Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.240 views

Kalau Ingin Menang Pemilu, Curanglah

Oleh:

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

JUDUL di atas seperti sebuah petuah. Petuah dari orang yang tak memiliki sportifitas. Diberikan kepada orang yang juga tak memiliki sportifitas. Sama-sama tak sportif. Apakah mereka tak punya Tuhan? Tanya netizen. Mungkin punya. Hanya saja tak takut Tuhan. Mereka hanya takut kehilangan jabatan.

Bayangkan seandainya orang-orang macam ini ada di istana, ada di institusi hukum, ada di lembaga pemilu, ada di birokrasi, ada di kabinet, ada di DPR, pasti sendi-sendi kehidupan bernegara akan berantakan. Semoga orang-orang seperti ini gak ada di masjid, gereja dan wihara anda. Bisa-bisa rumah ibadah anda dijual sama mereka.

Kalau kecurangan itu ada di lembaga survei? Rusak demokrasi kita. Gak hanya demokrasi, dunia keilmuan juga ikut rusak. Ini jauh lebih bahaya. Kalau intelektual juga curang dengan ilmunya, apalagi yang tersisa di negeri ini?

Curang itu tak bermoral. Betul! Bicara moral tentu kita menginginkan pemilu yang jurdil, alias jujur dan adil. Pertanyaannya: emang ada pemilu yang jurdil? Hampir tak ada pemilu tanpa kecurangan. Apakah itu pilkada, pilpres maupun pileg. Hanya saja, tingkat dan level kecurangannya berbeda. Ada yang kecil, sembunyi-sembunyi agar tak ketahuan. Berarti masih punya rasa malu. Ada juga yang masif dan terang-terangan. Bahkan ada yang berani bilang: kami memang curang. Kalau kami curang, lu mau apa? Ke Bawaslu? Atau ke Mahkamah Konstitusi (MK)? Silahkan saja. Kami akan hadapi, dan anda pasti kalah!

Malah ada yang kasih pembekalan bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi. Itulah yang kemarin terungkap oleh saksi di persidangan MK. Hairul Anas Suaidi, mantan caleg PBB yang pernah ikut pembekalan dari tim 01. Dialah yang membuat kesaksian itu. Nekat bener ini orang. Ngeri! Boleh juga nyali anak muda yang konon katanya dari Madura ini.

MK adalah lembaga yang biasanya bertugas menghitung dan membandingkan jumlah suara. Karena tugas ini banyak orang kemudian suka bikin plesetan bahwa MK adalah Mahkamah Kalkulator. Itu keliru, jangan diteruskan!

Jika ada kecurangan, MK akan melihat berkasnya. Lalu dihitung, apakah angka yang dicurangi itu signifikan? Maksudnya bisa merubah selisih kemenangan? Jika tidak, wassalam. Jika iya, penggugat harus menghadirkan saksi yang cukup dan tidak punya rasa takut. Saksi takut, wassalam juga. Jika kalkulasi bukti dan saksi cukup, pemilu ulang. Hanya di TPS yang terjadi kecurangan. Kapan diskualifikasinyaa? Tanya para peserta aksi.

Emang MK bisa mendiskualifikasi paslon yang curang? Yusril Ihza Mahendra, Rafli Harun dan Mahfud MD bilang bisa. Jika kecurangan bisa dibuktikan, MK bisa mendiskualifikasi paslon. Bagaimana bila paslon yang dibela oleh Yusril itu yang didiskualifikasi? Ah, pertanyaannya ada ada aja. Emang berani? Ini pertanyaan, bukan pernyataan. Catat!

Kalau seandainya gak berani, bagaimana kasus pilpres 2019? Kok berandai-andai. Ok. Katakanlah seandainya “asumsi” anda benar. Kan anda punya Tuhan. Ya tawakkal. Barangkali ada mukjizat. Kok tawakkal? Emang anda dan semua teman anda punya kekuatan apa? Kalau biasa-biasa saja, tak akan merubah nasib. Maksudnya? Nanya mulu! Mikir dikit ngapa.

Kembali ke judul. Bahwa judul di atas hanya ingin menggambarkan realitas dalam pemilu di negeri ini. Ada calon yang curang tapi bisa menang. Calon apa saja. Mereka diuntungkan oleh sistem yang tak cukup ruang bagi para penggugat. Apalagi jika yang curang adalah orang yang punya kekuasaan. Nasib!

Tulisan ini tidak mengajak anda untuk curang. Tapi sebaliknya, jika anda ingin terjun di dunia politik, terutama saat pileg, pilkada atau pilpres, mesti siap menghadapi Kecurangan. Kenali potensi kecurangan lawan, awasi dan lawan. Gunakan strategi yang tepat untuk melawan kecurangan. Apalagi jika lawan anda sudah menjadikan kecurangan sebagai bagian dari demokrasi. Ini berat kawan.

Jangan sampai selesai pemilu baru anda mengeluh adanya kecurangan. Berarti anda tak siap bertanding. Terutama jika bertemu dengan orang yang demokrasinya adalah demokrasi kecurangan.

Siap ikut pemilu, siap hadapi kecurangan. Gak siap, jangan ikut pemilu. Kan ada KPU dan Bawaslu? Ada MK juga? Jika anda serahkan masalah anda kepada lembaga-lembaga itu, besar kemungkinan anda akan kecewa. Bukan karena mereka tak baik. Bukan! Mereka baik. Meskipun ada saja anggotanya yang tak baik. Namanya juga manusia. Sebut saja oknum, supaya anda tidak dipersoalkan.

Banyak yang harus diurus oleh KPU, Bawaslu dan MK. Bukan hanya anda saja yang harus diurus. Yang lain juga minta diurus. Belum lagi urusan pribadi mereka.

Termasuk keselamatanya? Boleh jadi. Karena mereka menghadapi banyak pihak yang sedang bertarung. Kayak tinju aja, bertarung. Malah lebih keras dan ganas dari tinju. Kalau di ring tinju, jarang orang mati. Di ring pemilu, banyak orang mati.

Ada petarung yang nerimo. Ada yang suka ngancam. Malah ada yang tukang beli suara. Bahkan, ada juga yang bawa duit banyak. Suap maksudnya? Kemarin di KPUD Karawang ramai soal ini. Namanya juga panitia pertarungan, banyak risiko. Termasuk risiko dapat duit banyak. Hehe

KPU, Bawaslu dan MK bukan tempat anda menggantungkan nasib. Sebab, para pemain curang sudah berpengalaman, bagaimana mengelabui orang-orang di lembaga pemilu itu, termasuk bagaimana bekerjasama dengan si oknum di dalam lembaga-lembaga itu.

Jadi, kalau anda turut dalam pemilu, kenali lawan anda, lihat potensi kecurangan, dan jangan lupa jalin komunikasi sebaik-baiknya dengan mereka. Agar, anda tahu dan bisa mengantisipasi jika ada oknum yang bermain curang. Siapa tahu anda juga dapat banyak bocoran.

Masih minat ikut pemilu? Jangan lupa anda harus siap hadapi kecurangan. Boleh gak ikut berbuat curang? Kalau anda mau curang juga, jangan baca tulisan ini! Karena, tulisan ini hanya untuk para petarung yang sportif.**

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Kamis, 16 Jan 2020 16:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X