Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.927 views

Antara Virus Corona dan Teladan Umar bin Khattab

 

Oleh:

Feni Endah Nurfitriyani, S.Pd

 

DUNIA saat ini sedang berjuang menghadapi peristiwa luar biasa, yaitu pandemi global covid-19 virus corona yang telah menyebar secara cepat sejak akhir Januari 2020. Penduduk Indonesia pun tak luput dari penyebaran virus corona ini, per tanggal 7 April 2020 saja menurut data dari worldometers.info/coronavirus telah merilis data bahwa jumlah orang yang positif terinfeksi sebanyak 2.738 orang, dan paseien meninggal sebanyak 221 jiwa.

Peristiwa luar biasa ini menjadi ujian berat untuk semua penduduk Indonesia, karena banyak sekali dampak yang terjadi akibat masuknya virus corona ke Indonesia, diantaranya social distancing. Social distancing tentu menjadi hal baru bagi masyarakat Indonesia yang berakibat pada banyaknya yang berhenti sementara untuk bekerja sehingga banyak yang kesulitan ekonomi hingga susahnya mencari sesuap nasi untuk makan memenuhi kebutuhan keluarga. Tentunya tidak ada satupun orang yang menginginkan virus ini menjangkiti dirinya, oleh karena itu pemerintah sebagai pihak yang mengurusi kebutuhan masyarakat harus bertindak secara profesional, cepat tanggap dan menyelesaikan problematika yang tengah terjadi di masyarakat.

Situasi gawat darurat seperti ini sangat membutuhkan anggaran dana yang besar, namun hal ini mengganjal hati masyarakat karena pemerintah mengatakan kurang memiliki dana yang memadai disaat sebelum virus ini muncul pemerintah siap membangun ibu kota baru dengan dana Rp 466 Triliun dan dikatakan itu hanya 19% pakai uang negara. Tentu hal tersebut sangat bertolak belakang ketika rakyat berjuang antara hidup dan mati menghadapi virus corona pemerintah mengatakan covid-19 belum bisa diatasi, penyebaran masih meningkat dan dampaknya ke ekonomi berat, dampak ke keuangan akan terus semakin berat. Padahal nyawa penduduk jauh lebih berharga dibandingkan dengan perekonomian negara.

Kebijakan baru pun dilakukan, pada akhir Maret 2020 Indonesia diberikan dana pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar US$ 3 juta untuk menangani virus corona di Indonesia. Kebijakan ini sangat mengecewakan, dimana Indonesia terus berhutang kepada asing, sementara kekayaan Indonesia masih berlimpah ruah, dikatakan uang negara pun untuk membangun ibu kota baru hanya 19% yang akan digunakan. Berhutang kepada pihak asing sama saja dengan penjajahan ekonomi, karena pepatah mengatakan tidak ada makan siang gratis yang artinya hutang yang bersyarat ditambah berbunga yang semakin menjerat Indonesia kedalam kubangan riba.

Dunia perlu belajar kepada keberhasilan penanggulangan penyebaran penyakit dan krisis yang pernah dilakukan di Khalifah masa Umar Bin Khattab. Ketika terjadi wabah tha’un (kolera) di Negeri Syam Umar mengikuti sabda Rasulullah SAW : “Jika kalian berada di suatu tempat (yang terserang wabah), maka janganlah kalian keluar darinya. Apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, maka janganlah kalian mendatanginya”. 

Ketika masa krisis (paceklik) Khalifah Umar bin Khattab menugaskan orang-orang untuk mengantarkan makanan dan pakaian ke tempat-tempat yang terjadi paceklik. Bahkan tungku-tungku Umar sudah dinyalakan para pekerja sejak sebelum subuh, mereka menumbuk dan membuat bubur. Sembilan bulan paceklik terjadi, Umar memberi makan gratis masyarakat, membagi-bagikan tepung, mentega, kurma dan anggur. Bahkan Umar pernah mengantarkan langsung dengan tangannya 2 karung gandum dan sewadah minyak untuk diantarkan kepada keluarga yang sedang kelaparan.

Jika dana dan pasokan makanan tidak mencukupi maka Umar meminta bantuan kepada daerah bagian Kekhilafahan yang kaya dan mampu memberi bantuan, sebagaimana yang telah dikisahkan dalam buku The Great Leader of Umar bin Khattab karya Dr. Muhammad ash-Shalabi. Umar meminta bantuan kepada para gubernur yang kaya di negerinya, hingga dikirimlah dari daerah bagian Kekhilafahan yang makmur seribu unta yang membawa tepung melalui jalur darat dan 20 perahu yang membawa tepung dan minyak melalui jalur laut, serta mengirim lima ribu pakaian untuk wilayah krisis. Bantuan ini gratis tanpa syarat dan riba, karena masih bagian wilayah Kekhilafahan.

Luar biasa totalitas seorang pemimpin Khalifah Umar bin Khattab patut dicontoh dalam menangani wabah dan krisis, tentunya semuanya berkat penerapan aturan pemerintahan Islam yang sudah terbukti menjadi rahmat untuk seluruh masyarakat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X