Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.600 views

The Power of 212; Sebuah Pesan Buat Istana

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Tak terduga! Peserta Reuni 212 membludak. Tanah Abang, Sudirman-Tamrin, Kebun Sirih, Tugu Tani hingga kawasan Senen penuh lautan manusia. Jumlahnya bahkan melampui Aksi 212 dua tahun lalu. Ada yang memperkirakan 10-11 juta. Dahsyat!

Kata Aa' Gym, mereka hadir karena panggilan hati. Tak ada tokoh, partai dan ulama yang bisa menggerakkan jutaan manusia seperti itu. Dijamin gak ada, lanjut Aa' Gym. Mereka hadir, karena selama ini mereka merasa ditekan.

Publik mengenal Aa' Gym sebagai ulama dan tokoh yang lembut. Hati-hati ketika bicara. Halus dan tak suka singgung orang lain. Kali ini beda. Aa' Gym tegas. Bicara lantang tentang tekanan dan ketidakadilan. Ini menunjukkan keprihatinan pada situasi yang dianggap sudah melampaui batas.

Aa' Gym benar. Mereka yang hadir di Monas adalah umat Islam yang selama ini merasa menghadapi tekanan. Sejumlah ulama dan da'i dipersekusi. Sebagian diduga jadi korban kriminalisasi. Beredar video intimidasi dan ancaman. Sementara aparat yang mestinya bertugas untuk menjaga keamanan dan memastikan tegaknya keadilan, justru ikut terlibat dan sarat keberpihakan. Oknum aparat maksudnya. Hati-hati, supaya gak kena delik aduan. Hehe...

Keadaan ini yang melatarbelakangi jutaan umat Islam berkumpul di Monas. Mereka kecewa. Tapi, tetap mengekpresikan kekecewaan itu dengan tenang dan damai.

Kali ini mereka berkumpul untuk memberi pesan: Cukup! Hentikan! Bangsa ini butuh pemimpin yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengkriminalisasi dan mempersekusi rakyatnya.

Hadir dalam Reuni Akbar itu Anies Rasyid Baswedan dan Prabowo Subianto. Kehadiran dua tokoh ini seolah memberi harapan baru untuk masa depan rakyat dan Indonesia.

Semula, Reuni 212 dihajar hoax. Dituduh sebagai ancaman bagi NKRI. Mau makar. Berencana mendirikan negara berbasis khilafah. Pesertanya metamorfosis dari HTI. Semua ini muncul sebagai upaya untuk menggagalkan Reuni 212. Hoax model ini terus disebar. Meski tak pernah menemukan fakta, tapi terus diulang-ulang. Namanya saja hoax. Hoax tingkat dewa. Halusinasinya ketinggian. Herannya, hoax macam ini juga diproduksi dan disebar oleh mereka yang bergelar sarjana. Kaum terdidik. Jangan tanya, kuliahnya dulu dimana. Mungkin saja mereka perlu sedikit bergaul dan baca buku. Agar kelihatan "tampak sedikit cerdas dan masuk akal" ketika memproduksi hoak.

Sementara persekusi ada banyak fakta. Sandera kasat mata. Video ancaman beredar dimana-mana. Dan, tak ada tindakan hukum. Malah dibiarkan begitu saja. Semua ini jelas-jelas bukan hoax. Tapi, fakta ini diabaikan. Boleh jadi karena pertama, kebencian yang sudah sampai urat nadi. Pokoknya "gak suka ya gak suka'. Apapun, tetap "gak suka'.  Kedua, die hard dan kelewat fanatik terhadap tokoh atau ormas. Hingga, hilang obyektifitas nalar. Akibatnya, sensi dan gampang tersinggung. Marah jika tokoh yang dikagumi dianggap salah.

Di sisi lain, ada sejumlah orang karena salah bicara, UU ITE langsung membidiknya. Pasal penghinaan menjeratnya. Segera, dan gak pakai lama. Inilah yang mungkin dianggap Aa' Gym, bahwa umat merasa tertekan. Ada ketidakadilan yang menggerakkan hati mereka untuk hadir di Monas.

Aa' Gym seperti mengajak rakyat untuk melihat ini dengan cermat dan obyektif. Mengetuk kesadaran, terutama kepada elit negeri ini yang sudah terlalu jauh mempolarisasi rakyat untuk saling menyerang dan memproduksi kegaduhan. Hanya demi mempertahankan sebuah kekuasaan.

Selain Aa' Gym, SBY juga ikut mengeluh. Kok mengeluh terus? Setiap orang punya gaya sendiri untuk berekspresi. Positif thinking saja. Di Twitter SBY menulis: "Saya pernah jadi calon presiden dua kali. Saya tidak pernah menyalahkan dan memaksa ketum partai-pertai pendukung untuk mengkampanyekan saya." Kata-kata SBY mengisyaratkan adanya tekanan kepada sejumlah ketua partai. Jika benar, berarti bukan hanya ulama dan umat yang merasa tertekan, tapi juga ketua-ketua partai.

Sama nasibnya seperti media televisi. Tertekan! Tahu dari mana? Reuni 212 tak ada TV yang meliput. Kecuali TV One. Apakah Reuninya gak menarik? Omong kosong! 10 juta manusia berkumpul dengan beragam dinamika dan heroisme yang unik dan langka kok gak menarik? Apakah lebih menarik bagi-bagi sepeda? Bisa aja!

Yang jelas, tidak banyak media TV yang meliput Reuni 212. Tepatnya, tidak berani meliput. Atau, tidak boleh meliput. Sebab, hadirnya 10 juta umat Islam ini berpotensi jadi ancaman buat istana. Pertama, ancaman elektabilitas. Diprediksi, elektabilitas Jokowi turun pasca Reuni 212. Jika prediksi ini nyata, maka posisi Jokowi makin terancam. Saat ini, jarak suara antara Jokowi dengan Prabowo semakin rapat.

Kedua, besarnya massa menjadi pesan kepada istana: Stop persekusi! Stop intimidasi! Dan, jangan main-main dengan pilpres. Jangan sampai pilpres ada kecurangan. Mereka yang hadir di Monas bertekad untuk menjadi saksi dan pengawas yang ikut mengontrol seluruh proses pemilu. Seperti saat Pilgub DKI 2017 lalu. Tidakkah ada Bawaslu? Kepercayaan umat kepada Bawaslu, bahkan juga KPU, sudah makin menipis.

Jika kecurangan tetap dipaksakan terjadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama, akan lahir pemimpin yang tak berintegritas. Gak mutu! Karena kemenangannya dipaksakan. Bukan karena pilihan fair dar rakyat. Kedua, jika tidak terkendali, tak menutup kemungkinan people power akan terkonsolidasi. Dan ini tentu akan mengganggu proses demokrasi dalam pilpres.

Dengan besarnya massa yang hadir di Reuni 212, ada peluang mengulang peristiwa dua tahun lalu. Saat itu korbannya adalah Ahok yang dianggap kebijakannya tidak pro dan merugikan umat Islam. Reuni 212 kali ini tak menutup kemungkinan juga akan makan korban. Siapa korban berikutnya? Tunggu pilpres 2019. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 3/11/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Sabtu, 19 Oct 2019 23:46

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Sabtu, 19 Oct 2019 22:00

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Halal Institute: BPJPH Harus Percepat Diklat Auditor dan Penyelia Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 21:07

Turki: Teroris YPG Lancarkan 14 Serangan dalam 36 Jam Pertama Gencatan Senjata

Turki: Teroris YPG Lancarkan 14 Serangan dalam 36 Jam Pertama Gencatan Senjata

Sabtu, 19 Oct 2019 21:05

Second Family Life Forum: Upayakan Ketahanan Keluarga di Daerah Konflik

Second Family Life Forum: Upayakan Ketahanan Keluarga di Daerah Konflik

Sabtu, 19 Oct 2019 19:14

Aktivis Antikorupsi dan HAM Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

Aktivis Antikorupsi dan HAM Minta Jokowi Bentuk TGPF Kasus Novel Baswedan

Sabtu, 19 Oct 2019 18:31

Libya Ajukan Komplain Ke Moskow Terkait Tentara Bayaran Rusia yang Membantu Pasukan Haftar

Libya Ajukan Komplain Ke Moskow Terkait Tentara Bayaran Rusia yang Membantu Pasukan Haftar

Sabtu, 19 Oct 2019 17:15

Muhammadiyah Harap Jokowi-Ma'ruf Lebih Rangkul Seluruh Lapisan Masyarakat

Muhammadiyah Harap Jokowi-Ma'ruf Lebih Rangkul Seluruh Lapisan Masyarakat

Sabtu, 19 Oct 2019 16:29

BPJPH Belum Siap, Sejumlah UKM Gagal Daftar Sertifikasi Halal

BPJPH Belum Siap, Sejumlah UKM Gagal Daftar Sertifikasi Halal

Sabtu, 19 Oct 2019 15:38

Bully dan Kekerasan Coreng Citra Pendidikan

Bully dan Kekerasan Coreng Citra Pendidikan

Sabtu, 19 Oct 2019 14:51

Trump Klaim Beberapa Negara Eropa Bersedia Pulangkan Pejuang IS yang Ditahan di Suriah

Trump Klaim Beberapa Negara Eropa Bersedia Pulangkan Pejuang IS yang Ditahan di Suriah

Sabtu, 19 Oct 2019 14:00

Erdogan Ancam Lancarkan Kembali Serangan Jika Milisi Komunis Kurdi Tidak Mundur dari 'Zona Aman'

Erdogan Ancam Lancarkan Kembali Serangan Jika Milisi Komunis Kurdi Tidak Mundur dari 'Zona Aman'

Sabtu, 19 Oct 2019 13:00

Komnas HAM Selidiki Kasus Wafatnya Dua Mahasiswa Kendari

Komnas HAM Selidiki Kasus Wafatnya Dua Mahasiswa Kendari

Sabtu, 19 Oct 2019 08:40

Pak Jokowi, Kenapa Pelantikan Dibuat Tegang?

Pak Jokowi, Kenapa Pelantikan Dibuat Tegang?

Sabtu, 19 Oct 2019 06:31

Soal Fenomena Cross-Hijaber, MUI: Pria Berdandan Menyerupai Wanita Hukumnya Haram

Soal Fenomena Cross-Hijaber, MUI: Pria Berdandan Menyerupai Wanita Hukumnya Haram

Sabtu, 19 Oct 2019 03:55

Ustaz Bachtiar Nasir Disambut Kesultanan Bacan

Ustaz Bachtiar Nasir Disambut Kesultanan Bacan

Jum'at, 18 Oct 2019 22:06

Inilah 4 Tips Agar Berdandan Tidak Jadi Tabarruj

Inilah 4 Tips Agar Berdandan Tidak Jadi Tabarruj

Jum'at, 18 Oct 2019 21:55

Buzzer, Penyebar Kebaikan or Kebohongan?

Buzzer, Penyebar Kebaikan or Kebohongan?

Jum'at, 18 Oct 2019 21:43

Pengamat: Jokowi Harus Buktikan kepada Publik Soal Pilihan Menteri

Pengamat: Jokowi Harus Buktikan kepada Publik Soal Pilihan Menteri

Jum'at, 18 Oct 2019 21:12

Tatkala Kampus Alami Degradasi Intelektualitas

Tatkala Kampus Alami Degradasi Intelektualitas

Jum'at, 18 Oct 2019 21:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X