Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.268 views

Valentine Day dan Pesta Kondom

Oleh Anastasia

Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung

F adalah seorang insial siswi SMA favorit di kota santri Cianjur, layaknya seorang muda-mudi yang terbakar api asmara si F mempunyai pacar romatis dan care, sampai suatu ketika sang pacar meminta kesungguhan atas cintanya untuk memberikan kegadisannya di hari Valentine, tentu saja hal itu di iyahkan akibatnya si perempuan tadi hamil, lain Cianjur lain Pontianak sebuah fenomena makasiat terjadi menjelang detik-detik Valentine day atau hari kasih sayang, penjualan kondom melonjak tajam hingga 500 persen, Erlyn sang apoteker menuturkan, penjualan kondom sangat laris karena harganya terjangkau yakni berkisar Rp4,6 ribu hingga Rp6 ribu. Bahkan, ada kondom yang dijual dengan harga Rp2 ribu namun, menurutnya, yang paling diburu adalah kondom dengan berbagai rasa.

Begitulah sepenggal kisah dari beribu-ribu remaja bangsa kita, tingkah pola remaja kita begitu identik dengan seks dan pergaulan bebas, apalagi sekarang momentnya berdekatan dengan Valentine Day, tentu hal demikian seolah menjadi pelegalan untuk melakukan hubungan seks bebas hal ini diperkuat dengan temuan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfa yang mengaku telah mendapatkan laporan mengenai adanya penyebarluasan alat kontrasepsi kondom yang dikemas di dalam cokelat yang dijual di minimarket saat hari Valentine, kita pun selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari.

Valentine Day, lemahnya aqidah remaja

Perlu disadari bersama merayakan Valentine Day merupakan penyimpangan aqidah, karena lahirnya Valentine Day sangat erat hubungannya dengan agama hal ini dipertegas dengan sabda Rasul sahallallahu ‘alaihi wasallam yang telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi). Aqidah Islam telah sempurna memberikan aturan kehidupan bagi hamba-hambanya tentu saja aturan itu semata-mata Allah turunkan sebagai bentuk pentunjuk hidup, namun pada kenyataannya Aqidah remaja kita masih dangkal pemikiranya, sehingga pola sikap yang dibentuknya pun cenderung dibiarkan bebas menuruti hawa nafsunya, tanpa menyadari akibat dari perbuatanya.

Valentine Day, buah negara sekuler

Negara seharusnya menjadi eksekutor pertama yang melindungi segenap umatnya dari bahaya pendangkalan aqidah, tapi kita paham betul Indonesia adalah negara sekuler yang menjauhkan manusia dari aturan agamanya , sehingga wajar kiranya apabila kita melihat negara malah memfasilitasi maksiat, seperti diperbolehkannya mall-mall merayakan Valenbtine Day, tontonan acara di layar kaca begitu kuat mengarahkan remaja kita untuk berprilaku hedonis termasuk di dalamnya budaya pacaran yang ujung-ujungnya kepada seks bebas yang mengahsilkan aborsi dan perbagai penyakit kelamin, di sisi lain semaraknya Velentine Day menguntungan pihak kapitalis dalam meraup keuntungan. Telah tampak jelas kerusakan akibat diterapkan sistem sekulerisme di Indonesia, apakah kita masih mau berada dalam cengkaramanya? Wallahu’Alam

Voa Islam mendukung Remaja Tolak Valentine

Valentines Day Sebagai Hari Free Sex, Urungkan Rencana Bejat Itu!!

Meski Valentines’ Day (14 Februari) masih beberapa hari lagi, remaja muslim dan muslimah sudah ada yang merencanakan dan membocking tempat untuk memperingati hari berkasih sayang itu di hotel-hotel, café-café, di Puncak, dan berbagai tempat lainnya. Dari tahun ke tahun, perayaan Valentines’Day telah menelan banyak korban. Diantara mereka, ada yang mati konyol saat pesta miras, hamil di luar nikah, dan kecelakaan setelah menggunakan narkotika pada moment Valentines’ Day.

Siapa yang bisa mengelak, bahwa Valentine’s Day di kalangan remaja yang tumbuh di Kota Besar, identik dengan dunia gemerlap (dugem), pesta miras, perzinahan, dan mengkonsumsi barang-barang terlarang, seperti ecstasy, shabu-shabu dan sejenisnya.

Menurut keterangan saksi korban, peristiwa itu berawal ketika Mawar diajak jalan-jalan oleh pacarnya Her (17) ke daerah Ciater. Waktu itu Her berdalih ingin memanjakan korban pada hari kasih sayang. Selain membawa korban, Her juga mengajak sahabat-sahabat-nya yang lain yang rata-rata masih berusia 17 hingga 18 tahun. Setiba di Subang, mereka tiba-tiba mengurungkan niat untuk pergi ke Ciater, tetapi malah kembali ke Pagaden dan sepakat merayakan valentine dengan cara pesta minuman keras di sebuah gang sempit di Dusun Wanakersa, Pagaden.

Saat itu, korban terus didesak Her untuk mencicipi minuman keras. Beberapa menit setelah meminum minuman keras itu, korban merasakan pusing kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah dimanfaatkan Her dan teman-temannya untuk melampiaskan nafsu. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan korban tergeletak di pinggir gang.

Di Banjarmasin, Perayaan "valentine`s day" juga  menelan korban. Dilaporkan, pada malam hari kasih sayang itu, seorang remaja tewas overdosis (OD) mengonsumsi ineks (ekstasi) di tempat hiburan malam.

Bukan Tradisi Islam

Patut diketahui, acara Valentine’s Day itu bukan berasal dari tradisi Islam. Dalam Islam, berkasih sayang itu tidak dikhususnya hanya pada tanggal 14 Februari saja. Dan kasih sayang itu tidak ditujukan kepada seorang kekasih, terkait asmara dan jalinan cinta sepasang kekasih yang belum menikah. Islam mengajarkan agar berkasih sayang setiap waktu. Kasih sayang itu bisa kepada ayah-ibu, kakak, adik, saudara, sahabat, kepada binatang dan tumbuh-tumbuhan sekalipun.

Perlu juga diketahui, bahwa Valentines’Day adalah hari kematian seorang yang bernama Valentine. Adapun Valentine atau Valentinus itu sendiri sesungguhnya adalah seorang yang terbunuh mempertahankan ajaran agamanya. Bahkan, Valentine adalah seorang tokoh beragama Kristen, yang karena kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo. Saint itu sendiri kerap dihubungkan dengan nama seorang penganjur atau pemimpin besar agama Kristen. Disebabkan pertentangannya dengan penguasa Romawi ketika itu, ajal Valentine berakhir dengan pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga masehi, tepatnya tanggal 14 Februari tahun 270 M.

Rupanya kematine Valentine tersebut tak dapat dilupakan oleh para pengikutnya. Valentine dijadikan symbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan seorang Kristiani menghadapi kenyataan dalam hidupnya. Hari Valentine ini kemudian dihubungkan dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut Supercalia yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang Romawi itu masuk Kristen, maka pesta Supercalia itu secara religius dikaitkan dengan upacara kematian Santo Valentine. Namun, upacara peringatan yang semula bersifat religius mulai berubah dengan upacara non agamis.

Di Amerika, Valentine ini dipopulerkan dalam bentuk Greeting Card (kartu ucapan selamat), terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I. Lama kelamaan, sepasang kekasih diwujudkan dengan saling tukar menukar kado. Ironisnya lagi , Valentines dirayakan dengan pesta miras dan narkoba, bahkan seorang gadis rela kehilangan keperawannnya demi merayakan Valentine yang justru merusak moral generasi muda. Perzinahan pun dianggap menjadi budaya. Jelas ini termasuk dosa besar.

Karena, hendaknya, umat Islam tidak merayakan Hari Valentine, yang notebene berasal dari agama Kristen. Islam sangat tegas melarang pesta miras dan perzinahan. Sebaiknya urungkan saja rencana untuk merayakan Valentines Day di hotel-hotel, café-café, di villa-villa, di kost-kostan bahkan di gang sempit sekalipun. Valenstines Day terbukti begitu besar mudharatnya.

 

Valentines Day Sebagai Hari Free Sex, Urungkan Rencana Bejat Itu!!

JAKARTA (VoA-Islam) –  Meski Valentines’ Day (14 Februari) masih beberapa hari lagi, remaja muslim dan muslimah sudah ada yang merencanakan dan membocking tempat untuk memperingati hari berkasih sayang itu di hotel-hotel, café-café, di Puncak, dan berbagai tempat lainnya. Dari tahun ke tahun, perayaan Valentines’Day telah menelan banyak korban. Diantara mereka, ada yang mati konyol saat pesta miras, hamil di luar nikah, dan kecelakaan setelah menggunakan narkotika pada moment Valentines’ Day.

Siapa yang bisa mengelak, bahwa Valentine’s Day di kalangan remaja yang tumbuh di Kota Besar, identik dengan dunia gemerlap (dugem), pesta miras, perzinahan, dan mengkonsumsi barang-barang terlarang, seperti ecstasy, shabu-shabu dan sejenisnya.

Mau tahu nasib mereka yang merayakan Valentines’ Day? Inilah sepenggal kisah seorang gadis yang telah kehilangan keperawannnya usai merayakan Valentine’s Day dua tahun yang lalu. Sebut saja Mawar (15), warga Kampung Simpar Desa Simpar Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang, diperkosa oleh empat remaja. Peristiwa yang menimpa siswi kelas II pada salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Subang itu, terjadi saat korban berencana merayakan Valentine Day (hari kasih sayang).

Menurut keterangan saksi korban, peristiwa itu berawal ketika Mawar diajak jalan-jalan oleh pacarnya Her (17) ke daerah Ciater. Waktu itu Her berdalih ingin memanjakan korban pada hari kasih sayang. Selain membawa korban, Her juga mengajak sahabat-sahabat-nya yang lain yang rata-rata masih berusia 17 hingga 18 tahun. Setiba di Subang, mereka tiba-tiba mengurungkan niat untuk pergi ke Ciater, tetapi malah kembali ke Pagaden dan sepakat merayakan valentine dengan cara pesta minuman keras di sebuah gang sempit di Dusun Wanakersa, Pagaden.

Saat itu, korban terus didesak Her untuk mencicipi minuman keras. Beberapa menit setelah meminum minuman keras itu, korban merasakan pusing kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah dimanfaatkan Her dan teman-temannya untuk melampiaskan nafsu. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan korban tergeletak di pinggir gang.

Di Banjarmasin, Perayaan "valentine`s day" juga  menelan korban. Dilaporkan, pada malam hari kasih sayang itu, seorang remaja tewas overdosis (OD) mengonsumsi ineks (ekstasi) di tempat hiburan malam.

Bukan Tradisi Islam

Patut diketahui, acara Valentine’s Day itu bukan berasal dari tradisi Islam. Dalam Islam, berkasih sayang itu tidak dikhususnya hanya pada tanggal 14 Februari saja. Dan kasih sayang itu tidak ditujukan kepada seorang kekasih, terkait asmara dan jalinan cinta sepasang kekasih yang belum menikah. Islam mengajarkan agar berkasih sayang setiap waktu. Kasih sayang itu bisa kepada ayah-ibu, kakak, adik, saudara, sahabat, kepada binatang dan tumbuh-tumbuhan sekalipun.

Perlu juga diketahui, bahwa Valentines’Day adalah hari kematian seorang yang bernama Valentine. Adapun Valentine atau Valentinus itu sendiri sesungguhnya adalah seorang yang terbunuh mempertahankan ajaran agamanya. Bahkan, Valentine adalah seorang tokoh beragama Kristen, yang karena kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo. Saint itu sendiri kerap dihubungkan dengan nama seorang penganjur atau pemimpin besar agama Kristen. Disebabkan pertentangannya dengan penguasa Romawi ketika itu, ajal Valentine berakhir dengan pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga masehi, tepatnya tanggal 14 Februari tahun 270 M.

Rupanya kematine Valentine tersebut tak dapat dilupakan oleh para pengikutnya. Valentine dijadikan symbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan seorang Kristiani menghadapi kenyataan dalam hidupnya. Hari Valentine ini kemudian dihubungkan dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut Supercalia yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang Romawi itu masuk Kristen, maka pesta Supercalia itu secara religius dikaitkan dengan upacara kematian Santo Valentine. Namun, upacara peringatan yang semula bersifat religius mulai berubah dengan upacara non agamis. 

Di Amerika, Valentine ini dipopulerkan dalam bentuk Greeting Card (kartu ucapan selamat), terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I. Lama kelamaan, sepasang kekasih diwujudkan dengan saling tukar menukar kado. Ironisnya lagi , Valentines dirayakan dengan pesta miras dan narkoba, bahkan seorang gadis rela kehilangan keperawannnya demi merayakan Valentine yang justru merusak moral generasi muda. Perzinahan pun dianggap menjadi budaya. Jelas ini termasuk dosa besar.

Karena, hendaknya, umat Islam tidak merayakan Hari Valentine, yang notebene berasal dari agama Kristen. Islam sangat tegas melarang pesta miras dan perzinahan. Sebaiknya urungkan saja rencana untuk merayakan Valentines Day di hotel-hotel, café-café, di villa-villa, di kost-kostan bahkan di gang sempit sekalipun. Valenstines Day terbukti begitu besar mudharatnya.

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2012/02/09/17671/valentines-day-sebagai-hari-free-sex-urungkan-rencana-bejat-itu/#sthash.b2NR1DpO.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 13:26

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Kamis, 25 Feb 2021 11:15

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Kamis, 25 Feb 2021 08:54

Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29


MUI

Must Read!
X