Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.905 views

Mengakhiri Derita Rohingya

Oleh : Sitti Aisyah Al-Fatih, SE*

Kaum muslim kembali dikagetkan dengan tragedi  pembantaian dan pembunuhan massal yang terjadi di Rohingya yang dilakukan oleh kalangan militer Myanmar. Ribuan orang tewas dan puluhan ribu muslim Rohingya mengungsi  ke Bangladesh  untuk menyelamatkan diri  dari kebiadaban tentara Myanmar.

Berdasarkan  situs  Al Jazeera Net (31/8) lebih dari 26 ribu kaum Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan di Myanmar selama seminggu terakhir. Sementara sekitar 20 ribu lainnya terdampar di perbatasan antara kedua negara. Sedang di Bangladesh mereka dihadang oleh tentara, dan setidaknya ada tujuh kapal dipulangkan kembali.

Ditemukan dua puluh mayat wanita dan anak-anak akibat kapal mereka yang terbalik pada saat melarikan diri dari Myanmar. Al Jazeera juga mengumumkan bahwa hanya dalam 3 hari, antara 2000 dan 3000 kaum Muslim dibantai dalam serangan tentara Myanmar di Arakan.

Sontak kejadian ini mengundang reaksi  kemarahan kaum Muslim Dunia. Bentuk kemarahan kaum muslim adalah dengan melakukan aksi  solidaritas, penggalangan dana, dan doa bersama untuk Rohingya seperti yang dilansir CNN Indonesia. Ratusan perempuan menggelar aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Senin (4/9).

Massa yang menamai dirinya Sahabat Muslim Rohingnya ini mengutuk kekerasan yang menimpa ribuan etnis Rohingya. "Hentikan pembantaian, selamatkan Muslim Rohingya," kata Sarah, salah satu panitia aksi itu. Sarah mengklaim massa yang akan mengikuti aksi ini mencapai 1.000. Dia menyebut, 1000 orang tersebut memang dikhususkan untuk perempuan dari berbagai Majelis Taklim dan ormas di Jabodetabek.

Aksi solidaritas yang sama juga dilaksanakan oleh masyarakat kota Kendari. Harianamanah.com merilis “Ratusan umat Muslim yang tergabung dalam Aliansi Muslim Peduli Rohingya (Ampera) Sulawesi Tenggara (Sultra) ikuti Aksi Peduli Rohingya di depan Masjid Raya Al-Kautsar, Sabtu (9/9/2017). Dalam aksi tersebut, pihaknya meminta dan berharap agar pemerintah secara aktif menyelesaikan kedzaliman Rezim Myanmar.

Fokus pada Sebab Bukan Akibat

Pembantaian yang terjadi di Rohingya mampu membangkitkan jiwa persaudaraan pada kaum muslim. Terbukti dengan maraknya aksi solidaritas dan doa bersama yang dihadiri ribuan muslim di negera-negara muslim dan daerah-daerah dimana mereka berada. Penggalangan dana berhasil mencapai milyaran dalam waktu yang terbilang cukup singkat seperti yang terjadi di kota Bogor.

Aksi kaum muslim dunia merupakan aplikasi dari perintah Rasulullah SAW atas hak muslim terhadap muslim lainnya, Rasullullah SAW bersabda:

Kaum muslim merupakan saudara bagi muslim lainya dan ibaratkan layaknya satu tubuh seperti dalam Sabda Rasullullah SAW :Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzalimi Muslim yang lain dan tidak boleh menyerahkan dirinya kepada musuh. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya niscaya Allah memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang meringankan kesulitan seorang Muslim niscaya Allah meringankan dari dia satu kesulitan di antara banyak kesulitan pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah menutupi aibnya pada Hari Kiamat” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad).

Sebab kaum muslim adalah bersaudara atas muslim lainnya tanpa dibatasi dengan warna kulit dan state-skate Nasionalisme. Wujud dari semua itu adalah tolong menolong jika satu di antaranya mengalami kedzaliman. Reaksi dan solusi kaum muslim terhadap muslim yang terkena kedzaliman itu seharusnya tidak hanya fokus pada akibat seperti memberikan bantuan makanan dan obat-obatan.

Melihat kasus Rohingya yang mengalami pembantaian, pengusiran, penyiksaan yang berujung pada pembunuhan massal oleh para pembenci muslim, apakah cukup dengan bantuan logistik? jika saudara kita diusir apakah pantas jika hanya memberikan obat dan makanan tanpa menghilangkan penyebabnya? Jika saudara kita dibantai secara massal apakah cukup dengan mengirimkan doa tanpa ada perlawanan dari saudaranya?  Terlepas dari itu jika menyaksikan pemberitaan bantuan logistik untuk Rohingya tidaklah mudah untuk sampai ke tangan-tangan mereka. Agar bantuan itu bisa sampai harus dengan izin pemerintah Myanmar.

Selayaknya kaum muslim tidak hanya fokus pada akibat namun fokus pula pada apa yang menjadi penyebab muslim Myanmar, Palestina, Irak, Suriah, dll begitu mudah nyawa mereka melayang. Tidak lain penyebabnya adalah kaum muslim tidak lagi bersatu dalam satu kepemimpinan umum dan  telah terpecah oleh sekat-sekat nasionalisme sehingga jika saudaranya mengalami kedzoliman sangat sulit untuk melakukan perlawanan.

Mengakhiri Derita Rohingya

Kedzoliman yang terorganisir harus dilawan dengan perlawanan yang terorganisir pula. Apa yang terjadi pada sebagian kaum muslim di negeri-negeri muslim khususnya Rohingya merupakan kedzaliman yang menggunakan kekuasaan besar yakni negara. Untuk itu perlawanan yang harusnya dilakukan adalah perlawanan kekuasaan dengan mendesak para penguasa negeri-negeri muslim untuk mengirimkan pasukannya.

Selayaknya pula kaum muslim dan penguasa negeri-negeri muslim membentuk sebuah kepemimpinan umum seluruh dunia  yang mewajibkan perlindungan bagi seluruh muslim tanpa terkecuali. Sebagaimana kasus yang menimpa kaum muslim saat ini, hal ini pernah juga terjadi pada masa kaum muslim masih saat bersatu di bawah satu kepemimpinan yang dikepalai oleh Al-Mu’tashim Billah. Beliau pada saat itu mendengar permintaan tolong dari seorang muslimah yang dilecehkan oleh pasukan Romawi di Amuria.

Pemimpin al-Mu’tashim Billah tak tanggung-tanggung mengerahkan puluhan ribu pasukan yang ujungnya telah tiba di Amuria, sementara ekornya masih berada di Baghdad. Dengan izin Allah, Amuria ditaklukkan oleh para pasukan muslimin pada saat itu sehingga tidak ada yang berani lagi melakukan pelecehan terhadap kaum muslim.

Kejadian semacam ini pernah juga terjadi pada masa Rasulullah SAW. Bentuk perlawanan yang dilakukan Rasullah SAW ketika terjadi  ancaman yang di lakukan oleh pasukan Romawi terhadap kaum Muslim yang ada di wilayah Tabuk. Rasul SAW. menggunakan kekuasaan dan kekuatan beliau sebagai kepala negara bersama pasukan kaum muslim. Beliau memimpin sendiri pasukan kaum muslim menuju Tabuk dengan menempuh jarak sekitar 700 km dan memenangkan perlawanan.

Sikap pemimpin Al- Mu’tasim Billah dan apa yang telah di contohkan Rasullullah SAW saharusnya kaum muslim mengikutinya. Namun, semua itu bisa terlaksana jika seluruh ummat muslim kembali bersatu dibawah satu kepemimpinan sebab jika kaum muslim tidak bersatu musuh-musuh Islam begitu mudahnya menghilangkan nyawa kaum muslim. Wallahu’alam bi Ash-shawab. (riafariana/voa-islam.com)

*(Alumnus Universitas Muhammadiyah Kendari)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25


MUI

Must Read!
X