Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.718 views

Forum Jurnalis Muslim: Ada Framing Media dalam Memberitakan Muslim Rohingya

 
SERPONG (voa-islam.com)--Tidak beriman jika kalian tidak mencintai saudaranya, seperti ia mencintai dirinya sendiri. Karena itu kecintaan kita pada saudara Muslim, khususnya muslim Rohingya adalah bagian dari keimanan. 
 
Demikian kata pembuka Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy S. Takdir dalam Tabligh Akbar “Rohingya Jeritanmu Panggilan Jihad” di Masjid Al-Ikhlas, Paradise Serpong City, Serpong, Tangerang Selatan, Ahad (17/9) pagi. Hadir dalam Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Abu Jibril (Majelis Mujahidin) dan Ustadz Mukhlis (Aktivis Gerakan Islam LPPDI Thariquna). 
 
 “Muslim Rohingya adalah bagian dari tubuh kita. Kalau kita tidak peduli dengan penderitaannya, abai terhadap hak-hanya,  kelak di hari kiamat nanti, Allah akan tanya, kenapa kalian tidak peduli dengan saudara muslim Rohingya yang dibantai oleh Pemerintah dan militer Myanmar?” kata Dudu yang juga Jurnalis media Ahad.co.id.
 
Sebelumnya, Dudy menginformasikan, Forjim adalah sebuah wadah bagi jurnalis muslim untuk mengimbangi sekaligus mengcounter informasi yang selama ini menyudutkan Islam dan umat Islam dimana pun berada. Saat ini Forjim memiliki 100 anggota jurnalis Muslim dengan media yang berbeda,  baik media Islam maupun media nasional.
 
“Pekan depan Forjim, Insya Allah akan memberangkan empat orang anggotanya untuk meliput pengungsi Muslim Rohingya. Kami berbagi tugas, ada yang berangkat ke perbatasan Bangladesh, kemudian pengungsi Rohingya di Malaysia, dan sedang diupayakan untuk bisa masuk ke Rakhine State, Maynmar. Seperti diketahui, banyak kabar hoax, misinformasi yang tersebar, hingga framing media dalam memberitakan muslim Rohingya.”
 
Dudy yang pernah bekerja di Majalah Gatra menjelaskan posisi muslim  Rohingya yang berada di bagian barat laut Myanmar. Tak heran jika terjadi pembantaian, mereka eksodus besar-besarana ke Bangladesh.
 
“Komposisi penduduk Myanmar, terdiri 135 kelompok, meliputi: Bamar, Shan, Karen, Rakhine, Rohingya, Kachin, Chin, Karenni, Mon, Wa, dan Kokang Chinese. 
 
“Diantara banyak etnis di Myanmar, hanya satu yang tidak diberikan hak-haknya sebagai warga negara Myanmar, yakni etnis Rohingya, yang penduduknya mayoritas muslim,” jelas Dudy.
 
Dalam makalahnya yang berjudul “Konflik Rohingya dalam Lintasan Sejarah”, Dudy memaparkan sejarah yang ditlis oleh sejarawan Myanmar, bahwa bukti artefak berupa koin menunjukan keberadaan etnis Rohingya di kerajaan Islam Arakan sudah ada sejak abad ke-8. Wilayah itu kini terbagi di dua negara, Rakhine di Myanmar dan Bengal di Bangladesh.
 
Kemudian, pada tahun1799, Francis Buchanan (sejarawan Scotlandia) menerbitkan  A Comparative Vocabulary of Some Languages of Burma Empire. Di sana disebut pertama kali kata Rooinga atau Rohingya.  
 
“Penelitian itu mematahkan argumenP emerintah Myanmar yang menyebut etnis Rohingya adalah warga pendatang atau masuk belakangan. Padahal, etnis Rohingya sudah masuk Arakan sebelum Burma berdiri,” kata Dudy.  
Tahun 1824, Inggris menginvasi Burma.
 
Selanjutnya, tahun 1937, Provinsi Burma terbentuk dan terpisah dari koloni British India. Tahun 1947, Undang-Undang Dasar Provinsi Burma terbentuk. Etnis Rohingya mengikuti pemilu untuk memilih perwakilan di dewan provinsi. 
 
Pada 1948, Burma merdeka dari Inggris. Negara Serikat Burma berdiri. Kemudian, tahun 1959, Rohingya diakui sebagai salah satu ras di Burma oleh Perdana Menteri U Ba Sue. Mereka memiliki hak konstitusi yang sama dengan etnis lainnya. 
 
Pada tahun 1962-1978, Jenderal Ne Win mengudeta PM U Nu. Junta militer Myanmar menggelar operasi Naga Min. Etnis Rohingya mulai diburu dan dibantai.
 
Selanjutnya tahun 1982, berlaku UU baru. Untuk mendapatkan hak kewarganegaraan, etnis Rohingya harus membuktikan leluhur mereka telah berdiam di Myanmar sejak 1823. Akibatnya 800.000 orang kehilangan status.
 
Tahun 1994, anak yang lahir dari etnis Rohingya tak lagi mendapat akta kelahiran. Tahun 2012, Konflik horizontal pecah antara etnis Rohingya dan Rakhine. 135.000 warga Rohingya kehilangan rumah dan tinggal di kamp pengungsian di Sittwe, Rakhine.
 
Tahun 2014, sensus penduduk pertama sejak 30 tahun. Rohingya tak masuk daftar 135 etnis yang diakui pemerintah Myanmar. Pada 2015, Warga Rohingya tidak bisa ikut pemilu. 
 
Dudy mencatat, Oktober 2016, Kelompok pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos polisi sebagai balasan atas tindakan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya selama puluhan tahun. 
 
Bulan Agustus 2017, ARSA kembali menyerang 24 pos polisi di Rakhine. Militer dan milisi Budha membalas dengan serangan membabi-buta. Mengakibatkan gelombang pengungsian secara besar-besaran. 
 
Framing Media
 
Kemudian Dudy juga menjelaskan, bagaimana media memandang konflik Rohingya dengan framingnya?
 
CNN Indonesia misalnya menulis, Laporan International Crisus Group menyebut ARSA didukung dan diawasi oleh sebuah komite beranggota puluhan pemimpin senior di Madinah, Arab, Saudi.
 
Framing lainnya adalah seluruh petinggi ARSA adalah imigran atau keturunan Rohingya. Mereka semua juga dikabarkan mempunya jaringan di Bangladesh, Pakistan hingga India.
 
Konyolnya lagi, Pemerintag Aung San Suu Kyi menuding ARSA berafiliasi dengan kelompok militan Taliban Pakistan. Myanmar menganggap ARSA sebagai kelompok teroris. 
 
BBC menulis, eksodus Rohingya ke Bangladesh terjadi setelah sekelompok gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi, menewaskan 12 orang. “Pejuang ARSA bahkan dikait-kaitkan dengan ISIS dan al Qaida, padahal ARSA bukan bagian dari mereka. Dalam sebuah statemennya, ARSA ada untuk menegakkan keadilan di bumi Arakan,” jelas Dudy.
 
“Framing media terkait pemberitaan Rohingya, yang awalnya sepakat sebagai korban kekejaman militer dan pemerintah Myanmar. Tapi kemudian, ARSA menjadi kambng hitam dan dilabeli teroris.
 
Framing media pun terjadi. ARSA dikatakan sebagai biang keladi terjadi eksodus besar-besar muslim Rohingya ke Bangladesh. Aneh,” ungkap Dudy. 
 
Media nasional seperti detik.comkompas.com membuat framing, ARSA sebagai biang kerok penyebab eksodus besar-besaran muslim Rohingya. Bahkan ada media yang membebek pada media internasional yang sudah jelas framingnya. 
 
“Ironinya, ada statemen dari beberapa orang yang sok toleran, menyebut bahwa derita yang dialami Muslim Rohingya hanya perebutan sumber daya alam,  bukan masalah agam, tapi politik dan sebagainya. Mereka ini seperti menutup mata terhadap fakta yang terjadi.”
 
Dudy menegaskan, ada benang merah dari framing pemberitaan media tentang Rohingya, yakni mencari  kambing hitam dari kelompok pejuang yang membela kehormatan muslim Rohingya. Sementara pelanggaran yang dilakukan junta milter Myanmar dan ekstrimis budha tidak dipersoalkan. Padahal, jika dibawa ke Mahkamah Internasional, pemerintah Myanmar bisa diberi sanksi karena pelanggaran HAM yang dilakukan.
 
“Jadi framingnya adalah pejuang yang membela kehormatan muslim Rohingya yang dibantai, tidak boleh melawan, mereka dibiarkan pasrah, meski ibu dan adik perempuan mereka telah diperkosa dan dibunuh secara kejam. Ketika muslim Rohingya melawan dengan mengangkat senjata, maka framing media akan menyebutnya sebagai teroris, kelompok radikal, anarkis dan stigma lainnya. Dan itu terjadi di beberapa negara yang muslimnya tertindas,” ungkap Dudy prihatin. *[For/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Inpres 26/98 Tidak Melarang Gunakan Istilah Pribumi

Inpres 26/98 Tidak Melarang Gunakan Istilah Pribumi

Rabu, 18 Oct 2017 14:25

Komnas HAM: Pembakaran Masjid Muhammadiyah Ancam Demokrasi

Komnas HAM: Pembakaran Masjid Muhammadiyah Ancam Demokrasi

Rabu, 18 Oct 2017 14:15

Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh Kecam Pembakaran Masjid Taqwa di Bireuen

Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh Kecam Pembakaran Masjid Taqwa di Bireuen

Rabu, 18 Oct 2017 14:12

Masjid Milik Muhammadiyah yang Sedang Dibangun di Bireuen Dibakar Orang Tak Dikenal

Masjid Milik Muhammadiyah yang Sedang Dibangun di Bireuen Dibakar Orang Tak Dikenal

Rabu, 18 Oct 2017 13:55

Komandan Senior Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran Tewas di Suriah

Komandan Senior Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran Tewas di Suriah

Rabu, 18 Oct 2017 11:45

Malacanang Desak Pejuang Islamic State (IS) yang Tersisa di Marawi Menyerahkan Diri

Malacanang Desak Pejuang Islamic State (IS) yang Tersisa di Marawi Menyerahkan Diri

Rabu, 18 Oct 2017 10:15

DDII Berangkatkan Tiga Relawan ke Perbatasan Myanmar dan Bangladesh

DDII Berangkatkan Tiga Relawan ke Perbatasan Myanmar dan Bangladesh

Rabu, 18 Oct 2017 09:58

Shell Tegaskan Dukung LGBT

Shell Tegaskan Dukung LGBT

Rabu, 18 Oct 2017 08:45

HRW Sebut Hampir 300 Desa Muslim Rohingya Telah Dibakar di Rakhine Myanmar

HRW Sebut Hampir 300 Desa Muslim Rohingya Telah Dibakar di Rakhine Myanmar

Rabu, 18 Oct 2017 08:38

Hendak Melakukan Peliputan, Reporter TvOne Diusir dari Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta

Hendak Melakukan Peliputan, Reporter TvOne Diusir dari Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta

Rabu, 18 Oct 2017 06:43

582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

582.000 Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh Sejak Akhir Agustus

Selasa, 17 Oct 2017 20:35

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

50 Tewas 200 Lebih Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Taliban pada Pasukan Polisi Afghanistan

Selasa, 17 Oct 2017 20:15

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Tuduh Anies Rasis? Politisi: Nalarnya Hendardi harus Diperiksa

Selasa, 17 Oct 2017 19:09

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Indra J. Piliang ke Ketua SETARA Institut: Banyak-banyak Membaca daripada Gemar Pelintir

Selasa, 17 Oct 2017 17:09

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Shalat Lima Waktu dengan Sekali Wudhu', Bolehkah?

Selasa, 17 Oct 2017 17:06

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Kuliah & Penempatan Kerja Dengan 8 Kelebihan di PNJ CBD Campus

Selasa, 17 Oct 2017 15:43

Dua Kekuatan Besar dan Tidak Dapat Diremehkan yang akan Dihadapi Anies-Sandi Hentikan Reklamasi

Dua Kekuatan Besar dan Tidak Dapat Diremehkan yang akan Dihadapi Anies-Sandi Hentikan Reklamasi

Selasa, 17 Oct 2017 15:09

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

[VIDEO] VITAPLAS: Efek mirip Viagra, Herbal Stamina Pria ini diburu

Selasa, 17 Oct 2017 14:50

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Selasa, 17 Oct 2017 14:27

Kelompok Loyalis Islamic State Serukan Orang-orang Bergabung dalam Jihad di Kongo

Kelompok Loyalis Islamic State Serukan Orang-orang Bergabung dalam Jihad di Kongo

Selasa, 17 Oct 2017 14:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X