Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.206 views

BPIP Serius Mengajak Perang Dunia dengan Corona?

 

Oleh:

Ainul Mizan

Pemerhati Sosial Politik

 

DALAM rangka Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020, Kemenpan R&B mengadakan diskusi virtual. Kepala BPIP menegaskan bahwa saat ini Pancasila perang dunia dengan Corona.  modal utamanya adalah sila ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, semua harus menurunkan ego politik kembali kepada kesepakatan bersama. Dengan itu akan diraih keberhasilan untuk kembali ke kondisi yang normal (www. kumparan. com, 8 Juni 2020). 

Mencermati pernyataan Kepala BPIP tersebut, setidaknya terdapat 3 catatan mendasar sebagai berikut ini.  

Pertama, BPIP termasuk berani mengemukakan adanya perang antara Pancasila dengan Corona. Sementara pemerintah sudah mencanangkan New Normal sebagai bentuk hidup damai dengan Corona. Jadi sebenarnya Indonesia ini mau perang atau damai? 

Kalau disebut perang,  tapi kok PSBB sudah diakhiri, portal penjagaan perumahan dan desa - desa dibuka, pokoknya kondisi sekarang seperti kondisi tidak ada pandemi. Yang tersisa hanya protokol kesehatan berupa pakai masker dan cuci tangan pakai sabun. Apakah perangnya sudah berhasil? 

Justru yang ada di lapangan, kasus positif corona mengalami peningkatan. Per 9 Juni 2020, 33.076 positif. Yang sembuh ada 11.414. Dan yang meninggal sebanyak 1.923 orang. 

Sungguh disayangkan para penyelenggara negara masih bermain retorika yang membingungkan. Ujung - ujungnya secara teratur melepaskan tanggung jawab. Sementara rakyat harus berjuang sendiri di tengah pandemi.  

Kedua, Pernyataan Kepala BPIP tentang Sila ke-1 sebagai modal utama adalah sebuah kejujuran. Karena sesungguhnya asas kehidupan bangsa Indonesia ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini dengan dinyatakan di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea kedua yang menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. 

Jadi sendi kehidupan bangsa bukanlah gotong - royong. Gotong royong berada dalam ranah sebuah harapan dan cita - cita. Tentunya tidak bisa dijadikan sebagai asas dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sendi dan asas yang seharusnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan begitu, arah, panduan, nilai dan cita - cita bangsa dan negara bersumber dari asas Ketuhanan tersebut. 

Ketiga, terkait modal utama memerangi Corona adalah sila ke-1 Pancasila. Pertanyaannya, bentuk dan penerapan Sila ke-1 Pancasila sebagai modal perang melawan Corona itu seperti apa dan bagaimana?

Apakah menundukkan ego politik kembali pada kesepakatan bersama sebagai penerapan Sila ke-1 melawan Corona? Kesepakatan bersama yang seperti apa yang dimaksud? 

Kalau merujuk kepada RUU HIP yang BPIP ikut membidaninya, terdapat istilah Ketuhanan yang Berkebudayaan. Sementara Pancasila diperas menjadi trisila hingga menjadi ekasila yakni gotong royong. Artinya Ketuhanan yang berkebudayaan merujuk pada sendi gotong royong. Hal ini berpotensi mereduksi ajaran agama khususnya Islam bila dianggap tidak sesuai dengan nilai gotong royong. Ambil contoh, dalam penanganan pandemi ini.  Islam menetapkan bahwa negara bertanggung jawab penuh menjamin kebutuhan rakyatnya selama masa karantina wilayah. Termasuk penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, pendidikan di masa pandemi dan pembiayaan proyek penelitian guna menemukan vaksin. 

Akan tetapi pemusatan tanggung jawab pada negara, dipandang kurang sesuai dengan prinsip gotong royong. Secara masif pula diiklankan rakyat diminta saling membantu menghadapi pandemi. Di lain pihak, negara mengumumkan New Normal. Alasannya, biar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Bisa dibilang alasan ekonomi lebih penting bagi negara. Bukankah dalam Kapitalisme Sekuler seperti saat ini, ekonomi adalah faktor utama penyangga kehidupannya. Sementara negara abai terhadap keselamatan rakyatnya. 

Di lain pihak, Islam Nusantara dipandang lebih sesuai dengan budaya asli Indonesia. Pertanyaannya, budaya asli Indonesia yang mana? Justru Islam menjadi budaya asli Indonesia yang diterapkan oleh sekitar 33 Kesultanan Islam di seluruh nusantara dalam masa beratus-ratus tahun lamanya. 

Terdapat upaya yang sistematis menggeser Islam dari kehidupan bangsa dan negeri ini. Tentunya Islam Nusantara tidak berkepentingan dengan Ideologi Kapitalisme maupun Komunisme yang menjajah negeri ini.  Sedangkan Islam kaffah yang menjadi batu sandungan kepentingan penjajahan Neo-Kapitalisme dan Neo-komunisme.  

Dengan demikian, ajakan perang dunia dengan Corona yang digaungkan BPIP hanya akan menjadi isapan jempol belaka, bila tidak mengadopsi konsepsi Islam secara paripurna dalam menanggulangi pandemi. Termasuk konsep Islam dalam menata New Normal yang menenteramkan dan menyejahterakan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Ahad, 16 May 2021 06:55

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Ahad, 16 May 2021 06:28

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Ahad, 16 May 2021 06:18

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Sabtu, 15 May 2021 23:33

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

Sabtu, 15 May 2021 23:22

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

Sabtu, 15 May 2021 23:20

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Sabtu, 15 May 2021 22:06

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Sabtu, 15 May 2021 21:05

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Sabtu, 15 May 2021 20:48

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Sabtu, 15 May 2021 15:55

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Sabtu, 15 May 2021 08:54

Istiqamah Setelah Ramadhan

Istiqamah Setelah Ramadhan

Sabtu, 15 May 2021 08:46

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Sabtu, 15 May 2021 08:27

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Jum'at, 14 May 2021 20:35

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Jum'at, 14 May 2021 19:05

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

Jum'at, 14 May 2021 18:35

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Jum'at, 14 May 2021 17:55

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Jum'at, 14 May 2021 17:25

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

Jum'at, 14 May 2021 10:19

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 14 May 2021 10:07


MUI

Must Read!
X