Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
40.963 views

Awas!! Misionaris Bidik SDN Favorit Bekasi Jadi Target Kristenisasi

BEKASI (voa-islam.com) – Para misionaris Kristen semakin berani, nekad dan terang-terangan dalam upaya memurtadkan umat Islam. Ribuan siswa dasar di dua SD Negeri Bekasi jadi praktik kristenisasi selama empat jam pada saat jam pelajaran di kelas.

Insiden bernuansa SARA yang mengotori dunia pendidikan ini terjadi pada Kamis, (6/10/2011) di SD Negeri Mangunjaya 01 dan SD Negeri Mangunjaya 05 Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Padahal siswa-siswi SD Negeri favorit ini notabene mayoritas Muslim.

Insiden pemurtadan ini berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang. Pagi itu datang tiga buah mobil, yaitu Mobil Pintar minibus B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA dan sedan B 2947 VP. Minibus itu bertuliskan “Mobil Pintar” dengan aneka hiasan gambar anak-anak. Sebagai mobil perpustakaan keliling, seharusnya Mobil Pintar ini membawa banyak buku. Tapi anehnya, pagi itu dalam mobil banyak terdapat roti dan susu. “Mobil pintar itu ada gambar kayak anak-anak, isinya roti banyak banget,” ujar Menurut Anita, nama disamarkan, siswi kelas 6, kepada voa-islam.com, Rabu (12/10/2011).

Para petugas Mobil Pintar itu, jelas Anita, terdiri dari banyak orang, laki-laki dan perempuan yang mengaku sudah keliling ke seluruh Indonesia. Mereka meminta pihak sekolah untuk mengumpulkan anak-anak di aula secara bergiliran dalam beberapa gelombang. Karena aula tidak muat, maka sebagian yang lain dikumpulkan di ruang perpustakaan, dan sebagian lainnya dikumpulkan di kelas.

“Waktu itu mereka minta ke guru aku enam meja kelas dan disuruh nyediain terpal. Setelah itu guru aku nyediain, lalu mereka minta anak-anak kelas satu dikumpulkan di aula sekolah,” papar Anita.

Setelah berkumpul, mula-mula para petugas Mobil Pintar itu menggelar acara tanya jawab semacam cerdas cermat. Mereka memberikan beberapa pertanyaan seputar wawasan nasional. Uniknya, mereka memberikan hadiah alat tulis bergambar salib, gereja dan Yesus.

“Saya dan teman-teman disuruh ngumpul di perpustakaan. Di situ anak-anak dua kelas dikumpulkan lalu dikasih pertanyaan. Terus siapa yang bisa menjawab dikasih hadiah sikat gigi, pulpen, dan tas. Pulpen dan tasnya ada gambar salib, burung dan gereja, ada juga yang gambar Yesus. Tapi sebagian teman aku marah, pulpen itu langsung diinjak dirusakin,” tuturnya. “Teman aku Fitri dapat tas yang ada gambar Yesus dan salib,” tambahnya.

Prosesi selanjutnya, para petugas Mobil Pintar itu mengajarkan lagu-lagu rohani kristiani, sambil melakukan gerakan tertentu dengan memegang kepala dan dada membentuk formasi tertentu.

“Anak-anak diajarin nyanyi-nyanyian rohani. Saya lupa lagunya, pokoknya nyebut Tuhan memberkati gitu. Lalu anak-anak disuruh maju, disuruh niruin gerakan pegang kepala dan dada, lalu disuruh ngapalin lagu. Yang hafal dikasih tas,” paparnya.

Tas Kristen bertuliskan ayat-ayat Bibel ini dibagikan kepada siswa-siswi Muslim.

Barang bukti sebuah tas yang diamankan voa-islam.com, berwarna orange bertuliskan ayat Alkitab (Bibel): “Tuhanlah yang memberikan Hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Hikmat dan pengertian ada padaku” (Amsal 2:6)

Meski anak-anak tahu bahwa istilah dan lagu-lagu itu bukan ajaran Islam seperti yang diajarkan guru agama Islam di sekolah, tapi mereka menuruti saja apa kata petugas Mobil Pintar itu. “Anak-anak kayak dihipnotis,” ujar Anita yang juga santri sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di kampungnya.

Anita tak habis pikir, dalam acara tersebut ada juga guru SDN yang mengikuti prosesi yang diajarkan petugas Mobil Pintar. “Mereka terus nyanyi-nyanyi dan nari-nari, padahal di situ ada ibu guru SD. Malah guru aku ikut-ikutan nari dan dapat tas juga. Kayak dihipnotis gitu,” tuturnya.

Sejurus kemudian, lanjut Anita, para misionaris berbaju petugas Mobil Pintar itu menyuruh anak-anak memejamkan mata sambil merenungkan ceramah dan lagu-lagu rohani yang dinyanyikannya. Beberapa siswi yang terlihat mengangis dalam perenungan itu, dipeluk para misionaris sembari membisikkan doa dan motivasi ketuhanan Yesus. “Sudah gitu anak-anak disuruh merem sambil merenung sementara mereka nyanyi-nyanyi pake gitar. Temen aku yang namanya Anisa nangis, lalu dia dipeluk sama mereka sambil membisikkan kata-kata Yesus kayak gitu. Mereka bilang, ‘Tenang aja Tuhan Yesus ada di sekeliling kamu. Tuhan menjamah kamu. Ingat ya, ada Tuhan Yesus,’” kenang Anita kepada voa-islam.com usai mengaji di TPQ.

....Kayaknya mereka ngincar yang pake kerudung. Siapa yang pake kerudung dia peluk sambil dibisikkan kata-kata bahasa Kristen...

Ironinya, para misionaris itu terang-terangan menargetkan siswi berjilbab untuk indoktrinasi. “Saya kesel, padahal Anisa itu pake kerudung. Kayaknya mereka ngincar yang pake kerudung. Siapa yang pake kerudung dia peluk sambil dibisikkan kata-kata bahasa Kristen,” kesalnya.

Keterangan Anita ini diaminkan oleh Nirmala, bukan nama sebenarnya, siswi kelas 6. “Anak-anak disuruh merem, terus ibu-ibu itu nyanyi nyebut Bapa Bapa gitu. Terus temen aku nangis, lalu dipeluk oleh ibu-ibu itu sambil dibisikin ‘Tuhan Yesus bersamamu’ gitu,” ujarnya.

Setelah berlalu sekitar 30 menit, usailah acara di aula pagi itu. Anak-anak disuruh bubar, diganti dengan giliran beberapa kelas lainnya. Sebelum bubar, anak-anak dipaksa minum susu yang membuat sebagian siswa bereaksi muntah-muntah dan pusing-pusing.

“Setelah itu anak-anak disuruh bubar, sebelum bubar dikasih roti sama susu. Susunya rasanya gak enak, gak seperti susu, tidak ada mereknya, cuma ada gambar sapi. Mereka bilang, ayo cepetan diminum, jangan nunggu lama. Karena beberapa siswa yang minum itu ada yang muntah ada yang pusing. Maka yang lain banyak yang nggak mau,” paparnya.

...Beberapa siswa diperciki air yang sudah didoakan dalam nama Yesus...

Tak hanya itu, ternyata prosesi di ruang kelas jauh lebih rawan. Beberapa siswa diperciki air yang sudah didoakan dalam nama Yesus. “Airnya didoain lalu diciprat-cipratin ke muka,” ujar Vikko, siswa kelas 2, yang diaminkan teman sekelasnya, Zainuddin.

“Pertama ada mobil gede, kata guru aku mobil perpustakaan. Tapi di bus itu gak ada bukunya. Terus masuk ke kelas aku, namanya Kak Berta. Terus belajar mengenal gizi, anak-anak dikasih sikat gigi. Terus disuruh berbaris dan diciprat-cipratin air. Saya juga dicipratin sampai rambut saya basah. Terus disuruh nyanyi, yang bisa nyanyi dikasih hadiah kotak pensil. Dikasih susu rasanya basi,” jelasnya.

Esok harinya, Jum’at (7/10/2011), lanjut Anita, guru agama Islam menginterogasi anak-anak. Ia bertanya kepada anak-anak, roti dan susu kemarin dimakan apa tidak? Anak-anak menjawab, sebagian dimakan dan sebagian belum. “Terus guru aku bilang, ‘Aduh jangan dong, itu sudah dibaptis. Kalau belum diminum buang aja susunya. Buang juga rotinya. Lebih baik mati kelaparan daripada masuk Kristen,’” tiru Anita.

Adanya upaya kristenisasi berkedok Mobil Pintar di SDN favorit itu diakui oleh Dodi, satpam SDN Mangunjaya 01 dan 05. Insiden di luar dugaan itu dilakukan oleh 15 orang dalam tim Mobil Pintar itu. Menurutnya, pihak SDN kecolongan karena apa yang dilakukan mereka berbeda dengan proposal yang diajukan ke sekolah. “Waktu mereka datang itu ngomongnya baik, kayak perpustakaan yang punya SBY itu. Ternyata gak ada bukunya, hanya pakai gitar dan bagi-bagi susu dan roti. Makanya saya bingung. Pas kita tahu ya kita stop sebelum acara selesai,” jelasnya kepada voa-islam.com, Kamis (13/10/2011). “Kita semua menyesalkan dengan peristiwa yang orang bilang kristenisasi ini.”

Senada itu, Heri, guru Pembina Pramuka SDN Mangunjawa 01 juga merasa terkecoh oleh misionaris yang mengatasnamakan Mobil Pintar itu. “Sebelumnya kami mengira Mobil Pintar itu seperti perpustakaan nasional. Kami tidak tahu kalau ada misi penyebaran agama lain. Yang pasti ini kecolongan,” tuturnya kepada voa-islam.com, Kamis (13/10/2011).

Beberapa kejanggalan itu, lanjut Heri, di antaranya nyanyi-nyanyian yang dirubah syairnya. Kebanyakan lagu-lagunya itu yang biasa dinyanyikan di gereja tapi dirubah syairnya.

Heri merunut kronologis, bahwa awalnya mereka bertamu melalui tata usaha, lalu menghadap kepala sekolah. Mereka menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah memberikan motivasi, ilmu pengetahuan, game education, pemutaran film dan pembagian snack gratis. Mereka mengaku semua fasilitas ini gratis karena didanai oleh pengusaha nasional yang peduli dengan dunia pendidikan.

Dengan wacana seperti itu saya tertarik, karena bagus. Saya berharap mereka bisa memberikan motivasi sesuai janjinya pada saat menghadap kepala sekolah, agar membuat anak lebih gemar belajar dan inovatif. Makanya kami tidak menyangka kalau akhirnya terjadi hal seperti itu. Ada laporan langsung dari SDN Mangunjaya 05 agar acara dicut karena menyangkut misioner keagamaan lain. Mereka bilang pembaptisan.

Rencananya, acara dua sesi pagi dan siang disudahi satu sesi hingga jam 11.30. Acara siang hari dibatalkan karena adanya desakan dari para saksi guru. “Setelah saya investigasi langsung ke siswa dan guru yang menyaksikan langsung, semua menyatakan seperti itu. Maka pimpinan Mobil Pintar ini saya panggil, berdasarkan saksi-saksi dan fakta-fakta di lapangan, maka saya tanya kenapa acaranya menyimpang dari rencana awal. Mereka pun minta maaf, mengaku salah dana akan mengevaluasi kegiatan berikutnya di tempat lain. Sesi kedua kami cut agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih jauh,” jelasnya.

Heri berharap agar kasus bernuansa SARA di dunia pendidikan ini tidak terjadi lagi. Cara-cara itu jelas licik dan tidak terpuji. [taz]

Berita terkait:

  1. Gawat, Kristenisasi Berkedok Mobil Pintar Juga Bidik SD Islam Bekasi.
  2. Astagfirullah!! Misionaris Mobil Pintar itu Akan 'Baptis' Siswa SDN Bekasi.
  3. Awas!! Misionaris Bidik SDN Favorit Bekasi Jadi Target Kristenisasi.
  4. Kristenisasi Makin Marak, FAPB Buka Kontak Center Anti Pemurtadan.
  5. Muhammadiyah Kerahkan Massa Jika Insiden 'Baptis' Massal SD Bekasi Tak Diusut.
  6. Waspadalah! Mobil Pintar 'Ani Yudhoyono' Diperalat untuk Kristenisasi.
  7. Polisi Sudah Kantongi Nama Misionaris Pelaku 'Baptis' Massal di SD Bekasi.
  8. 'Baptis' Massal Siswa SD Marak, FPI Serukan Perang Melawan Kristenisasi.
  9. Polisi Harus Cokok Misonaris Pembaptis Massal SD Bekasi, Dari Plat Nomor Mobil.
  10. 'Baptis' Massal SD Bekasi, Misionaris Mobil Pintar Nodai Dunia Pendidikan.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Sempat Berpolemik, Akhirnya Jenazah Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Sempat Berpolemik, Akhirnya Jenazah Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Senin, 27 Jan 2020 20:02

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Senin, 27 Jan 2020 19:52

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Senin, 27 Jan 2020 18:41

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Senin, 27 Jan 2020 17:25

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Senin, 27 Jan 2020 17:00

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Senin, 27 Jan 2020 11:19

Tanggapi Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Tanggapi Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Senin, 27 Jan 2020 10:06

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Senin, 27 Jan 2020 09:57

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:29

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:01

Workshop Kasus Reyhnhard Sinaga

Workshop Kasus Reyhnhard Sinaga

Senin, 27 Jan 2020 06:57

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Senin, 27 Jan 2020 05:45

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Ahad, 26 Jan 2020 22:00

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Ahad, 26 Jan 2020 20:00

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Ahad, 26 Jan 2020 19:06

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Ahad, 26 Jan 2020 16:37

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

Ahad, 26 Jan 2020 15:40

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Ahad, 26 Jan 2020 13:00

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 11:30

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Ahad, 26 Jan 2020 11:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X