Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.353 views

Presidential Threshold dan Oligarki

AMBANG batas calon presiden atau presidential threshold 20 persen menjadi isu hangat yang saat ini menjadi pembicaraan publik. Sejumlah pihak, mulai dari perorangan, tokoh politik hingga organisasi sipil meminta ketentuan ini dihapus. Bahkan beberapa pihak telah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Namun sebanyak sebanyak 13 kali mengajukan uji materi ditolak MK.

Tentu banyak alasan yang menjadi pertimbangan mengapa ketentuan PT 20 persen ini perlu ditinjau ulang. Salah satunya demi mencegah terjadinya praktik oligarki politik dan ekonomi dalam kekuasaan.

Pakar Hukum Tata Negara Dr Zainal Arifin Mochtar pada suatu kesempatan meyakini penetapan ambang batas pencalonan presiden adalah upaya pemusatan kekuasaan. “Saya termasuk yang menduga, bahwa presidential threshold ini berkaitan dengan upaya untuk mengonsentrasikan kakuasaan pada pihak-pihak tertentu. Dan saya menduga, ini sebenarnya bagian dari permainan oligarki. Tidak bisa ditolak,” kata Zainal seperti dikutip dari Voaindonesia.com edisi Senin (7/6/2021).

Tangan-tangan oligarki di balik ketetapan PT 20 persen ini memang begitu kuat. Bahkan cengkeramannya hingga ke lingkup daerah di even Pilkada (pemilihan gubernur, wali kota, dan bupati). Ketetapan ambang batas ini bisa menjadi mesin uang bagi parpol-parpol besar.

Ketika satu figur capres disokong oleh kekuatan kelompok pemodal memenangi even Pilpres, maka kepemerintahannya sang figur tersebut akan disetir oleh kelompok pemilik modal. Kebijakan-kebijakan yang dibuat bukan lagi atas aspirasi dan kepentingan rakyat, tetapi lebih mengutamakan kepentingan pemilik modal. Bagi kelompok pemilik modal ini tidak peduli siapa yang menjadi presiden sepanjang bisa bekerja sama dengan mereka untuk memperpanjang akumulasi kekayaan.

Apa yang dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri soal PT 20 persen memicu ongkos politik yang mahal yang bisa berujung pada politik transaksional sangat betul. "Presidential threshold 20 persen itu biaya politik menjadi tinggi. Sangat mahal. Biaya politik tinggi menyebabkan adanya politik transaksional. Ujung-ujungnya adalah korupsi," kata Ferly dikutip dari Cnnindonesia.com edisi Jumat (17/12/2021).

Tentu, ini baru satu sisi dampak negatif dari PT 20 persen. Sebelum dampak negatif ini memperparah kerusakan negeri, alangkah baiknya PT 20 persen ini ditinjau ulang. Ini semua demi terciptanya iklim demokrasi yang lebih berwarna dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.*

Redaksi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X

Jum'at, 13/05/2022 12:09

Menikah dengan Nonmuslim, Bolehkah?