Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.958 views

Rakyat Butuh Pemerataan, Bukan Hanya Pertumbuhan

 

Oleh: Rismayanti Nurjannah

 

Sektor perekonomian seolah mendapat angin segar. Setelah sebelumnya, ekonomi kontraksi hingga masuk jurang resesi, kini di kuartal II secara year on year pertumbuhan ekonomi mencapai 7,07%. Dari sudut pandang pemerintah, ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, karena akhirnya Indonesia bisa keluar dari zona merah yang berturut-turut dialami. Namun, pertumbuhan ekonomi ini bukan karena pemulihan ekonomi semata, melainkan juga efek dari basis pertumbuhan yang rendah (low-based-effect) pada kuartal II di 2020 yang terkontraksi -5,32%. Sehingga jika dihitung, pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi. Akan tetapi, jika dihitung dengan basis 100, maka pertumbuhannya hanya 1,37%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengungkapkan ada beberapa faktor yang memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagaimana dirilis suara.com (05/08), faktor tersebut yakni faktor eksternal dan internal. Dari sisi faktor eksternal: Pertama, perkembangan ekonomi global pada kuartal II tahun 2021 yang juga menunjukkan tren pemulihan. Kedua, terkait harga komoditas, makanan, dan hasil tambang pada pasar internasional baik. Secara kuartal ke kuartal dan year on year mengalami peningkatan.

Faktor ketiga, membaiknya sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia yang juga turut memberi andil dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut. Sebut saja China, dimana ekonominya tumbuh 7,9%, AS 12,2%, Singapura 14,3%, Korsel 5,)%, dsb. Dari faktor internal (sisi penggerak ekonomi dalam negeri), yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor-impor yang cukup baik. Dimana permintaan ekspor selama kuartal II meningkat 55,89%, sedangkan impor meningkat 50,21%.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, tampaknya belum dirasakan secara langsung oleh rakyat. Rakyat masih dalam kondisi semula, dimana guna mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup pun masih terseok-seok. Seolah, pertumbuhan ekonomi negara tidak berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat. Lantas, rakyat yang mana yang kemudian merasakan pertumbuhan ekonomi tersebut?

Upper Middle Income Country = Rakyat Sejahtera?

Pada pertengahan 2020 lalu, Indonesia baru mendapatkan status sebagai upper middle income country, dimana GNI per kapita Indonesia pada 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya US$3.840. Padahal, kesejahteraan rakyat hingga kini masih jadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan. Wajar saja, walaupun berubah status tapi tak mengubah status negara dengan ketimpangan yang begitu jauh.

Perubahan status dari lower ke middle income country, faktanya tak bisa dilepaskan dari meningkatnya income di pihak-pihak tertentu yang hampir menguasai seluruh aset negeri ini. Dalam laporan Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K), separuh dari aset nasional hanya dikuasai oleh segelintir orang kaya di Indonesia. Artinya, 1% orang kaya di Indonesia menguasai 50% aset nasional dan ini menjadi ketimpangan absolut. Jadi, nilai yang besar dari sisi GNI (Pendapatan nasional bruto) disumbang oleh orang kaya dan korporasi. Sehingga tidak berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat secara merata.

Dari realitas di atas, tampak terjadi salah urus dalam sistem ekonomi. Dimana ekonomi Kapitalis menjadikan segelintir Korporat menjadi penguasa sesungguhnya yang bersembunyi dibalik tangan-tangan penguasa. Ekonomi Kapitalis pun menjadikan hitung-hitungan data sebagai tolak ukur yang absolut dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat. Padahal, tidak menutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi menggeliat, tetapi tingkat kesejahteraan rakyat justru kian menurun. Sebagaimana data yang dirilis BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang menunjukkan realisasi investasi periode 2014-2019 yang mengalami peningkatan, tetapi tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Bahkan mengalami penurunan dari setiap investasi sebesar Rp1 triliun per tahunnya. (bbc.com, 3/7/20)

Masyarakat Tak Seperti Hidup dalam Akuarium

Apa yang dibicarakan soal pertumbuhan ekonomi, nyatanya sering tidak berefek ke lapisan masyarakat. Masyarakat masih tetap harus bekerja keras sekuat mungkin guna melangsungkan hidupnya. Yang dibahas stakeholder saat ini, “Persentase pertumbuhan ekonomi”. Sementara rakyat bertanya, “Apa yang kami bisa makan?” Jika pemerintah terus berpikir soal pertumbuhan, rakyat berpikir pemerataan. Masyarakat tidaklah sama seperti ikan yang hidup dalam akuarium, dimana oksigennya bertambah maka ikannya semakin sehat. Barang produksi pun tak sama seperti oksigen, yang ia bisa menyebar dengan sendirinya. Tidak juga rakyat sama seperti ikan, yang punya kemampuan hampir sama dalam menjangkau oksigen. Lantas, apakah pertumbuhan naik 7,07%, itu artinya kesejahteraan rakyat merata?

Dalam sistem ekonomi Kapitalis, predikat miskin, kaya selalu disematkan terhadap sebuah negara, misal negara kaya, negara miskin, dsb. Sehingga yang jadi tolak ukur kesejahteraan bukan individu per individu, melainkan pertumbuhan ekonomi negara. Padahal masalah krusial saat ini adalah kemiskinan yang menimpa individu. Bukan kemiskinan yang menimpa negara. Sehingga seharusnya yang dibahas dalam pengaturan ekonomi adalah tentang bagaimana kebutuhan pokok setiap individu bisa dipenuhi. Bukan membahas tentang bagaimana menggenjot produksi.

Walaupun Indonesia sekuat tenaga melepaskan dirinya dari middle income trap, tapi tetap saja tidak bisa mengentaskan kemiskinan individu. Padahal, dengan terpecahkannya masalah kemiskinan individu dan terdistribusikannya kekayaan negara, itulah yang justru akan meningkatkan penghasilan nasional. Namun, kenyataannya itu tidak diprioritaskan dalam sistem Kapitalisme.

Orientasi masyarakat dalam sistem Kapitalis terfokus pada pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada terabaikannya pemerataan, keadilan dan kemanusiaan. Fokus individu bukan lagi soal seberapa bahagia hidupku, tetapi soal seberapa mahal barang yang aku miliki. Sehingga ketimpangan kian terasa dan begitu menganga di tengah-tengah masyarakat. Mengutip pernyataan dari Jean Charles de Sismondi, “Kekayaan untuk manusia atau manusia untuk kekayaan?”

Al-Hasyr, Ketentuan Allah yang Wajib Ditunaikan

Penerapan sistem ekonomi Kapitalis menyisakan berbagai permasalahan hidup. Padahal, adanya pelakasanaan aturan tujuannya tak lain untuk mengatur keberlangsungan hidup guna mencapai kesejahteraan. Namun, ini tak terjadi dalam sistem Kapitalisme. Kesalahan orientasi sistem ekonomi Kapitalis, hakikatnya sudah terbantahkan dengan sistem ekonomi Islam yang orientasinya jelas. “… Agar harta tidak hanya beredar di antara orang kaya saja di antara kalian ...” (TQS. Al-Hasyr: 7)

Dalam sistem Islam, permasalahan ekonomi bukan terletak pada pencapaian pertumbuhan ekonomi negara. Melainkan terdistribusikannya kekayaan secara merata yang mampu memenuhi kebutuhan tiap individu. Sistem Islam pun tidak mengondisikan manusia jadi budak harta yang terobsesi mengejar kekayaan, tapi mengondisikan bagaimana harta yang dalam genggamannya bisa ia manfaatkan untuk mendukung tercapainya misi hidup mereka di dunia.

Alhasil, dengan pengaturan konsep ekonomi yang sesuai syariat, maka pengentasan kemiskinan menjadi keniscayaan. Kesejahteraan individu per individu bukan lagi sesuatu yang musykil. Orang pun tak lagi flexing, melainkan fokus menebar kebaikan guna memupuk pahala. Lantas, tidakkah kita rindu hidup di bawah sistem kepemimpinan Islam? “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya…” (TQS. al-Mulk: 15).

Wallahu a’lam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X