Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.702 views

Bela Negara

 

Oleh:

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

LEMBAGA Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Kerja sama itu dalam bentuk kegiatan pembinaan kesadaran bela negara. "Pertama silaturahim, kami saling tukar pendapat dan sharing menghadapi masa depan negara. Yang kedua, bagaimana kami membuat kerja sama dalam rangka bela negara," ujar Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (3/8). LPOI terdiri dari 14 ormas Islam. Ke-14 ormas Islam itu, yakni NU, Al Irsyad Al Islamiyah, Persis, Ittihadiyah, Matlaul Anwar, Arrobitoh Al Alawiyah, Al Wasliyah, Syarikat Islam Indonesia, Perti, Ikadi, Azzikra, PITI, Dewan Da'wah, serta Himpunan Bina Muallaf. (Republika.co.id, 4/8/2019).

Hal ini mendapat respon positif dari Kemenhan. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan ancaman nyata bagi NKRI adalah terorisme dan radikalisme. Menurutnya, dibutuhkan kerjasama seluruh masyarakat. Karena program bela negara akan berhasil jika 99 persen masyarakat melibatkan diri menghancurkan ancaman ini. Sementara menurut ketua PBNU, Said Aqil Siradj, mengemukakan bahwa nacaman terhadap NKRI adalah ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila.

Dari kedua pandangan tersebut, maka ada beberapa hal yang patut digarisbawahi. Pertama, tentang terorisme dan radikalisme. Dalam Islam, aksi terorisme memang dilarang. Tak boleh ada aksi membunuh nyawa manusia apalagi mengatasnamkan agama. Hal ini jelas bertentangan dengan konsep amar makruf nahi mungkar dalam Islam. Islam tak mengajarkan kekerasan.

Sayangnya, isu terorisme dan radikalisme seringkali dimainkan oleh musuh-musuh Islam untuk terus menerus memojokkan Islam. Seolah Islam adalah agama kekerasan. Yang taat agama dibilang radikal. Yang menginginkan penerapan syariat Islam dianggap sebagai bibit teroris. Gejala Islamofobia telah menyempitkan makna Islam sesungguhnya. Maka dari itu, apa yang dimaksud dengan ancaman terorisme dan radikalisme haruslah clear terlebih dahulu. Agar maknanya tak ambigu dan multitafsir.

Kedua, tentang ideologi asing. Entah apa yang dimaksud ketua PBNU dengan istilah ideologi asing tersebut. Sejauh ini, ideologi asing yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila adalah kapitalisme dan komunisme. Ideologi kapitalisme dengan akidahnya yang bernama sekularisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Beragama hanya dibatasi dalam ranah ibadah mahdhoh saja. Sementara kehidupan diatur sesuai kehendak manusia.

Kapitalisme merupakan sistem yang tak manusiawi dan berkeadilan. Sebab, kekayaan alam boleh dimiliki pribadi asal ia bermodal besar. Alhasil, sistem kapitalisme membuat jurang pemisah antara si kaya dan miskin. Kekayaan hanya dinikmati segelintir orang. Selama negeri ini mengadopsi sistem kapitalisme dalam bernegara dan bermasyarakat, tak akan berubah. Yang sejahtera ya itu-itu saja. Para konglomerat dan pejabat negara. Kesejahteraan rakyat masih jauh panggang dari api. Sedangkan ideologi komunisme sudah jelas penentangannya. Sebab ia tak akui adanya Tuhan.

Ketiga, tentang bela negara. Kalaulah yang dimaksud bela negara adalah menjaga negeri ini dari ancaman kapitalisme dan komunisme, memang sudah semestinya itu dilakukan. Ancaman kapitalisme itu nyata. Baik kapitalisme Timur maupun Barat. Mental mereka sama. Penjajah. Menjarah kekayaan negeri ini dengan berbagai cara. Baik melalui utang luar negeri, investasi asing, kerjasama internasional, liberalisasi perdagangan, dan sejumlah proyek yang mengharuskan Indonesia tunduk dengan kebijakan global.

Kalaulah yang dimaksud bela negara adalah ancaman radikalisme dan terorisme itu sesuai makna sebenarnya, maka pemahaman Islam yang sebenarnya sudah cukup mampu menangkal aksi terorisme. Namun, bila maksud radikalisme dan terorisme itu diartikan sesuai pandangan Barat dan musuh-musuh Islam, maka sejatinya kita sudah terjebak dengan isu yang dihembuskan Barat untuk melemahkan Islam. Sejauh ini, pengertian radikalisme itu selalu menunjuk Islam sebagai biangnya. Narasi yang akan terus dimunculkan untuk menjauhkan umat dari agamanya dan menghambat kebangkitan Islam.

Bela negara yang sesungguhnya adalah menyelamatkan negeri ini dari ideologi dan sistem yang merusak. Seperti komunisme, kapitalisme, sekularisme, liberalisme, dan derivatnya. Bela negara adalah tidak rela negeri ini terjajah di tangan imperialisme Timur dan Barat. Bela negara adalah senantiasa berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan rahmatNya, bukan bencana. Bela negara adalah mengharapkan negeri ini menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur. Dibukanya pintu berkah dari langit dan bumi. Hal ini akan terwujud manakala negeri ini tunduk dan taat dengan aturan Pencipta manusia.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Wanprestasi, BUNDA ELIS Pemilik Kripik Krispy Yammy Babeh dicari

Wanprestasi, BUNDA ELIS Pemilik Kripik Krispy Yammy Babeh dicari

Selasa, 10 Dec 2019 14:56

Sebanyak 42 Kader Masuk Bursa Caketum KAMMI

Sebanyak 42 Kader Masuk Bursa Caketum KAMMI

Selasa, 10 Dec 2019 12:23

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Selasa, 10 Dec 2019 11:00

Rizal Ramli: 74 Tahun Merdeka, Banyak yang Mengabdi dengan Cara Menjilat

Rizal Ramli: 74 Tahun Merdeka, Banyak yang Mengabdi dengan Cara Menjilat

Selasa, 10 Dec 2019 10:24

Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara

Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara

Selasa, 10 Dec 2019 09:46

Miris! Seksual Diliberalisasi di Rezim Korporatokrasi

Miris! Seksual Diliberalisasi di Rezim Korporatokrasi

Selasa, 10 Dec 2019 09:39

Sikap Umat Islam terhadap Hari Raya Nonmuslim Menurut Ulama Madzhab Syafii

Sikap Umat Islam terhadap Hari Raya Nonmuslim Menurut Ulama Madzhab Syafii

Selasa, 10 Dec 2019 06:20

Apresiasi Repatriasi 977 WNI, Mufida Minta Pekerja Migran Diberdayakan

Apresiasi Repatriasi 977 WNI, Mufida Minta Pekerja Migran Diberdayakan

Selasa, 10 Dec 2019 05:46

Solusi Menuju Bebas HIV/ AIDS tahun 2030, Mungkinkah?

Solusi Menuju Bebas HIV/ AIDS tahun 2030, Mungkinkah?

Senin, 09 Dec 2019 22:28

Antara Hallyu (Korean Wave) dan Halu, yang Manakah Kamu?

Antara Hallyu (Korean Wave) dan Halu, yang Manakah Kamu?

Senin, 09 Dec 2019 22:12

Ilusi Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi

Ilusi Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi

Senin, 09 Dec 2019 20:18

Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Senin, 09 Dec 2019 17:56

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Senin, 09 Dec 2019 17:30

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Senin, 09 Dec 2019 16:55

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Senin, 09 Dec 2019 16:30

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Senin, 09 Dec 2019 15:59

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Senin, 09 Dec 2019 15:45

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Senin, 09 Dec 2019 15:42

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Senin, 09 Dec 2019 14:45

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Senin, 09 Dec 2019 14:04


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X