Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.534 views

Ramadhan di Tengah Pandemi, Mampukah Kita Melewati Menjadi Insan Taqwa?

 

Oleh:

Ira Angelika

 

SEGALA puji bagi Allah yang menyampaikan kita kembali ke bulan suci, Ramadhan Mubarak. Bulan agung  nan mulia yang penuh peluang bagi kita untuk mendapatkan lipatan pahala atas ibadah - ibadah yang kita lakukan. Ramadhan membawa energi positif tersendiri bagi umat muslim.

Sudah terbayang di depan mata “tradisi” dan kebiasaan yang hanya dilakukan di bulan Ramadhan. Ngabuburit sambil mencari takjil menjelang berbuka menjadi momen yang ditunggu -tunggu, begitu pun buka bersama menjadi agenda yang hampir tidak terlewat terutama di 10 hari pertama. Selain memperkuat silah ukhuwah, buka bersama juga dijadikan ajang berbagi terhadap sesama karena tidak jarang yang melakukannya dengan mengundang anak - anak yatim piatu. Pada malam harinya, masjid penuh oleh jamaah yang melaksanakan tarawih, sholat sunnah yang hanya dilakukan di bulan  puasa. Sahur on the road pun menjadi kegiatan yang menyenangkan tertutama bagi kawula muda yg tergabung dalam organisasi atau komunitas. Dengan berbagi makanan untuk sahur, selain membawa berkah tersendiri terutama bagi yang kurang mampu, juga bisa melatih jiwa sosial dikemudian hari.

Sepuluh  hari terakhir, bagi sebagian kalangan menjadi momen yang paling berharga, dimana  I’tikaf mulai dilaksanakan di masjid - masjid.  Orang berlomba -lomba meningkatkan kualitas dan kuanitas ibadahnya, baik sholat sunnah atau pun  tilawah dan khataman al quran di waktu I’tikaf ini. Terebih kita meyakini bahwa malam istimewa yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu Lailatul Qodar, bisa kita raih di 10 malam terakhir ini. Disamping itu, euforia menyambut hari kemenangan sudah mulai terasa menjelang hari -hari terakhir puasa. Belanja baju lebaran, membuat kue lebaran, membuat ketupat dan opor, menyiapkan uang “recehan” untuk dibagi -bagikan dan puncaknya tentu saja mudik. Merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman menjadi kebahagiaan tersendiri meskipun harus bermacet -macet di jalan raya, desak -desakan di terminal bis, atau membayar tiket pesawat dan kereta yang harganya berkali lipat, tapi semua itu tidak mengurangi semangat masyarakat untuk pulang kampung. Semua itu sudah menjadi tradisi yg kental di tengah masyarkat kita

Namun rupanya, Ramadhan kal ini harus dijalani dengan kondisi yang berbeda. Dunia sedang dihadapkan pada kondisi sakit akibat serangan virus mematikan covid19. Corona menyebabkan manusia tidak leluasa untuk beraktifitas diluar rumah. Banyak para ahli yang menyatakan betapa bahayanya virus ini. Selain dapat menimbulkan komplikasi penyakit hingga kematian, virus ini juga bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Dengan kemampuan penularannya yg cenderung mudah, virus ini pun semakin menakutkan karena tidak semua orang yang positif menampakan gejala, sehingga kita tidak mengetahui apakah orang yang berinteraksi dengan kita itu positif atau tidak. Dan virus ini belum ada vaksinnya, sehingga wajar jika kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan supaya masyarakat terhindar dari paparan virus ini.

Berbagai kebijakan yang diberlakukan mulai dari berdiam diri di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, semprot desinfektan, menggunakan masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak (social distancing), sampai akhirnya melakukan PSBB untuk wilayah -wilayah zona merah dan melarang mudik. Sama halnya dengan yang dilakukan Rosulullah ketika terdapat wabah disuatu wilayah, rosul melakukan karantina yang ditulis dalam sebuah hadits "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari).

Dampak dari kebijakan ini salah satunya adalah ditutupnya tempat -tempat ibadah, masyarakat dihimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah. Tentu saja hal ini menjadi pukulan tersendiri bagi umat islam. Tradisi dan ibadah di bulan Ramadhan tidak lagi bisa dilakukan di luar rumah atau di masjid. Jangankan menjalankan terawih berjamaah, sholat fardhu dan jum’atan saja tidak bisa dilakukan berjamaah di masjid. Buka bersama, tentu menjadi hal yang mustahil dilakukan di restoran-restoran atau warung makan karena tutup. Ngabuburit pun tidak bisa dilakukan dengan bebas karena ada himbauan menjaga jarak. Intinya Ramadhan kali ini dilalui dengan tidak biasa, dan ini terjadi hampir di semua negeri muslim.

Lantas, pertanyaannya adalah, apakah Ramadhan kali ini tidak bisa kita lalui dengan baik?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala befirman dalam QS Al-Baqarah [2]: 183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”. Allah telah memperhitungkan bahwa yang bersedia memikul perintah-Nya untuk menjalankan puasa Ramadhan adalah orang-orang yang beriman. Karena itu, setiap orang yang merasa di dalam dirinya ada iman, tentu akan bersedia mengubah kebiasaannya, menahan nafsunya, bersedia bangun malam untuk makan sahur. bersedia menahan diri dari makan, minum, daan menahan diri dari hal-hal yang dilarang  sejak terbit fajar hingga maghrib, selama bulan Ramadhan.

Adanya pandemi saat ini memang membatasi kegiatan kita di luar rumah, termasuk ibadah berjamaah. Tetapi bukan berati bulan suci ini harus kita sia -siakan. Terawih, tilawah dan khataman qur’an, buka puasa dan sahur masih bisa kita optimalkan di rumah. Begitu pun dengan sedekah dan membayar zakat fitrah, itu pun masih bisa salurkan. Terlebih kondisi saat ini menuntut kita harus lebih peka terhadap sesama.

Kondisi saat ini juga bisa dijadikan ajang quality time dengan keluarga dengan melaksanakan ibadah bersama di rumah. Semakin menguatkan ikatan kekeluargaan dengan buka bersama sekalipun tidak di lakukan di luar. Karena pada hakekatnya hadirnya bulan suci bagi seorang mukmin adalah bukan sekedar menjalankan tradisi, melainkan sesuai dengan seruan illahi, untuk mencetak kita menjadi pribadi -pribadi taqwa.

Mungkin dengan kondisi pandemi ini , Allah SWT ingin “ menguji” kita tidak hanya sekedar dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi kita pun diberi sentilan  untuk lebih bertaqorub (mendekat) dan bersandar hanya kepadaNya. Lebih memaknai arti hadirnya Ramadhan sehingga tecapai tujuannya yaitu hadirnya insan -insan muttaqin. Beratnya menjalankan puasa dengan segala larangannya, lelahnya diri mengisi bulan suci dengan ibadah -ibadah yang berharap berbuah pahala, ditambahnya “sempitnya” hidup saat ini yang disebabkan oleh hadirnya pandemi, semoga semakin menempa kita sebagaimana berubahnya seekor ulat menjadi kupu -kupu.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas Dalam Bentrokan Dengan Islamic State Di Homs

5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas Dalam Bentrokan Dengan Islamic State Di Homs

Ahad, 17 Jan 2021 21:00

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Ahad, 17 Jan 2021 20:45

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS Di Hari Pertama Menjabat Presiden

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS Di Hari Pertama Menjabat Presiden

Ahad, 17 Jan 2021 20:22

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Ahad, 17 Jan 2021 20:14

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Ahad, 17 Jan 2021 19:54

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Ahad, 17 Jan 2021 19:43

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Ahad, 17 Jan 2021 19:42

Pro Kontra Vaksin

Pro Kontra Vaksin

Ahad, 17 Jan 2021 19:19

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Ahad, 17 Jan 2021 14:30

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Ahad, 17 Jan 2021 11:29

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27


MUI

Must Read!
X