Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.001 views

Pemetaan Masjid sebagai Sarang Terorisme, Pendiskreditan Islam!

 

Oleh: Desti Ritdamaya

Awal tahun ini pemerintah umbar narasi terorisme dan radikalisme lagi. Mereka semakin menyasar dan mengerucut pada ajaran Islam dan umatnya. Sebelumnya BNPT telah memetakan pondok pesantren dan melaporkan hasilnya. Terdapat 198 pesantren yang dianggap terafiliasi dengan sejumlah organisasi teror dalam negeri. Upaya pencegahan penyebaran terorisme radikalisme pun akan dilanjutkan dengan rencana memetakan masjid di seluruh wilayah. Kebijakan ini patut dikritisi.

Pertama, pemetaan radikalisme terorisme hanya dilakukan pada tempat ibadah dan lembaga pendidikan Islam. Sedangkan tempat ibadah dan lembaga pendidikan agama lain nihil. Ini tentu saja tak adil. Kita tahu sendiri bahwa masjid adalah tempat suci. Pesantren merupakan majelis ilmu yang menjadi kawah candradimuka peradaban Islam. Orang yang masuk ke dalamnya dan memakmurkannya hanyalah mereka yang beriman pada Allah dan hari akhir dan yang menganggap perbuatan munkar dan keji adalah aib dan kemaksiatan pada Allah. Mereka tak mungkin menumpahkan darah tanpa alasan syar’i. 

Tak pantas tuduhan teroris radikalis ditujukan pada masjid dan pesantren. Ini adalah kezaliman dan menyakiti umat Islam. Secara tersirat ada framing negatif bahwa ajaran Islam adalah sumber terorisme radikalisme. Tendesiusisasi dan pendiskreditan terhadap umat Islam memang tak pernah sepi, bahkan terus diidentikkan dengan pelaku terorisme radikalisme.

Kedua, dalam waktu bersamaan teror KKB di Papua terus menghantui dan mengancam nyawa anak bangsa dan integrasi bangsa. Sepanjang tiga tahun belakang, terdapat puluhan korban meninggal baik dari prajurit TNI/Polri maupun warga sipil. Korban luka pun tak terhitung. Namun kebutralan KKB yang sudah termasuk extraordinary terror, tak disebut sebagai gerakan radikal/teroris oleh pemerintah.

Ketiga, biasnya indikator terorisme dan radikalisme, akan menimbulkan kecurigaan dan saling memata-matai antar anak bangsa. Ironinya dilakukan di tempat ibadah. Kepercayaan dan saling menjaga silah ukhuwah antar sesama muslim pun akan luntur.  Tak pelak lagi hal ini berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Kerja Keras, Tapi Teroris Radikalis Tak Pernah Mati

Ramainya pembahasan terorisme radikalisme oleh publik maupun media massa sudah berjalan dua dasawarsa. Sejak tragedi bom Bali tahun 2002 yang memakan korban ratusan jiwa dari berbagai negara. Berbagai upaya pun telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi dan menanggulanginya.   

Dibentuknya lembaga atau badan khusus seperti BNPT atau densus 88. Dikuatkan dengan kerjasama beberapa kementerian hingga melibatkan TNI. Diterbitkannya UU, peraturan pemerintrah, keputusan menteri dan sebagainya sebagai payung hukum. Bahkan melakukan kerja sama internasional di bawah kerangka PBB, seperti Counter Terorism Implementation Task Force (CTITF), Counter Terrorism Financing (CTF), International Meeting on Counter-Terrorism (IMCT) dan sebagainya.

Hasilnya dikucurkan dana segar ratusan miliyar per tahunnya khusus untuk penanganan terorisme radikalisme. Tambahan lagi dana bantuan dari asing. Setiap tahun terjadi puluhan hingga ratusan penangkapan atau penembakan mati ‘terduga’ teroris. Baik yang terafiliasi jaringan Jamaaah Islamiyah, Al Qaeda, ISIS, Jamaah Ansharuut Daulah dan sebagainya. Tahun 2021 lalu dari data yang diekspos oleh BNPT sendiri, terdapat 364 orang yang ditangkap dan ditindak densus 88. Termasuk eksekusi hukuman baik penjara maupun mati bagi narapidana terorisme.

Yang menarik, walaupun perjalanan panjang nan melelahkan sudah dilakukan, pemerintah masih mengklaim tindakan teroris radikalis semakin hari semakin subur. Seakan tak pernah mati. Hal ini tentu saja menjadi tanda tanya publik. Sebenarnya ada atau tidak terorisme radikalisme tersebut atau hanya ‘proyek’ politik dan kepentingan?

Islamophobia, Upaya Redam Ideologi Islam

Dalam tiga dasawarsa terakhir nampak geliat kebangkitan Islam di negeri-negeri muslim. Ditandai dengan tumbuhnya kesadaran kaum muslim bahwa Islam adalah ideologi sahih dari Allah dan RasulNya. Ideologi Islam tak hanya mampu memberikan keselamatan dunia akhirat, tapi mengatasi kemunduran dan keterpurukan negeri-negeri muslim. Sehingga penyuaraan syari’at Islam kaffah dalam institusi politik semakin menggema.

Barat membaca dan melihat hal ini, sebagai ancaman terhadap eksistensi dan hegemoni peradaban mereka. Karena tak dipungkiri, peradaban Barat tegak berdiri karena kolonialisasi dan imperialisasi di dunia Islam. Baik dengan penguasaan sumber daya alam (SDA) secara langsung atau melalui para komprador mereka. Maupun dengan bercokolnya tsaqafah sekulerisme kapitalisme dalam benak kaum muslim yang dijadikan kiblat dan arah pandangan dalam mengatur kehidupan.

Harga mati bagi Barat untuk mempertahankan sekulerisme kapitalisme dalam aliran darah dan nafas kehidupan mereka dan negara ‘jajahan’. Untuk tidak membiarkan kebangkitan Islam terjadi. Maka berbagai upaya dilakukan untuk meredam kebangkitan Islam ini. Tak ada cara lain kecuali menstigmatisasi ideologi Islam dan mengeliminasi ruang gerak politik ideologi Islam.

Genderang palu pertarungan ideologi mulai ditabuh. Dipelopori dan dikumandangkan oleh Amerika Serikat (AS), sejak peristiwa 9/11/2001. Dari track record, AS dengan permainan politiknya telah mendesain Islamophobia, serta narasi terorisme radikalisme. Lantas diikuti negara Barat lainnya. Teroris dan radikalis dalam kacamata Barat adalah ideologi Islam dan kaum muslim yang memperjuangkan tegaknya institusi Islam kaffah. Semuanya diekspor ke berbagai belahan dunia dengan kekuatan opini media massa dan kucuran dana. Alhasil Islamophobia menjadi massif. Framing dan tafsirnya copy paste dari Barat. Tak hanya masyarakat Barat yang alergi akut terhadap simbol, syi’ar dan syari’at Islam. Tapi kaum muslim sendiri di negeri yang mayoritas muslim. Miris.

Belajar dari Dakwah Rasulullah SAW

Menghadapi itu semua, penting kiranya muslim belajar dari dakwah Rasulullah SAW. Tak hanya ta’dzib (penyiksaan) yang dilakukan oleh kafir Quraisy dalam menentang dakwah. Tapi juga da’aawah (propaganda) di dalam dan luar Mekkah. Mereka sengaja melemparkan berbagai isu dan tuduhan keji pada Rasululullah, shahabat dan ajaran Islam. Mereka menuduh Rasulullah SAW sebagai dukun, orang gila, dan tukang sihir. Menuduh Islam bukan berasal dari Allah tapi Rasulullah SAW menyadurnya dari pemuda Nasrani. Menuduh Islam ajaran pemecah belah tradisi, adat istiadat dan keyakinan nenek moyang. Tujuannya tak lain untuk menyimpangkan kebenaran, menghalangi laju dakwah serta mematikan dakwah dan pengembannya.

Berhasilkah? Tidak, bahkan keimanan semakin membuncah dalam dada para shahabat. Yang masuk Islam semakin bertambah. Dakwah semakin bersinar. Karena kebenaran dakwah Rasululullah tak bisa dinafikkan oleh rang-orang yang haus pada fitrahnya. Mereka mencari dan menemukan mata air iman itu pada wahyu Allah, yang nampak pada lisan dan perbuatan Rasulullah dan para shahabat.

Jadi narasi teroris radikalis adalah usaha orang kafir dan munafik untuk memadamkan cahaya agama Allah melalui lisan-lisan mereka. Tapi Allah Maha Kuasa menolaknya dan menyempurnakan cahaya diinNya. Kaum muslim yang beriman serta mencintai Allah dan RasulNya, tak perlu ragu pada yang haq. Tetap berpegang teguh pada syari’atNya walaupun harus memegang bara api. Serta meniti jalan mulia dengan mendakwahkannya Islam sebagai ideologi. Karena kemenangan dan tegaknya Islam kaffah adalah janji Allah. Wallahu a’lam bish-shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Kamis, 30 Jun 2022 14:30

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kamis, 30 Jun 2022 11:25

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Kamis, 30 Jun 2022 10:29

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Kamis, 30 Jun 2022 09:47

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Kamis, 30 Jun 2022 09:22

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Rabu, 29 Jun 2022 21:11

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Rabu, 29 Jun 2022 19:39

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

Rabu, 29 Jun 2022 19:29

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Rabu, 29 Jun 2022 19:15

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Rabu, 29 Jun 2022 16:32

Dukung Anies Tutup Holywings

Dukung Anies Tutup Holywings

Rabu, 29 Jun 2022 16:22

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Rabu, 29 Jun 2022 13:28

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Rabu, 29 Jun 2022 11:55

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Rabu, 29 Jun 2022 11:47

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Selasa, 28 Jun 2022 22:27

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Selasa, 28 Jun 2022 21:51

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Selasa, 28 Jun 2022 21:12

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Selasa, 28 Jun 2022 20:45

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

Selasa, 28 Jun 2022 18:15

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Selasa, 28 Jun 2022 17:30


MUI

Must Read!
X