Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.062 views

Aroma Uang Panas di Lembaga Perguruan Tinggi

Oleh: Fitri Suryani, S.Pd*

 

Aroma korupsi sudah tak asing lagi terdengar dari berbagai lembaga yang ada di negeri tercinta ini. Tak terkecuali lembaga pendidikan sebagai tempat mencetak generasi yang bermartabat. Tak ayal, universitas menjadi salah satu lembaga yang terpapar uang panas korupsi.

Salah satu peristiwa memalukan ini terjadi di ruangan Rektor Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN). Kantor tersebut disegel oleh mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (13/9/2018) siang. Tidak hanya menyegel ruang rektor, terjadi juga insiden baku hantam antara mahasiswa dan satpam IAIN di ruang lobi.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa IAIN Kendari, Jusbar. Ia menilai adanya sejumlah penyimpangan pada pengelolaan anggaran lembaga kemahasiswaan tahun 2018, karena sampai saat ini belum juga dicairkan. Penyimpangan pengelolaan anggaran 2017 itu juga terbukti bahwa sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban (Sultrakini.com, 13/09/2018).

Aroma Uang Panas Korupsi

Kasus korupsi sesungguhnya bukan merupakan perkara yang baru dan aneh di negeri ini. Korupsi menjamur di berbagai lembaga, baik itu lembaga kesehatan, pemerintahan bahkan dunia pendidikan yang katanya terdapat orang-orang intelektual di sana.

Korupsi sudah menjadi hal yang lazim, bahkan telah menjadi tradisi turun-temurun yang biasa dilakukan mulai dari kelas teri hingga kakap. Sebagian masyarakat pun seakan cuek dengan pemberitaan seperti itu, karena seolah telah terbiasa. 

Korupsi yang kini marak terjadi di hampir semua lembaga, salah satunya disebabkan tingginya biaya yang mesti ditanggung oleh seseorang yang hendak mendapatkan sebuah posisi yang diincar. Sehingga, mau tidak mau ketika telah mendapatkan posisi yang dihendaki, otomatis menginginkan paling tidak kembalinya modal yang dikeluarkan saat mencalonkan diri pada jabatan tertentu. Karena salah satu faktor tersebut mendorong seseorang melakukan korupsi. Terlebih ketika ada kesempatan, maka ia akan berupaya untuk mendapatkannya.

Ditambah lagi tujuan tertinggi atau tolok ukur kebahagiaan sebagian masyarakat yakni kepuasan materi belaka. Begitupun standar perilaku hanya pada kemaslahatan yang bersifat relatif dan kondisional. Sehingga tak dapat dipungkiri orang-orang semacam itu akan berusaha sekuat tenaga dengan segala cara agar mendapatkan yang mereka inginkan, sekalipun itu akan bertolak belakang dengan nilai-nilai agama.

Agama dalam hal ini tidak dijadikan sebagai landasan dalam berbuat. Dengan kata lain masyarakat telah tercekoki oleh paham pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme). Jika lembaga pendidikan saja sudah menjadi pintu masuk korupsi yang sejatinya tempat mendidik para generasi yang akan datang, bagaimana dengan lembaga lainnya?  

Sanksi yang ada nyatanya belum mampu memberikan efek jera bagi pelaku. Sehingga, kasus korupsi  yang ada di berbagai lembaga negeri ini sulit untuk diberantas. 

Islam Memandang

Dalam Islam, tindakan korupsi merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan dan dilarang. Adapun keharaman korupsi dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu: Pertama, perbuatan korupsi merupakan perbuatan curang dan penipuan yang secara langsung merugikan keuangan negara ataupun masyarakat.

Kedua, berkhianat terhadap amanah adalah perbuatan terlarang dan berdosa (lihat QS. seperti Al-Anfal: 27).

Ketiga, perbuatan korupsi untuk memperkaya diri dari harta negara adalah perbuatan lalim (aniaya), karena kekayaan negara adalah harta yang dipungut dari masyarakat.

Adapun korupsi termasuk dalam kelompok tindak pidana takzir. Oleh sebab itu, penentuan hukuman, baik jenis, bentuk, dan jumlahnya didelegasikan syara' kepada hakim. Dalam menentukan hukuman terhadap koruptor, seorang hakim harus mengacu kepada tujuan syara' dalam menetapkan hukuman, kemaslahatan masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan, dan situasi serta kondisi sang koruptor. Sehingga, sang koruptor akan jera melakukan korupsi dan hukuman itu juga bisa sebagai tindakan preventif bagi orang lain.

Dengan demikian, kasus korupsi yang telah mewabah di hampir semua lini sulit terselesaikan jika aturan yang ada ternyata tak mampu menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Mau sampai kapan keadaan seperti ini terus dibiarkan? Sungguh tak ada aturan lain yang bisa diharapkan selian kembali taat pada aturan Allah yang jelas mampu mengatur seluruh alam, apalagi 'hanya' masalah korupsi. Wallahu a’lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Guru SMA Negeri di Kabupaten Konawe.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Senin, 24 Jun 2019 21:20

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Senin, 24 Jun 2019 21:10

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Senin, 24 Jun 2019 21:07

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Senin, 24 Jun 2019 21:03

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Senin, 24 Jun 2019 20:57

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 24 Jun 2019 20:48

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Senin, 24 Jun 2019 20:39

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Senin, 24 Jun 2019 20:17

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Senin, 24 Jun 2019 20:13


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X