Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.015 views

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

 

Oleh:

Thama Rostika, aktivis Pena Untuk Peradaban

 

SUNGGUH brutal, tembakan yang dilakukan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Brenton Tarrant dan ketiga rekannya melancarkan aksinya tanpa sedikitpun penyesalan. Menurut salah seorang saksi mata, tembakan mulai terjadi sesaat setelah imam masjid memulai khutbah jumatnya.

Kebiadaban tersebut ia pertontonkan ke dunia dengan menayangkan aksinya secara langsung di media sosial. Lima puluh Muslim gugur. Beberapa lainnya luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis.

Kebiadaban Tarrant setidaknya sudah terlihat lewat tulisan-tulisannya yang “berdarah dingin” dengan membenci muslim juga imigran. Pemikirannya penuh kebencian atas dasar sentimen rasial.

Dalam manifesto setebal 74 halaman yang dia unggah sebelum serangan tersebut, dia memuji pembunuh massal Norwegia Anders Behring Breivik dan memaparkan ‘karya-karyanya’ sambil mencatat kekagumannya pada pemimpin fasis antar-perang Inggris Oswald Mosley.

Ia mengklaim bahwa tujuannya membunuh muslim adalah untuk “menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kami tidak akan pernah menjadi tanah mereka.” Ia memilih masjid karena para jemaah itu adalah “kelompok besar penjajah, dari budaya dengan tingkat kesuburan yang lebih tinggi, kepercayaan sosial yang lebih tinggi dan kuat, tradisi yang kuat yang berusaha untuk menduduki tanah rakyat saya, dan secara etnis menggantikan rakyat saya sendiri.” www.foreignpolicy.com 19/03/2019.

Sungguh ini suatu pembenaran yang dihasilkan dari ilusi dia sendiri. Bila memang benci atas penjajahan, maka mengapa ia tidak membenci Amerika yang berlumuran darah lewat invasi nya terhadap Afghanistan? Di Irak dan di berbagai negara muslim lainnya. Atau, Mengapa ia tidak membenci Israel saat merampas dan menjajah tanah Palestina? Jelaslah, Brenton Tarrant tidak pernah memepermasalahkannya, sebab yang menjadi korban adalah muslim.

Kebenciannya akan imigran dan penjajahan hanyalah lip service untuk menutupi kebencian sesungguhnya, yaitu Islam. Islamophobialah yang telah menjangkiti otak brutal dan sadisnya.

 

Islamophobia Global, Akar Penindasan Kaum Muslim

Penindasan terhadap muslim di berbagai tempat telah nyata diilhami oleh pemikiran-pemikiran buruk yang memang sengaja diaruskan oleh tokoh-tokoh global, intelektual, dsb. Pemikiran ini di produksi secara massif dan terus-menerus. Maka jangan heran bila kebencian yang diaruskan ini menjadi aksi kekerasan yang menimpa kaum muslim.

“Saya fikir Islam membenci kita. Ada kebencian yang sangat besar di sana. Ada kebencian yang luar biasa terhadap kita,” begitu kata presiden Amerika, Donald Trump. Trump jualah yang mengatakan bahwa jamaah masjid adalah kumpulan para pembunuh yang “keluar masjid dengan kebencian dan kematian di mata dan pikiran mereka.”

Mantan Gubernur Mike Huckabee menggambarkan umat Islam yang keluar dari masjid di hari Jumat sebagai “binatang yang sedang terlepas”. Senator Amerika Serikat bernama Lindsey Graham pun mengatakan, bahwa “jika saya harus mengawasi, maka saya akan mengawasi masjid. (www.matamatapolitik.com, 17/03/2019)

Arus islamophobia ini makin nyata pasca serangan 11 September 2001, mereka memproduksi apa yang di sebut dengan “perang melawan terorisme” sebagai perang melawan Islam. Mereka membuat ramuan picik, bahwa akar dari terorisme adalah pikiran dan ideologi Islam.

Kini, lebih dari 17 tahun, sejak serangan 11 September, gambaran negatif tentang Islam dan umat Islam mendominasi narasi terorisme. Tak segan-segan, mereka mengambil tokoh-tokoh moderat menjadi kaki tangan mereka, demi mendistorsi ajaran Islam yang dinilai “membahayakan”, dan dapat memicu aksi terorisme, semisal distorsi ajaran Khilafah, syariat, jihad, dan sebagainya. Semua narasi ini berujung agar Islam selalu menjadi objek yang terus diawasi.

Dampaknya? Kekerasan pada umat Islam meningkat di mana-mana. Dari Eropa, Amerika, Myanmar, India, hingga China. Termasuk di pembantaian 50 orang muslim di Christchurch, New Zealand. Semua mengatasnamakan perang melawan teror. Semua menjadikan Islam dan keislaman sebagai potensi ancaman. Semua menjadikan Islam sebagai ideologi yang harus direduksi dan dicurigai.

Paparan jurnalis Australia makin menegaskan : “Dunia harusnya mulai sadar bahwa pelaku teror bersenjata, yang menjadi pusat dari tragedi ini, tidaklah teradikalisasi ke dalam ekstremisme kekerasan melalui web gelap atau forum-forum pojok internet. Tapi mereka teradikalisasi melalui propaganda kebencian pada Islam yang diamplifikasi begitu bebas di media-media arus utama,” tulis jurnalis Australia, CJ Werleman.

Dengan demikian, syuhada yang gugur di masjid New Zealand bukanlah korban dari Brenton Tarrant semata, melainkan korban Islamophobia global yang di produksi secara massif melalui narasi-narasi tokoh-tokoh yang membenci Islam.

 

Akar Islamophobia

Phobia diartikan sebagai rasa ketakutan yang berlebihan kepada sesuatu, yang dapat menyebabkan reaksi emotional dan fisik. Islamophobia adalah ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan kepada umat islam dan semua ajaran islam. Arus Islamophobia makin subur ketika ide sekulerisme, demokrasi dan hak asasi manusia telah mewarnai kehidupan masyarakat.

Sekulerisme, demokrasi dan HAM sebagai sistem yang dianggap paling ideal ini, hakikatnya sangat bertentangan dengan Islam itu sendiri. Sekulerisme, demokrasi dan HAM sebagai produk Barat, yang menjunjung kebebasan ini memiliki konsep bahwa agama tidak boleh di bawa ke area politik.

Islam sepanjang hanya di rumah dan di masjid-masjid, tidak dipersoalkan. Tapi Islam politik inilah yang mereka persoalkan. Dari sinilah muncul upaya-upaya monsterisasi ajaran-ajaran islam politik sedemikian rupa melalui pendapat-pendapat pejabat negara, politisi, LSM, dll, yang terus digencarkan melalui media.

Tujuannya satu, agar tercipta ketakutan yang berlebihan akan Islam sementara ide-ide busuk mereka, yakni sekulerisme, kapitalisme dan demokrasi terus di minati dan di praktekkan. Ketakutan akan kebangkitan Islam juga merupakan hal yang mendorong industri islamophobia global. Sebagimana sejarah mencatat, bangsa Eropa merasa terhina saat Islam meraih peradaban mulia selama kurun 1300 tahun lamanya.

Oleh karenanya, perlu langkah-langkah antisipasi untuk melawan suara kebangkitan Islam, dengan cara melakukan stigmatisasi buruk pada ajaran Islam itu sendiri, yaitu melalui apa yang disebut industri Islamophobia. Khatimah Islam sebagai agama yang Haq, akan selalu dijaga oleh Allah SWT.

Bagaimanapun beragam teror diarahkan kepada kaum muslim, makar para pembenci Islam selalu berupaya merusak dan memberi citra buruk pada ajaran Islam, namun yakinlah, ajaran Islam yang mulia takkan pernah dikalahkan oleh mulut-mulut kotor mereka dan takkan bisa dikalahkam oleh tindakan brutal mereka.

Allah SWT berfirman yang artinya : “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”( TQS Ali Imran :54)

Selalu ada cara Allah SWT membalas makar-makar mereka. Lihatlah bagaimana masjid di New Zealand saat ini dipenuhi orang-orang, seolah mereka mengatakan kami tidak takut, kami siap mati.

Lihatlah bagaimana suara-suara kebangkitan Islam di seantero dunia yang menuntut syariah dan khilafah, yang merasa muak dengan sekulerisme kapitalisme yang meracuni umat, menandakan kebangkitan Islam tinggal selangkah lagi.

Allah berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An-Nuur: 55) Wallahu’alam bish shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X