Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.151 views

Rakyat Dilarang Mudik, Lho Kok TKA Cina Dibebaskan Masuk?

 

Oleh: Desi Yunise, S.TP

Sejumlah upaya demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19 telah digulirkan pemerintah.  Harapan itu agaknya masih jauh panggang dari api.  Angka pasien Covid belum juga menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per Jumat, 1/5/2020,  bertambah 433 orang.   Sehingga  total pasien yang terjangkit virus korona yaitu 10.551 orang.  Data terbaru ini disampaikan oleh    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat sore (Kompas.com, 1/5/2020).

Demi memutus rantai penyebaran COVID-19,  sejumlah daerah zona merah diterapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pemerintah pun menerapkan larangan mudik,  membolehkan pulang kampung.    Namun,  kebijakan ini menuai protes, sebab apa bedanya antara mudik dan pulang kampung dari segi potensi menyebaran virus?  Sementara itu PSBB yang diterapkan pemerintah pusat juga tak sepenuhnya didukung oleh  pejabat daerah.  Seperti yang terjadi di Bali. 

Di lain pihak, Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengambil kebijakan yang kontradiktif.  Dilansir dari Kumparan (30/4/2020),   lembaga ini menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).  Sebanyak  500 TKA China dibebaskan masuk ke   Sulawesi Tenggara, di tengah Pandemi Corona.  Padahal, Gubernur Sultra, Ali Mazi bersama DPRD tegas menolak rencana kedatangan 500 TKA tersebut di saat Indonesia sedang berperang melawan COVID-19.   Wajar jika kebijakan ini menuai kritik keras dari publik,  sebab negara ini sedang  membatasi penyebaran virus.  Mengapa  justru Kemenaker membuka  pintu penyebaran dari TKA?  Lagi pula,  tenaga kerja dalam negeri harusnya lebih diprioritaskan.

Mencermati berbagai kebijakan yang diberlakukan tampaknya tidak  akan berjalan efektif.  Sebab celah terbukanya penyebaran Covid-19 masih terbuka lebar.  Kebijakan  berbagai kementrian dengan pemerintah pusat  tampak berjalan tidak sinergis.  Ironis, di saat rakyat Indonesia membutuhkan banyak pekerjaan, pemerintah malah membuka pasar tenaga kerja asing.  Hal ini  jelas akan makin menyakiti rakyat.  Rakyat pada akhirnya, menilai bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh mengurusi.    Keberpihakan  pada TKA lebih tampak nyata daripada rakyat yang menderita.  Di dalam negeri sedang  butuh-butuhnya pekerjaan akibat  gelombang PHK, mengapa TKA Cina diberi pekerjaan?  Kebijakan ini pun nyata-nyata bertolak belakang dengan upaya pencegahan sebaran virus.  Bagaimana rakyat dilarang mudik dan harus di rumah saja, sementara TKA dibebaskan masuk?

Agar kebijakan berjalan baik, ada 3 kunci sukses yang harus diperhatikan.  Pertama,  diberlakukan secara tegas dan konsisten.  Kadua, didukung penuh oleh rakyat. Ketiga, dilaksanakan rakyat dengan penuh kesadaran. Ketiga kunci sukses ini sulit terwujud pada masyarakat kapitalistik-sekuleristik seperti saat ini.  Apa sebabnya?

Pertama, untung-rugi masih dijadikan asas  di atas kemaslahatan rakyat.  Sehingga kebijakan tampak kontraproduktif satu dengan yang lain.  Hal ini terlihat  pada kebijakan membolehkan TKA asing masuk sementara rakyat dilarang  mudik.

Kedua, pemerintah sulit mendapatkan dukungan dari masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, pejabat daerah, tokoh agama dan semua pihak.  Sebab terlihat secara kasat mata bahwa pemerintah tidak serius dan  sungguh-sungguh memperhatikan kebaikan bagi rakyat.  Kalaupun ada hanya bersifat setengah hati.

Ketiga, masyarakat melaksanakan kebijakan tidak dilandaskan kesadaran.  Mereka hanya sekedar takut karena sanksi yang diberikan. Sehingga jika ada celah yang terbuka, rakyat masih mencari cara melanggar aturan.

Lain halnya dengan masyarakat islam.  Dalam masyarakat islam, baik pemimpin dan rakyatnya memiliki kesatuan, baik dalam pemahaman, perasaan maupun aturan.  Kesatuan ini diikat oleh sikap ketaqwaan kepada Allah SWT.    Sikap taqwa ini akan melahirkan akhlaq yang mulia pada diri pejabat sekaligus rakyat.  Hal ini tampak pada hal-hal berikut :

  1.  Pemimpin sangat bertanggung jawab.  Dalam paradigma Islam, pemimpin adalah pelayan dan ia dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.  Karekter bertanggung jawab ini akan melahirkan kepemimpinan yang amanah.  Pemimpin ini akan sangat memperhatikan kemaslahatan rakyat.  Melayani seluruh rakyat merupakan orientasi kepemimpinannya.  Tak diskriminatif terhadap satu golongan di atas golongan yang lain.  Sebab kebijakannya didasarkan pada tuntunan syariat yang dituangkan dalam Al Qur’an dan As sunnah.
  2.  Kebijakan mendapat dukungan penuh dari rakyat.  Hal ini ditunjukkan dengan mentaatinya dengan suka rela.  Kalau pun ada hal yang tidak berkenan, disampaikan dalam suasana amar makruf nahi mungkar.  Sehingga hubungan antara rakyat dan pemimpin  adalah hubungan mengoreksi pemimpin dengan  cara yang baik.    Pemimpin pun merespon posisitf terhadap kritik, sebab kritik adalah kewajiban hukum syariat.  Jika kebijakannya keliru, pemimpin tak akan segan mengubah kebijakan yang telah dibuatnya.
  3. Masyarakat menjalankan aturan dengan kesadaran.  Kesadaran inilah yang menjamin rakyat tidak  mencari celah untuk melanggar aturan.  Sebab mentaati pemimpin adalah kewajiban dari Allah sepanjang bukan kemaksiatan.  Sebaliknya, jika mereka melanggar aturan dengan sengaja  sejatinya mereka berdosa di sisi Allah SWT.

Ketiga hal inilah yang hanya akan lahir dalam masyarakat Islam.  Antara penguasa dan rakyat diliputi rasa taqwa kepada Allah SWT.  Sehingga lahir  kesatuan  pemahaman, perasaan dan aturan yang dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.  Kebijakan pun tentunya berjalan efektif dan sukses. Wallahu a’lam bis shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Kamis, 29 Jul 2021 21:42

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Kamis, 29 Jul 2021 21:10

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Kamis, 29 Jul 2021 21:00

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Kamis, 29 Jul 2021 19:35

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

Kamis, 29 Jul 2021 19:06

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Kamis, 29 Jul 2021 18:35

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Rabu, 28 Jul 2021 21:47

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Rabu, 28 Jul 2021 21:36

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Rabu, 28 Jul 2021 21:19


MUI

Must Read!
X