Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.830 views

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

 

Oleh:

Adzra Safitri || Pelajar/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

SEORANG siswi SMK 10 November di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban perundungan atau bullying. Korban dipaksa meminta maaf, mencium kaki dan ditarik dari sepeda motornya oleh seorang siswi SMP Mutiara Hikmah. Kejadian itu direkam oleh teman terduga pelaku yang sekolah di SMK Nusantara. Video rekaman aksi bullying tersebut kemudian viral di media sosial, seperti yang diberitakan kompas.com,(28/07/2020). Itulah  salah satu fakta bullying yang terjadi di kalangan remaja kita. 

Bullying merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala bentuk kekerasan yang dialami korban dan biasanya dilakukan oleh teman-temannya di dunia nyata maupun di dunia maya. Adapun menurut definisi lain,bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan berulang dan terus-menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri. Bullying di dunia maya disebut dengan cyberbullying yaitu kegiatan perundungan dengan menggunakan alat bantu elektronik. 

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bullyingdi kalangan remaja Indonesia bagaikan fenomena gunung es. Artinya, yang tampak di permukaan hanyalah sejumlah kecil, sedangkan yang tidak tampak karena tidak terlaporkan disinyalir kasusnya jauh lebih banyak. Seperti yang dilansir nasional.republika.co.id (10/2/2020), Komisioner Komisi KPAI, Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan. 

Bullying terjadi dengan beberapa sebab di antaranya: Pertama,  menurut National Youth Violence Prevention Resource Center (2002) adalah suasana sekolah yang tidak kondusif. Kurangnya pengawasan orang dewasa atau guru pada saat jam istirahat, ketidakpedulian guru dan siswa terhadap perilaku bullying, serta penerapan peraturan anti-bullying yang tidak konsisten.

Kedua, tontonan yang tidak mendidik. Banyak perilaku bullying dan kekerasan yang dicontohkan oleh  sinetron-sinetron yang ada. Ditambah semakin banyaknya konten-konten bebas yang tersebar di media online seperti kanal YouTube dan lainnya. Hal ini kemudian ditiru oleh generasi saat ini. Alhasil, perilaku bully dan kekerasan baik secara verbal, fisik, maupun cyber semakin masif terjadi.

Ketiga, minimnya ilmu agama di sekolah. Menurut Dekan fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Muhammad Iqbal, perundungan yang dilakukan pelaku bullying, disebabkan proses pencarian jati diri tanpa mampu mengontrol emosi dan pola pikir mereka. Sehingga perlu adanya langkah yang ditempuh negara untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak. Butuh adanya sinergi antara negara, anak, dan keluarga. Dilansir viva.co.id, (23/7/2017). 

Apa akibat dari bullying? Seseorang yang menjadi pelaku bullying tidak memikirkan atau tidak peduli apa akibatnya terhadap kondisi psikis si korban. Tidak heran mengapa banyak sekali korban bullying yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Si korban merasa itulah jalan satu-satunya agar terbebas  dari tindak bullying. Tentu saja ini membuat kita miris. 

Jika bullying ini dibiarkan terus terjadi dan tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh negara, maka tentu hal ini akan mengancam generasi mendatang. Selama ini tindakan negara dalam mengatasi bullying hanya sebatas mengambil peran kuratif ketimbang preventif. Sudah terjadi, barulah sibuk memikirkan langkah untuk menyelesaikannya. Orangtua juga tidak berperan dengan baik dalam proses mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Orangtua cenderung melihat prestasi akademik tanpa memedulikan pemahaman agama pada anaknya. Begitulah yang terjadi di  sistem pendidikan sekular saat ini. 

Inilah salah satu bahaya menjadikan sekularisme sebagai landasan sistem kehidupan saat ini.  Pemisahan nilai-nilai agama dari kehidupan memberi pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan hanya sebatas keberhasilan prestasi siswa didik dengan nilai di atas kertas. Akhirnya, anak tumbuh menjadi hedonis, tidak memperdulikan dosa dan pahala. Prestasi demi prestasi dibanggakan namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji.

Berbeda dengan Islam sebagai satu-satunya sistem yang menyodorkan solusi atas setiap problematika kehidupan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada generasi penerus, bahkan sejak usia dini. Pada masa Islam berjaya, orang tua menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Orangtua akan menjalankan perannya dengan mendidik anak sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, anak memiliki pegangan hidup yang kokoh sehingga di usia baligh mereka siap menjalani kehidupan dan memahami hakikat hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Ketika remaja, mereka akan disibukkan dengan ketaatan kepada Allah. Baik membaca, mendengar atau menghapal Al-Qur’an, Hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama, atau berdakwah di tengah-tengah umat dan sebagainya. 

Dalam kehidupan bermasyarakat yang diatur Islam, masyarakat melakukan kontrol dengan aktivitas saling mengingatkan antar anggota masyarakat agar mereka senantiasa berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. Perasaan masyarakat juga Islami, tidak akan mampu melukai hati orang lain. 

Negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang akan membentuk kepribadian Islam pada setiap anak didik. Negara akan memfasilitasi media untuk pendidikan yang akan mendorong peserta didikberperilaku positif, sebagaimana dicontohkan generasi-generasi sukses sebelumnya dalam peradaban Islam. Negara akan melarang semua konten media yang merusak, baik dalam media buku, majalah, surat kabar, media elektronik dan virtual. Negara berkewajiban menutup semua pintu-pintu kemaksiatan dan akan melaksanakan sanksi yang tegas atas segala pelanggaran hukum Syara'. 

Maka bisa disimpulkan bullying merupakan duri dalam pendidikan Indonesia.Dan permasalahan ini hanya akan bisa diatasi dengan solusi Islam yang menyeluruh serta membutuhkan kerja sama antara keluarga, masyarakat dan negara. Tanpa sistem Islam, manusia tidak akan pernah bisa menyelesaikan semua permasalahan hidupnya.*

Oleh Adzra Safitri, Pelajar/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

 

 

Seorang siswi SMK 10 November di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban perundungan atau bullying.Korban dipaksa meminta maaf, mencium kaki dan ditarik dari sepeda motornya oleh seorang siswi SMP Mutiara Hikmah.Kejadian itu direkam oleh teman terduga pelaku yang sekolah di SMK Nusantara. Video rekaman aksi bullying tersebut kemudian viral di media sosial, seperti yang diberitakan kompas.com,(28/07/2020). Itulah  salah satu fakta bullying yang terjadi di kalangan remaja kita.

 

Bullying merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala bentuk kekerasan yang dialami korban dan biasanya dilakukan oleh teman-temannya di dunia nyata maupun di dunia maya. Adapun menurut definisi lain,bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan berulang dan terus-menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri. Bullying di dunia maya disebut dengan cyberbullying yaitu kegiatan perundungan dengan menggunakan alat bantu elektronik.

 

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bullyingdi kalangan remaja Indonesia bagaikan fenomena gunung es. Artinya, yang tampak di permukaan hanyalah sejumlah kecil, sedangkan yang tidak tampak karena tidak terlaporkan disinyalir kasusnya jauh lebih banyak. Seperti yang dilansir nasional.republika.co.id (10/2/2020), Komisioner Komisi KPAI, Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan.

 

Bullying terjadi dengan beberapa sebab di antaranya: Pertama,  menurut National Youth Violence Prevention Resource Center (2002) adalah suasana sekolah yang tidak kondusif. Kurangnya pengawasan orang dewasa atau guru pada saat jam istirahat, ketidakpedulian guru dan siswa terhadap perilaku bullying, serta penerapan peraturan anti-bullying yang tidak konsisten.

 

Kedua, tontonan yang tidak mendidik. Banyak perilaku bullying dan kekerasan yang dicontohkan oleh  sinetron-sinetron yang ada. Ditambah semakin banyaknya konten-konten bebas yang tersebar di media online seperti kanal YouTube dan lainnya. Hal ini kemudian ditiru oleh generasi saat ini. Alhasil, perilaku bully dan kekerasan baik secara verbal, fisik, maupun cyber semakin masif terjadi.

 

Ketiga, minimnya ilmu agama di sekolah. Menurut Dekan fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Muhammad Iqbal, perundungan yang dilakukan pelaku bullying, disebabkan proses pencarian jati diri tanpa mampu mengontrol emosi dan pola pikir mereka. Sehingga perlu adanya langkah yang ditempuh negara untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak. Butuh adanya sinergi antara negara, anak, dan keluarga. Dilansir viva.co.id, (23/7/2017).

 

Apa akibat dari bullying? Seseorang yang menjadi pelaku bullying tidak memikirkan atau tidak peduli apa akibatnya terhadap kondisi psikis si korban. Tidak heran mengapa banyak sekali korban bullying yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Si korban merasa itulah jalan satu-satunya agar terbebas  dari tindak bullying. Tentu saja ini membuat kita miris.

 

Jika bullying ini dibiarkan terus terjadi dan tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh negara, maka tentu hal ini akan mengancam generasi mendatang.  Selama ini tindakan negara dalam mengatasi bullying hanya sebatas mengambil peran kuratif ketimbang preventif. Sudah terjadi, barulah sibuk memikirkan langkah untuk menyelesaikannya.  orang tua juga tidak berperan dengan baik dalam proses mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Orang tua cenderung melihat prestasi akademik tanpa memedulikan pemahaman agama pada anaknya. Begitulah yang terjadi di  sistem pendidikan sekuler saat ini.

 

Inilah salah satu bahaya menjadikan sekularisme sebagai landasan sistem kehidupan saat ini.  Pemisahan nilai-nilai agama dari kehidupan memberi pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan hanya sebatas keberhasilan prestasi siswa didik dengan nilai di atas kertas. Akhirnya, anak tumbuh menjadi hedonis, tidak memperdulikan dosa dan pahala. Prestasi demi prestasi dibanggakan namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji.

 

Berbeda dengan Islam sebagai satu-satunya sistem yang menyodorkan solusi atas setiap problematika kehidupan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada generasi penerus, bahkan sejak usia dini. Pada masa Islam berjaya, orang tua menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Orang tua akan menjalankan perannya dengan mendidik anak sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, anak memiliki pegangan hidup yang kokoh sehingga di usia baligh mereka siap menjalani kehidupan dan memahami hakikat hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Ketika remaja, mereka akan disibukkan dengan ketaatan kepada Allah. Baik membaca, mendengar atau menghapal Al-Qur’an, Hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama, atau berdakwah di tengah-tengah umat dan sebagainya.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat yang diatur Islam,  masyarakat melakukan kontrol dengan aktivitas saling mengingatkan antar anggota masyarakat agar mereka senantiasa berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. Perasaan masyarakat juga Islami, tidak akan mampu melukai hati orang lain.

 

Negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang akan membentuk kepribadian Islam pada setiap anak didik. Negara akan memfasilitasi media untuk pendidikan yang akan mendorong peserta didikberperilaku positif, sebagaimana dicontohkan generasi-generasi sukses sebelumnya dalam peradaban Islam. Negara akan melarang semua konten media yang merusak, baik dalam media buku, majalah, surat kabar, media elektronik dan virtual. Negara berkewajiban menutup semua pintu-pintu kemaksiatan dan akan melaksanakan sanksi yang tegas atas segala pelanggaran hukum Syara'. 

 

Maka bisa disimpulkan bullying merupakan duri dalam pendidikan Indonesia.Dan permasalahan ini hanya akan bisa diatasi dengan solusi Islam yang menyeluruh serta membutuhkan kerja sama antara keluarga, masyarakat dan negara. Tanpa sistem Islam, manusia tidak akan pernah bisa menyelesaikan semua permasalahan hidupnya.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Bertambah Takwa Pasca Ramadhan

Selasa, 11 May 2021 22:46

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Korban Tewas Meningkat Jadi 26 Akibat Serangan Zionis Israel Di Jalur Gaza

Selasa, 11 May 2021 22:35

Anakku Investasi Akhiratku

Anakku Investasi Akhiratku

Selasa, 11 May 2021 22:32

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Pastor Katholik Palestina Desak Umat Kristen Lindungi Al-Aqsa Dari Agresi Israel

Selasa, 11 May 2021 22:20

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Tengku Zulkarnain, Adikku dan Harapanku

Selasa, 11 May 2021 22:19

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Amnesty: Israel Gunakan Kekuatan Kejam dan Tanpa Alasan Terhadap Demonstran Palestina

Selasa, 11 May 2021 22:05

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Kebijakan yang Membuat Kelabakan

Selasa, 11 May 2021 22:05

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

HNW Ingatkan Pentingnya Jokowi Hadirkan Langkah Kongkret untuk Palestina

Selasa, 11 May 2021 21:58

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Selasa, 11 May 2021 21:47

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Hamas Bersumpah Lanjutkan Serangan Roket Jika Israel Tidak Hentikan Agresi Di Yerusalem Dan Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 21:45

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Selasa, 11 May 2021 21:43

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Kabar Duka dan Proyek Regenerasi Ulama

Selasa, 11 May 2021 21:11

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38


MUI

Must Read!
X