Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.447 views

Ilusi Perppu Perkawinan dan Sertifikasi Perkawinan untuk Mencegah Pernikahan Dini

 

Oleh:

Prita HW

Praktisi pendidikan, ibu rumah tangga yang juga freelance writer dan blogger

 

MASIH jelas dalam ingatan saat ramai di dunia maya beberapa waktu lalu tentang sebuah post di channel Youtube Young Lex, yang dengan bangga memproklamirkan dirinya akan bertanggung jawab atas kehamilan diluar nikah atas kekasihnya.

Ia mengaku senang dan ingin menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya di negeri ini untuk berani bersikap gentle dengan tidak mengaborsi anak hasil diluar nikah. “Jangan buru-buru berpikir pendek,” begitu pesannya. Sedangkan kekasihnya yang bernama Eriska mengaku deg-degan sambil sesekali berkaca-kaca dan menitikkan air mata.

Lalu, apakah lantas postingan semacam itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak senonoh dan mendapatkan reaksi pemerintah secara serius? Tentu tidak!

Lain lagi dengan kabar pernikahan dini sejoli pelajar SMP berusia 14 dan 15 tahun di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada 2018 lalu yang juga menjadi viral dan disikapi pemerintah dengan menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) guna mengatasi tingginya angka perkawinan anak di tanah air.

Dua hal yang kontradiksi di atas, jelas menuai banyak komentar, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Standar apa yang dipakai untuk menentukan sebuah perbuatan itu baik ataukah buruk. Jika memakai standar norma sosial, pandangan umum, atau adat istiadat, bahkan hukum yang berlaku di negeri ini, tentu sangatlah subyektif dan teramat relatif.

Standar-standar itu tidak akan memberikan garansi bagi kehidupan manusia untuk bisa selamat dunia akhirat. Alih-alih jangka panjang atau panjang sekali (akhirat), jangka pendek pun tak bisa memberikan bahkan sebuah ketenangan sekalipun. 

Beda halnya jika kita menggunakan aturan Islam sebagai standar. Aturan (syariat) Islam bukanlah sesuatu yang berasal dari manusia yang terbatas akal dan prediksinya. Sang pencipta alam semesta dan manusialah yang membuatnya. Sehingga, sudah pasti mengandung filosofi dan dampak yang teramat agung dan berjangka panjang.

Dalam firman-Nya, Allah saja melarang untuk mendekati zina:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Israa’/ 17: 32)

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya, At-Taisir, menjelaskan bahwa larangan mendekati zina itu lebih mengena daripada larangan hanya perbuatan zina itu sendiri, karena yang demikian itu mencakup larangan terhadap seluruh awalan-awalannya, dan faktor-faktor yang menyebabkan zina. (nahimunkar.org)

Jika kita lihat dari perspektif Islam, tentu perbuatan Young Lex di atas lebih patut untuk mendapatkan predikat buruk dibandingkan persoalan pernikahan dini yang dicap buruk di masyarakat, padahal sejatinya direstui orangtua dan diperuntukkan menghindari zina. Meskipun sebelumnya, keduanya sudah menjalin hubungan pacaran yang tentu saja perbuatan tersebut juga ditumbuh suburkan karena sebab aturan Islam dicampakkan. Ssistem sekuler liberal saat inilah yang menyebabkan rangsangan-rangsangan yang teramat banyak untuk mendorong pergaulan bebas.

 

Lalu, Apakah Kebijakan Sertifikasi Perkawinan Akan Berjalan Efektif Sebagai Sarana Edukasi Sejak DIni?

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, heboh mencanangkan program sertifikasi perkawinan. Sebelum memperoleh sertifikasi resmi, setiap pasangan akan menjalani edukasi pra nikah selama 3 bulan.

Pasangan yang akan menikah diwajibkan mengikuti pelatihan tentang keluarga samara, ekonomi keluarga hingga kesehatan reproduksi. Pelatihan pranikah diharapkan berdampak menekan angka perceraian, mengatasi angka stunting dan meningkatkan kesehatan keluarga. (nasional.tempo.co) Bahkan, baru-baru ini, juga disebutkan para pasangan juga akan mendapatkan pendidikan anti radikalisme. Padahal narasi radikalisme ini justru lebih condong mendiskreditkan ajaran Islam secara kaffah dengan definisi-definisi yang ambigu.

Sertifikat yang nantinya diterima akan menjadi salah satu syarat pernikahan itu sendiri.

Sementara itu, para pegiat gender mendukung program ini. Dikatakan oleh mereka, selama perspektif kesetaraan dan keadilan dalam perkawinan tetap dipakai sebagai landasan pelatihan, tak menjadi masalah.

Dari sini, mari kita kembali melihat pada syariat Islam sebagai satu-satunya standar perbuatan yang shohih di tengah-tengah masyarakat. Islam sangat memperhatikan adanya edukasi sebelum pernikahan. Karena pernikahan adalah peristiwa agung yang mengikat dua anak manusia menjadi lebih bermartabat dalam pandangan Allah. Pernikahan adalah ladang pahala.

Islam sendiri tidak membatasi usia pernikahan. Allah berfirman:

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan yang perempuan. (QS. An-Nur/ 24 : 32)

Menurut sebagian ulama, layak disini berarti kemampuan biologis. Artinya memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan.

Ini juga bertujuan agar kematangan usia juga harus dipertimbangkan supaya tidak terjadi pernikahan yang gagal karena muncul problem-problem seperti sifat yang labil, kehamilan yang tak diinginkan, aborsi, kegagalan mendidik anak, juga kegagalan menjalankan hak dan kewajiban suami istri, dan sebagainya.  

Jelas, Islam juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai edukasi pra nikah.

Hanya saja, menyoal wacana sertifikasi perkawinan yang kabarnya akan dimulai sejak 2020 nanti, justru akan menjadi satu persoalan tambahan. Yaitu, mempersulit jalannya pernikahan itu sendiri. Begitu juga perppu perkawinan yang telah dibahas di depan.

Memang benar, tak cukup hanya menyiapkan individu dengan wawasan dan keterampilan saja, negara memang harus berperan penting. Tapi, peran tersebut bukan berarti langsung mengambil “jalan pintas” di satu sisi saja dengan adanya sertifikasi perkawinan yang didahului dengan pelatihan pra nikah. Bagaimana misalnya jika praktik di lapangan justru menjadi bumerang? Seperti adanya calo-calo perijinan, dan bahkan pernikahan-pernikahan yang terjadi justru lebih banyak di bawah tangan karena malas dengan birokrasi yang sedemikian kompleks?

Lebih jauh dari itu, seharusnya negara juga memikirkan sisi-sisi lain seperti halnya ketersediaan lapangan kerja bagi para pencari nafkah keluarga, dalam hal ini laki-laki, memberikan jaminan kesehatan gratis yang berkualitas, mengerem laju media yang memberikan rangsangan-rangsangan pornografi atau konten-konten amoral, dan sebagainya.

Permasalahan ini merupakan permasalahan sistemik yang tak bisa dipangkas begitu saja dengan solusi gerakan-gerakan ala kadarnya yang lebih beraroma based project.

Apalagi, dalam Islam, pernikahan adalah jalan sah serta halal yang diridhai Allah dan tak ada seorang pun yang boleh mengahalanginya bila syarat-syarat menurut syariat sudah terpenuhi. Tidak ada kan syarat sah nikah dalam Islam harus memiliki sertifikasi perkawinan?

Kalau edukasi pra nikah tentu perlu, dan itu harus dilakukan berimbang dengan upaya-upaya perbaikan di segala bidang. Sudah seharusnya negara kembali kepada syariat Islam yang kaffah yang akan membentuk kepribadian Islam yang cemerlang dimana para pemuda dan pemudinya saling menyibukkan diri dan memantaskan diri sebeleum benar-benar mengarungi gelombang pernikahan jangka panjang yang menyempurnakan separuh agamanya. Wallahu a’lam bis shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Sabtu, 27 Feb 2021 21:22

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Sabtu, 27 Feb 2021 21:05

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Sabtu, 27 Feb 2021 20:56

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Sabtu, 27 Feb 2021 20:47

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Sabtu, 27 Feb 2021 20:38

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Sabtu, 27 Feb 2021 18:53

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Sabtu, 27 Feb 2021 15:15

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 27 Feb 2021 13:42

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 27 Feb 2021 10:30

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Sabtu, 27 Feb 2021 10:29

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25


MUI

Must Read!
X