Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.721 views

Jawaban Cerdas Siswa SMP dari Indonesia saat Debat LGBT di Norwegia

 

Oleh: Savitry Khairunnisa*

Kemarin Fatih, putra saya pulang telat sekitar 20 menitan. Sampai rumah wajahnya tampak serius. Dia minta maaf karena pulang terlambat. Katanya di jalan dia diskusi lama dengan sahabatnya, Styrk, si anak asli Norwegia yang pintar matematika.

"Diskusi tentang apa?" tanya saya.

"This country is so sick, Bunda. The society is destroying itself," jawab Fatih.

Lalu mengalirlah ceritanya.
Awalnya bu walikelas bilang kalau hari Kamis (besok) semua murid kelas 8 di Håvåsen Skole akan menonton pertunjukan teater. Temanya? LGBT.
Sebelum bercerita tentang sinopsis pertunjukan itu, bu walikelas melontarkan pertanyaan, "Bagaimana pendapat kalian tentang LGBT? Siapa yang tidak mendukung?"

Fatih jadi anak pertama yang tunjuk tangan. Diikuti 5 anak lainnya; dua di antaranya muslim. Seisi kelas langsung mengernyitkan dahi. Keberanian Fatih untuk tanpa ragu menyatakan tidak mendukung LGBT adalah hal aneh buat mereka.

Bu walikelas melanjutkan, "Kalau saya sangat mendukung. Karena LGBT adalah hak setiap orang untuk mengekspresikan orientasi seksualnya. Mereka yang menyatakan 'come out' sebagai LGBT adalah orang-orang yang berani. Reza Aziz, kenapa kamu tidak mendukung LGBT?"

Fatih menjawab, bahwa first of all, menjadi pelaku dan pendukung golongan itu dalam Islam adalah sangat dilarang. Dia patuh pada ajaran agamanya. Dia nggak membenci orang secara pribadi, tapi perilakunya yang menyimpang itu yang tidak bisa dia dukung.
Yang kedua, menurutnya orang menjadi pelaku LGBT karena pilihan, bukan karena terlahir seperti itu.

Bu walikelas menyanggah, bahwa ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa LGBT itu adalah masalah gen. Dengan kata lain, ada orang yang terlahir dengan kecenderungan seperti itu.

Fatih melanjutkan, bahwa mungkin memang ada orang yang terlahir demikian, tapi itu berarti ada kelainan di dirinya. Dan itu bisa diterapi, bahkan disembuhkan.

Hadidja, teman Fatih asal Chechnya, menambahkan, bahwa menurutnya LGBT itu tidak normal.
Styrk dan Ward yang juga satu kubu dengan Fatih mengangguk-angguk.
Zacharias yang keturunan Irlandia menimpali, LGBT itu penyakit yang cepat menular meski kelihatannya tidak berbahaya.

Saya mendengarkan dengan antusias.

Fatih juga sempat diserang dengan pertanyaan, bagaimana kalau ternyata anakmu LGBT?
Fatih menjawab (dengan pertama mengucap na'udzubillaahi min dzaalik), bahwa dia akan membawa anaknya untuk terapi sampai sembuh. Dia yakin bahwa pelaku LGBT itu sebetulnya bisa disembuhkan, asalkan mereka mau sembuh.

Sementara di kubu sebelah, anak-anak mantap dengan argumen senada: LGBT adalah bentuk kebebasan berekspresi. Para pelakunya harus diperlakukan sama dengan yang bukan LGBT (alias orang normal).

Dari argumen ini Fatih bertanya balik, "Berarti menurut kalian pelaku LGBT itu nggak normal, dong? Anak yang punya 2 ibu atau 2 bapak, kemudian mereka tau bahwa orangtuanya itu meminjam rahim / sel sperma orang lain untuk bisa hamil. Jadi siapa bapak / ibu mereka yang sebetulnya?"

21 anak, semua terdiam.

Di akhir diskusi, bu walikelas menyimpulkan bahwa mereka semua harus saling respek pada apapun pilihan / keadaan setiap orang. Selagi yang bersangkutan tidak melanggar hak orang lain dan tidak melanggar hukum, maka mereka harus bisa bertoleransi dengan perbedaan.

***

Diskusi seru antara saya dan Fatih setelah itu jadi panjang, dan berlanjut hingga saat makan malam.

Tapi intinya, saya terkagum dan bangga pada Fatih. Dia bukan saja minoritas dari segi ras maupun agama, tapi juga prinsip hidup yang berbeda tentang menyikapi LGBT. Despite all that, dia berani jadi pioneer untuk menyuarakan pendapatnya, dengan argumen yang menurutnya ada dasar yang kuat.

Nak, beginilah masyarakat di zamanmu sekarang. Waktu Bunda seumurmu, diskusi kelas sebatas urusan pelajaran. Apa yang terjadi di masyarakat saat itu, belum menjadi concern para guru dan murid. Yang penting nilai akademis bagus; syukur-syukur bisa juara kelas.

Zaman sekarang memang beda. Fatih cerita, bahwa kemarin itu waktu 45 menit habis hanya untuk memberi kesempatan anak-anak untuk berdebat menyatakan pendapat mereka. Bu walikelas sampai nggak sempat menjelaskan sedikitpun tentang pertunjukan teater.

Perdebatan seperti ini bagus untuk membuka cakrawala berpikir. Jangan pernah kita menganggap remeh jalan pemikiran anak-anak. Karena bisa jadi mereka punya ide dan pemikiran yang lebih tajam dan bijak dibandingkan kita generasi orangtuanya.

Kembali ke soal LGBT, bukan cuma di Norwegia yang memang serba liberal, di negeri mayoritas muslim pun keadaannya kurang lebih 11-12. Sepertinya hampir tiap hari kita dihadapkan pada berita betapa masifnya pengaruh buruk perilaku kaum Nabi Luth ini. Benar-benar mengerikan. Bukan cuma rokok dan mirasantika yang membunuhmu, virus bernama LGBT bahkan sampai membunuh orang lain. Astaghfirullah... Tsumma na'udzubillaah!

Nggak pernah bosan rasanya saya mengulang lagi; bahwa kita tidak boleh menyerahkan begitu saja pendidikan anak kepada sekolah, sebagus apapun sekolahnya. Sampai kapann pun, selagi anak masih dalam usia sekolah, tugas orangtua sebagai pendidik utama anak masih harus kita pegang.
Ketika anak sudah berani menyampaikan di depan umum apa yang menurutnya adalah kebenaran dengan adab yang baik, di situ orangtua bisa mulai bernafas lega. At least we're raising our children the right way. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah seorang Ibu yang saat ini tinggal di Norwegia bersama suami dan putranya yang bernama Fatih.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Sabtu, 25 Jan 2020 18:13

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Sabtu, 25 Jan 2020 18:00

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

Sabtu, 25 Jan 2020 17:59

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

Sabtu, 25 Jan 2020 17:41

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

Sabtu, 25 Jan 2020 07:01

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Sabtu, 25 Jan 2020 06:49

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Sabtu, 25 Jan 2020 05:48

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Sabtu, 25 Jan 2020 00:26

Bukan Penghargaan Membanggakan

Bukan Penghargaan Membanggakan

Jum'at, 24 Jan 2020 23:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X