Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.589 views

Sesat Pikir Intoleransi

Oleh: Yons Achmad

(Kolumnis. Tinggal di Depok)

(voa-islam.com) - Gorengan isu intoleransi saat ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam sebuah acara bincang-bincang di Metro TV, ditampilkan peneliti sebuah pusat kajian , salah satu kampus yang kental warna “liberalnya”. Sayangnya kampus itu berlabel kampus Islam. Informasi yang saya dapatkan, dikatakan, dalam temuan penelitian, sekira 80% sekian, guru-guru muslim percaya bahwa Islam adalah solusi bagi segala permasalahan. Bagi peneliti, ini parah. Kenapa? Menjadi tanda munculnya bibit intoleransi dan radikalisme agama.

Dalam tayangan itu, juga dihadirkan salah satu Komisoner Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Retno Listyarti, yang dimintai komentarnya tentang banyaknya guru yang intoleran. Diceritakan bahwa guru-guru intoleran memang masih ditemukan. Seperti laporan yang diterimanya. Dikatakan, salah satu sekolah Islam di Depok dilaporkan telah mengajarkan benih-benih intoleransi. Buktinya apa? Dalam sebuah acara teater sekolah, ditampilkan tokoh yang membawa pedang-pedangan, juga katanya banyak ucapan-ucapan jihad dan musuh Islam. Menurutnya, itu bukti memang intoleransi masih ada.

Dalam hati kecil saya berontak. Kalau seorang muslim percaya Islam sebagai solusi beragam permasalahan, kalau jihad dan musuh Islam dikenalkan sejak dini dipermasalahkan, kalau pedang-pedangan bisa dijadikan tanda intoleran jika digunakan sebagai media pembelajaran, sungguh sangat kacau sekali pemahaman orang tentang intoleransi. Betapa sesat pikirnya pemahaman demikian.

Saya tentu saja dalam posisi mendukung misalnya ada imbauan guru harus toleran. Dan memang demikianlah seharusnya. Tapi, ketika parameter-parameter toleran atau intoleran dipaksakan sedemikian rupa sesuai dengan kemauan kelompok atau pihak-pihak tertentu tanpa ada dialog sebelumnya, maka alih-alih munculnya guru toleran, yang ada kemudian malah kecurigaan dan debat yang tidak perlu. Termasuk, tudingan-tudingan guru atau sekolah tertentu yang intoleran dalam pandangan subjektifnya, akan memunculkan permasalahan baru.

Memang, temuan penelitian, betapapun kacau desain riset dan kesimpulannya, tetap perlu menjadi bahan dialog. Tapi tak tak perlu memaksakan setiap orang untuk percaya begitu saja hasil penelitiannya. Kalau mereka memaksakan diri dan merasa diri telah melakukan kegiatan ilmiah dan merasa pasti benar temuannya, maka saya kira ini juga sebenar-benar bibit intoleransi dalam bentuk lain.

Contohnya begini, untuk menandai guru itu toleran atau tidak, dalam penelitian tersebut diberikan pertanyaan, apakah bersedia non muslim mendirikan tempat ibadah di lingkungan tempat tinggal Anda? Kalau jawaban tidak, maka guru itu diklaim intoleran. Jelas, pertanyaan demikian sangat tendensius dan desain risetnya memang sejak awal sudah “Tidak adil dalam pikiran”.

Bayangkan begini, misalnya dalam perumahan atau perkampungan. Ada 100 KK. 90 KK muslim dan 10 KK non muslim. Ketika misalnya yang 10 KK itu berkeingian mendirikan tempat ibadah dilingkungan tersebut dan ada penolakan, maka intoleransi begitu mudah disematkan. Tapi, bayangkan misalnya di perumahan atau perkampungan non muslim. 90 KK non muslim,10 KK muslim, dan mereka ingin mendirikan masjid atau mushola, apakah peneliti berani bilang yang 90 KK itu intoleran? Mungkin yang muncul malah petuah-petuah bijak, muslim harus tahu diri dan tak boleh memaksakan kehendaknya sendiri.

Begitulah. Jadi saya kira, propaganda-propaganda tentang intoleransi ini perlu kita baca dengan kritis. Termasuk, juga kepentingan-kepentingan politik yang mengikutinya. Terakhir, saya kira pemahaman tentang intoleransi yang konyol, serampangan dan salah kaprah ini harus tegas kita tolak karena terbukti menyesatkan publik. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News

Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X