Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.824 views

Kontribusi Hakiki Untuk Kemerdekaan Sejati

Oleh: Anisa Fitri Mustika Bela

(Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta)

Orang-orang berbicara sudah tujuh puluh tiga tahun kita merdeka dengan dibacakannya teks proklamasi yang pertama oleh Bung Karno dengan atas nama bangsa Indonesia. Euforia kata merdeka hanya terasa di awal saja menurut sebagian masyarakat Indonesia yang diduga tidak mengenal kata sejahtera.

Berkaca pada realita dimana kemiskinan masih merajalela di bumi Indonesia yang kaya tanpa rakyat bisa menikmatinya, mereka orang-orang yang berkuasa tanpa malu korupsi triliunan uang negara dan rakyat terus diperas dengan pajak sedang penguasanya malah sibuk berebut takhta. Pantas saja bila seorang anak bertanya pada bapaknya “Apa benar kita sudah merdeka atau hanya khayalan semata?”

Secara konstitusi, negeri pertiwi berdiri sendiri sejak dibacakannya teks proklamasi. Sayangnya itu bukanlah wujud asli kemerdekaan sejati karena masih berlandaskan demokrasi sistem pemerintahan Yunani yang dikembangkan negeri-negeri penjajah dengan kekerasan dan ekspansi ke berbagai negeri salah satunya bumi pertiwi.

Demokrasi menawarkan mimpi-mipi, dari kesetaraan sampai membiarkan lgbt, dari kebebasan berkehendak sampai kebablasan berkehendak yang rusak dan dari persamaan di depan hukum sampai ke atas tumpul hukum.

Katanya, demokrasi menjamin kebebasan berpendapat, tapi faktanya yang bersebrangan dengan penguasa langsung disikat. Bergelar professor ataupun rakyat biasa dihadapan penguasa semua sama saja, tidak ada kebebasan berbicara jikalau menunjukkan kebenaran dengan kritik terhadap yang berkuasa.

Merdeka berarti bebas dari segala bentuk penghambaan kepada selain sang pencipta Allah Ta’ala. Belumlah dikatakan merdeka jikalau masih menjadikan manusia sebagai berhala-berhala pengganti Tuhan yang Maha Esa. Begitupun Indonesia yang mengaku merdeka secara konstitusi namun belum merdeka sejati.

Pasalnya dalam demokrasi ada asas vox populi vox dei sebuah ungkapan dalam bahasa latin yang berarti suara rakyat adalah suara Tuhan dengan menganggap suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Illahi. Kesalahan fatal menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahan di negeri ini. Seolah manusia yang mengaku modern kembali menjadi jahiliyyah modern.

Patutlah si bapak menjawab jikalau Indonesia belum merdeka atau merdeka hanyalah khayalan semata. Pesta pora merayakan hari jadi merdeka digelar disepanjang nusantara dari Sumatera hingga Papua, tapi penjajah masih ada.

Para penjajah itu hanya berganti kostum merubahnya menjadi gaya modern yang disebut neoimperialisme dan neokapitalime dengan mengeruk kekayaan kita, lihatlah PT Freepot di Papua yang dikuasai Amerika lalu buruh pun saat ini digantikan oleh orang-orang dari China sedang rakyat Indonesia menganggur dan menderita.

Perayaan yang digelar sejatinya untuk siapa? Untuk rakyatkah atau kapitalis penjajah. Begitulah sekiranya si Bapak memaparkan membuat anaknya kembali mempertanyakan “Kalau begitu bagaimana supaya kita mencapai merdeka?”

Tentunya merdeka sejati tidaklah dicapai dengan sistem demokrasi yang mengagungkan vox populi vox dei. Tidakpula dengan komunisme sosialisme yang jelas-jelas mengekang manusia untuk beragama, menjadikan pemikir-pemikirnya sebagai berhala baru pengganti Tuhan yang Maha Esa, sebagiannya menganggap pikirannya sendirilah Tuhannya.

Sudah benar-benar berada di jaman berhala bak Fir’aun yang berkata “sayalah Tuhan kalian semua.” Ketika itu Fir’aun tentu sangat mengagungkan akalnya dan kekuasaannya sama halnya dengan para penganut komunis sosialis yang pernah jatuh namun berusaha dibangun kembali oleh Korsel dan China.

Satu-satunya pondasi, landasan, dan ideologi yang berhak menjadi pilihan untuk meraih merdeka sejati hanyalah Islam. Menjadikan asas tauhid sebagai pondasinya dengan mengesakan Allah Ta’ala, menghindarkan diri dari penghambaan kepada berhala.

Berhukum sesuai ketentuan Allah Yang Mulia sebagaimana tertuang dalam firmanNya. Kedaulatan ada ditangan Allah Ta;ala dan bukan manusia ataupun berhala, membuat manusia mencapai derajat modern yang sejati bukan sekedar illusi seperti dalam demokrasi. Untuk itu perlu kontribusi yang hakiki.

Belum disebut kontribusi hakiki jika masih terjun dalam sistem kufur demokrasi. itulah yang terjadi pada masyarakat hari ini yang masih berkecimpung di dalam politik praktis sekedar mencari cara berkuasa dengan mendulang suara dan memberikan suara untuk pergantian penguasa dengan masih di sistem yang sama. Adanya trias politika membuat tiga lembaga saling melempar bola.

Eksekutif, legislatif dan yudikatif ketiganya saling melempar bola sebuah kasus yang tidak populis dari penyelenggara negara. Legislatif melemparkan kasus tersebut kepada eksekutif lalu eksekutif mengalihkannya pada yudikatif dan yudikatif membuangnya pada legislatif begitulah seterusnya hingga kasus tersebut tidak pernah tertangani meskipun mereka telah duduk dikusi serta menikmati kemewahan atas hasil jerih payah rakyatnya sendiri.

Kontribusi baru bisa disebut kontribusi hakiki jika tidak terjun ke dalam demokrasi. lalu berjuang dengan dakwah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah di Mekkah dan Madinah. Menyuarakan kebenaran sejati yakni Islam kepada seluruh masyarakat yang belum tersadarkan, mengkritik penguasa yang dzolim dan semena-mena supaya meninggalkan sistem kufur demokrasi dan berganti menjadi sistem pemerintahan Islami.

Langkah ini tidaklah mudah, butuh waktu panjang dan mungkin akan terasa lelah dalam perjalanan. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, diingat dan diukir di hati adalah ungkapan Illahi sebagaimana sabda Rasulullah saw  

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala manhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Alah Ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah Ta’ala. Setelah itu kan terulang kembali periode Khilafah aala manhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih)

Waktu Islam akan kembali bangkit dan diterapkan secara keseluruhan sudah Allah jamin dengan keluarnya sabda Rasulullah, tinggal kita pastikan bahwa diri telah berkontribusi hakiki untuk negeri ini dengan mengikuti kehendak Illahi yakni dengan mendakwahkan sistem pemerintahan yang Islami (khilafah aala manhaj nubuwwah) serta berkontribusi tanpa terjun ke demokrasi. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Senin, 03 Aug 2020 08:32

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ahad, 02 Aug 2020 23:15

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Ahad, 02 Aug 2020 22:55

Arti Cinta

Arti Cinta

Ahad, 02 Aug 2020 21:52

Menjaga yang Berharga

Menjaga yang Berharga

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

Ahad, 02 Aug 2020 21:44

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Ahad, 02 Aug 2020 21:39

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Ahad, 02 Aug 2020 21:32

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Ahad, 02 Aug 2020 21:30

Berkurban Wujud Ketaatan Totalitas

Berkurban Wujud Ketaatan Totalitas

Ahad, 02 Aug 2020 21:28

Dilema Para Emak di Tengah Pandemi yang Tak Kunjung Reda

Dilema Para Emak di Tengah Pandemi yang Tak Kunjung Reda

Ahad, 02 Aug 2020 21:25

Manajemen Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah

Manajemen Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah

Ahad, 02 Aug 2020 21:16

Bagi Rendang di Bantargebang

Bagi Rendang di Bantargebang

Ahad, 02 Aug 2020 21:13

Promosi Seks Bebas Makin Menggila, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

Promosi Seks Bebas Makin Menggila, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

Ahad, 02 Aug 2020 13:26

Polisi Diminta Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Intoleransi

Polisi Diminta Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Intoleransi

Ahad, 02 Aug 2020 12:18


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X