Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.852 views

Mengharapkan Mukjizat di Mahkamah Konstitusi

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

KETUA Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, menegaskan bahwa dia hanya takut kepada konstitusi dan kepada Allah SWT. Pernyataan ini sangat meyakinkan. Kita akan melihat kinerja MK yang terbaik dalam sejarah. Sebab, pernyataan itu memberikan peringatan kepada semua pihak bahwa MK bukan tempat untuk mencari celah kemenangan dengan segala cara. Bahwa MK tidak akan berkompromi dalam penegakan keadilan.

Dalam hal gugatan hasil pilpres 2019 yang diajukan oleh paslonpres 02 (Prabowo-Sandi) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tergugat, pernyataan Pak Ketua itu menyiratkan arti bahwa para hakim MK tidak akan bisa “didekati” dengan baik-baik atau dengan intimidasi oleh pihak mana pun. Itu bermakna bahwa Anwar Usman akan menepis siapa pun juga yang mencoba-coba masuk ke MK dengan cara premanisme.
 
Kita sangat pantas bergembira dengan sikap tegas Pak Ketua MK. Kita juga, untuk sementara ini, pantas menaruh keyakinan bahwa beliau akan bertindak seperti yang diucapkan itu.
 
Tapi, mungkinkah Pak Anwar bisa membentengi MK dari kekuatan dahsyat yang diyakini sedang beroperasi demi kepentingan oligarkhi kekuasaan? Wallahu a’lam.
 
Publik harus menghormati dan percaya penuh kepada Mahkamah yang berfungsi sebagai pengadilan sengketa pemilu itu. Begitulah secara normatif. Namun, tentunya ada aspek intuitif selain normatif. Dalam arti, tidak ada salahnya masyarakat menggunakan intuisi mereka dalam menghadapi proses persidangan MK.
 
Menggunakan intuisi itu tidak lagi normatif. Ada pendekatan lain. Yaitu, pendekatan yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman empiris tentang cara kerja kekuasaan di Indonesia. Artinya, publik akan melihat MK bukan lagi sebagai institusi melainkan sebagai individu-individu yang duduk di situ.
 
Sebagai contoh, publik akan menilai seberapa kuat para hakim MK berpegang pada prinsip indpendensi di tengah sengitnya “abuse of power” (kesewenangan) yang terang-terangan dilakukan selama musim pilpres 2019. Apakah mungkin tsunami kesewenang penguasa bisa dilawan oleh para hakim MK? Inilah penglihatan intuitif itu. Bukan normatif.
 
Dengan kacamata ini, orang akan cenderung pesimis terhadap penegakan keadilan lewat MK. Anwar Usman boleh-boleh saja mendeklarasikan keteguhan prinsipnya untuk hanya takut kepada “dzee-quwwatin” (Pemilik Kekuasaan Maha Tinggi). Tetapi, beliau pada akhirnya akan menghadapi “realitas gila” begitu menyaksikan langsung premanisme politik yang mendiktekan kehendak mereka kepada semua lembaga negara.
 
Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh seorang ketua MK ketika premanisme politik itu mengobrak-abrik lembaga yang coba-coba menghalangi keberingasan mereka. Sebab, mereka memiliki segala perangkat dan alat yang diperlukan untuk mengintimidasi.
 
Perlu diingat bahwa pertikian hasil pilpres ini didahului oleh aktivitas kesewenangan (abuse of power) yang sangat intensif dan masif. Semua lembaga dan instansi pemerintah hampir tidak punya pilihan kecuali ikut memperkuat kesewenangan dan penindasan. Itulah persisnya yang terjadi.
 
Begitu intensif dan masifnya kesewenangan itu, sampai-sampai semua pilar penting demokrasi, termasuk dan terutama media massa, tergiring ke wilayah pelacuran yang melumuri kehormatan. Mereka menjadi kacung-kacung kesewenangan. Mereka berubah menjadi kekuatan desktruktif yang sangat mengerikan bagi bangsa dan negara ini. Sampai akhirnya mereka menganggap normal tindakan yang memutarbalikkan fakta dan opini. Mereka merasa tidak bersalah ketika mengatakan yang benar itu salah dan yang salah itu benar
 
Jadi, berharap sesuatu yang positif dari MK dalam menyelesaikan perkara kecurangan pilpres 2019 ini, adalah sikap yang wajar. Tetapi, harapan itu memerlukan keyakinan bahwa kita semua sedang berada di pengadilan “yaumil akhir”. Yaitu, pengadilan ilahiyah yang bebas dari intervensi. Bebas dari premanisme politik.
 
Atau, kalau Anda semua masih ingin menyebutnya pengadilan dunia, maka mengharapkan keadilan di MK sangatlah dianjurkan. Tetapi, Anda harus yakin bahwa mukjizat pasti akan turun dari langit.
 
Mungkinkah itu? Sangat mungkin! Tidak ada yang mustahil.*Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Senin, 10 Aug 2020 20:15

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

Senin, 10 Aug 2020 18:59

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Senin, 10 Aug 2020 18:48

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X