Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.410 views

Rencana Pindah Ibu Kota di Tengah Wabah, untuk Siapa?

 

Oleh:

Herini Ridianah, S.Pd                             

Pemerhati Sosial dan Pendidikan

 

MIRIS! Di tengah situasi darurat wabah Covid-19 yang merajalela, pemerintah justru bersikeras melanjutkan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) tanpa alasan yang bisa diterima publik. Pak Luhut mengungkapkan bahwa sudah hampir 30 perusahaan besar yang ingin berpartisipasi untuk membangun ibu kota. Puluhan investor itu berasal dari dalam dan luar negeri serta berbagai bidang usaha, mulai dari listrik hingga kendaraan. Mulai dari perusahaan investor dari Amerika, Jepang, Abu Dhabi (UEA), Singapura, dsb.(www.wartaekonomi.co.id).  

Sejak tahun lalu, yaitu tanggal 26 Agustus 2019 pemerintah mengumumkan secara resmi lokasi pindah Ibu Kota Negara adalah di Pulau Kalimantan. Tepatnya Kalimantan Timur di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kerta Negara (KuKar). Meski sejuta tanya di benak para ahli atas pemilihan wilayah ini, namun pemerintah tetap ingin memuluskan rencananya. Lalu untuk kepentingan siapa rencana IKN baru ini?               

Disaat kondisi keuangan negara morat-marit, utang luar negeri yang terus meroket, rupiah yang makin melemah, teror Corona yang mewabah, ekonomi yang makin sempit, rasanya sulit bagi rakyat untuk bisa memahami kehendak pemerintah. Terlebih dana yang dibutuhkan untuk pindah IKN sekitar 466 triliun rupiah (CNBCIndonesia.com).. Berdasarkan catatan Bisnis, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menganggarkan dana Rp2 triliun pada APBN 2020 untuk persiapan Ibu Kota Negara. Namun, pemerintah melalui APBN secara total hanya akan menanggung Rp89,4 triliun atau 19,2 persen. Sisanya akan dipenuhi swasta, termasuk BUMN. Sungguh jumlah yang sangat berarti jika direalokasikan untuk menangani wabah Corona.

Terang saja, rencana pemerintah ini ditentang oleh banyak kalangan. Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi menilai pemerintah sebaiknya menunda atau bahkan menghentikan proyek infrastruktur di tingkat nasional dan daerah dalam waktu dekat."Termasuk proyek yang berkaitan dengan pemindahan Ibu Kota Negara. Ini bukan proyek urgent sehingga dananya lebih baik dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19 yang butuh biaya 405 T," katanya ketika dihubungi Bisnis.com, Minggu (5/4/2020).

Tokoh Muhammadiyah sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mendesak pemerintah batalkan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di tengah darurat virus corona (Covid-19) saat ini. Dia juga meminta agar rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dibatalkan karena dinilainya tak lagi mendesak bahkan menghambur-hamburkan uang negara.(CNNIndonesia, 7/04/2020).

Pun dengan Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Hasby menganggap aneh keputusan pemerintah tersebut ( detik.com, 27/03/2020). Aneh mengapa dana untuk pemindahan ibu kota negara tersedia. Sedangkan dana untuk penanganan wabah corona, pemerintah bekerja seperti lembaga sosial atau non-goverment organization (NGO) yang membuka donasi dari masyarakat. Padahal selama ini pemerintah atas nama negara telah memungut cukai dan pajak dari masyarakat.

Alangkah sungguh bijak jika pemerintah mau berbaik hati mencurahkan perhatiannya dengan serius untuk memulihkan kondisi ekonomi dan kesehatan rakyat  yang semakin terancam. CNN Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pasien yang positif terinfeksi Virus Corona di Indonesia per 7 April 2020 jadi 2.738 orang. Dari jumlah itu, 221 orang di antaranya meninggal dunia dan 204 pasien dinyatakan sembuh.

Juru Bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan ada penambahan 247 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Mengerikan! Entah sampai kapan kondisi ini berakhir. Baru 3 minggu saja lockdown, sudah mampu memukul perekonomian rakyat kecil. Banyak yang kesulitan sekedar bertahan hidup memenuhi kebutuhan mendasarnya.   Di satu sisi ada bantuan langsung tunai yang dikucurkan untuk sebagian masyarakat, di sisi lain ada rencana potong gaji, THR dan gaji ke-13 bagi para ASN, termasuk guru dengan ekonomi pas-passan. Padahal semua itu tak perlu dilakukan jika dana pemindahan ibu kota negara direalokasikan untuk penanganan wabah Corona Namun pemerintah ogah melakukannya..

Seharusnya pemerintah menjadikan rakyat sebagai prioritas utama. Namun nyatanya rakyat harus menelan pil pahit kebijakan. Pemerintah justru lebih berpihak pada kepentingan pengusaha dan asing daripada mayoritas rakyat kecil. Sungguh kebijakan yang salah prioritas dan menyakiti rakyat. Pindah ibu kota negara jelas bukan masalah sederhana. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan politik. Terlebih posisi Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia. Tentu akan banyak dampak ikutan dari rencana ini.

Semua kebijakan ini lahir dari paradigma ekonomi kapitalistik yang lebih mengutamakan kepentingan para pemilik modal dibandingkan rakyat kebanyakan. Berbeda dengan sistem ekonomi islam.

Pandangan Islam

 Islam mewajibkan negara untuk menjadikan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai prioritas utama.  Dalam sistem ekonomi Islam, pengaturan soal kepemilikan kekayaan memang menjadi hal yang mendasar. Islam menetapkan, seluruh sumber daya alam yang depositnya melimpah adalah milik rakyat. Demikian pula sumber-sumber kekayaan berupa air, energi dan hutan. Sehingga tak diperkenankan pihak manapun menguasainya, sekalipun atas izin negara. Bahkan negara diharamkan membuka celah ketergantungan pada asing, dengan alasan apapun.

Pemimpin dalam Islam senantiasa dituntut untuk amanah karena akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Manakala mereka lalai atau khianat, maka mereka diancam dengan hukuman yang beratSebagaimana sabda Rasulullah Saw:

Dia yang berkuasa atas lebih dari sepuluh orang akan membawa belenggu pada hari kiamat sampai keadilan melonggarkan rantainya atau tindakan tiraninya membawa dia kepada kehancuran.” (HR. Tirmidzi)

Siapa pun yang mengepalai salah satu urusan kaum Muslimin dan tetap menjauhkan diri dari mereka dan tidak membayar dengan perhatian pada kebutuhan dan kemiskinan mereka, Allah akan tetap jauh dari dirinya pada hari kiamat…” (Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim). Wallaahu a’lam bi ash-shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X