Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.556 views

Islam, Solusi Paripurna Mengatasi Kenaikan Harga Pangan

 

Oleh:

Sayyida Marfuah*

 

“Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman...”. Penggalan syair lagu lama di atas nampaknya memang menggambarkan betapa suburnya negeri kita tercinta ini. Namun, negeri subur ternyata tidak selamanya makmur. Kebijakan pemerintah di sektor pertanian dan perdagangan yang amburadul terbukti telah membuat Indonesia_yang notabene sebagai negara agraris ini_terus menerus dihantui lonjakan harga kebutuhan pangan. 

Seolah menjadi fenomena yang biasa di negeri ini, ketika ada momentum perayaan hari-hari besar keagamaan ataupun pergantian tahun, harga-harga kebutuhan pokok secara otomatis melonjak drastis dari biasanya. Tak terkecuali menjelang datangnya bulan suci ramadhan seperti saat ini. 

Menjelang bulan puasa, harga-harga komoditas pangan di pasar tradisional sudah terpantau naik, bahkan saat ini jauh lebih mahal dibanding bulan sebelumnya.Sumber lain menyebutkan, bahwa harga komoditi mulai merangkak naik, seperti bawang putih jenis cutting melesat tinggi mencapai Rp 60.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga bawang putih cutting dipatok sekitar Rp 35.000 - Rp 40.000 per kilogram.(kumparan.com/09/04/2019). 

Sementara itu pada saat ini, di bulan Ramadhan ini kebutuhan pokok tak terkendali. Di Pasar modern Angso Dupo Jambi, bawang putih tembus Rp 90.000-100.00 perkilogram (detik.com/7/05/2019). Tak mau ketinggalan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Menurut salah satu pedagang, kenaikan harga sayuran ini sepertinya dipicu oleh stok barang di pasar induk yang terbatas, sedangkan permintaan dari para pedagang mengalami peningkatan. Akibatnya, harga melambung tinggi.(republika.co.id). 

Tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga kebutuhan pangan akan berdampak pada kehidupan masyarakat, dan rumah tangga adalah pihak yang paling merasakan dampak kenaikan ini, jika harga naik secara otomatis pengeluaran kebutuhan rumah tangga akan bertambah karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa dihindari sehingga pengeluaran rumah tangga akan terfokus untuk membeli kebutuhan pangan.

 

Sistem Kapitalis, Biang Kekacauan Politik Pangan`

Menurut sistem kapitalis kenaikan harga kebutuhan pangan disebabkan kurangnya ketersediaan bahan pangan komoditas tertentu. Kondisi seperti ini dianggap sebagai permasalahan ekonomi karena harga ditentukan berdasarkan supplay (penawaran) dan demand (permintaan) terhadap barang tersebut. Karena itu, jika barang yang ditawarkan jumlahnya melimpah, sedangkan permintaannya sedikit, maka harga akan turun. Jika barang yang ditawarkan jumlahnya sedikit, sedangkan permintaannya besar, maka harga akan naik. 

Salah urus pemerintah dalam sektor pangan ini tampak pada rendahnya pasokan dalam negeri serta ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga.Tentu masih terngiang di benak kita sikap instan pemerintah yang mengatasi kelangkaan bahan pangan melalui kebijakan impor, kasus impor 500 ribu ton beras tahun lalu yang dinilai tidak efektif dan dirasa aneh serta terburu-buru karena justru pada saat itu negeri ini menghadapi masa panen raya, padahal data dari Kementerian Pertanian mengklaim bahwa saat itu kita mengalami surplus beras sebesar 329 ribu ton. 

Sejatinya, kebijakan impor hanya menguntungkan segelintir pihak mafia yang bermain di sektor ini dan tidak pernah berpihak pada rakyat, bahkan berdampak pada semakin terpuruknya kesejahteraan rakyat terutama petani. Namun sayang, kebijakan pemerintah ini beberapa waktu lalu justru berlanjut  pada komoditas lainnya seperti bawang putih, garam untuk kebutuhan industri serta gula. Oleh karena itu, slogan swasembada pangan di negeri ini hanyalah jargon pencitraan belaka. 

Problem kenaikan harga pangan yang  selalu berulang, adanya mafia pangan dan ketidaksinkronan antara kebijakan impor dengan data kementerian pertanian_seperti pada kasus impor beras tahun lalu_menunjukkan betapa carut marutnya tata kelola dan data pangan di negeri kita ini. Penyebabnya tidak lain adalah karena diterapkannya sistem kapitalisme dimana pihak penyelenggara pemerintah terfokus pada perhitungan untung dan rugi, bukan pada kesejahteraan rakyat.

 

Sistem Islam, Satu-satunya Solusi

Sebagai satu-satunya dien yang sempurna, Islam memiliki seperangkat aturan kehidupan yang mampu memberikan solusi terhadap seluruh problematika kehidupan umat manusia, termasuk masalah kenaikan harga kebutuhan pangan ini. 

Faktor penyebab kenaikan harga pangan ada dua macam: pertama, faktor “alami” antara lain  langkanya ketersediaan bahan pangan tertentu akibat gagal panen, serangan hama, jadwal panen dan lain-lain, kedua, karena penyimpangan ekonomi dari hukum-hukum syari’ah Islam, seperti terjadinya ihtikâr (penimbunan), permainan harga (ghabn al fâkhisy), hingga liberalisasi yang menghantarkan kepada ‘penjajahan’ ekonomi. 

Dalam Islam, jika melambungnya harga karena faktor “alami” yang menyebabkan kelangkaan barang, maka disamping umat dituntut bersabar, Islam juga mewajibkan negara untuk mengatasi kelangkaan tersebut dengan mencari suplay dari daerah lain. Jika seluruh wilayah dalam negeri keadaannya sama, maka bisa diselesaikan dengan kebijakan impor dengan masih memperhatikan produk dalam negeri. 

Namun jika melambungnya harga disebabkan pelanggaran terhadap hukum-hukum syari’ah, maka penguasa harus mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi. Rasulullah saw sampai turun sendiri ke pasar untuk melakukan ‘inspeksi’ agar tidak terjadi ghabn (penipuan harga) maupun tadlis (penipuan barang/alat tukar), beliau juga melarang penimbunan (ihtikar). Khalifah Umar bahkan melarang orang yang tidak mengerti hukum fikih (terkait bisnis) dari melakukan bisnis. Para pebisnis secara berkala juga pernah diuji apakah mengerti hukum syara’ terkait bisnis ataukah tidak, jika tidak faham maka mereka dilarang berbisnis. Hal ini dilakukan karena setiap kemaksiatan_apalagi kemaksiatan terkait ekonomi_akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomi.

Di samping itu pemerintah harus memaksimalkan upaya dan antisipasi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sehingga negara tidak boleh kosong dari riset dan penemuan baru di bidang pangan. Bahkan, pemerintah seharusnya memberikan perhatian terhadap sarana dan prasarana yang menunjang distribusi hasil pertanian misalnya penyediaan alat transportasi yang memadai serta perbaikan infrastruktur jalan karena pertanian merupakan salah satu pilar ekonomi negara, bahkan negara bisa mengalami kegoncangan jika pertanian dikuasai ataupun bergantung pada negara lain.

Pemerintah juga akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak mafia rente yang melakukan kecurangan dan tindakan gharar dalam perdagangan tanpa pilih kasih. 

Demikianlah solusi Islam dalam menyelesaikan masalah melonjaknya harga kebutuhan pangan. Hal ini tentu saja akan terkait erat dengan kebijakan lain semisal perdagangan dan perindustrian, sehingga pelaksanaannya harus komprehensif dan mencakup hukum secara keseluruhan. Kondisi seperti ini tidak akan kita jumpai kecuali dalam sistem Islam, satu-satunya sistem yang telah terbukti memberikan jaminan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Wallaahu a’lam bi ash shawaab. *Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Sabtu, 18 Jan 2020 19:43

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Sabtu, 18 Jan 2020 19:11

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Sabtu, 18 Jan 2020 18:57

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Sabtu, 18 Jan 2020 18:53

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Sabtu, 18 Jan 2020 18:49

Liberalisasi Pariwisata

Liberalisasi Pariwisata

Sabtu, 18 Jan 2020 18:35

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Sabtu, 18 Jan 2020 18:32

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Sabtu, 18 Jan 2020 18:23

Manfaat Menghindari Riba

Manfaat Menghindari Riba

Sabtu, 18 Jan 2020 18:19

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Sabtu, 18 Jan 2020 18:10

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Sabtu, 18 Jan 2020 18:08

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 18:00

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X