Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.839 views

Merdeka, Hakiki atau Sebatas Hegemoni?

Oleh: Aiza Islami*

 

Merdeka! Aroma kentalnya perayaan hari kemerdekaan sudah mulai terasa di berbagai daerah. Berbagai atribut merah putih menghiasi setiap sudut jalan dan gang-gang dengan meriah. Suka cita menyambut harlah, lupa ada masalah, pertanyaan retoris, benarkah merdeka? Ah sudahlah…..

Tak ingin mempertanyakan lagi makna kemerdekaan, namun hanya ingin menguji kesadaran dan kepekaan. Kurang lebih sepekan sebelum hari kemerdekaan, Presiden Jokowi menyambut kunjungan Menteri Luar Negeri AS di Istana Merdeka. Kunjungan ini disinyalisasi sebagai upaya awal komitmen peningkatan kerjasama ekonomi. Disamping pula membahas isu perdamaian Palestina.

Manis diksi, kacau paradigma. Dapat dipastikan, aktivitas demikian hanyalah dianggap aktivitas kenegaraan yang normal dalam percaturan politik ekonomi dunia. Nyatanya? Gagal paham dengan pemahaman gagal. Kerap berpikiran positif. Inilah watak masyarakat yang rupanya harus “disyukuri” pemerintah Indonesia. Tak jarang ditemui pernyataan “pemerintah tau yang terbaik untuk rakyatnya” atau “percayalah pada pemimpin, mereka lebih berilmu dibandingkan kita”.

Sebuah kunjungan kenegaraan seorang pejabat negara ke negara lain tak bisa hanya dianggap sebuah silaturahim “apa kabar?”. Pertemuan kedua penguasa menjadi sebuah momentum bertemunya pula rancangan-rancangan strategis demi menguatkan pondasi kenegaraan masing-masing. Masih manis? Jelas saja. Impian terciptanya Indonesia yang maju menjadikan jabatan tangan seolah ikatan terbaik mengangkat derajat negara.

Racun berbalut cokelat. Nikmat diawal, binasa setelahnya. Tak bisa dipungkiri. kunjungan dan kerjasama adalah model basi kerjasama berkedok hegemoni. Tak dikata dalam bahasa galak, namun terdeskripsi dalam diksi "Indonesia adalah mitra strategis yang hebat bagi AS”. Kemitraan yang menjadikan imperialisme kapitalisme tetap tertancap.

Kerjasama perdagangan yang diharapkan terwujud dengan memanfaatkan kekosongan perdagangan AS hanyalah ilusi basi. Masuknya produk Indonesia dalam pasar AS nyatanya dihadang dengan kebijakan tarif bea cukai yang tinggi. Memangnya sanggup membayar? Lagi lagi ilusi. Lagi lagi hegemoni.

Terakselerasinya program demokratisasi dan Islam moderat di Indonesia juga merupakan boomerang yang tak disadari mengancam Indonesia. Rasa bangga memuncak tatkala disinggung atas kehebatan Indonesia sebagai negara penjunjung demokrasi dan toleransi. Nyatanya lagi? Demokrasi adalah taring yang digunakan untuk terus menggigit. Demokrasi menjadikan kedaulatan hukum tetap ditangan manusia. Bukan manusia-manusia yang saat ini yang sibuk mempersiapkan perayaan kemerdekaan di kampung-kampung dan kota-kota. Namun manusia yang memaksa kepentingan lewat kebijakan ala kapitalisme.

Demokrasi pula yang menjadikan manusia-manusia yang berpikiran positif ini senantiasa toleran dengan kehadiran penjajah serta terhipnotis dalam adu domba internal kaum muslim. Mempropaganda perpecahan timur tengah adalah akibat radikalisme golongan, hingga menjadikan sabar dan syukur dalam kondisi Indonesia yang dirasa.

Diperlukan kesadaran untuk berhenti “gagal paham dengan pemahaman gagal” yaitu bangkit dengan “benar-benar paham dengan pemahaman benar.”. Islam telah menunjukkan pemahaman benar pengelolaan negara sesuai dengan syariat Allah SWT. Bahwa tidak ada yang lebih memahami manusia selain Allah.

Tidak ada yang berhak mengatur kehidupan selain dengan caranya Allah SWT. Tugas manusia hanya menjalankan dengan ilmu, yakni memahami hakikat kelemahan manusia, hingga tak sungkan benar-benar memahami syariat Islam secara keseluruhan dan menerapkannya dalam bingkai negara. Wallahu a’lam bis shawab. (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah Anggota Komunitas Penulis “Pena Langit”

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X