Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.764 views

Sekolah Gratis Berkualitas, Mungkinkah?

Orang miskin dilarang sekolah,” Sepertinya pernyataan ini yang pantas diberlakukan kepada mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan akan pendidikan. Saat menjelang tahun ajaran baru, Para orang tua mulai terbebani dan pastinya akan dipusingkan untuk mempersiapkan berbagai keperluan sekolah anak-anaknya seperti seragam, sepatu, tas, buku-buku dan lain-lainya, tidak hanya bagi yang naik kelas saja terlebih lagi bagi mereka yang baru masuk sekolah, tentunya perlu persiapan yang serba baru.

Bagi orang tua yang tingkat ekonominya pas-pasan tentu akan makin merasa berat dengan semakin mahalnya biaya pendidikan saat ini. Tidak hanya di tingkat sekolah lanjutan, biaya pendidikan tahun ajaran baru juga semakin meningkat setiap tahunnya di berbagai jenjang pendidikan. Fenomena semakin mahalnya biaya pendidikan di Indonesia setiap tahun dirasakan hampir di seluruh lapisan masyarakat. Padahal, setiap tahunnya anak-anak di Indonesia memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,

Sebelumnya, Indonesia memiliki peraturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional “bahwa anak yang berusia 7-15 tahun berhak untuk mendapatkan pendidikan minimal pada jenjang dasar tanpa adanya pungutan biaya alias biaya ditanggung pemerintah”. Tapi kenyataan membuktikan yang digratiskan itu hanyalah biaya pendaftaran saja, sedangkan pembebanan biaya pendidikan dalam bentuk lain dengan alasan untuk meningkatkan mutu pendidikan masih berlaku bagi sekolah-sekolah tertentu terutama sekolah swasta. Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia saat ini sudah bukan menjadi masalah baru. Meskipun pemerintah sudah memberikan keringanan melalui beberapa beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan berprestasi tetap saja tidak sesuai dengan standar hidup masyarakat Indonesia saat ini.

Adanya Permintaan dan penawaran yang tidak seimbang dalam dunia pendidikan menjadi faktor utama mahalnya biaya pendidikan saat ini. Seperti layaknya hukum ekonomi jika banyak permintaan sedangkan penawaran cenderung sedikit maka tentu akan mengakibatkan kenaikan harga. Hal itulah yang terjadi pada biaya pendidikan di Indonesia.

Setiap tahunnya banyak anak yang ingin melanjutkan sekolah dan mendapatkan sekolah yang bagus sementara lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan reputasi bagus di masyarakat belum memadai jumlahnya.

Akibatnya sekolah-sekolah yang bagus menjadi rebutan dan membuat biaya untuk masuk menjadi semakin besar. Apalagi, Saat ini dengan diterapkannya sistem zonasi dalam penentuan PPDB tentunya akan makin menambah suram wajah pendidikan karena penerimaan berbasis zonasi jelas akan menuai kontroversi bahkan merusak motivasi dan iklim kompetisi dalam dunia pendidikan.

Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak  stabil dengan disertai kenaikan harga semua kebutuhan hidup adalah buah dari melemahnya nilai rupiah di mata dunia. Sehingga Pemerintah harus  melakukan banyak privatisasi pada sektor pendidikan demi meringankan beban utang negara pada APBN. Akhirnya, setiap tahun masyarakat Indonesia harus dihadapkan pada masalah yang sama selalu dipusingkan dengan bagaimana caranya agar anak bisa tetap sekolah, melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi meski biaya pendidikan tahun ajaran baru akan selalu menjadi-jadi.

Karenanya, dibutuhkan kerjasama dan komitmen yang baik antara kebijakan pemerintah, lembaga pendidikan, dan juga masyarakat agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa meningkat tanpa harus mencekik para orang tua dengan tingginya biaya pendidikan.

Mahalnya biaya pendidikan tentu tak lepas dari adanya kebijakan pemerintah yang mengadopsi ideologi penjajah “neoliberalisme”. Pemerintah yang semestinya menjadi penggembala bagi rakyatanya, telah berubah fungsi menjadi pengusaha yang hanya memikirkan keuntungan materi semata tanpa mau peduli penderitaan rakyatnya. Di tengah kesulitan hidup yang makin berat akibat kemiskinan struktural, jelas semakin melengkapi kegagalan pemerintah sekuler saat ini.

Sejatinya, Pendidikan adalah tanggung jawab negara, Dalam Islam pembiayaan pendidikan untuk seluruh tingkatan sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara yang harus disediakan secara gratis. Seluruh pembiayaan pendidikan, baik menyangkut gaji para guru/dosen, maupun menyangkut infrastruktur serta sarana dan prasarana pendidikan, seperti bangunan sekolah, asrama, perpustakaan, buku-buku pegangan, dan sebagainya yang akan meningkatkan kualitas pendidikan, maka sepenuhnya menjadi kewajiban negara.

Meski pembiayaan pendidikan adalah tanggung jawab negara, Islam tidak melarang inisiatif rakyatnya khususnya mereka yang kaya untuk berperan serta dalam pendidikan. Melalui wakaf yang disyariatkan,

Dalam Islam, Sistem pendidikan formal yang diselenggarakan berasal dari sumber pembiayaan sepenuhnya dari negara, yaitu : (1) Pos fai` dan kharaj, yang merupakan kepemilikan negara. (2) Pos kepemilikan umum, seperti tambang migas, hutan, laut, dan hima (milik umum yang penggunaannya telah dikhususkan).

Jika dua sumber pendapatan itu ternyata tidak mencukupi maka negara wajib mencukupinya dengan cara berhutang yang pelunasannya diambil dari pajak yang dipungut dari kaum muslimin yang mampu.

Jadi, Indonesia sebenarnya bisa saja mewujudkan pendidikan gratis berkualitas dengan potensi sumber-sumber daya alam yang ada seperti kekayaan hasil tambang, hutan, laut dan sebagainya asal saja kekayaan alam tersebut dikelola dengan baik dan benar.

Pendidikan mahal bukan disebabkan tidak adanya sumber pembiayaan, melainkan disebabkan kesalahan pemerintah yang tidak amanah dalam mengurusi rakyatnya dengan menjalankan neoliberalis-sekuler. Tentunya, hanya dengan Islam rakyat akan memperoleh pendidikan formal yang gratis berkualitas dari negara. Sedangkan melalui inisiatif wakaf dari anggota masyarakat yang kaya, rakyat akan memperoleh pendidikan non formal yang juga gratis atau paling tidak murah bagi rakyat.

Perlunya perubahan secara mendasar dan menyeluruh untuk menyelesaikan carut-marut masalah pendidikan dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah yang menekankan  bahwasanya harus adanya keseimbangan anatara kualitas, dan kuantitas. Karena pendidikan adalah salah satu hak bagi masyarakat untuk mendapatkannya, dan negaralah yang harus memiliki tanggung jawab untuk memenuhinya agar sekolah gratis berkualitas akan menjadi mungkin kita wujudkan. Wallahu’alam.*

Normaliana, S. Pd

Pengajar di MTsN 2 HSU-Amuntai

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Ikuti Langkah Saudi, Dewan Fatwa UEA Juga Cap Ikhwanul Muslimin Sebagai Organisasi Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 22:35

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Menhan Benny Gantz: Israel Siap Untuk Lakukan Pembicaraan Dengan Hamas

Selasa, 24 Nov 2020 22:08

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Umat Islam di Perancis Makin Ditekan!

Selasa, 24 Nov 2020 21:41

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Izinkan Sekolah Tatap Muka, Netty: Pemerintah Pusat Jangan Lepas Tangan

Selasa, 24 Nov 2020 21:20

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Organisasi Islam Malaysia Kecam Keputusan Dewan Ulama Senior Saudi Yang Menyebut IM Kelompok Teroris

Selasa, 24 Nov 2020 20:45

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Irak Tangkap Kepala Administrasi Islamic State di Bandara Baghdad

Selasa, 24 Nov 2020 20:25

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Ambang Batas Rasa Sakit dan Power of Illusion

Selasa, 24 Nov 2020 20:20

PKS Tolak Penghapusan Premium

PKS Tolak Penghapusan Premium

Selasa, 24 Nov 2020 18:39

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X