Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.847 views

Islam, Solusi Paripurna Mengatasi Kenaikan Harga Pangan

 

Oleh:

Sayyida Marfuah*

 

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman...”. Penggalan syair lagu lama di atas nampaknya memang menggambarkan betapa suburnya negeri kita tercinta ini. Namun, negeri subur ternyata tidak selamanya makmur. Kebijakan pemerintah di sektor pertanian dan perdagangan yang amburadul terbukti telah membuat Indonesia_yang notabene sebagai negara agraris ini_terus menerus dihantui lonjakan harga kebutuhan pangan. 

Seolah menjadi fenomena yang biasa di negeri ini, ketika ada momentum perayaan hari-hari besar keagamaan ataupun pergantian tahun, harga-harga kebutuhan pokok secara otomatis melonjak drastis dari biasanya. Tak terkecuali menjelang datangnya bulan suci ramadhan seperti saat ini. 

Menjelang bulan puasa, harga-harga komoditas pangan di pasar tradisional sudah terpantau naik, bahkan saat ini jauh lebih mahal dibanding bulan sebelumnya.Sumber lain menyebutkan, bahwa harga komoditi mulai merangkak naik, seperti bawang putih jenis cutting melesat tinggi mencapai Rp 60.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga bawang putih cutting dipatok sekitar Rp 35.000 - Rp 40.000 per kilogram.(kumparan.com/09/04/2019). 

Sementara itu pada saat ini, di bulan Ramadhan ini kebutuhan pokok tak terkendali. Di Pasar modern Angso Dupo Jambi, bawang putih tembus Rp 90.000-100.00 perkilogram (detik.com/7/05/2019). Tak mau ketinggalan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Menurut salah satu pedagang, kenaikan harga sayuran ini sepertinya dipicu oleh stok barang di pasar induk yang terbatas, sedangkan permintaan dari para pedagang mengalami peningkatan. Akibatnya, harga melambung tinggi.(republika.co.id). 

Tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga kebutuhan pangan akan berdampak pada kehidupan masyarakat, dan rumah tangga adalah pihak yang paling merasakan dampak kenaikan ini, jika harga naik secara otomatis pengeluaran kebutuhan rumah tangga akan bertambah karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa dihindari sehingga pengeluaran rumah tangga akan terfokus untuk membeli kebutuhan pangan.

 

Sistem Kapitalis, Biang Kekacauan Politik Pangan`

Menurut sistem kapitalis kenaikan harga kebutuhan pangan disebabkan kurangnya ketersediaan bahan pangan komoditas tertentu. Kondisi seperti ini dianggap sebagai permasalahan ekonomi karena harga ditentukan berdasarkan supplay (penawaran) dan demand (permintaan) terhadap barang tersebut. Karena itu, jika barang yang ditawarkan jumlahnya melimpah, sedangkan permintaannya sedikit, maka harga akan turun. Jika barang yang ditawarkan jumlahnya sedikit, sedangkan permintaannya besar, maka harga akan naik. 

Salah urus pemerintah dalam sektor pangan ini tampak pada rendahnya pasokan dalam negeri serta ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga.Tentu masih terngiang di benak kita sikap instan pemerintah yang mengatasi kelangkaan bahan pangan melalui kebijakan impor, kasus impor 500 ribu ton beras tahun lalu yang dinilai tidak efektif dan dirasa aneh serta terburu-buru karena justru pada saat itu negeri ini menghadapi masa panen raya, padahal data dari Kementerian Pertanian mengklaim bahwa saat itu kita mengalami surplus beras sebesar 329 ribu ton. 

Sejatinya, kebijakan impor hanya menguntungkan segelintir pihak mafia yang bermain di sektor ini dan tidak pernah berpihak pada rakyat, bahkan berdampak pada semakin terpuruknya kesejahteraan rakyat terutama petani. Namun sayang, kebijakan pemerintah ini beberapa waktu lalu justru berlanjut  pada komoditas lainnya seperti bawang putih, garam untuk kebutuhan industri serta gula. Oleh karena itu, slogan swasembada pangan di negeri ini hanyalah jargon pencitraan belaka. 

Problem kenaikan harga pangan yang  selalu berulang, adanya mafia pangan dan ketidaksinkronan antara kebijakan impor dengan data kementerian pertanian_seperti pada kasus impor beras tahun lalu_menunjukkan betapa carut marutnya tata kelola dan data pangan di negeri kita ini. Penyebabnya tidak lain adalah karena diterapkannya sistem kapitalisme dimana pihak penyelenggara pemerintah terfokus pada perhitungan untung dan rugi, bukan pada kesejahteraan rakyat.

 

Sistem Islam, Satu-satunya Solusi

Sebagai satu-satunya dien yang sempurna, Islam memiliki seperangkat aturan kehidupan yang mampu memberikan solusi terhadap seluruh problematika kehidupan umat manusia, termasuk masalah kenaikan harga kebutuhan pangan ini. 

Faktor penyebab kenaikan harga pangan ada dua macam: pertama, faktor “alami” antara lain  langkanya ketersediaan bahan pangan tertentu akibat gagal panen, serangan hama, jadwal panen dan lain-lain, kedua, karena penyimpangan ekonomi dari hukum-hukum syari’ah Islam, seperti terjadinya ihtikâr (penimbunan), permainan harga (ghabn al fâkhisy), hingga liberalisasi yang menghantarkan kepada ‘penjajahan’ ekonomi. 

Dalam Islam, jika melambungnya harga karena faktor “alami” yang menyebabkan kelangkaan barang, maka disamping umat dituntut bersabar, Islam juga mewajibkan negara untuk mengatasi kelangkaan tersebut dengan mencari suplay dari daerah lain. Jika seluruh wilayah dalam negeri keadaannya sama, maka bisa diselesaikan dengan kebijakan impor dengan masih memperhatikan produk dalam negeri. 

Namun jika melambungnya harga disebabkan pelanggaran terhadap hukum-hukum syari’ah, maka penguasa harus mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi. Rasulullah saw sampai turun sendiri ke pasar untuk melakukan ‘inspeksi’ agar tidak terjadi ghabn (penipuan harga) maupun tadlis (penipuan barang/alat tukar), beliau juga melarang penimbunan (ihtikar). Khalifah Umar bahkan melarang orang yang tidak mengerti hukum fikih (terkait bisnis) dari melakukan bisnis. Para pebisnis secara berkala juga pernah diuji apakah mengerti hukum syara’ terkait bisnis ataukah tidak, jika tidak faham maka mereka dilarang berbisnis. Hal ini dilakukan karena setiap kemaksiatan_apalagi kemaksiatan terkait ekonomi_akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomi.

Di samping itu pemerintah harus memaksimalkan upaya dan antisipasi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sehingga negara tidak boleh kosong dari riset dan penemuan baru di bidang pangan. Bahkan, pemerintah seharusnya memberikan perhatian terhadap sarana dan prasarana yang menunjang distribusi hasil pertanian misalnya penyediaan alat transportasi yang memadai serta perbaikan infrastruktur jalan karena pertanian merupakan salah satu pilar ekonomi negara, bahkan negara bisa mengalami kegoncangan jika pertanian dikuasai ataupun bergantung pada negara lain.

Pemerintah juga akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak mafia rente yang melakukan kecurangan dan tindakan gharar dalam perdagangan tanpa pilih kasih. 

Demikianlah solusi Islam dalam menyelesaikan masalah melonjaknya harga kebutuhan pangan. Hal ini tentu saja akan terkait erat dengan kebijakan lain semisal perdagangan dan perindustrian, sehingga pelaksanaannya harus komprehensif dan mencakup hukum secara keseluruhan. Kondisi seperti ini tidak akan kita jumpai kecuali dalam sistem Islam, satu-satunya sistem yang telah terbukti memberikan jaminan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Wallaahu a’lam bi ash shawaab. *Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Rabu, 01 Apr 2020 08:27

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Rabu, 01 Apr 2020 07:19

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

Selasa, 31 Mar 2020 22:15

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Selasa, 31 Mar 2020 22:05

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Selasa, 31 Mar 2020 21:52

Rumah Masjid

Rumah Masjid

Selasa, 31 Mar 2020 21:18

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Selasa, 31 Mar 2020 21:15

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Selasa, 31 Mar 2020 20:17

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Selasa, 31 Mar 2020 20:10

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Selasa, 31 Mar 2020 19:12

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Selasa, 31 Mar 2020 19:11

Menyikapi Pandemi Covid-19

Menyikapi Pandemi Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 18:34

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

Selasa, 31 Mar 2020 18:20

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Selasa, 31 Mar 2020 17:49

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Selasa, 31 Mar 2020 17:35

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selasa, 31 Mar 2020 16:23

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

Selasa, 31 Mar 2020 15:14

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Selasa, 31 Mar 2020 14:53

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 14:10

Koalisi Masyarakat Sipil: Darurat Sipil Corona Tidak Tepat

Koalisi Masyarakat Sipil: Darurat Sipil Corona Tidak Tepat

Selasa, 31 Mar 2020 13:48


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X