Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.924 views

Kala Jeruji Besi Tak Bisa Lagi Lurus

Oleh :Nurina Purnama Sari S.ST

Cahaya temaram, sempitnya ruangan, lembabnya udara dan padatnya penghuni berjejal, itulah gambaran penjara yang terbersit dalam benak kita pada umumnya. Nyatanya, tak seperti itu adanya. Di dalam penjara pun berlaku  hukum “ada harga ada rupa”.

Ketika uang bertahta dalam genggaman, siapapun bisa silau karenanya, termasuk aparatur negara. Narapidana yang berharta, mampu membeli pelayanan penjara layaknya raja. Pelayanan kelas hotel bintang lima segera menanti masa-masa pesakitan menjadi seorang narapidana.

Oh ya, segera saya harus meralatnya. Tak patut kita menyematkan kata "pesakitan" kepada para napi istimewa tersebut. Tanpa  perlu mengundi nasib, dengan mudah mereka bergembira di dalam sepotong wilayah yang bernama lapas penjara.

Setahun yang lalu, Cipinang punya cerita, tentang seorang napi gembong narkotika yang dengan leluasa menjalankan bisnis narkotikanya di balik jeruji bui. Di dalam ruangan ber-AC nya yang sama sekali tak pantas di sebut penjara,karena ada perangkat elektronik segala rupa, pun akuarium ikan arwana.                                                                                                                                                                                Rupanya cerita yang sama namun beda rupa ditemukan di Lapas Sukamiskin baru-baru ini. Bahkan, dengan leluasa para napi terpidana korupsi membangun saung-saung mewah tempat bersantai ria.

Sakit. Potret masyarakat  sakit rupanya terdokumentasikan di dalam lembaga yang seharusnya  lurus dan meluruskan. Sayangnya, kedua pihak yang seharusnya   meluruskan dan diluruskan sama-sama pesakitan. Sakit dalam artian sesungguhnya.

Bedanya hanya di seragam, itu saja. Ini bukan masalah tunjuk hidung pada oknum, tapi sudah menjadi bagian kebijakan terstruktur. Rakyat tentu tak mudah lupa dengan nama Gayus Tambunan, narapidana yang namanya beken karena kepergok berpelesiran. Nah, itu baru yang mencuat ke permukaan. Yang tak ketahuan tentu bisa lebih banyak, bukan?

Beginilah ketika hukum sekuler diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Penyalahgunaan kekuasaan  merajalela. Tumbuh suburnya  mafia hukum  di setiap celah aparatur pelaksananya adalah salah satu efek domino yang akan  dirasakan rakyat negeri ini. Keadilan hukum menjadi relatif tergantung siapa yang  berduit.

Sistem sekuler menjadikan penerapan hukum  beserta sanksinya lemah sehingga tidak akan pernah membawa efek  jera bagi pelakunya. Dan akar dari itu semua, ada faktor ideologis, yaitu tumbuhnya nilai-nilai kebebasan dan hedonisme di masyarakat sehingga melahirkan individu-individu yang lemah karakternya dan tak benar attitude-nya.

Aparatur pelaksana hukum perlu berkaca pada masa kekhilafahan Umar Bin Khattab. Khalifah Umar memberlakukan seperangkat hukuman pidana yang keras. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku dan pencegah bagi calon pelaku. Untuk menghindari membengkaknya harta kekayaan para pegawai, sistem Islam juga melakukan penghitungan harta kekayaan para aparatur negaranya, termasuk aparatur pelaksana hukum itu sendiri.

Catatan sejarah menunjukkan, hukuman tegas pada masa Khilafah terhadap pelaku penyelewangan wewenang, termasuk penerima suap, tak segan-segan dikenai hukuman ta’zir berupa tasyhir atau pewartaan (dulu dengan diarak keliling kota, sekarang mungkin bisa ditayangkan di televisi seperti yang pernah dilakukan), penyitaan harta dan hukuman kurungan, bahkan bisa sampai hukuman mati. Pemberlakuan hukuman ini berfungsi sebagai pencegah, sehingga diharapkan memberi efek jera dan membuat orang lain takut untuk mengerjakan kejahatan yang sama.

Filosofi dibalik kokohnya tembok penjara dan jeruji besi tak lagi mampu “meluruskan”, karena tembok  sudah jebol  dan jeruji besi tak lagi lurus.  Rasanya hanya penerapan hukum  Islam  saja yang bisa meluruskan semua penyimpangan hukum  yang  diakibatkan oleh penerapan sistem sekuler.

Dengan catatan, penerapan hukum yang dilakukan tidak setengah-setengah, harus total.  Karena aturan dari Allah tidak bisa dibeli dengan materi.Tak  ada  tawar menawar lagi. Berbeda dengan penerapan hukum buatan manusia yang bisa di manipulasi. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Nurina Purnama Sari S.ST

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Latest News
Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Tuntut Pengusiran Dubes Perancis

Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Tuntut Pengusiran Dubes Perancis

Jum'at, 30 Oct 2020 22:48

HRW Sebut Armenia Gunakan Senjata Terlarang Internasional Pada Penduduk Sipil Azerbaijan

HRW Sebut Armenia Gunakan Senjata Terlarang Internasional Pada Penduduk Sipil Azerbaijan

Jum'at, 30 Oct 2020 22:15

Masyarakat Cinta Rasulullah Dukung Boikot Produk Prancis

Masyarakat Cinta Rasulullah Dukung Boikot Produk Prancis

Jum'at, 30 Oct 2020 22:10

Organisasi HAM Internasional Keberatan Atas Pencalonan Kepala Polisi UEA Sebagai Pimpinan INTERPOL

Organisasi HAM Internasional Keberatan Atas Pencalonan Kepala Polisi UEA Sebagai Pimpinan INTERPOL

Jum'at, 30 Oct 2020 21:53

Kamar Dagang Qatar: Memprovokasi Muslim Menghancurkan Hubungan Perdagangan

Kamar Dagang Qatar: Memprovokasi Muslim Menghancurkan Hubungan Perdagangan

Jum'at, 30 Oct 2020 20:45

Studi: 600 Lebih Anak Dari Pejuang Islamic State Asal Eropa Ditahan di Timur Laut Suriah

Studi: 600 Lebih Anak Dari Pejuang Islamic State Asal Eropa Ditahan di Timur Laut Suriah

Jum'at, 30 Oct 2020 20:20

Ustaz Nashirul Haq Kembali Pimpin Hidayatullah

Ustaz Nashirul Haq Kembali Pimpin Hidayatullah

Jum'at, 30 Oct 2020 17:08

Jadi Reseller Siomay Mojang, Raih Omset Rp. 10-20 juta pertama Anda

Jadi Reseller Siomay Mojang, Raih Omset Rp. 10-20 juta pertama Anda

Jum'at, 30 Oct 2020 16:20

Sambangi Kedubes Prancis, PKS Desak Macron Tarik Kembali Ucapannya

Sambangi Kedubes Prancis, PKS Desak Macron Tarik Kembali Ucapannya

Jum'at, 30 Oct 2020 16:07

Quranic Parenting 2: ilmu Wajib Bunda Mendidik Keluarga Otomatis Syari & Techy

Quranic Parenting 2: ilmu Wajib Bunda Mendidik Keluarga Otomatis Syari & Techy

Jum'at, 30 Oct 2020 15:42

Quranic Parenting 1: Keren, Ini ilmu Wajib Ayah dalam mendidik Anak & Keluarga secara otomatis

Quranic Parenting 1: Keren, Ini ilmu Wajib Ayah dalam mendidik Anak & Keluarga secara otomatis

Jum'at, 30 Oct 2020 15:10

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Jum'at, 30 Oct 2020 12:34

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Jum'at, 30 Oct 2020 11:56

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Jum'at, 30 Oct 2020 11:24

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

Jum'at, 30 Oct 2020 11:22

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

Jum'at, 30 Oct 2020 11:15

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Jum'at, 30 Oct 2020 08:38

Bismillah, Omset naik 500% ala Usaha Rumahan 'Online Kuliner Store' (OKS)

Bismillah, Omset naik 500% ala Usaha Rumahan 'Online Kuliner Store' (OKS)

Jum'at, 30 Oct 2020 07:33

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Jum'at, 30 Oct 2020 06:00

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Jum'at, 30 Oct 2020 05:52


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X