Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.504 views

Mengharapkan Mukjizat di Mahkamah Konstitusi

 

Oleh:

Asyari Usman*

 

KETUA Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, menegaskan bahwa dia hanya takut kepada konstitusi dan kepada Allah SWT. Pernyataan ini sangat meyakinkan. Kita akan melihat kinerja MK yang terbaik dalam sejarah. Sebab, pernyataan itu memberikan peringatan kepada semua pihak bahwa MK bukan tempat untuk mencari celah kemenangan dengan segala cara. Bahwa MK tidak akan berkompromi dalam penegakan keadilan.

Dalam hal gugatan hasil pilpres 2019 yang diajukan oleh paslonpres 02 (Prabowo-Sandi) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tergugat, pernyataan Pak Ketua itu menyiratkan arti bahwa para hakim MK tidak akan bisa “didekati” dengan baik-baik atau dengan intimidasi oleh pihak mana pun. Itu bermakna bahwa Anwar Usman akan menepis siapa pun juga yang mencoba-coba masuk ke MK dengan cara premanisme.
 
Kita sangat pantas bergembira dengan sikap tegas Pak Ketua MK. Kita juga, untuk sementara ini, pantas menaruh keyakinan bahwa beliau akan bertindak seperti yang diucapkan itu.
 
Tapi, mungkinkah Pak Anwar bisa membentengi MK dari kekuatan dahsyat yang diyakini sedang beroperasi demi kepentingan oligarkhi kekuasaan? Wallahu a’lam.
 
Publik harus menghormati dan percaya penuh kepada Mahkamah yang berfungsi sebagai pengadilan sengketa pemilu itu. Begitulah secara normatif. Namun, tentunya ada aspek intuitif selain normatif. Dalam arti, tidak ada salahnya masyarakat menggunakan intuisi mereka dalam menghadapi proses persidangan MK.
 
Menggunakan intuisi itu tidak lagi normatif. Ada pendekatan lain. Yaitu, pendekatan yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman empiris tentang cara kerja kekuasaan di Indonesia. Artinya, publik akan melihat MK bukan lagi sebagai institusi melainkan sebagai individu-individu yang duduk di situ.
 
Sebagai contoh, publik akan menilai seberapa kuat para hakim MK berpegang pada prinsip indpendensi di tengah sengitnya “abuse of power” (kesewenangan) yang terang-terangan dilakukan selama musim pilpres 2019. Apakah mungkin tsunami kesewenang penguasa bisa dilawan oleh para hakim MK? Inilah penglihatan intuitif itu. Bukan normatif.
 
Dengan kacamata ini, orang akan cenderung pesimis terhadap penegakan keadilan lewat MK. Anwar Usman boleh-boleh saja mendeklarasikan keteguhan prinsipnya untuk hanya takut kepada “dzee-quwwatin” (Pemilik Kekuasaan Maha Tinggi). Tetapi, beliau pada akhirnya akan menghadapi “realitas gila” begitu menyaksikan langsung premanisme politik yang mendiktekan kehendak mereka kepada semua lembaga negara.
 
Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh seorang ketua MK ketika premanisme politik itu mengobrak-abrik lembaga yang coba-coba menghalangi keberingasan mereka. Sebab, mereka memiliki segala perangkat dan alat yang diperlukan untuk mengintimidasi.
 
Perlu diingat bahwa pertikian hasil pilpres ini didahului oleh aktivitas kesewenangan (abuse of power) yang sangat intensif dan masif. Semua lembaga dan instansi pemerintah hampir tidak punya pilihan kecuali ikut memperkuat kesewenangan dan penindasan. Itulah persisnya yang terjadi.
 
Begitu intensif dan masifnya kesewenangan itu, sampai-sampai semua pilar penting demokrasi, termasuk dan terutama media massa, tergiring ke wilayah pelacuran yang melumuri kehormatan. Mereka menjadi kacung-kacung kesewenangan. Mereka berubah menjadi kekuatan desktruktif yang sangat mengerikan bagi bangsa dan negara ini. Sampai akhirnya mereka menganggap normal tindakan yang memutarbalikkan fakta dan opini. Mereka merasa tidak bersalah ketika mengatakan yang benar itu salah dan yang salah itu benar
 
Jadi, berharap sesuatu yang positif dari MK dalam menyelesaikan perkara kecurangan pilpres 2019 ini, adalah sikap yang wajar. Tetapi, harapan itu memerlukan keyakinan bahwa kita semua sedang berada di pengadilan “yaumil akhir”. Yaitu, pengadilan ilahiyah yang bebas dari intervensi. Bebas dari premanisme politik.
 
Atau, kalau Anda semua masih ingin menyebutnya pengadilan dunia, maka mengharapkan keadilan di MK sangatlah dianjurkan. Tetapi, Anda harus yakin bahwa mukjizat pasti akan turun dari langit.
 
Mungkinkah itu? Sangat mungkin! Tidak ada yang mustahil.*Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Pesan 10 Nopember

Pesan 10 Nopember

Selasa, 12 Nov 2019 02:16

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Selasa, 12 Nov 2019 00:49

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Senin, 11 Nov 2019 23:52

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Senin, 11 Nov 2019 22:59

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Senin, 11 Nov 2019 21:54

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Senin, 11 Nov 2019 20:50

Ketika Zina Dianggap Biasa

Ketika Zina Dianggap Biasa

Senin, 11 Nov 2019 19:45

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Senin, 11 Nov 2019 18:30

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Senin, 11 Nov 2019 17:14

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

Senin, 11 Nov 2019 17:00

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Senin, 11 Nov 2019 16:10

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Senin, 11 Nov 2019 16:00

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Senin, 11 Nov 2019 14:33

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 11 Nov 2019 13:35

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Senin, 11 Nov 2019 11:28

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Senin, 11 Nov 2019 10:20

Menakar Nalar Pernyataan: Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan

Menakar Nalar Pernyataan: Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan

Senin, 11 Nov 2019 09:20

Kritik Rakyat

Kritik Rakyat

Senin, 11 Nov 2019 08:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 11/11/2019 21:54

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah