Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.136 views

Radikalisme: Bagaikan Hantu pada Siang Bolong

 

Oleh:

Dahlia Kumalasari*

 

LAGI-LAGI umat Muslim di negeri ini menjadi sasaran kebijakan pemerintahan yang baru terbentuk. Tak tanggung-tanggung, (Kemenag) Menteri Agama Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi mempunyai tugas khusus di awal masa jabatannya, yaitu untuk menumpas radikalisme agama yang menjadi ancaman bagi bangsa ke depan.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens, “Perlu tangan yang kuat dan orang yang paham betul Islam, tetapi juga powerful punya kekuatan untuk mengendalikan sistem. Pak Fachrul Razi punya kepemimpinan yang kuat dan juga pemahaman agama yang cukup baik,” dikutip dari CNN Indonesia.com (Senin, 4/11)

Di sisi lain, menyeruak wacana terkait pelarangan celana cingkrang di instansi pemerintah. Sebagaimana disampaikan Kemenag Fachrul Razi di kantor Kemenko PMK, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10), “Kemudian masalah celana-celana cingkrang itu tidak bisa dilarang dari aspek agama karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa, misalnya di tentara, ‘kamu celana kamu kok tinggi begitu? Kamu lihat kan aturan pimpinan di tentara gimana? Kalau kamu ga bisa ikuti, keluar kamu!’,” (detiknews.com, Sabtu 2/11)

Selain itu, juga ada polemik soal wacana pelarangan cadar hingga cara berpakaian aparatur sipil negara (ASN). Sebagaimana diberitakan Bisnis.com-Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan pemerintah jangan hanya lantang mengeluarkan wacana larangan namun tidak disertai solusi yang konkret. “Jangan hanya melarang. Harus ada kajian budaya lebih dulu karena ini menyangkut persoalan private,” kata Dedi, Jumat (1/11)

Ini bukan pertama kalinya hal-hal yang terkait Islam, dihubungkan dengan istilah radikalisme. Tentu kita masih ingat aksi damai kaum Muslim 212 yang mendapatkan fitnah keji salah satunya sebagai gerakan radikalisme. Namun, fakta membuktikan betapa jutaan kaum Muslim bisa bersatu, acara berlangsung dengan damai, dan bahkan rumput di taman-taman tidak rusak dalam acara tersebut.

Kemudian ada lagi fitnah keji dimana ketika terjadi tindakan pengeboman di suatu tempat, maka opini langsung mengarah bahwa pelakunya adalah orang-orang yang memakai cadar, celana cingkrang, memelihara jenggot, dan rajin beribadah di masjid. Contoh lain lagi adalah penggantian istilah kafir menjadi non Muslim, karena telah menyakiti warga non Muslim.

Sehingga wajar,  jika kita harus bersikap kritis ketika berulang kali umat Muslim dijadikan sasaran dalam wacana radikalisme. Disini penulis akan berusaha menyikapi beberapa hal terkait fitnah keji pada Islam.

Pertama, pemakaian cadar bagi Muslimah. Ada beberapa hadist yang dijadikan dalil wajibnya cadar. Diantaranya, dari Abu Qilabah, ia menuturkan : “Isteri-isteri Nabi ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam tidak berhijab dari budak mukatab selama masih tersisa satu dinar (uang tebusan yang belum dibayar)” HR. al-Bayhaqi

Hadist lainnya yang menceritakan mengenai Ummu Salamah dan Maimunah : “Aku pernah duduk di sisi Nabi ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam, Aku dan Maimunah. Lalu Ibn Ummi Maktub datang lalu ia masuk menghadap Beliau. Itu terjadi setelah kami diperintahkan untuk berhijab. Maka Nabi ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ‘berhijablah kalian berdua darinya.’ Lalu aku berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya dia buta, tidak bisa melihat kami dan tidak mengetahui kami.’ Beliau bersabda, ‘Apakah kalian berdua juga buta. Bukankah kalian melihatnya?’” (HR.Tirmidzi, hadist hasan shahih)

Kedua hadist di atas, sebenarnya tidak menunjukkan pengertian tentang kewajiban bagi Muslimah untuk memakai cadar. Hadist-hadist di atas justru menunjukkan bahwa ketentuan berhijab (memasang semacam tabir) adalah khusus untuk istri-istrinya Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam.

Sementara itu, ada hadist shahih yang justru menunjukkan bahwa seorang Muslimah tidak wajib memakai cadar. Diambil dari kitab An-Nizham Al-Ijtima’i  (Sistem Pergaulan Dalam Islam) halaman 106 : ‘Sementara itu, hadist mengenai Fadhl ibn ‘Abbas, di dalamnya tidak terdapat dalil tentang wajibnya cadar. Justru sebaliknya, di dalamnya terdapat dalil tidak diwajibkannya cadar. Sebab, wanita dari Khats’am itu bertanya pada Rasul ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam, sedangkan wajahnya sendiri tampak (tidak tertutup). Buktinya adalah pandangan al-Fadhl kepadanya. Bukti yang lainnya adalah apa yang dinyatakan di dalam hadist ini melalui riwayat yang lain : “Maka Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam memegang al-Fadhl dan memalingkan wajahnya ke arah yang lain.”

Kisah ini diriwayatkan oleh ‘Ali ibn Abi Thalib RA dan ia menambahkan : Al-‘Abbas RA kemudian bertanya kepada Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam : “Ya Rasulullah, mengapa engkau memalingkan leher sepupumu ?” Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Karena aku melihat seorang pemuda dan seorang pemudi yang tidak aman dari gangguan setan.”

Maka, hadist tentang wanita dari Khats’am itu justru merupakan dalil tentang tidak adanya kewajiban mengenakan cadar, bukan dalil wajibnya cadar. Sebab, Rasul sendiri melihat wanita  dari Khats’am itu sementara wajahnya tampak. Adapun Rasul memalingkan wajah al-Fadhl, hal itu karena Beliau melihat al-Fadhl memandang wanita tersebut dengan disertai syahwat dan sebaliknya wanita itu juga memandang al-Fadhl.

Meskipun demikian, pendapat mengenai keharusan wanita Muslimah untuk mengenakan cadar merupakan pendapat yang Islami karena memiliki syubhah ad-dalil (sesuatu yang mirip dalil). Juga karena pendapat tersebut telah dikemukakan oleh sejumlah pemuka mujtahid dari berbagai mazhab. Hanya saja, syubhah ad-dalil yang mereka jadikan argumentasi adalah lemah sehingga hampir-hampir di dalamnya tidak tampak adanya istidlal (pendalilan). Diambil dari Kitab An-Nizham Al-Ijtima’I halaman : 115

Sehingga karena memakai cadar merupakan pendapat yang Islami, maka seorang Muslimah boleh-boleh saja (mubah) mengenakan cadar ketika berada di luar rumahnya.

Kedua, terkait istilah kafir. Inilah bukti lemahnya manusia, yang seringkali tidak tahu harus bagaimana memanggil atau menyebut orang di luar Muslim. Maka manusia butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membantunya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuat surah yang dinamai surah Al-Kafirun sebanyak 6 ayat. Lantas, apakah kita kemudian dengan mudahnya mengubah istilah yang sudah tertera jelas di dalam Al-Qur’an?

Maka, wacana terkait radikalisme ini harus disikapi dengan serius, karena jelas-jelas yang menjadi sasaran adalah umat Muslim. Kemudian urgen sekali bagi pemangku kebijakan di negeri ini mengembalikan lagi makna yang terkait dengan Islam pada hukum syariat Islam, tidak boleh dengan mudahnya mencabik-cabik syariat Islam sesuka hati.

Masih banyak permasalahan lain yang harusnya jadi fokus pemerintah untuk segera dituntaskan. Diantaranya, ramalan Bank Dunia bahwa ekonomi RI 2020 tumbuh di bawah 5% dan akan terjadi resesi global, masalah ketidakadilan di negeri ini yang memicu disintegrasi, maraknya  kebebasan bersikap dan bertingkah laku (fenomena crosshijaber, tawuran antar geng, maraknya perselingkuhan, praktik poligami yang bertentangan dengan Islam), korupsi terkait dana haji, naiknya biaya kesehatan bencana kekeringan dan karhutla yang tak pernah tuntas. Dan seabreg pekerjaan rumah lainnya. Jadi, janganlah mencekoki masyarakat dengan wacana deradikalisasi yang bagaikan hantu di siang bolong, karena tidak pernah ada wujud nyatanya. *Penulis guri tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X