Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.997 views

Awas Upaya Sistemik Menunda Pemilu

 

Oleh:

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

JADWAL pilpres dan pileg sudah ditetapkan 14 februari 2024. Ini kesepakatan DPR, Mendagri dan KPU. Fix dan sudah ketuk palu. Ini tertuang dalam Surat Keputusan KPU No 21 Tahun 2022.

JadWal pilpres dan pileg sudah sesuai aturan dengan siklus lima tahunan. Tahun 2019 kemudian diselenggarakan nanti di tahun 2024. Persis lima tahun. Kedepannya Pilpres dan pileg diadakan tahun 2029, dan seterusnya.

Presiden hanya menjabat paling lama dua periode. Berarti 10 tahun. Tidak lebih dari itu. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi otoritarianisme dalam kekuasaan, dan proses regenasi terus berjalan. Karena itu, konstitusi membatasinya dua periode.

Sementara pilkada ditetapkan 27 Nopember 2024. Ada 101 pilkada yang tertunda hingga dua tahun. Termasuk DKI Jakarta. Pilkada terselenggara tahun 2017, mestinya pilkada berikutnya tahun 2022. Tapi diundur tahun 2024.

Ada 170 pilkada yang diundur setahun. Dari tahun 2018, mestinya periode berikutnya tahun 2023. Tapi diundur tahun 2024.

Sekarang, gencar wacana pilpres dan pileg ditunda 1-2 tahun. Yaitu tahun 2025 atau 2026. Santer juga yang mewacanakan penundaan Pilpres dan pileg tahun 2027.

Dari mana wacana itu? Yang pasti bukan dari rakyat. Tapi dari sejumlah elit yang suka mengatasnamakan rakyat. Kurang kuat, entar cari orang, atau sekelompok orang, atau LSM jadi-jadian untuk ikut menyuarakannya.

Ada pihak-pihak yang bekerja keras untuk menunda Pilpres dan pileg. Soal alasan, lagi dicari-cari yang kira-kira masuk akal dan bisa diterima publik.

Semula alasannya karena pandemi yang gak mereda. Setelah mereda, pakai alasan lain yaitu ekonomi masih terpuruk akibat pandemi. Usul pengusaha-lah... Keinginan UMKM-lah... Bukankah menkeu Sri Mulyani optimis bahwa pertumbuhan ekonomi kedepan sangat menggembirakan? Berarti sekenarionya gak kompak.

Kalau alasan ini gak nendang, entar pakai alasan lain lagi bahwa KPU belum siap, karena waktunya yang terlalu mepet. Semoga alasan ini tidak keluar.

Jadi, wacana, tepatnya kepentingan untuk menunda pilpres dan pileg lebih dulu lahir, lalu dicari alasannya yang "kira-kira cocok".

Upaya "test the water"-nya sudah cukup banyak. Mulai Menteri sampai ketua partai. Mereka serempak menggunakan alasan "untuk recovery ekonomi".

Dilihat dari manuver dan tokoh yang berperan di panggung, terbaca oleh publik adanya skenario sistemik yang sedang dimainkan untuk memaksa pilpres dan pileg diundur.

Kalau Pilpres dan pileg diundur, pilkada juga akan ikut mundur. Kalau jadual semula pilkada mundur 1-2 tahun, maka tertundanya pilpres dan pileg akan memperlama penundaan pilkada. Bisa 3-5 tahun. Anda bisa bayangkan jika PJ (pejabat sementara kepala daerah) menjabat selama 3-5 tahun. Lebih dari setengah atau bahkan full satu periode tanpa proses pemilihan dalam pemilu. Betapa ini menunjukkan kekacauan dalam sistem demokrasi kita.

Memang, ada yang gak peduli soal ini. Gak peduli nasib demokrasi, gak peduli keberlanjutan reformasi, gak peduli persepsi dan perasaan rakyat, pokoknya gak peduli apapun. Yang mereka peduli, jabatan dan kekuasaan mereka diperpanjang. Titik! Rasa malunya sudah teramat tipis.

Kecuali PDIP dan PKS yang hingga hari ini tetap konsisten untuk mempertahankan jadual pemilu yang sudah ditetapkan.

Siapa yang diuntungkan dengan dimundurkannya pemilu ini? Tentu DPR, DPRD dan DPD akan nemu durian runtuh. Orang-orang di lingkaran kekuasaan akan girang bukan kepalang.

Jika ini dipaksakan, maka pertama, sejarah akan mencatat ini sebagai preseden buruk bagi demokrasi. Orang-orang yang terlibat dalam kebijakan ini besar kemungkinan kelak akan dikenang sebagai tokoh-tokoh yang dianggap penghianat reformasi dan dikutuk sepanjang sejarah bangsa ini. Apalagi jika diundurnya pemilu mengakibatkan instabilitas politik, maka akan semakin hitam catatan sejarah bangsa ini dengan semua tokoh yang terlibat.

Saat ini, kekuasaan dapat mengendalikan segalanya. Tapi, catatan sejarah tidak akan pernah dapat dikendalikan. Tiba saatnya kelak sejarah akan bicara benar-salah, baik dan buruk. Itulah yang akan dibaca oleh anak cucu bangsa ini di masa yang akan datang.

Kedua, skenario yang dipaksakan ini berpotensi menimbulkan kegaduhan, bahkan bisa lebih dari itu. Situasi sosial dan politik bisa tidak normal, dan ini justru akan membuat pertumbuhan ekonomi jauh dari yang diharapkan.

Sebaiknya, tidak ada elit yang menciptakan risiko yang akan menjadi beban besar bagi bangsa ini. Jauh lebih elegan jika semuanya patuh kepada aturan yang sudah ditetapkan. Jangan utak-utik aturan, karena berpotensi menimbulkan risiko politik yang "unpredictable".

Kita ingin Indonesia normal dan stabil tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk seterusnya. Pertimbangan ini yang mesti kita jadikan dasar bersama dalam setiap sikap politik dan mengambil kebijakan.

Di akhir masa pengabdian, para elit mesti fokus pada apa yang akan diwariskan untuk bangsa ini. Warisan yang tercatat dan akan dibaca oleh anak cucu bangsa ini Bukan berupaya bagaimana cara mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan yang sekarang sedang dipercayakan oleh rakyat kepada mereka.

Narasi ini memang kurang populer di kalangan politisi. Tapi, ini adalah kewarasan (kesadaran rasional) yang membuat para elit dan politisi mampu menciptakan nama baik keluarga dan nama besar dirinya dalam catatan sejarah.

Menunda pemilu merupakan sikap tidak rasional. Di mata publik ini tak lebih dari ambisi berkuasa yang akan meruntuhkan nilai-nilai kehormatan mereka sendiri. Dan ini akan diabadikan oleh catatan sejarah. Kendati ada dinamika personal di dalamnya, tapi rakyat tak cukup tahu soal itu dan akan sangat sulit untuk bisa memaafkan mereka.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sabtu, 20 Aug 2022 10:06

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Jum'at, 19 Aug 2022 18:00

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Jum'at, 19 Aug 2022 17:00

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Jum'at, 19 Aug 2022 10:07

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Jum'at, 19 Aug 2022 08:16

 Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Jum'at, 19 Aug 2022 07:50

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Jum'at, 19 Aug 2022 07:04

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Jum'at, 19 Aug 2022 06:55

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

Kamis, 18 Aug 2022 14:14

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30


MUI

Must Read!
X