Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.595 views

Pembuka Hidayah Jilid 2: Novel Uwa Ajengan (Resensi Buku, Bagian 3-Selesai)

Di bagian akhir sub judul novel ini yakni ke Manonjaya, di sinilah titik nol perubahan perjuangan Choer Affandi dari yang awalnya jihad bil qital dengan mengangkat senjata di gunung, sekarang berubah dengan jihad bil fikroh, yakni berperan menjadi seorang Ulama Warasatul Anbiya

Pertama yang ditemui oleh Choer Affandi setelah turun gunung adalah putra putrinya yang dititipkan kepada orang-orang yang bersedia mengurusnya. Ia ingin membangun keluarga kembali.

Setelah turun gunung, Choer Affandi tetap mesti laporan sepekan sekali ke Bandung. Momen ini digambarkan Fauz Noor begitu lengkap bagaimana saat itu Choer Affandi memulai dakwahnya dari nol, menjadi tabib, laporan setiap pekan ke Bandung, menempuh perjalanan jauh harus ke stasiun yang menyebabkan beliau akhirnya pindah ke Manonjaya untuk mendekati rel kereta api. 

Bagaimana Choer Affandi merintis usaha dan tidak malu malu berdagang bahwa sebenarnya ia berdagang dengan Allah, bakti sosial bahasanya, karena tak jarang ia mendapatkan rugi daripada untung.

Penulis menggambarkan, saat Choer Affandi di Bandung menemukan anak-anak yang bajunya compang camping. Choer Affandi memberikan baju kepada mereka, ia pun sering menengok anak-anak yatim fakir gelandangan. Kejadian seperti itu tak hanya sekali beliau lakukan, tetapi hampir tiap hari dan sepanjang hari.

Saat Choer Affandi mulai merintis dakwah, Fauz Noor kembali membawakan suasana haru. Bagaimana saat itu Choer Affandi dibelikan rumah panggung oleh jamaah pengajian di Ciherang dan dibantu Ajengan Udin dan Ajengan Busthami yang mana rumah tersebut diangkut oleh jamaah pengajian Ciherang dari Ciherang ke Manonjaya. 

Sungguh suasana yang sukar dipercaya ternyata rumah itu benar-benar diangkat, bagaimana kecintaan dan ketulusan para warga wabil khusus ajengan Busthami dan Ajengan Udin terhadap Choer Affandi dengan tulus memberikan rumah untuk dirinya dan keluarganya. Dapat dibayangkan suasana saat itu mengangkut rumah tentu menjadi tontotan setiap orang yang melihatnya, tak sedikit yang berdecak kagum melihat kecintaan jamaah terhadap gurunya. 

Fauz Noor mampu menjelaskan bagaimana nama Choer Affandi mulai dikenal dalam mimbar-mimbar ketika saat itu ada kejadian beliau yang awalnya mau thulab mendengarkan ceramah gurunya Rd. KH. Didi Abdul Majid, namun berhubung saat itu gurunya tidak hadir, panitia mempercayakan Choer Affandi untuk berbicara dihadapan ribuan orang. Disinilah awal nama Choer Affandi mulai di kenal luas.

Terakhir novel ini berhasil ditutup dengan alur yang membuat setiap pembaca semakin penasaran untuk melanjutkan membaca novel jilid 3. Ketika peristiwa G30S/PKI dan pasca itu simpatisan PKI menjadi buruan warga tak terkecuali di Tasikmalaya. Ajengan Choer Affandi saat itu teringat peristiwa yang menimpa gurunya, Ajengan Masluh dan ulama sepuh Tasikmalaya yang dihormati KH. Fakhrudin yang terbunuh diisukan oleh Darul Islam, hasil investigasinya pelaku pembunuhan bukan anak buahnya anggota DI/TII.

Setelah ngawuruk santri pada malam yang pekat  di sekitar daerah Cineam, Choer Affandi sudah ditunggu oleh empat orang yang sedang ngudud daun kawung. Ternyata empat orang tersebut bekas anak didiknya di Darul Islam dahulu. Dari hasil percakapan tersebut, ternyata anak buahnya masih semangat dan setia terhadapnya, dan yang membuat kaget ternyata ia memberikan kertas kepada 4 anak buahnya, di kertas tersebut ada dua nama lengkap dengan alamatnya adalah pembunuh Ajengan Masluh dan KH. Fakhrudin. 

Disinilah novel pembuka hidayah jilid 2 sukses ditutup dengan narasi menggantung, yang akan membuat para pembaca bertanya-tanya siapa dua nama yang membunuh 2 ulama Tasikmalaya waktu itu, apa yang akan dilakukan oleh 4 orang mantan DI/TII tersebut, dan bagaimana akhir cerita dari novel pembukan hidayah ini ?

Membaca buku ini, saya semakin kagum ketika mendengar nama Choer Affandi. Bagaimana seorang ulama yang mau mengorbankan segalanya demi wujudnya Syariah Islam di tanah Jawa Barat, bahkan harus berjuang bersama istrinya di gunung selama 12 tahun, dan setelah turun dari gunung harus membangun kehidupan baru dari nol dengan kesan yang masih melekat sebagai mantan tokoh DI/TII tentu bukan hal yang sangat mudah. 

Hal terpenting, Novel ini tidak memakai kaca mata hitam-putih dalam membaca realitas. Satu yang utama, dalam novel ini diselipkan narasi-narasi dari Fauz Noor untuk terjadinya rekonsiliasi, terutama dalam ukhuwah Islamiyah. Di sisi lain, masih banyak pesan yang tersirat dan tersurat dari novel pembuka hidayah jilid 2 ini yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita yang hidup saat ini dan generasi selanjutnya. Terharu, itu kesan saya setelah membaca buku ini.  Sekali lagi apresiasi untuk Fauz Noor dan kita pun menunggu novel pembuka hidayah jilid ke-3 nya. [selesai].

 

IDENTITAS BUKU

Judul: Pembuka Hidayah Novel Biografi Uwa Ajengan Buku Kedua
Pengarang: Fauz Noor Zaman
Penerbit : Tapak Sabda (Sabda Book’s)
Cetakan 1: Oktober 2021
ISBN: 978-62391126-9-1
Tebal: xii + 239 halaman

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
SDF Buru Pejuang IS Tersisa Di Penjara Ghwayran

SDF Buru Pejuang IS Tersisa Di Penjara Ghwayran

Jum'at, 28 Jan 2022 21:45

Berlaku 2023, Pelat Nomor Dipasangi Cip untuk Hindari Pemalsuan

Berlaku 2023, Pelat Nomor Dipasangi Cip untuk Hindari Pemalsuan

Jum'at, 28 Jan 2022 21:35

Bertemu Wali Kota Padang, Pengurus Dewan Da’wah Sumbar Bahas Rakornas hingga LGBT

Bertemu Wali Kota Padang, Pengurus Dewan Da’wah Sumbar Bahas Rakornas hingga LGBT

Jum'at, 28 Jan 2022 21:00

Kelompok Oposisi Iran Retas TV Dan Radio Pemerintah, Serukan Pembunuhan Kamenei

Kelompok Oposisi Iran Retas TV Dan Radio Pemerintah, Serukan Pembunuhan Kamenei

Jum'at, 28 Jan 2022 21:00

Gadi Elzenkot: Israel Hampir Bunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani Di Suriah

Gadi Elzenkot: Israel Hampir Bunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani Di Suriah

Jum'at, 28 Jan 2022 20:13

Kaitkan Terorisme dengan Ponpes, HNW: Harusnya Polri dan BNPT Satukan Bangsa Lawan OPM

Kaitkan Terorisme dengan Ponpes, HNW: Harusnya Polri dan BNPT Satukan Bangsa Lawan OPM

Jum'at, 28 Jan 2022 18:39

Bapack-Bapack Lyfe

Bapack-Bapack Lyfe

Jum'at, 28 Jan 2022 14:53

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Jum'at, 28 Jan 2022 09:58

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Jan 2022 20:29

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Kamis, 27 Jan 2022 19:45

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

Kamis, 27 Jan 2022 19:00

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Kamis, 27 Jan 2022 10:29

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Kamis, 27 Jan 2022 07:23

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Kamis, 27 Jan 2022 04:20

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Rabu, 26 Jan 2022 23:14

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Rabu, 26 Jan 2022 23:12

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Rabu, 26 Jan 2022 23:10

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Rabu, 26 Jan 2022 22:46


MUI

Must Read!
X