Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.494 views

Pemuda Persis Ungkap Nasib Ormas yang Dibidik Perppu 2/2017

BANDUNG (voa-islam.com) - Pimpinan Pusat Pemuda Persis (PP Persis) menjelaskan dan mengingatkan akan bahanyanya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang(Perppu) no 2/2017 tentang perubahan atas UU. No. 17/2013 tentang keormasan.

Hal tersebut disampaikan melalui ketua IV PP Pemuda Persis, Dr. Lamlam Pahala, Ahad (16/07). Pemuda Persis menilai absurdnya landasan filosofis dari Perppu tersebut.

“Dalam landasan filosofis (pertimbangan, red) Perppu huruf b, negara mempertimbangkn moralitas bangsa bukan agama. Moral mana yang dimaksud, absurd!”, ujar Dr. Lamlam.

Masih dalam Perppu huruf b-nya, lahirnya Perppu ini karena pertimbangan ormas tertentu. Sejak awal Perpu terkesan bernada semangat menuding. Lanjut ke huruf c, Pemuda Persis pun menilai spirit sanksi sudah begitu mengemuka.

Dalam landsan yuridis (mengingat) Perppu berdasarkan Pasal 22 UUD ’45 yang brbunyi: “Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa Presiden berhak menetapkan Perpu”.

Pasal di atas menjadi alasan subjektivitas Presiden dalam menafsirkan “hal ihwal kegentingan yang memaksa” sehingga menjadi dasar diterbitkannya Perpu.

“Pertanyaanya, apakah kegentingan yang memaksa itu benar-benar terjadi, sedang terjadi, ataukah akan terjadi? Lembaga yang berhak menilai benar dan tidaknya penafsiran Presiden adalah DPR. Jika DPR menyetujui, Perppu jadi UU. Jika tidak, Perppu harus dicabut”, jelas Dr. Lamlam seperti dikutip dari laman resmi Persis.

Oleh karena itu, kekuatan Sipil, Ormas, LSM, OKP, Ormawa dan kekuatan sipil lainnya wajib hukumnya mendesak DPR agar menyampaikan aspirasi penolakan Perppu menjadi pertimbangan DPR menolak Perppu.

Lebih lanjut Pemuda Persis pun mengkritisi pasal-pasal yang berisi kesalahan fatal presiden Jokowi tentang Perppu tersebut.

Dalam pasal 60 pemerintah berwenang menjatuhkan sanksi administratif, penjara dan membubarkan tanpa melalui proses pengadilan.Hal tersebut berpotensi negara berwatak tangan besi dan telah berubah menjadi anti negara hukum (nomokrasi). Sebab pengadilan adalah salah satu ciri negara hukum dimana hukum dijalankan secara fair, terbuka, dan adil.

“Meniadakan proses pengadilan, negara bergaya cowboy!” tambahnya.

Lanjut ke pasal 62, mengisyaratkan negara “berotot” dan berpotensi diktator dan otorianistik.

Pasal 80A pemerintah berwenang bubarkan Ormas (organisasinya). Konsekuensinya; kantor, harta kekayaan, AD/ART, dan lain lain dari pusat sampai cabang harus dibersihkan. Rumah ormas dibumihanguskan.

Pasal 82A, pemerintah menjatuhkan sanksi ke orangnya. Setelah rumahnya hangus, maka penghuni rumah ormasnya pun dikriminalkan.

“Dua Pasal ini berpotensi menghantarkan negara berwatak tiran. Tak dapat dibayangkn jika Ormas tertentu jadi sasaran Perppu, maka seluruh atribut, kantor, kekayaan, dan jamaahnya, nyata-nyata dibersihkan”, pungkas Dr. Lamlam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Menunggu Fatwa MUI Tentang Media Massa

Menunggu Fatwa MUI Tentang Media Massa

Sabtu, 25 Nov 2017 06:17

Korban Tewas Akibat Serangan Bom dan Penembakan di Sebuah Masjid di Mesir Meningkat Jadi 235

Korban Tewas Akibat Serangan Bom dan Penembakan di Sebuah Masjid di Mesir Meningkat Jadi 235

Jum'at, 24 Nov 2017 22:31

Kawan atau Lawan?

Kawan atau Lawan?

Jum'at, 24 Nov 2017 22:11

Kesehatan Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi Memburuk di Penjara

Kesehatan Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi Memburuk di Penjara

Jum'at, 24 Nov 2017 21:53

Adab dan Keberkahan Ilmu

Adab dan Keberkahan Ilmu

Jum'at, 24 Nov 2017 21:40

Ratusan Ulama Tasawuf Asia Tenggara Kumpul di Gorontalo, Ada Apa?

Ratusan Ulama Tasawuf Asia Tenggara Kumpul di Gorontalo, Ada Apa?

Jum'at, 24 Nov 2017 21:00

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Jum'at, 24 Nov 2017 21:00

Horor Konten Tak Layak di Media Sosial

Horor Konten Tak Layak di Media Sosial

Jum'at, 24 Nov 2017 20:30

Flashdisk LENGKAP Ilmu Islam di #AmazingIslam 16GB

Flashdisk LENGKAP Ilmu Islam di #AmazingIslam 16GB

Jum'at, 24 Nov 2017 20:20

MUI-ku Sayang, MUI-ku Malang...

MUI-ku Sayang, MUI-ku Malang...

Jum'at, 24 Nov 2017 20:09

DSKS dan MUI Surakarta Sepakat Tolak Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan

DSKS dan MUI Surakarta Sepakat Tolak Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan

Jum'at, 24 Nov 2017 18:23

Seminar Internasional Fikih Falak Akan Digelar di Indonesia

Seminar Internasional Fikih Falak Akan Digelar di Indonesia

Jum'at, 24 Nov 2017 14:23

Soal Film Naura, PUSHAMI: Sineas Harus Menata Perilaku

Soal Film Naura, PUSHAMI: Sineas Harus Menata Perilaku

Jum'at, 24 Nov 2017 14:15

Tentara Bayaran AS 'Blackwater' Disewa untuk Siksa Bangsawan dan Pengusaha Saudi yang Ditahan

Tentara Bayaran AS 'Blackwater' Disewa untuk Siksa Bangsawan dan Pengusaha Saudi yang Ditahan

Jum'at, 24 Nov 2017 09:09

Membaca Masa Depan Media Massa Islam

Membaca Masa Depan Media Massa Islam

Jum'at, 24 Nov 2017 06:06

Tuhan-tuhan Kecil Negeri, Obral Janji dan Memperkaya Diri Sendiri

Tuhan-tuhan Kecil Negeri, Obral Janji dan Memperkaya Diri Sendiri

Kamis, 23 Nov 2017 23:43

Persekusi terhadap Aktivis Dakwah Islam

Persekusi terhadap Aktivis Dakwah Islam

Kamis, 23 Nov 2017 23:19

Laporan: Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditahan Terancam Dipenjara Jika Tidak Serahkan Kekayaan

Laporan: Pangeran dan Pejabat Saudi yang Ditahan Terancam Dipenjara Jika Tidak Serahkan Kekayaan

Kamis, 23 Nov 2017 20:07

Konferensi Internasional Kajian Stratejik Global Angkat Isu perdamaian

Konferensi Internasional Kajian Stratejik Global Angkat Isu perdamaian

Kamis, 23 Nov 2017 17:32

Tabligh Akbar GNPF Bogor: Reuni 212 Pererat Ukhuwah Islamiyah

Tabligh Akbar GNPF Bogor: Reuni 212 Pererat Ukhuwah Islamiyah

Kamis, 23 Nov 2017 17:18


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 24/11/2017 21:40

Adab dan Keberkahan Ilmu