Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.454 views

Sesat Pikir Intoleransi

Oleh: Yons Achmad

(Kolumnis. Tinggal di Depok)

(voa-islam.com) - Gorengan isu intoleransi saat ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam sebuah acara bincang-bincang di Metro TV, ditampilkan peneliti sebuah pusat kajian , salah satu kampus yang kental warna “liberalnya”. Sayangnya kampus itu berlabel kampus Islam. Informasi yang saya dapatkan, dikatakan, dalam temuan penelitian, sekira 80% sekian, guru-guru muslim percaya bahwa Islam adalah solusi bagi segala permasalahan. Bagi peneliti, ini parah. Kenapa? Menjadi tanda munculnya bibit intoleransi dan radikalisme agama.

Dalam tayangan itu, juga dihadirkan salah satu Komisoner Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Retno Listyarti, yang dimintai komentarnya tentang banyaknya guru yang intoleran. Diceritakan bahwa guru-guru intoleran memang masih ditemukan. Seperti laporan yang diterimanya. Dikatakan, salah satu sekolah Islam di Depok dilaporkan telah mengajarkan benih-benih intoleransi. Buktinya apa? Dalam sebuah acara teater sekolah, ditampilkan tokoh yang membawa pedang-pedangan, juga katanya banyak ucapan-ucapan jihad dan musuh Islam. Menurutnya, itu bukti memang intoleransi masih ada.

Dalam hati kecil saya berontak. Kalau seorang muslim percaya Islam sebagai solusi beragam permasalahan, kalau jihad dan musuh Islam dikenalkan sejak dini dipermasalahkan, kalau pedang-pedangan bisa dijadikan tanda intoleran jika digunakan sebagai media pembelajaran, sungguh sangat kacau sekali pemahaman orang tentang intoleransi. Betapa sesat pikirnya pemahaman demikian.

Saya tentu saja dalam posisi mendukung misalnya ada imbauan guru harus toleran. Dan memang demikianlah seharusnya. Tapi, ketika parameter-parameter toleran atau intoleran dipaksakan sedemikian rupa sesuai dengan kemauan kelompok atau pihak-pihak tertentu tanpa ada dialog sebelumnya, maka alih-alih munculnya guru toleran, yang ada kemudian malah kecurigaan dan debat yang tidak perlu. Termasuk, tudingan-tudingan guru atau sekolah tertentu yang intoleran dalam pandangan subjektifnya, akan memunculkan permasalahan baru.

Memang, temuan penelitian, betapapun kacau desain riset dan kesimpulannya, tetap perlu menjadi bahan dialog. Tapi tak tak perlu memaksakan setiap orang untuk percaya begitu saja hasil penelitiannya. Kalau mereka memaksakan diri dan merasa diri telah melakukan kegiatan ilmiah dan merasa pasti benar temuannya, maka saya kira ini juga sebenar-benar bibit intoleransi dalam bentuk lain.

Contohnya begini, untuk menandai guru itu toleran atau tidak, dalam penelitian tersebut diberikan pertanyaan, apakah bersedia non muslim mendirikan tempat ibadah di lingkungan tempat tinggal Anda? Kalau jawaban tidak, maka guru itu diklaim intoleran. Jelas, pertanyaan demikian sangat tendensius dan desain risetnya memang sejak awal sudah “Tidak adil dalam pikiran”.

Bayangkan begini, misalnya dalam perumahan atau perkampungan. Ada 100 KK. 90 KK muslim dan 10 KK non muslim. Ketika misalnya yang 10 KK itu berkeingian mendirikan tempat ibadah dilingkungan tersebut dan ada penolakan, maka intoleransi begitu mudah disematkan. Tapi, bayangkan misalnya di perumahan atau perkampungan non muslim. 90 KK non muslim,10 KK muslim, dan mereka ingin mendirikan masjid atau mushola, apakah peneliti berani bilang yang 90 KK itu intoleran? Mungkin yang muncul malah petuah-petuah bijak, muslim harus tahu diri dan tak boleh memaksakan kehendaknya sendiri.

Begitulah. Jadi saya kira, propaganda-propaganda tentang intoleransi ini perlu kita baca dengan kritis. Termasuk, juga kepentingan-kepentingan politik yang mengikutinya. Terakhir, saya kira pemahaman tentang intoleransi yang konyol, serampangan dan salah kaprah ini harus tegas kita tolak karena terbukti menyesatkan publik. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Saham 54 Industri Ini Bisa Dikuasai Asing 100 Persen, Ini Reaksi Ekonom

Saham 54 Industri Ini Bisa Dikuasai Asing 100 Persen, Ini Reaksi Ekonom

Senin, 19 Nov 2018 10:37

Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Senin, 19 Nov 2018 10:05

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Senin, 19 Nov 2018 09:00

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X