Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.706 views

The Power of 212; Sebuah Pesan Buat Istana

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Tak terduga! Peserta Reuni 212 membludak. Tanah Abang, Sudirman-Tamrin, Kebun Sirih, Tugu Tani hingga kawasan Senen penuh lautan manusia. Jumlahnya bahkan melampui Aksi 212 dua tahun lalu. Ada yang memperkirakan 10-11 juta. Dahsyat!

Kata Aa' Gym, mereka hadir karena panggilan hati. Tak ada tokoh, partai dan ulama yang bisa menggerakkan jutaan manusia seperti itu. Dijamin gak ada, lanjut Aa' Gym. Mereka hadir, karena selama ini mereka merasa ditekan.

Publik mengenal Aa' Gym sebagai ulama dan tokoh yang lembut. Hati-hati ketika bicara. Halus dan tak suka singgung orang lain. Kali ini beda. Aa' Gym tegas. Bicara lantang tentang tekanan dan ketidakadilan. Ini menunjukkan keprihatinan pada situasi yang dianggap sudah melampaui batas.

Aa' Gym benar. Mereka yang hadir di Monas adalah umat Islam yang selama ini merasa menghadapi tekanan. Sejumlah ulama dan da'i dipersekusi. Sebagian diduga jadi korban kriminalisasi. Beredar video intimidasi dan ancaman. Sementara aparat yang mestinya bertugas untuk menjaga keamanan dan memastikan tegaknya keadilan, justru ikut terlibat dan sarat keberpihakan. Oknum aparat maksudnya. Hati-hati, supaya gak kena delik aduan. Hehe...

Keadaan ini yang melatarbelakangi jutaan umat Islam berkumpul di Monas. Mereka kecewa. Tapi, tetap mengekpresikan kekecewaan itu dengan tenang dan damai.

Kali ini mereka berkumpul untuk memberi pesan: Cukup! Hentikan! Bangsa ini butuh pemimpin yang melindungi rakyatnya, bukan yang mengkriminalisasi dan mempersekusi rakyatnya.

Hadir dalam Reuni Akbar itu Anies Rasyid Baswedan dan Prabowo Subianto. Kehadiran dua tokoh ini seolah memberi harapan baru untuk masa depan rakyat dan Indonesia.

Semula, Reuni 212 dihajar hoax. Dituduh sebagai ancaman bagi NKRI. Mau makar. Berencana mendirikan negara berbasis khilafah. Pesertanya metamorfosis dari HTI. Semua ini muncul sebagai upaya untuk menggagalkan Reuni 212. Hoax model ini terus disebar. Meski tak pernah menemukan fakta, tapi terus diulang-ulang. Namanya saja hoax. Hoax tingkat dewa. Halusinasinya ketinggian. Herannya, hoax macam ini juga diproduksi dan disebar oleh mereka yang bergelar sarjana. Kaum terdidik. Jangan tanya, kuliahnya dulu dimana. Mungkin saja mereka perlu sedikit bergaul dan baca buku. Agar kelihatan "tampak sedikit cerdas dan masuk akal" ketika memproduksi hoak.

Sementara persekusi ada banyak fakta. Sandera kasat mata. Video ancaman beredar dimana-mana. Dan, tak ada tindakan hukum. Malah dibiarkan begitu saja. Semua ini jelas-jelas bukan hoax. Tapi, fakta ini diabaikan. Boleh jadi karena pertama, kebencian yang sudah sampai urat nadi. Pokoknya "gak suka ya gak suka'. Apapun, tetap "gak suka'.  Kedua, die hard dan kelewat fanatik terhadap tokoh atau ormas. Hingga, hilang obyektifitas nalar. Akibatnya, sensi dan gampang tersinggung. Marah jika tokoh yang dikagumi dianggap salah.

Di sisi lain, ada sejumlah orang karena salah bicara, UU ITE langsung membidiknya. Pasal penghinaan menjeratnya. Segera, dan gak pakai lama. Inilah yang mungkin dianggap Aa' Gym, bahwa umat merasa tertekan. Ada ketidakadilan yang menggerakkan hati mereka untuk hadir di Monas.

Aa' Gym seperti mengajak rakyat untuk melihat ini dengan cermat dan obyektif. Mengetuk kesadaran, terutama kepada elit negeri ini yang sudah terlalu jauh mempolarisasi rakyat untuk saling menyerang dan memproduksi kegaduhan. Hanya demi mempertahankan sebuah kekuasaan.

Selain Aa' Gym, SBY juga ikut mengeluh. Kok mengeluh terus? Setiap orang punya gaya sendiri untuk berekspresi. Positif thinking saja. Di Twitter SBY menulis: "Saya pernah jadi calon presiden dua kali. Saya tidak pernah menyalahkan dan memaksa ketum partai-pertai pendukung untuk mengkampanyekan saya." Kata-kata SBY mengisyaratkan adanya tekanan kepada sejumlah ketua partai. Jika benar, berarti bukan hanya ulama dan umat yang merasa tertekan, tapi juga ketua-ketua partai.

Sama nasibnya seperti media televisi. Tertekan! Tahu dari mana? Reuni 212 tak ada TV yang meliput. Kecuali TV One. Apakah Reuninya gak menarik? Omong kosong! 10 juta manusia berkumpul dengan beragam dinamika dan heroisme yang unik dan langka kok gak menarik? Apakah lebih menarik bagi-bagi sepeda? Bisa aja!

Yang jelas, tidak banyak media TV yang meliput Reuni 212. Tepatnya, tidak berani meliput. Atau, tidak boleh meliput. Sebab, hadirnya 10 juta umat Islam ini berpotensi jadi ancaman buat istana. Pertama, ancaman elektabilitas. Diprediksi, elektabilitas Jokowi turun pasca Reuni 212. Jika prediksi ini nyata, maka posisi Jokowi makin terancam. Saat ini, jarak suara antara Jokowi dengan Prabowo semakin rapat.

Kedua, besarnya massa menjadi pesan kepada istana: Stop persekusi! Stop intimidasi! Dan, jangan main-main dengan pilpres. Jangan sampai pilpres ada kecurangan. Mereka yang hadir di Monas bertekad untuk menjadi saksi dan pengawas yang ikut mengontrol seluruh proses pemilu. Seperti saat Pilgub DKI 2017 lalu. Tidakkah ada Bawaslu? Kepercayaan umat kepada Bawaslu, bahkan juga KPU, sudah makin menipis.

Jika kecurangan tetap dipaksakan terjadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama, akan lahir pemimpin yang tak berintegritas. Gak mutu! Karena kemenangannya dipaksakan. Bukan karena pilihan fair dar rakyat. Kedua, jika tidak terkendali, tak menutup kemungkinan people power akan terkonsolidasi. Dan ini tentu akan mengganggu proses demokrasi dalam pilpres.

Dengan besarnya massa yang hadir di Reuni 212, ada peluang mengulang peristiwa dua tahun lalu. Saat itu korbannya adalah Ahok yang dianggap kebijakannya tidak pro dan merugikan umat Islam. Reuni 212 kali ini tak menutup kemungkinan juga akan makan korban. Siapa korban berikutnya? Tunggu pilpres 2019. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 3/11/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 08:57

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Ahad, 15 Dec 2019 07:49

Sambangi Arena Mukernas, Senator dan Wakil Gubernur Kaltim Puji Perkembangan Wahdah Islamiyah

Sambangi Arena Mukernas, Senator dan Wakil Gubernur Kaltim Puji Perkembangan Wahdah Islamiyah

Ahad, 15 Dec 2019 06:33

Politikus PKS Siap Jadi Penjamin Lutfi Demonstran Pembawa Bendera

Politikus PKS Siap Jadi Penjamin Lutfi Demonstran Pembawa Bendera

Sabtu, 14 Dec 2019 22:22

Komunitas Muslim Inggris Suarakan Ketakutan Atas Kemenangan Boris Johnson dalam Pemilu

Komunitas Muslim Inggris Suarakan Ketakutan Atas Kemenangan Boris Johnson dalam Pemilu

Sabtu, 14 Dec 2019 22:00

Mantan Presiden Terguling Sudan Divonis 2 Tahun Tahanan Rumah Karena Korupsi

Mantan Presiden Terguling Sudan Divonis 2 Tahun Tahanan Rumah Karena Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 21:15

Turki Masukan Mantan Pemimpin Fatah, Mohammed Dahlan ke Dalam Daftar Teroris Paling Dicari

Turki Masukan Mantan Pemimpin Fatah, Mohammed Dahlan ke Dalam Daftar Teroris Paling Dicari

Sabtu, 14 Dec 2019 20:55

Anggota Parlemen AS Minta Kepala Intelijen Publikasi Nama-nama Pembunuh Khashoggi

Anggota Parlemen AS Minta Kepala Intelijen Publikasi Nama-nama Pembunuh Khashoggi

Sabtu, 14 Dec 2019 17:00

Rusia Khawatir Setelah AS Uji Coba Rudal Balistik yang Telah Lama Dilarang

Rusia Khawatir Setelah AS Uji Coba Rudal Balistik yang Telah Lama Dilarang

Sabtu, 14 Dec 2019 16:00

Bintang Arsenal Mesut Ozil Kritik Kebisuan Dunia Islam Atas Penindasan Cina Pada Muslim Uighur

Bintang Arsenal Mesut Ozil Kritik Kebisuan Dunia Islam Atas Penindasan Cina Pada Muslim Uighur

Sabtu, 14 Dec 2019 15:05

Sandiwara Anti Korupsi

Sandiwara Anti Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 14:35

Wahdah Islamiyah Menuju Go Green, Arena Mukernas XII Bebas Sampah Plastik

Wahdah Islamiyah Menuju Go Green, Arena Mukernas XII Bebas Sampah Plastik

Sabtu, 14 Dec 2019 12:43

Licik Menguras Dana Umat

Licik Menguras Dana Umat

Sabtu, 14 Dec 2019 12:28

Sekularisasi Ala Jokowi

Sekularisasi Ala Jokowi

Sabtu, 14 Dec 2019 10:45

Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 09:44

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Sabtu, 14 Dec 2019 08:37

Ari Askhara

Ari Askhara

Sabtu, 14 Dec 2019 05:15

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Jum'at, 13 Dec 2019 23:25

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Jum'at, 13 Dec 2019 23:14

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Jum'at, 13 Dec 2019 22:50


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X