Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.868 views

Optimalisasi Bonus Demografi

Oleh:

Ifa Mufida, Praktisi kesehatan dan pemerhati masalah sosial

 

INDONESIA adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang sangat istimewa. Indonesia juga memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa jika dilihat dari jumlah penduduknya. Negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini juga disinyalir oleh banyak kalangan bisa menjadi titik awal kebangkitan Islam. Terlebih Indonesia telah diperhitungkan akan mendapat anugerah bonus demografi selama rentang waktu 2020-2035. Puncaknya akan terjadi pada 2030. Pada saat itu, jumlah kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 ke atas)(KumparanNews,15/11/17).

Deputi Lalitbang BKKBN Pusat menjelaskan, bonus demografi apabila dimanfaatkan secara optimal dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. Namun, jika tidak mampu memanfaatkannya dengan meningkatkan kualitas masyarakat, bonus demografi bisa menjadi bencana kependudukan yang membawa berbagai dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya. Kalau usia produktif ini gagal berkompetisi, siap-siap jadi penonton (Prokal.com, 13/12/18).

Pemerintah dalam rangka menyambut peluang ini telah menetapkan beberapa konsep yang akan mengintegrasikan 3 elemen utama, yaitu (1)mengembangkan potensi ekonomi; (2)memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global; (3) memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan IPTEK nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi.

Selain itu, Pemerintah juga telah menetapkan strategi “Full Participation” dalam rangka meningkatkan produktivitas penduduk usia produktif. Maka yang paling berperan besar dalam mengendalikan negeri ini pada puncak demografi adalah anak-anak yang saat ini masih berusia belasan tahun. Lalu, apakah mereka sudah dipersiapkan untuk menjadi generasi hebat selama 15 tahun kedepan dalam memanfaatkan celah kesempatan dari bonus demografi? Hingga saat ini belum ada urgensi nyata untuk mempersiapkan manusia-manusia hebat guna menghadapi tantangan ”tahun-tahun emas” tersebut.

Bahkan faktanya, remaja kita sedang dirundung berbagai macam problematika. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh KPAI dan Kemenkes pada Oktober 2013 didapatkan bahwa sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah.  20% dari 94.270  perempuan yang mengalami hamil di luar nikah juga berasal dari kelompok usia remaja dan  21%  diantaranya pernah melakukan aborsi. Lalu pada kasus terinfeksi HIV dalam rentang 3 bulan sebanyak 10.203 kasus, 30% penderitanya berusia remaja. Dan prosentase ini sudah dipastikan naik dari tahun ke tahun.

Selain itu, ancaman miras dan narkoba yang menyerang remaja juga tidak bisa dipandang remeh. Menurut laporan yang dimuat Republika.co.id, berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN), terdapat sekitar 1,1 juta pelajar dan mahasiswa Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. Remaja pun, cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti ketagihan game online dan merokok. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, hampir 80% dari total perokok di Indonesia mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun. Kelompok usia yang paling banyak merokok di Indonesia adalah usia 15-19 tahun. Padahal merokok, meski hukumnya tidak haram namun terbukti memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan. Terlebih jika kebiasaan merokok ini menjadi kronis, maka bisa diprediksi bagaimana kondisi kesehatan remaja perokok beberapa tahun ke depan.

Segala problematika kerusakan remaja di atas tidak bisa dipungkiri terjadi justru karena sistem informasi dan teknologi yang tidak bisa membendung liberalisasi. Konten pornografi dan pornoaksi menjadi konten yang diperbolehkan. Bahkan jaringan telekomunikasi telah dimanfaatkan untuk tersebarnya virus LGBT, tak sedikit kita menemui grup-grup remaja yang terjaring kelompok LGBT ini. Begitu juga prostitusi online juga menyerang life style dari remaja kita. Gaya hidup materialistis menjadikan mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai kebahagiaan materi. Astaghfirullah!

Maka untuk menyambut bonus demografi dan menjadikannya anugerah, tidak akan mungkin dilakukan hanya dengan mengembangkan potensi ekonomi dan memanfaatkan kemajuan IPTEK. Karena jika hal ini tidak didukung oleh arah pandang yang benar tentang kehidupan maka akan menjadi sia-sia dan justru akan menjadi senjata mematikan bagi pemuda milenial. Sistem pendidikan juga sangat menentukan pembentukan karakter pemuda bangsa. Nyatanya, justru siswa didik kita saat ini miskin dengan nilai moral, bahkan untuk sekedar memberikan penghormatan kepada guru mereka. Siswa didik di Indonesia hanya dituntut untuk sukses secara akademik, tetapi mereka tidak dipersiapkan untuk menjadi insan yang berkepribadian sehingga bisa mengembangkan potensi diri untuk sebaik-baiknya bermanfaat bagi umat dan negara.

Insan yang berkepribadian ini sejatinya lahir dari pondasi aqidah dan keimanan yang tertancap secara kokoh. Terkhusus untuk remaja muslim, mereka harus dibekali dengan arah pandang kehidupan secara benar. Arah pandang aqidah Islam akan mengantarkan mereka untuk memahami bahwa hakikat hidup mereka di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, karena setiap perbuatan kita di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawaban nanti di akhirat. Hal ini akan menjadi benteng pertahanan yang akan menangkal segara virus mematikan mulai dari LGBT, seks bebas, miras, narkoba dan berbagai macam gaya hidup liberal yang melingkupi masyarakat saat ini.

Pembentukan karakter remaja dengan landasan aqidah ini sangat sulit untuk diwujudkan tanpa ada dukungan dari keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan dari negara. Keluarga adalah madrasah pertama pembentuk karakter seorang anak. Maka optimalisasi peran orang tua sangat penting di sini. Namun kebanyakan keluarga muslim saat ini telah melupakan peran strategis ini, karena tantangan ekonomi telah menjadikan mereka tersibukkan dengan urusan ekonomi keluarga. Bahkan tak sedikit ibu-ibu yang terpaksa menjadi pejuang devisa negara dengan menjadi buruh di luar negeri.

Di dalam hal ini, negara memiliki peran sentral. Kebijakan pemerintah di berbagai bidang akan sangat menentukan tata kehidupan di masyarakat. Dalam sistem pendidikan, sangat perlu tata kelola pendidikan yang mengedepankan pembentukan kepribadian siswa didik. Kebijakan sistem ekonomi harus dijauhkan dari kebijakan neoliberal, agar Indonesia bisa mengelola kekayaan alam ini untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pun juga kebijakan politik dan hukum, hendaknya bisa menindak tegas perilaku yang merusak seperti zina, LGBT, miras dan narkoba sehingga memberikan efek jera kepada masyarakat. Sistem media dan informasi harus bersih dari konten yang merusak  termasuk pornografi dan pornoaksi. Pemberlakuan kebijakan inilah yang akan membentuk Indonesia menjadi Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Perwujudan kebijakan tersebut hanya akan tercapai jika kita mencampakkan sistem kapitalis-liberal yang merusak dan kembali kepada pangkuan Islam. Bonus demografi, akan benar-benar memajukan negeri ini jika dilandasi oleh keimanan kepada sang pencipta manusia. Ini lah yang akan segera mengobati kerusakan generasi, sehingga menjadikan mereka generasi bertakwa yang produktif. Bukan sekedar dorongan materi, tetapi atas dorongan untuk menjadi umat yang terbaik. Ya, generasi Khoiru Ummah.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Sabtu, 11 Jul 2020 21:05

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

Sabtu, 11 Jul 2020 20:46

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Sabtu, 11 Jul 2020 20:45

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Sabtu, 11 Jul 2020 20:20

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Sabtu, 11 Jul 2020 20:18

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X