Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.658 views

Khilafah Lagi, Gak Bosen?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sedih! Mungkin tidak hanya saya, tapi hampir semua pemerhati politik dan kebangsaan prihatin dengan isu-isu tak mutu yang seringkali muncul di pilpres kali ini. Selain tentu saja pilihan diksi dan narasinya yang juga tak menunjukkan kelasnya sebagai anak bangsa yang beradab. Istilah sontoloyo dan genderuwo, juga cebong dan kampret tidak saja merusak adab demokrasi kita, tapi juga telah jadi virus yang mengganggu jaringan saraf kebangsaan kita.

Kemarin, muncul lagi isu khilafah. Mungkin untuk kesekian kali. Diulang-ulang sebagai ritual pemilu. Dengan sengaja? pasti! Kali ini Hendropriyono yang memunculkan. Seorang mantan kepala BIN, orang dekat Mega, kompetitor dan sering berseberangan dengan Prabowo saat aktif di militer dan politik. Selain Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Budi Gunawan, Hendropriyono adalah sosok di belakang Jokowi yang kemampuan intelijennya sulit untuk mencari tandingannya. Termasuk sedikit orang yang luar biasa. Membuka sedikit background ini, anda dapat menyimpulkan bahwa isu khilafah yang keluar dari mulut Hendropriyono adalah bagian dari manuver politik.

Bukan untuk menghabisi HTI? Tidak! HTI sudah almarhum. Setidaknya secara konstitusional. Tak ada yang bela, kecuali Yusril Ihza Mahendra, ketua PBB dan salah satu pendukung kuat Jokowi-Ma'ruf. Dan kabarnya, HTI pun ditarik-tarik ikut dukung pilihan Yusril. Bersediakah? Sanggupkah HTI meninggalkan fatwa imamnya untuk tak ikut-ikutan dalam pemilu?

Lalu, apa tujuannya mengeluarkan isu khilafah lagi? Khawatir HTI bangkit? Lucu! HTI kecil jumlahnya. Yang banyak hanya benderanya, bukan anggotanya. Tak ada yang dikhawatirkan dari HTI, baik dari sisi jumlah anggota, pengaruh, maupun pola gerakannya. Kok sekarang dikhawatirkan? Bukan khawatir sama HTI, tapi khawatir kalau Jokowi, calonnya Hendropriyono, kalah. Karena elektabilitasnya terus merosot. Paham?

HTI selalu golput. Selama ini tak pernah ikut memilih dalam pileg, pilkada maupun pilpres. Itu instruksi imamnya. Lalu sekarang diisukan sebagai pendukung Prabowo. Anda ngigau?

Dimunculkannya isu HTI selalu sasarannya adalah warga Nahdliyyin (NU) dan non muslim. Orang-orang NU dan non muslim gak suka HTI. Dianggap Anti NKRI dan Anti Pancasila. Jadi, jika HTI dianggap pendukung Prabowo, orang-orang Nahdliyyin dan non muslim jadi antipati kepada Prabowo. Begitulah kira-kira design politiknya. Kampanye gak mutu!

Kalau pilih Prabowo yang didukung HTI, Indonesia akan dikuasai ISIS dan negara ini akan perang saudara seperti Iraq dan Siria di Timur Tengah. Hah! Bangun... bangun... Supaya gak semakin ngaco!

Ada kesan jika Prabowo menang, Indonesia jadi negara khilafah. Jadi, pertarungan di pilpres ini bukan antara Prabowo dengan Jokowi. Tapi, pertarungan antara pendukung Pancasila dengan pendukung khilafah. Ha..ha..ha... Kok ketawa? Habis, lucu banget. Khilafah dari Hongkong? Mau ngelucu silahkan, tapi jangan di panggung politik. Bikin geli.

Pertanyaannya sederhana: emang Prabowo paham khilafah? Kalau terkait soal ideologi Pancasila, hubungan internasional dan keamanan sebagaimana tema debat capres selasa, 30 Maret besok, itu ranah otoritas pengetahuan Prabowo. Tidak hanya Prabowo, semua perwira militer punya wawasan ini. Tak perlu diragukan patriotisme dan nasionalismenya. Tak perlu juga tanya darah NKRI para perwira militer.

Ada kesan isu khilafah ini sengaja dimunculkan untuk mengganggu kredibilitas Prabowo bicara soal ideologi, hubungan internasional dan keamanan dalam debat selasa besok. Yah...yah... Politik...politik... Sering gak beradab! Kasihan anak bangsa yang selalu disuguhi isu-isu destruktif model ini.

Di satu sisi Prabowo dianggap kurang bener shalat dan bacaan Al-Qur'an-nya. Bahkan suka hadir di acara natalan keluarganya yang sebagian beragama Nasrani. Di sisi lain, Prabowo dianggap bagian dari pendukung Islam radikal yang akan mendirikan negara khilafah. Paradoks bung! Yang bener yang mana? Ibadah kurang sempurna dan dekat dengan saudara-saudara kandungnya yang Nasrani, atau mau mendirikan khilafah dan nakut-nakutin saudaranya yang beda agama?

Artikel ini ditulis tidak untuk membela atau mendukung salah satu Paslon. Tidak! Tapi untuk meluruskan cara berpikir dan menyelamatkan akal sehat kita. Sehingga, demokrasi kita dijauhkan dari ketidakwarasan logika yang selalu dipaksakan hanya untuk kepentingan politik. Ayok... Yang waras dan beradab! Siapapun yang akan anda pilih, sikap waras dan beradab itu yang utama.

Isu khilafah ini selalu muncul jelang pemilu. Begitu juga isu Wahabi. Isu musiman. Isu untuk merebutkan kantong suara Nahdliyyin dan non muslim. Pemilu selesai, berakhir pula isunya. Lalu, orang lupa.

Ingat, kaum Nahdliyyin sudah pada cerdas. Begitu juga orang-orang non muslim, pelan-pelan sudah mulai menyadari bahwa ketakutan-ketakutan terhadap identitas agama ternyata tak lebih dari isu politik yang sengaja dibuat semata-mata untuk mendapatkan dukungan suara di ajang pemilu. Tak ada bukti dan faktanya. Kasus pembantaian terhadap kaum muslim di New Zealand baru-baru ini telah memberi pelajaran berharga bahwa isu agama hanya untuk mendiskreditkan umat Islam.

Dalam konteks pilpres, kantong suara NU itu paling besar. Konon sampai 91 juta. Non muslim 15 juta-an. Signifikan kalau dijumlahkan. Serbu pakai isu HTI, harapannya warga NU dan non muslim tak pilih Prabowo. Itu kan maksudnya?

Berhasilkah manuver Hendropriyono soal khilafah ini? Kita akan uji di 17 April nanti, apakah kemampuan seorang Hendropriyono mendesign isu politik sama hebatnya dengan kemampuannya di bidang intelijen? Kita tunggu! [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X