Ahad, 28 Jumadil Awwal 1448 H / 8 November 2026 23:35 wib
99 views
Jimly Asshiddiqie: Masjid Harus Jadi Suara Penyeimbang Kekuasaan
JAKARTA (Voa-Islam.com)--Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar Prof Jimly Asshiddiqie menegaskan masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan kebangsaan. Menurut dia, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah dan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang menyuarakan kepedulian moral terhadap persoalan negara.
Hal itu disampaikan Jimly saat menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (8/11/2026).
Jimly mengatakan, penyelenggaraan aksi tersebut berawal dari komunikasi sejumlah tokoh yang memiliki kegelisahan serupa terhadap perkembangan situasi nasional.
"Hari Jumat saya dihubungi dan didatangi oleh para tokoh, mereka ingin mengadakan aksi di Al Azhar, sekarang sudah kumpul. Cepat sekali ini," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.
Menurut Jimly, berkumpulnya berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya kesamaan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Rupanya, ada hati nurani yang sama, yang mempersatukan kita. Ada akal sehat yang sama yang mempersatukan kita berkumpul di sini hari ini. Ini namanya moral power, logic power, karena kita menghadapi situasi dan kondisi negara yang mengkhawatirkan," ujarnya.
Jimly menjelaskan, Masjid Agung Al Azhar merupakan ruang bersama umat Islam yang tidak dimiliki oleh satu golongan, mazhab, ataupun organisasi tertentu.
Karena itu, menurut dia, masjid perlu dijaga independensinya agar tetap menjadi tempat berhimpunnya umat sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat.
"Masjid Agung bukan hanya tempat shalat, bukan cuma tempat pendidikan. Ini adalah tempat perjuangan umat Islam," kata Jimly.
Dia juga menyoroti pentingnya kekuatan moral masyarakat sebagai penyeimbang kekuasaan. Menurut dia, pengawasan terhadap penyelenggaraan negara membutuhkan ruang publik yang independen.
"Gejala yang terjadi di negara kita adalah hegemoni kekuasaan tertentu, maka perlu diimbangi, dan itu harus disuarakan oleh masjid," ujarnya.
Jimly menyatakan dukungannya terhadap inisiatif para tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam yang menggelar Aksi Rakyat Bela Indonesia.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya sangat mendukung inisiatif kawan-kawan dalam aksi bela rakyat Indonesia. Kita menyuarakan suara nurani dan suara akal sehat," kata Jimly.
Aksi Rakyat Bela Indonesia dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. Dalam kegiatan tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan terkait persatuan nasional, penegakan hukum, kedaulatan ekonomi, pengelolaan kekayaan negara, dan pelaksanaan konstitusi.*
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!