Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.076 views

The Power of 212; Sebuah Pesan Buat Istana

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Tak terduga! Peserta Reuni 212 membludak. Tanah Abang, Sudirman-Tamrin, Kebun Sirih, Tugu Tani hingga kawasan Senen penuh lautan manusia. Jumlahnya bahkan melampui Aksi 212 dua tahun lalu. Ada yang memperkirakan 10-11 juta. Dahsyat!

Kata Aa' Gym, mereka hadir karena panggilan hati. Tak ada tokoh, partai dan ulama yang bisa menggerakkan jutaan manusia seperti itu. Dijamin gak ada, lanjut Aa' Gym. Mereka hadir, karena selama ini mereka merasa ditekan.

Publik mengenal Aa' Gym sebagai ulama dan tokoh yang lembut. Hati-hati ketika bicara. Halus dan tak suka singgung orang lain. Kali ini beda. Aa' Gym tegas. Bicara lantang tentang tekanan dan ketidakadilan. Ini menunjukkan keprihatinan pada situasi yang dianggap sudah melampaui batas.

Aa' Gym benar. Mereka yang hadir di Monas adalah umat Islam yang selama ini merasa menghadapi tekanan. Sejumlah ulama dan da'i dipersekusi. Sebagian diduga jadi korban kriminalisasi. Beredar video intimidasi dan ancaman. Sementara aparat yang mestinya bertugas untuk menjaga keamanan dan memastikan tegaknya keadilan, justru ikut terlibat dan sarat keberpihakan. Oknum aparat maksudnya. Hati-hati, supaya gak kena delik aduan. Hehe...

Keadaan ini yang melatarbelakangi jutaan umat Islam berkumpul di Monas. Mereka kecewa. Tapi, tetap mengekpresikan kekecewaan itu dengan tenang dan damai.

Kali ini mereka berkumpul untuk memberi pesan: Cukup! Hentikan! Bangsa ini butuh pemimpin yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengkriminalisasi dan mempersekusi rakyatnya.

Hadir dalam Reuni Akbar itu Anies Rasyid Baswedan dan Prabowo Subianto. Kehadiran dua tokoh ini seolah memberi harapan baru untuk masa depan rakyat dan Indonesia.

Semula, Reuni 212 dihajar hoax. Dituduh sebagai ancaman bagi NKRI. Mau makar. Berencana mendirikan negara berbasis khilafah. Pesertanya metamorfosis dari HTI. Semua ini muncul sebagai upaya untuk menggagalkan Reuni 212. Hoax model ini terus disebar. Meski tak pernah menemukan fakta, tapi terus diulang-ulang. Namanya saja hoax. Hoax tingkat dewa. Halusinasinya ketinggian. Herannya, hoax macam ini juga diproduksi dan disebar oleh mereka yang bergelar sarjana. Kaum terdidik. Jangan tanya, kuliahnya dulu dimana. Mungkin saja mereka perlu sedikit bergaul dan baca buku. Agar kelihatan "tampak sedikit cerdas dan masuk akal" ketika memproduksi hoak.

Sementara persekusi ada banyak fakta. Sandera kasat mata. Video ancaman beredar dimana-mana. Dan, tak ada tindakan hukum. Malah dibiarkan begitu saja. Semua ini jelas-jelas bukan hoax. Tapi, fakta ini diabaikan. Boleh jadi karena pertama, kebencian yang sudah sampai urat nadi. Pokoknya "gak suka ya gak suka'. Apapun, tetap "gak suka'.  Kedua, die hard dan kelewat fanatik terhadap tokoh atau ormas. Hingga, hilang obyektifitas nalar. Akibatnya, sensi dan gampang tersinggung. Marah jika tokoh yang dikagumi dianggap salah.

Di sisi lain, ada sejumlah orang karena salah bicara, UU ITE langsung membidiknya. Pasal penghinaan menjeratnya. Segera, dan gak pakai lama. Inilah yang mungkin dianggap Aa' Gym, bahwa umat merasa tertekan. Ada ketidakadilan yang menggerakkan hati mereka untuk hadir di Monas.

Aa' Gym seperti mengajak rakyat untuk melihat ini dengan cermat dan obyektif. Mengetuk kesadaran, terutama kepada elit negeri ini yang sudah terlalu jauh mempolarisasi rakyat untuk saling menyerang dan memproduksi kegaduhan. Hanya demi mempertahankan sebuah kekuasaan.

Selain Aa' Gym, SBY juga ikut mengeluh. Kok mengeluh terus? Setiap orang punya gaya sendiri untuk berekspresi. Positif thinking saja. Di Twitter SBY menulis: "Saya pernah jadi calon presiden dua kali. Saya tidak pernah menyalahkan dan memaksa ketum partai-pertai pendukung untuk mengkampanyekan saya." Kata-kata SBY mengisyaratkan adanya tekanan kepada sejumlah ketua partai. Jika benar, berarti bukan hanya ulama dan umat yang merasa tertekan, tapi juga ketua-ketua partai.

Sama nasibnya seperti media televisi. Tertekan! Tahu dari mana? Reuni 212 tak ada TV yang meliput. Kecuali TV One. Apakah Reuninya gak menarik? Omong kosong! 10 juta manusia berkumpul dengan beragam dinamika dan heroisme yang unik dan langka kok gak menarik? Apakah lebih menarik bagi-bagi sepeda? Bisa aja!

Yang jelas, tidak banyak media TV yang meliput Reuni 212. Tepatnya, tidak berani meliput. Atau, tidak boleh meliput. Sebab, hadirnya 10 juta umat Islam ini berpotensi jadi ancaman buat istana. Pertama, ancaman elektabilitas. Diprediksi, elektabilitas Jokowi turun pasca Reuni 212. Jika prediksi ini nyata, maka posisi Jokowi makin terancam. Saat ini, jarak suara antara Jokowi dengan Prabowo semakin rapat.

Kedua, besarnya massa menjadi pesan kepada istana: Stop persekusi! Stop intimidasi! Dan, jangan main-main dengan pilpres. Jangan sampai pilpres ada kecurangan. Mereka yang hadir di Monas bertekad untuk menjadi saksi dan pengawas yang ikut mengontrol seluruh proses pemilu. Seperti saat Pilgub DKI 2017 lalu. Tidakkah ada Bawaslu? Kepercayaan umat kepada Bawaslu, bahkan juga KPU, sudah makin menipis.

Jika kecurangan tetap dipaksakan terjadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama, akan lahir pemimpin yang tak berintegritas. Gak mutu! Karena kemenangannya dipaksakan. Bukan karena pilihan fair dar rakyat. Kedua, jika tidak terkendali, tak menutup kemungkinan people power akan terkonsolidasi. Dan ini tentu akan mengganggu proses demokrasi dalam pilpres.

Dengan besarnya massa yang hadir di Reuni 212, ada peluang mengulang peristiwa dua tahun lalu. Saat itu korbannya adalah Ahok yang dianggap kebijakannya tidak pro dan merugikan umat Islam. Reuni 212 kali ini tak menutup kemungkinan juga akan makan korban. Siapa korban berikutnya? Tunggu pilpres 2019. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 3/11/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Militer Rusia dan Suriah Blokir Rute Pasokan Makanan dan Barang ke Kamp Pengungsi Rukban

Jum'at, 22 Feb 2019 17:00

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Lindungi Rakyat Kecil, Anies Siap Hadapi Mafia

Jum'at, 22 Feb 2019 16:45

Misteri 'Earpice'

Misteri 'Earpice'

Jum'at, 22 Feb 2019 16:42

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Prabowo adalah Motor Lahirnya UU Desa

Jum'at, 22 Feb 2019 16:21

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Tak Jadi Ditarik Sepenuhnya, AS Sisakan 200 Tentara Sebagai 'Penjaga Perdamaian' di Suriah

Jum'at, 22 Feb 2019 16:15

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Catut Logo Persis, Deklator Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Minta Maaaf

Jum'at, 22 Feb 2019 14:50

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Tersesat dan Bohong Dana Desa Perintah Jokowi

Jum'at, 22 Feb 2019 14:21

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Mahfud MD Disebut Kesurupan oleh Andi

Jum'at, 22 Feb 2019 12:21

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Kesakralan ‘Sajadah Bekas’

Jum'at, 22 Feb 2019 11:38

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

[VIDEO] Caleg PDIP Joget di Atas Sajadah, FUI: Jangan Pilih Mereka

Jum'at, 22 Feb 2019 10:50

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Prabowo-Sandi dan Mimpi Taklukan Piala Dunia

Jum'at, 22 Feb 2019 10:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 22/02/2019 08:21

Prabowo tak Ingin Rakyat Ditipu