Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.550 views

Saracen dan Sertifikat Pulau D

Oleh:

Hersubeno Arief*

 

 

DALAM beberapa hari terakhir, opini publik dijejali dua isu yang saling berseberangan. Saracen vs Sertifikat Pulau D. Keduanya sekilas tidak saling berhubungan. Namun bila dicermati akan nampak benang merahnya.

Isu Saracen berpusar pada sosok tiga orang yang ditangkap polisi dan disebut sebagai sindikat produser penebar kebencian, hoax. Sementara sertifikat Pulau D berkaitan dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara kepada salah satu pengembang reklamasi Pantai Utara, Jakarta, PT Kapuk Naga Indah.

Melihat asal muasal dan sumber beritanya, dua isu itu sangat berbeda. Isu Saracen munculnya dari kepolisian dan kemudian menjadi semakin ramai ketika Presiden Jokowi dan para pejabat tinggi negara, minta agar kasus "sindikat penebar kebencian" itu diusut. Beritanya kemudian digoreng oleh para politisi dan buzzer pendukung pemerintah.

Sebaliknya isu seputar sertifikat HGB Pulau D, munculnya di media sosial. Foto sampul dan isi sertifikat tersebut beredar dengan sangat cepat. Media mainstream kemudian ikut meramaikannya. Terbukti info tersebut sahih dan bukan hoax.

Fakta yang terungkap kemudian, membuat kasus ini menjadi sangat menarik. Bau busuk permainan antara penguasa dan pengembang pulau reklamasi masih terus berlanjut. Tampaknya ada yang mencoba adu cepat menyelesaikan status dan kepemilikan pulau reklamasi, dengan waktu pelantikan Gubernur DKI terpilih Anies-Sandi pada bulan Oktober. Semua harus beres sebelum pejabat baru dilantik.

Kasus Saracen dan ramai-ramai terbitnya sertifikat Pulau D salah satu bentuk fenomena perang informasi di era digital. Para pegiat media sosial mencurigai isu Saracen muncul sebagai bagian pengalihan isu, terbitnya sertifikat Pulau D.

Silakan amati group-group pertemanan di medsos, berita, info, meme atau bahkan hoax seputar Pulau D tak kalah ramainya dibandingkan Saracen. Yang membedakan adalah sumber berita atau infonya.

Jika mengambil analogi permainan musik, Saracen adalah sebuah orchestra. Semua terencana dengan baik. Ada partitur, ada seorang dirigen yang mengarahkan para pemainnya, kapan harus nada tinggi dan kapan harus mengambil nada rendah. Ada penonton yang tahu kapan harus bertepuk tangan dan kapan harus diam.

Alur dan irama pemberitaan terbitnya sertifikat Pulau D, ibarat musik Jazz. Lebih bebas merdeka. Tidak ada dirigennya dan mengandalkan improvisasi masing-masing pemain musik. Iramanya bisa sangat seru, menghanyutkan ketika para pemainnya menunjukkan keahliannya dan berimprovisasi dalam jam session.

Melihat akar sejarahnya, genre musik jazz lahir di kalangan para budak kulit hitam di perkebunan kapas New Orleans, AS. Jazz adalah musik pemberontakan, seperti medsos yang kini bisa menjadi simbol perlawanan terhadap media mainstream.

Ketika media mainstream yang kebanyakan dimiliki oleh konglomerasi dan politisi dengan mudah bisa dikontrol pemerintah, maka medsos menjadi media alternatif yang sulit dikontrol. Dengan massifnya penetrasi internet dan kepemilikan smartphone, pengaruh medsos bahkan sudah mengalahkan media konvensional.

 

Hoax Melahirkan Hoax

Kasus Saracen jadi menarik karena kemudian dikait-kaitkan dengan kelompok penentang Jokowi. Sebuah media yang mendapat akses resmi bisa mewawancarai para tersangka di tahanan Bareskrim Polri, mengutip pimpinan "sindikat" yang mengaku sebagai pendukung Prabowo Subianto.

Gotca! Arahnya cukup jelas kemana bola liar Saracen digulirkan. Apalagi sebelumnya sejumlah nama disebut-sebut berada dalam struktur kepengurusan Saracen. Mereka adalah pengacara senior Egy Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanudjiwa. Eggy dan Ampi sering bersikap kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Keduanya juga dikenal sebagai pendukung Prabowo.

Jadilah media digiring menjadikan kasus Saracen sebagai persoalan personal. Rivalitas antara Jokowi-Prabowo, atau setidaknya antara pendukung Jokowi vs pendukung Prabowo.

Penangkapan kelompok Saracen yang tadinya kita harapkan bisa menjadi momentum memerangi, bahkan menumpas kebiasaan buruk penyebaran ujaran kebencian, malah melahirkan hoax dan ujaran kebencian baru.

Kasus Saracen sesungguhnya hanya fenomena gunung es adanya perkubuan dan pembelahan yang besar di masyarakat kita. Perkubuan pada Pilpres 2014 dan Pilkada DKI, rupanya hingga kini tak kunjung usai. Pertempuran medsos bahkan kembali menghangat jelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Seperti dikatakan "pimpinan" Saracen, mereka tergerak bertindak ketika ada buzzer yang sudah kelewatan menghina Islam dan Prabowo. Jadi Saracen muncul sebagaimana Hukum Newton Ketiga "aksi dan reaksi". Hoax melahirkan hoax. Ujaran kebencian menghasilkan ujian kebencian baru.

Karena itu kita mendorong polisi tidak hanya menangkap Saracen, tapi juga menangkap kelompok yang menjadi penyebab munculnya Saracen. Polisi juga harus menangkap kelompok-kelompok lain yang merupakan derivat, turunan dari Saracen dan para penentangnya.

Hukum akan dapat tegak dan dihormati, bila penegak hukum bersikap dan bertindak imparsial, tidak memihak. Bila tidak yang terjadi adalah anarki. *Konsultan Media dan Politik

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Demokrat Minta Pemerintah Lindungi Gubernur Papua yang Juga Kadernya, Ada Ancaman?

Demokrat Minta Pemerintah Lindungi Gubernur Papua yang Juga Kadernya, Ada Ancaman?

Rabu, 20 Sep 2017 21:45

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Rabu, 20 Sep 2017 21:39

Israel Berencana Tingkatkan Kepemilikan Senjata Bagi Pemukim Ilegal Yahudi

Israel Berencana Tingkatkan Kepemilikan Senjata Bagi Pemukim Ilegal Yahudi

Rabu, 20 Sep 2017 21:15

Pertemuan Gubernur Papua dan BIN, Demokrat: Jika Bicara Politik, Itu Skandal Besar

Pertemuan Gubernur Papua dan BIN, Demokrat: Jika Bicara Politik, Itu Skandal Besar

Rabu, 20 Sep 2017 20:45

Eligi Kebangkitan PKI dan Neoliberlisme

Eligi Kebangkitan PKI dan Neoliberlisme

Rabu, 20 Sep 2017 20:27

Serangan Udara Rusia dan Rezim Assad Hancurkan 4 Rumah Sakit di Idlib Suriah

Serangan Udara Rusia dan Rezim Assad Hancurkan 4 Rumah Sakit di Idlib Suriah

Rabu, 20 Sep 2017 20:05

Status Hukum Bermasalah, Meikarta harus Diperiksa dan Dihentikan

Status Hukum Bermasalah, Meikarta harus Diperiksa dan Dihentikan

Rabu, 20 Sep 2017 19:45

FBB Kutuk Keras Proyek Meikarta di Cikarang

FBB Kutuk Keras Proyek Meikarta di Cikarang

Rabu, 20 Sep 2017 18:45

Tak Ada Sunnah Doa Khusus Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

Tak Ada Sunnah Doa Khusus Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

Rabu, 20 Sep 2017 14:40

Perhimpunan Al-Irsyad: Pertumbuhan Rokok Akibat Lemahnya Regulasi

Perhimpunan Al-Irsyad: Pertumbuhan Rokok Akibat Lemahnya Regulasi

Rabu, 20 Sep 2017 14:07

Bamus Betawi: Persoalan PKI Serahkan pada Hukum

Bamus Betawi: Persoalan PKI Serahkan pada Hukum

Rabu, 20 Sep 2017 14:04

Persis dan Muhammadiyah Rumuskan Kolaborasi Dakwah, Ekonomi, Sosial, Pendidikan dan Siyasah

Persis dan Muhammadiyah Rumuskan Kolaborasi Dakwah, Ekonomi, Sosial, Pendidikan dan Siyasah

Rabu, 20 Sep 2017 13:26

Helikopter Tempur Rusia Tanpa Sengaja Tembakan Roket pada Kerumunan Penonton Saat Latihan Perang

Helikopter Tempur Rusia Tanpa Sengaja Tembakan Roket pada Kerumunan Penonton Saat Latihan Perang

Rabu, 20 Sep 2017 12:58

Derry Sulaiman: Diragukan Keislaman Seorang Muslim Jika Tak Merasa Terluka atas Penderitaan Rohingya

Derry Sulaiman: Diragukan Keislaman Seorang Muslim Jika Tak Merasa Terluka atas Penderitaan Rohingya

Rabu, 20 Sep 2017 10:25

Otoritas Saudi Tangkap Ulama Populer Kritikus Hay'at Tahrir al-Sham dan Islamic State

Otoritas Saudi Tangkap Ulama Populer Kritikus Hay'at Tahrir al-Sham dan Islamic State

Rabu, 20 Sep 2017 09:45

Mewujudkan Makna Laa Ilaaha Illallah

Mewujudkan Makna Laa Ilaaha Illallah

Rabu, 20 Sep 2017 09:05

(Video) Derry Sulaiman: Rugi Kasih Bantuan ke Rohingya Kalau Tidak Dakwah

(Video) Derry Sulaiman: Rugi Kasih Bantuan ke Rohingya Kalau Tidak Dakwah

Rabu, 20 Sep 2017 08:32

Forum Jurnalis Muslim: Ada Framing Media dalam Memberitakan Muslim Rohingya

Forum Jurnalis Muslim: Ada Framing Media dalam Memberitakan Muslim Rohingya

Rabu, 20 Sep 2017 07:15

Bill Gates dan Misi Dibalik Program KB

Bill Gates dan Misi Dibalik Program KB

Rabu, 20 Sep 2017 07:00

Gelar Lingkar Diskusi, Mahasiswa Cimahi Bahas Isu Rohingya

Gelar Lingkar Diskusi, Mahasiswa Cimahi Bahas Isu Rohingya

Rabu, 20 Sep 2017 06:39


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X