Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.679 views

Dollar Macet, Target ILC TV One & Karni Ilyas Blow Up Issue Terorisme

JAKARTA (voa-islam.com) – Saat tayangan dialog Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One yang disiarkan secara live pada Selasa (17/9/2013) malam di TV One, tema yang diangkat adalah “Kini, Polisi Yang Diteror”. Akan tetapi, yang terjadi justru penggiringan opini.

Menurut analisa Pemerhati Kontra Terorisme, Harits Abu Ulya kepada voa-islam.com pada Rabu (18/9/2013), penggiringan opini tersebut tidak lain dilakukan TV One yang bekerjasama dengan BNPT untuk membuka kran dollar yang mulai macet.

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) ini mengungkapkan, selain untuk mendatangkan kucuran dana dan dollar dari majikannya di Amerika Serikat (AS) dan Australia, BNPT dan Densus 88 juga berkepentingan untuk eksis lagi. Berikut analisa lengkapnya:

Analisa saya berikut bisa benar dan juga bisa salah (meminjam ungkapan pengamat ketika menimpali semua kibulannya dalam isu teror). Semua pemirsa Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One tahu bahwa topik utama yang diangkat adalah “Kini, Polisi Yang Diteror”.

...Modus TV One melakukan penggiringan opini atas satu fakta tindak kejahatan lepas dari TKP ini sudah yang kesekian kalinya...

Namun, ketika mengikuti dengan seksama acara yang dipandu Pimred TV One Karni Ilyas pada Selasa (17/9/2013) malam itu, pemirsa akhirnya juga akan tau dialog dikerucutkan kepada sebuah opini bahwa kelompok teroris dengan ideologinya, menjadi sumber dan akar masalah itu semua.

Modus TV One melakukan penggiringan opini atas satu fakta tindak kejahatan lepas dari TKP ini sudah yang kesekian kalinya. TV One Cenderung membuat kesimpulan gegabah dan dipaksakan berdasarkan opini dan asumsi semata dengan beragam argumentasi yang dipaksakan.

Dari komposisi peserta ILC yang hadir saja, terlihat sekali hampir 80 persen mereka yang sudah dalam frame pemikiran tendensius bahwa terorislah biang kerok semua aksi-aksi teror belakangan ini. Dari sini saja sangat bisa dipahami kemana arah kesimpulan dialog dan kemana persepsi publik digiring.

Jika publik bertanya-tanya kenapa bisa demikian, analisa saya bahwa dibalik itu semua ada faktor yang sangat mempengaruhinya. Yang  *pertama, TV One punya komitmen dengan BNPT untuk menjadi “Public Relation” dalam kepentingan kontra terorisme.

...TV One punya komitmen dengan BNPT untuk menjadi “Public Relation” dalam kepentingan kontra terorisme...

Jadi wajar kalau kemudian diberbagai kasus “terorisme”, TV One menjadi salah satu TV terdepan melakukan liputan ditempat operasi Densus 88 dan Satgas BNPT. Dan itu menjadi “kompensasi” yang didapatkan TV One, termasuk menjadi terdepan untuk memblowup issue-issue terkait terorisme.

Kemudian yang *kedua, dalam kasus teror yang terjadi dua bulan terakhir ini, sikap Mabes Polri sebenarnya cukup proporsional, yakni tidak mudah menarik kesimpulan bahwa ini adalah kasus terorisme dan pelakunya adalah teroris yang selama ini di identikan dengan aktivis Islam.

Sikap Mabes Polri tersebut berangkat dari TKP dan membuka semua perspektif dan kemungkinan serta melakukan analisa berbagai kemungkinanya. Selain itu, dalam pengungkapan kasus penembakan polisi itu, Mabes Polri lebih banyak memaksimalkan peran Resmob, bukan Densus 88.

Kita yang intens mencermati isu terorisme akan bisa melihat perubahan signifikan sikap Polri yang tidak murah obral tuduhan terorisme dalam dua bulan terakhir ini. Saya melihat Densus 88 dan Satgas BNPT saat ini “terkunci” langkahnya.

...Dalam kasus teror yang terjadi dua bulan terakhir ini, sikap Mabes Polri sebenarnya cukup proporsional, yakni tidak mudah menarik kesimpulan bahwa ini adalah kasus terorisme...

Apalagi BNPT yang kini dipimpin oleh Petrus Reinhard Golose, Ansyaad Mbai dan ditambah satu lagi mantan Komandan Grup 3 Sandiyudha Kopassus pada 2002 Agus Surya Bakti, seperti tidak punya panggung atas berbagai kasus teror yang terjadi.

Lalu yang *ketiga, ada pengurangan dana yang signifikan bagi Densus 88 dan khususnya untuk Satgas BNPT, dan hal ini sangat memberi pengaruh besar keapda mereka untuk semakin sulit “bergerak” dan bermanufer sesukanya.

Maka wajar jika kemudian pihak BNPT dan kru perlu memainkan “mindset contro”, yaitu media seperti TV One untuk membangun propaganda dan tekanan opini agar bisa melabeli aksi-aksi teror selama ini benar adanya adalah terorisme.

Jadi dengan langkah seperti itu bisa diharapkan tergelarnya “karpet merah” bagi Densus 88 dan Satgas BNPT untuk kembali eksis dan mendapat panggung kemudian berikutnya adalah kucuran dana dan dollar yang lebih besar lagi dari majikannya, yakni Amerika Serikat (AS) dan Australia.

...Densus 88 dan BNPT berharap dengan penggiringan opini di ILC TV One bisa kembali eksis dan mendapat kucuran dollar yang lebih besar lagi dari majikannya, yakni Amerika Serikat (AS) dan Australia...

Dibalik hiruk pikuk berita aksi penembakan polisi, di sana seebtulnya ada “pertarungan” yang tidak wajar dari pihak BNPT dan Densus 88, yang intinya mereka harus punya “panggung eksistensi” dan demi kelangsungan perut mereka.

Akhirnya, diluar upaya pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Mabes Polri yang sedang berjalan, justru BNPT diluar kerangka tersebut sangat kontraproduktif dan bernafsu membangun opini dan propaganda dengan beragam statemen.

Hal ini terlihat jelas dilakukan para pejabat teras BNPT sampai para pengamat binaan mereka dan para pengamat partner mereka, bahkan para kombatan yang loyal menjilat semua kata-kata mereka, seperti Noor Huda Ismail, Al Chaidar dan Abdul Rahman Ayyub.

...Di Indonesia, terorisme versi BNPT dan Densus 88 sudah bergeser sedemikian rupa, dan yang terjadi lebih banyak adalah “teroris opini” dibandingkan dengan teroris sebagai sebuah aksi...

Wajar saja, karena kerjanya kontra terorisme akhirnya setiap kasus kejahatan dan teror diruang publik disimpulkan adalah aksi terorisme. Padahal dalam kasus teror, tidak menutup kemungkinan adanya langkah-langkah intelijen “ilegal” reproduksi “teror” yang digunakan sebagai pembenaran dan keberlangsungan proyek kontra terorisme.

Di Indonesia, terorisme versi BNPT dan Densus 88 sudah bergeser sedemikian rupa, dan yang terjadi lebih banyak adalah “teroris opini” dibandingkan dengan teroris sebagai sebuah aksi yang sesungguhnya layak disemati secara obyektif dengan label terorisme.

Semoga masyarakat makin cerdas dan bisa membedakan manakah media TV yang obyektif dan manakah yang subyektif tendensius menyudutkan Islam dan menjadi corong kepentingan-kepentingan tertentu yang opuntunir. [Khalid Khalifah]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Senin, 08 Mar 2021 09:25

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Senin, 08 Mar 2021 06:37

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Ahad, 07 Mar 2021 20:30

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 07 Mar 2021 19:30

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

Ahad, 07 Mar 2021 17:08

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Ahad, 07 Mar 2021 14:08

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Sabtu, 06 Mar 2021 19:19

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Sabtu, 06 Mar 2021 13:15

Kajian Ilmu FUUI:

Kajian Ilmu FUUI: "Mengharamkan yang Dihalalkan dan Menghalalkan yang Diharamkan oleh Allah SWT"

Sabtu, 06 Mar 2021 09:50

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Sabtu, 06 Mar 2021 09:30

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Jum'at, 05 Mar 2021 18:43

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Jum'at, 05 Mar 2021 16:05

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 15:59

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Jum'at, 05 Mar 2021 15:52

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Jum'at, 05 Mar 2021 15:35

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 05/03/2021 09:09

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi