak pada mereka. Janji-janji mereka untuk memperhatikan nasib rakyat selama kampanye menjelang pemilu seolah menguap ditelan waktu.

Ini menunjukkan kebobrokan sistem demokrasi yang diterapkan di negeri ini. Demokrasi memaksa penguasa mengikat janji dengan para investor demi memperoleh modal untuk berkampanye saat pemilu. Kebijakan ekonomi yang diterapkannyapun adalah kebijakan neoliberalisme yang lebih berpihak kepada konglomerat dibandingkan rakyat.

Dalam sistem neoliberalisme memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk ikut dalam roda perekonomian. Namun seperti halnya di hutan rimba maka  yang menang tentunya yang memiliki kekuatan ekonomi yaitu para investor dan pemilik modal.

Sedangkan rakyat yang tidak memiliki modal tersingkir. Sistem inipun memberi batasan peran negara sebagai regulator dan fasilitator semata. Sementara yang menjalankan perekonomian secara nyata adalah investor swasta. Walhasil rakyatlah yang dikorbankan karena harus bertarung sendiri dengan para pemilik modal.

Di sinilah Islam menjawab semua masalah tersebut. Dalam sistem ekonomi Islam, tujuan utamanya adalah terpenuhinya seluruh kebutuhan hidup manusia orang per orang. Negara Khilafahlah yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup mereka sesuai dengan aturan Allah SWT.

Selain itu Khilafah juga memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada rakyatnya untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka dengan memberikan akses sebesar-besarnya pada faktor-faktor ekonomi.

Meskipun demikian syariat Islam juga memberikan batasan-batasan berupa aturan-aturan untuk memberikan jaminan kemaslahatan hidup bagi rakyatnya. Batasan-batasan itu melingkupi konsep kepemilikan, mekanisme perolehan dan pengembangan kepemilikan, serta pembelanjaan kepemilikian.

Dalam hal kepemilikan, Islam menetapkan bahwa kepemilikan terhadap barang menjadi kepemilikan individu, kepemilikan negara dan kepemilikan umum. Pada barang-barang yang masuk kepemilikan umum maka itu adalah milik umat.

Sehingga Negara tidak boleh menjualnya. Barang-barang yang masuk dalam kepemilikan umum sebagaimana yang tertuang pada sabda Rasulullah SAW, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, air, rumput dan api. Harganya adalah haram.

Yang termasuk didalamnya listrik dan migas. Maka kepemilikan terhadap ketiga hal itu ada di tangan umat haram hukumnya bagi negara untuk melakukan swastanisasi. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Desi Maulia, SKM (Pemerhati Sosial, Tinggal di Surabaya)               

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Kamis, 09 Jul 2020 18:15

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Kamis, 09 Jul 2020 17:00

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Kamis, 09 Jul 2020 16:28

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Kamis, 09 Jul 2020 15:00

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Kamis, 09 Jul 2020 14:15

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Kamis, 09 Jul 2020 12:59

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Kamis, 09 Jul 2020 09:26

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Kamis, 09 Jul 2020 08:18

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

Kamis, 09 Jul 2020 07:00

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Rabu, 08 Jul 2020 23:55

Konsep

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

Rabu, 08 Jul 2020 23:20

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Rabu, 08 Jul 2020 23:06

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Rabu, 08 Jul 2020 22:59

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

Rabu, 08 Jul 2020 21:52

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Rabu, 08 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X