Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.019 views

Indonesia Mengalami Krisis Energi, Benarkah?

 

Oleh: Siti Saodah, S. Kom

 

Tenaga listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara sebagai bahan pembakarannya. Hal ini ternyata menyisakan dampak buruk. Baru-baru ini pemerintah melarang ekspor batu bara sebab pasokan domestik menipis. Kekhawatiran pemerintah dibarengi oleh perusahaan batu bara nakal yang tak mematuhi pasokan batu bara untuk domestik. Akibatnya pasokan batu bara dalam negeri menipis yang mengakibatkan gangguan pada energi listrik.

Sayangnya kebutuhan tinggi akan batu bara tak diimbangi dengan pasokan yang cukup untuk kebutuhan dalam negeri. Indonesia di ambang krisis energi sebagaimana diungkapkan oleh Andri prasetiyo dari Peneliti Trend Asia. Ia menambahkan dengan keputusan pemerintah yang menarik rem darurat untuk aktivitas ekspor batu bara menunjukkan bahwa kondisi ketahanan energi sedang tidak aman dan di ambang krisis. Menurutnya Indonesia sudah terlanjur menjadikan batu bara sebagai bahan energi utama dan belum mampu lepas (www.suara.com).

Kebutuhan batu bara masih didominasi oleh PLN sekitar 60% dari pasokan dalam negeri (Perusahaan Listrik Negara) yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik. Sedangkan sisanya adalah perusahaan emas, perusahaan pupuk, perusahaan semen, perusahaan tekstil dan lainnya. Industri dalam negeri sendiri masih mengandalkan batu bara sebagai bahan bakar. Sedangkan krisis batu bara sendiri akhirnya berdampak pada industri tersebut.

Krisis Batu Bara Dalam Negeri

Akibat krisis batu bara dalam negeri mengakibatkan perusahaan listrik negara harus melakukan pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah. Sedangkan kebutuhan akan listrik di negeri ini sangat tinggi. Bukan hanya untuk industri besar saja tapi rumah tangga dan industri kecil juga banyak menggunakan energi listrik. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah dan pengusaha batu bara dalam negeri.  

Menipisnya pasokan batu bara di dalam negeri rupanya dipicu oleh ketidakefektifan kewajiban pasokan atau Domestic Market Obligation sebesar 25% tutur Febby Tumiwa selaku Direktur Eksekutif IESR (economy.okezone.com). Tentu saja ini adalah bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha batu bara. Kelangkaan batu bara menjadi krisis energi yang kini dirasakan di dalam negeri. Bukan tanpa sebab batu bara menjadi langka, hal ini dipicu oleh  harga jual di dalam negeri yang terbilang rendah. Akibatnya pengusaha batu bara lebih memilih melakukan ekspor karena harga jual yang tinggi dan mampu mendapatkan keuntungan berlipat.

Motif ekonomi pengusaha batu bara menjadi sebab utama mereka lebih memilih melakukan ekspor dibanding memenuhi pasokan dalam negeri yang telah ditetapkan pemerintah. Sesuai dengan slogan dalam ekonomi kapitalis yaitu meraih keuntungan sebesar-besarnya. Konsekuensinya mereka harus melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Hal itu bukan hambatan bagi pengusaha batu bara asal mendapatkan untung maksimal.

Padahal batu bara sendiri menjadi penyumbang cukup tinggi dalam pencemaran udara. Polusi yang disebabkan batu bara dihasilkan dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang ada di sekitar Jabar dan Banten dan sekitarnya. Polusi ini cukup tinggi mencemari langit-langit Indonesia yang akibatnya udara yang dikonsumsi manusia menjadi tak sehat. Belum lagi wilayah terdekat dengan PLTU paling tinggi merasakan dampak pencemaran udara.  Hal ini berbanding terbalik dengan visi Indonesia yang ingin menuju go green.

Pengelolaan Batu Bara dalam Islam

Visi menjadikan negaranya hijau kembali dan bebas polusi yang diutarakan oleh pemimpin negeri ini seharusnya menjadi standar yang dicapai oleh seluruh kalangan pengusaha. Bukan hanya keuntungan semata yang hendak dicapai tapi dampak yang ditimbulkan tak diantisipasi. Begitupun bisnis yang dijalankan harus memperhatikan kondisi lingkungan dan mahluk hidup di dalamnya. Agar bisnis yang dibangun dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahluk. Bukan malah membuat bisnis yang merusak lingkungan dan habitat mahluk lainnya.

Sedangkan dalam Islam batu bara termasuk barang tambang yang tidak  cepat habis. Artinya batu bara adalah milik umum (rakyat) yang tidak boleh dikelola oleh swasta ataupun pribadi.  Seperti dalam hadist berikut :

عَنْأَبْيَضَبْنِحَمَّالٍ،أَنَّهُوَفَدَإِلَىرَسُولِاللهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفَاسْتَقْطَعَهُالْمِلْحَ،فَقَطَعَهُلَهُفَلَمَّاوَلَّى،قَالَرَجُلٌ : يَارَسُولَاللهِ،أَتَدْرِيمَاقَطَعْتَلَهُ؟إِنَّمَاقَطَعْتَلَهُالْمَاءَالْعِدَّ،فَرَجَعَهُعَنْهُ،قَالَ : يَعْنِيبِالْمَاءِالْكَثِيرِ

Dari Abyadh bin Hammal bahwasannya ia mendatangi Rasulullah saw. dan meminta kepada beliau agar memberikan tambang garam kepadanya, maka Rasulullah saw. memberikannya. Setelah Abyadh berlalu, salah seorang dari sahabat berkata kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, tahukah engkau apa yang baru saja engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti “air yang mengalir–sumber air”. Kemudian Rasulullah saw. mencabut kembali pemberiannya.

Dalam peristiwa tersebut Rasulullah bertindak sebagai seorang pemimpin negara. Sebelumnya Abyadh sendiri sudah mengelola lahan garam tersebut namun kemudian ia meminta izin kepada Rasulullah sebagai seorang kepala negara. Namun Rasulullah yang tidak mengetahui lahan tersebut adalah barang tambang garam yang terus mengalir. Lalu kemudian setelah mengetahui Rasulullah mencabut kembali izinnya. Sebab tambang garam adalah milik umum maka tidak boleh dimiliki oleh segelintir orang atau pribadi.

Peristiwa ini menjadi contoh bagi kaum muslim dalam pengelolaan barang tambang seperti emas, nikel, batu baru, air dan lainnya. Dalam pengelolaan batu bara yang sifatnya barang tambang maka ia wajib dikelola oleh negara. Dalam hal pengelolaan ini negara bisa saja menyerahkan ke badan usaha milik negara lalu keuntungan yang didapat digunakan untuk keperluan umum (rakyat). Keperluan umum ini seperti mencakup pembuatan rumah sakit, sekolah-sekolah, jalan-jalan umum, dan tempat lain yang dibutuhkan oleh rakyat umum.

Jika negara mampu mengelola dengan baik batu bara maka manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat. Lalu tidak akan ada perusahaan nakal yang lebih mementingkan ekspor dibandingkan kesejahteraan dalam negerinya. Alhasil tidak akan ada lagi krisis batu bara yang dirasakan di dalam negeri jika batu bara dikelola dengan benar sesuai syariah. Dengan demikian hanya aturan Islam yang mampu mengelola batu bara secara adil dan merata untuk seluruh umat, hingga kesejahteraan dirasakan oleh seluruh mahluk. Waalahualam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Kamis, 30 Jun 2022 14:30

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kamis, 30 Jun 2022 11:25

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Kamis, 30 Jun 2022 10:29

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Kamis, 30 Jun 2022 09:47

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Kamis, 30 Jun 2022 09:22

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Rabu, 29 Jun 2022 21:11

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Rabu, 29 Jun 2022 19:39

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

Rabu, 29 Jun 2022 19:29

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Rabu, 29 Jun 2022 19:15

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Rabu, 29 Jun 2022 16:32

Dukung Anies Tutup Holywings

Dukung Anies Tutup Holywings

Rabu, 29 Jun 2022 16:22

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Rabu, 29 Jun 2022 13:28

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Rabu, 29 Jun 2022 11:55

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Rabu, 29 Jun 2022 11:47

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Selasa, 28 Jun 2022 22:27

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Selasa, 28 Jun 2022 21:51

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Selasa, 28 Jun 2022 21:12

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Selasa, 28 Jun 2022 20:45

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

Selasa, 28 Jun 2022 18:15

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Selasa, 28 Jun 2022 17:30


MUI

Must Read!
X