Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.334 views

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

 

Oleh: Meri Hastuti

 

Kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 di Tanggerang Rabu   (8/9/2021) memakan korban tewas mencapai 44 orang dan luka-luka 8 orang. Pemberitaan tewasnya narapidana di Lapas Tangerang menjadi sorotan media nasional maupun internasional.

Kebakaran Lapas ini bukanlah kali pertama. Di negeri ini sering terjadi kebakaran dengan berbagai motif. Mulai dari masalah arus listrik, perkelahian antar napi hingga over kapasitas penghuni lapas. Untuk Lapas Tangerang sendiri yang harusnya di huni 600 orang, ternyata penghuninya mencapai 2.072 orang. Menkumham Yasonna Laoly menyatakan Lapas Tanggerang kelebihan penghuni 250 persen.

Over Kapasitas Lapas

Over kapasitas Lapas terjadi hampir di semua wilayah. Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama pelaku kriminalitas semakin meningkat. Setiap tahunnya, kepolisian mencatat angka kriminalitas selalu naik. Bahkan di masa pandemi, terjadi tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kedua, peradilan yang ditegakkan menjadikan penjara sebagai menu pokok hukuman. Mayoritas kasus yang ditangani kepolisian dan peradilan selalu berakhir dengan penjara. Selaras dengan pernyataan peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati, bahwa sistem peradilan Indonesia yang menjadikan penjara sebagai hukuman utama. Pidana penjara 52 kali lebih sering digunakan jaksa dan hakim dari bentuk pidana lain (www.cnnindonesia.com, 08/09/2021).

Ditambah, penegakan hukum yang tidak berkeadilan seperti penerapan pasal-pasal karet UU ITE. Tak sedikit masyarakat yang menjadi korban UU ITE yang juga berakhir di penjara. Tahanan yang mestinya tidak perlu ditahan akibat intrik politik penguasa. Ini juga menjadi sebab hunian penjara tak pernah sepi dari politik kepentingan.

Padahal harus diakui, hari ini penjara saja tak cukup memberikan efek jera pelaku kejahatan. Banyak pelaku kejahatan ternyata ‘berguru’ selama di penjara. Ketika keluar dari penjara kembali mengulang kejahatan yang sama bahkan lebih berat lagi kasusnya. Di penjara juga subur  aktivitas kejahatan oleh para napi seperti transaksi narkoba, pembunuhan dan sebagainya. Yang miris acapkali terjadi jual beli penjara mewah oleh oknum pegawai Lapas kepada napi berkantong tebal.

Kriminalitas Massal Akibat Penerapan Hukum Sekuler

Meningkatnya angka kriminalitas dan hukuman yang tak berefek jera adalah konsekuensi dari penerapan hukum sekuler di negeri ini. Manusia cenderung mudah melakukan kejahatan karena lemahnya keimanan untuk mentaati Allah SWT dan RasulNya. Sehingga tanpa berdosa melakukan kejahatan yang merugikan masyarakat.

Apatah lagi dalam kondisi sulit hari ini. Sempitnya akses lapangan pekerjaan, PHK massal, maraknya pengangguran dan ditambah lagi negara ‘abai’ mengurusi rakyatnya. Akal sehat hilang dan kejahatan pun dilakukan karena mendesaknya kebutuhan perut keluarga.

Tak dapat dinafikkan, hukum peradilan pidana yang diterapkan di negeri ini adalah warisan kolonialisme Belanda. Hukum buatan akal manusia yang terbatas ini, sarat sekali dengan sekulerisasi. Hukum agama dipinggirkan. Sehingga wajar saja tindak kejahatan akan terus tumbuh subur, karena hukum yang ditegakkan nihil keimanan. Pelaku kejahatan tak menganggap ada kaitan kejahatan yang dilakukannya dengan kemaksiatan pada Allah. Pun sama dengan pelaksana dan penegak hukum, menjalani aktivitas hukuman terlepas dari nilai ruh agama. Sehingga mudah melakakan jual beli hukum.

Hukum Pidana Islam Ampuh Atasi Kriminalitas

Keimanan pada Allah SWT dan RasulNya, memberikan konsekuensi bagi muslim untuk terikat pada syari’at Islam, termasuk dalam ranah hukum pidana. Allah SWT telah menetapkan aturan hukum pidana secara lengkap dan terperinci yang dijelaskan para ulama dalam kitab yang membahas nizham uqubat. Yang harus diyakini kaum muslim hanya hukum pidana dari Allah SWT lah yang terbaik, adil dan memanusiakan manusia. Karena Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik bagi manusia.

Penerapan nizham uqubat diliputi atmosfer keimanan, karena kesadaran akan kewajiban dari Allah SWT dan pertanggung jawabannya di akhirat. Setiap pelaksanaannya mendatangkan pahala dan kelalaiannya mendatangkan dosa. Hal inilah yang mendorong hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya. Hukum bukan ‘mainan’ untuk kepentingan perut, jabatan atau syahwat dunia lainnya.

Nizham uqubat dalam Islam terdiri hudud, jinayat, ta’zir dan mukhalafat. Hudud meliputi rajam dan jilid bagi pezina, potong tangan dalam pencurian, cambuk bagi peminum khamr (minuman keras) dan sebagainya. Dalam jinayat (penganiayaan badan) diberlakukan qishas (balasan setimpal) dan diyat (denda). Jika penganiayaan berujung pembunuhan maka diberlakukan hukum pembunuhan juga. Pun sama dengan penganiayaan anggota badan yang lain tanpa berujung pembunuhan, dibalas setimpal. Mata dengan mata, tangan dengan tangan, telinga dengan telinga dan sebagainya.

Ta’zir adalah hukuman yang diberikan oleh qadhi (hakim) yang tidak diatur dalam hudud dan jinayat. Contohnya pelanggaran kehormatan dan kemuliaan, perbuatan merusak akal, penodaan agama, gangguan keamanan (begal, perampokan) dan sebagainya. Hukumannya dapat berupa hukuman mati, cambuk, penjara, salib, pengasingan dan sebagainya. Dan mukhalafat adalah hukuman yang diberikan karena pelanggaran aturan yang ditetapkan negara.

Nizham uqubat ini dalam Islam memiliki fungsi sebagai jawabir dan zawajir. Jawabir maksudnya hukuman yang diberlakukan akan menjadi penebus dosa bagi pelaku kriminal. Sehingga tidak akan mendapat lagi siksaan Allah SWT di akhirat. Bagi muslim pelaku kejahatan, akan lebih baik tindakan kriminal yang dilakukan dibalas saat di dunia walaupun berat. Dari pada di akhirat yang siksaannya sangat pedih dan tak terbayang kerasnya oleh akal manusia. Sedangkan zawajir maksudnya hukuman tegas yang diberlakukan akan mencegah orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Orang lain akan berpikir ribuan kali melakukan kriminal yang sama setelah melihat proses rajam, jilid, potong tangan atau qishas.

Nizham uqubat inilah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW ketika berada di Madinah. Selanjutnya diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah penerusnya. Keunggulan nizham uqubat secara empiris memiliki keunggulan. Terbukti jika melihat konteks hari ini, tingkat kriminal di negeri muslim (misal Arab Saudi) yang menerapkan nizham uqubat sangat kecil dibandingkan negeri muslim yang tidak menerapkannya. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. 

Tapi sayangnya, opini negatif seputar hukum pidana Islam selalu dihembuskan oleh pihak sekuler. Menuduh hukum pidana Islam bar-bar atau tak manusiawi. Padahal terbukti hukum sekuler jauh dari keadilan dan penyebab massalnya kriminalitas.

اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ࣖ

Artinya : Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (QS. Al MAidah ayat 50). Wallaahu a’lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kamis, 20 Jan 2022 22:14

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Kamis, 20 Jan 2022 21:35

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Kamis, 20 Jan 2022 21:10

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Kamis, 20 Jan 2022 20:43

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Kamis, 20 Jan 2022 18:25

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Kamis, 20 Jan 2022 18:11

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Kamis, 20 Jan 2022 18:06

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Kamis, 20 Jan 2022 16:58

Anis Ingatkan Pemerintah Tidak Bisa Gunakan Dana PEN untuk Pembiayaan IKN

Anis Ingatkan Pemerintah Tidak Bisa Gunakan Dana PEN untuk Pembiayaan IKN

Kamis, 20 Jan 2022 15:52

UU IKN Disahkan: Mungkin Sudah Terlambat Selamatkan Indonesia

UU IKN Disahkan: Mungkin Sudah Terlambat Selamatkan Indonesia

Kamis, 20 Jan 2022 15:11

Mengukuhkan Makna Tawakal bagi Para Pejuang Agama Allah

Mengukuhkan Makna Tawakal bagi Para Pejuang Agama Allah

Kamis, 20 Jan 2022 11:59

The Real Booster

The Real Booster

Kamis, 20 Jan 2022 11:11

Partai Gelora: Eksistensi dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan dengan Baik

Partai Gelora: Eksistensi dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan dengan Baik

Kamis, 20 Jan 2022 10:51

Polisi Israel Tangkap 18 Orang Selama Penghancuran Rumah Warga Palestina Di Sheikh Jarrah

Polisi Israel Tangkap 18 Orang Selama Penghancuran Rumah Warga Palestina Di Sheikh Jarrah

Rabu, 19 Jan 2022 21:15

4 Tentara Prancis Terluka Dalam Ledakan Bom Rakitan Di Burkina Faso Utara

4 Tentara Prancis Terluka Dalam Ledakan Bom Rakitan Di Burkina Faso Utara

Rabu, 19 Jan 2022 18:30

Turki Akan Kirim 3.250 Personel Keamanan Ke Qatar Untuk Amankan Piala Dunia 2022

Turki Akan Kirim 3.250 Personel Keamanan Ke Qatar Untuk Amankan Piala Dunia 2022

Rabu, 19 Jan 2022 17:27

Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Rabu, 19 Jan 2022 07:17

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

Rabu, 19 Jan 2022 06:57

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Selasa, 18 Jan 2022 21:20

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Selasa, 18 Jan 2022 20:44


MUI

Must Read!
X