Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.513 views

Makin Kalap Israel, Makin Hancur Lobinya di Indonesia

 

Oleh:

Dr. Adian Husaini || Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

 

HARI-HARI ini, umat Islam di Indonesia terus disuguhi tontonan kebiadaban Israel terhadap warga Palestina. Umat Islam yang sedang beribadah di Masjid al-Aqsha diserang. Ratusan orang luka-luka. Kini, Jalur Gaza kembali diserang Israel. Alasan klasiknya, Israel membalas serangan roket dari Gaza.

Selasa (11/5/2021), situs berita sindonews menurunkan berita berjudul: “Israel Kalap, 20 Warga Palestina Tewas Dibombardir Termasuk 9 Anak.” Disebutkan bahwa sebanyak 20 warga Palestina di Gaza telah terbunuh setelah dibombardir militer Israel dari udara pada hari Senin (10/5/2021). Dari 20 korban meninggal itu, 9 di antaranya anak-anak.

Data itu diumumkan Kementerian Kesehatan Gaza. Israel bertindak kalap setelah roket—untuk pertama kalinya sejak 2014—ditembakkan dari wilayah Gaza ke Yerusalem. Kementerian Kesehatan Gaza, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Russia Today, mengatakan beberapa korban luka juga dirawat di Rumah Sakit Beit Hanoun di utara Gaza.

Sebelumnya, Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan roket hari Senin di Jerusalem. Serangan itu dikatakan merupakan tanggapan atas kekerasan oleh pasukan Israel, termasuk penggusuran paksa keluarga Palestina dan bentrokan di Masjid Al-Aqsa. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Israel lalu menggunakan alasan itu untuk membantai warga Palestina secara besar-besaran,

*****

Seperti tahun-tahun sebelumnya, umat Islam Indonesia segera memberikan reaksi keras terhadap aksi kekejaman Israel. Berbagai aksi solidaritas digelar. Mungkin tanpa disadari oleh Israel, aksi-aksi kekejaman dan kebiadaban Israel semakin menyulitkan lobi-lobi Yahudi di Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi, Israel terus berusaha menjalin hubungan erat dengan negeri muslim terbesar ini. Pasalnya, Indonesia memang sangat aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Tahun 1955, Presiden Soekarno memelopori Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang mengutuk Zionisme sebagai bentuk penjajahan yang paling jahat.

Dikutip dari www.liputan6.com, bahwa Presiden Soekarno memiliki sikap tegas terhadap Israel. Setelah penyelenggaraan KAA, Bung Karno menolak kehadiran atlet Israel di Asian Games tahun 1962, di Indonesia. Akibatnya, keanggotaan Indonesia di Komite Olimpiade Internasional (KOI) dicabut. Tetapi, Presiden Sukarno justru makin bersikap keras terhadap Israel.

"Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel," ucap Bung Karno.

Sikap tegas Bung Karno terhadap Israel masih berlanjut. Tahun 1957, Timnas Indonesia lolos penyisihan zona Asia untuk melenggang di Piala Dunia 1958 di Swedia. Namun, Timnas memilih tidak tampil di Piala Dunia ketimbang beradu di satu lapangan dengan Israel.

Maulwi Saelan, kiper Timnas Indonesia yang juga ajudan Bung Karno, mengatakan, mundurnya Timnas Indonesia karena perintah Bung Karno. "Itu sama saja mengakui Israel," ujar Maulwi menirukan omongan Sukarno, seperti dikutip dari Historia.

Hingga masa akhir kekuasaanya, Bung Karno tetap pada pendiriannya untuk terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Dalam pidatonya pada HUT RI ke-21, Presiden Sukarno menyatakan alasannya selama ini konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa antiimperialisme, tetapi juga konsekuen terus berjuang menentang imperialisme," kata Bung Karno.

"Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel..." Bung Karno menandaskan. (https://www.liputan6.com/.../sukarno-cerita-anti-israel...).

*****

Di masa Orde Baru, Israel juga berulangkali berusaha menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia. Tahun 1993, dua petinggi Israel hadir dalam sidang WTO (World Tourism Organisation) di Bali. Lalu, pada 15 Oktober 1993, PM Israel Yitzak Rabin mampir ke Jakarta dan menemui Presiden Soeharto di Jalan Cendana. Dikabarkan, bahwa Yitzak Rabin mendesak Indonesia agar bersedia membubuka hubungan dengan Israel.

Pada 22 Februari 1994, lima senator AS berkunjung ke Jakarta dan mendesak agar Indonesia membuka hubungan dengan Israel. Setelah itu, sejumlah tokoh Indonesia diundang ke Israel untuk memperkuat lobi Israel. Tekanan demi tekanan terhadap Indonesia terus dilakukan agar Indonesia mau membuka hubungan dengan Israel.

Menyikapi hal itu, pada 19 September 1993, sekitar 15.000 kaum muslimin Indonesia melakukan protes anti-Israel di halaman Masjid Agung al-Azhar Jakarta. Kedatangan Yitzak Rabun di Jakarta juga disambut aksi demo oleh HIPMAZ (Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Anti Zionis).

Akhirnya Mensesneg Moerdiono ketika itu menjelaskan, bahwa Presiden Soeharto menerima kedatangan Yitzak Rabin, bukan sebagai Presiden RI, tetapi sebagai Ketua Gerakan Non-Blok. Begitu juga dikatakan Menkopolkam Soesilo Soedarman, bahwa kedatangan pejabat Israel ke Bali adalah atas undangan WTO. Di masa Presiden Abdurrahman Wahid, usaha untuk membuka hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel makin gencar. Tetapi, usaha itu pun kandas.

Tokoh Katolik Indonesia, Dr. Soedjati Djiwandono, menulis sebuah artikel berjudul ”Hubungan Dagang dengan Israel” di Majalah Katolik ”HIDUP” (edisi 14 November 1999), yang menyalahkan kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Israel. Soedjati menulis: ”Tetapi, mengapa kita hanya mendukung bangsa Palestina dan tidak mendukung Israel? Apakah bangsa Yahudi bukan suatu bangsa yang juga mempunyai hak menentukan nasib sendiri? Kalau kita secara mutlak hanya memikirkan bangsa Palestina, lalu mau diapakan bangsa Israel?

Hingga kini, secara umum, sikap politik pemerintah Indonesia tidak berubah. Indonesia menolak hubungan diplomatik dengan Israel. Pada 30 November 1987, Presiden Soeharto pernah berpidato, bahwa konflik Timur Tengah hanya dapat diselesaikan jika rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan untuk mendirikan negara berdaulat di tanah airnya yag dicaplok oleh Israel. Presiden menegaskan, Israel harus angkat kaki dari wilayah yang didudukinya dalam Perang tahun 1967, termasuk Jerusalem.

Jadi, akar masalah di Masjid al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan adalah penjajahan Israel atas Palestina. Bukan masalah roket Hamas. Penjajahan dan kekejaman Israel itu yang harus segera diakhiri. Itulah sikap resmi bangsa Indonesia sejak dulu hingga kini.

Kebiadaban demi kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina akan semakin menghancurkan lobi Yahudi di Indonesia dan memperkokoh komitmen bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Wallahu A’lam bish-shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan:  Urgensi atau Bisnis?

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan: Urgensi atau Bisnis?

Kamis, 28 Oct 2021 20:22

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Kamis, 28 Oct 2021 20:06

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 20:00

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Kamis, 28 Oct 2021 19:08

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Harga PCR Turun, Fahira Idris: Semakin Murah Semakin Baik

Rabu, 27 Oct 2021 11:49

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Harga PCR Rp300 Ribu, Legislator Bandingkan di India Bisa Mematok Harga di Bawah Rp100 Ribu?

Rabu, 27 Oct 2021 09:56

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Pentagon: Kelompok Jihadis di Afghanistan Dapat Menyerang AS Dalam Enam Bulan

Rabu, 27 Oct 2021 09:36


MUI

Must Read!
X