Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.315 views

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd.

"Aturan dari mana ibu harus menyusui anaknya? Menyusui itu pilihan perempuan yang telah jadi ibu untuk anaknya. Tidak menyusui juga pilihan yang harus dihargai. Woman's body, woman's choice". Begitu cuitan salah satu akun di twitter tanggal 3 Juli 2020.

Memang, banyak alasan yang membuat sebagian wanita enggan menyusui anaknya. Bisa jadi ada yang ingin menyusui langsung, tapi qadarullah tidak bisa karena alasan medis. Ada juga yang sebenarnya bisa menyusui, tapi memilih untuk tidak menyusui anaknya.

Salah satu alasan ibu tak mau menyusui bayinya adalah demi mempertahankan bentuk tubuh, dalam hal ini payudara ibu. Ya, payudara ibu saat menyusui akan penuh dengan ASI karena lonjakan hormon yang mendukung tubuh ibu untuk mengASIhi anaknya. Tapi, lambat laun, payudaranya akan terlihat kempis seiring datangnya waktu menyapih anak. Itu karena produksi ASI berkurang sebagaimana kebutuhan ASI anak yang kian berkurang.

Bagi perempuan tipe ini, bentuk tubuhnya jauh lebih berarti. Belum lagi saat benaknya dipenuhi dengan rasa kecewa akan suaminya. Lantas merasa "Kenapa harus saya yang berkorban sehingga berubah menjadi tidak menarik? Kenapa bukan suami saja yang berkorban mencari uang lebih banyak agar bisa membeli susu formula?"

Apalagi bila ada perasaan khawatir akan kesetiaan suaminya, perempuan seperti ini makin tidak mau menyusui. Di zaman sekarang yang penuh dengan perselingkuhan, wajar muncul rasa takut ditinggalkan. Di saat istri merasa dirinya sudah habis-habisan berkorban, bahkan bentuk tubuh menjadi tak karuan, eh suami malah bebas melenggang ke lain hati, tanpa perubahan apapun pada dirinya.

Dari ilustrasi di atas, mudah sekali kita temukan kesalahan pemikiran mereka yang menolak untuk menyusui anak sendiri. Salah satunya tentang ide kesetaraan.

Kalau saya berkorban hamil, melahirkan, menyusui yang membawa dampak perubahan untuk tubuh saya, lalu suami berkorban apa? Adakah pengorbanan suami yang setara dengan hamil, melahirkan juga menyusui? 

Padahal, bukan suami yang akan mengganti semua pengorbanan para ibu, para istri. Karena suami tak punya apa-apa tuk mengganti. Tapi, Allah sang Pemilik Alam Semesta beserta seluruh isinyalah yang akan mengganti. Allah lebih tahu tentang beban para ibu saat hamil. Allah lebih tahu apa yang dilalui para ibu saat melahirkan, yang sampai dikatakan perjuangan hidup dan mati. Allah lebih tahu perjuangan mengasihi yang sampai lecet dan berdarah itu. Allah tahu.

Keliru, sangat keliru jika berharap balasan pada makhluk, bahkan pada suami sebagai partner hidup sekalipun. Karena suami juga makhluk, yang fitrahnya lemah dan terbatas.

Sebelum mempertanyakan dan menuntut lebih jauh, ada baiknya kita berhenti dan merenung sejenak. Kembali kita resapi niat untuk menikah, hamil, dan punya anak. Untuk ibadah bukan? Ibadah pada Allah, jalan menggapai ridhoNya. Lantas, sudah sepatutnya kita optimal mengerjakan semuanya hanya untuk Allah, baik itu diapresiasi oleh suami atau tidak. Diapresiasi oleh keluarga atau tidak.

Biarlah Allah saja yang membalas. Toh, memang hanya Allah yang tahu sakitnya, lelahnya kita walaupun kita tak mengeluh padaNya.

Sayangnya, pemikiran feminis dengan ide kesetaraannya telah merasuk seperti rembesan air yang bocor. Tak terasa pemikiran ini lambat laun masuk ke dalam benak muslimah. Sehingga tanpa sadar, mereka meneriakkan kesetaraan dalam rumah tangganya. Lebih jauh lagi mempertanyakan pengorbanan dirinya dan bahkan menuntut pengorbanan yang sama dari suaminya.

Woman's body, woman's choice kata mereka. Padahal, tubuh ini hanya titipan Allah, akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap pilihan kita pun akan dimintai pertanggungjawaban. Maka, berhati-hatilah dalam melangkah. Berhati-hatilah dalam memilih.

Inilah potret buruk sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan yang semakin menjauhkan muslim dari agamanya. Yang lekat dalam benak justru ide asing yang batil. Ide yang tak kenal akan pahala dan dosa. Mana kenal feminis tentang pahala menyusui? Mana kenal feminis tentang pahala hamil dan melahirkan? Mana kenal feminis tentang pahala berkhidmat pada suami? Di mata mereka itu semua adalah penjajahan.

Sudah berapa banyak ladang pahala yang seharusnya bisa didapat malah disiakan dan dibuang karena pemikiran batil ini?

Sudah saatnya kita campakkan ide feminis dan kesetaraannya beserta sekulerisme dari diri dan negara ini. Saatnya kembali merengkuh Islam sebagai solusi dalam sistem kehidupan kita, baik secara individu, bermasyarakat, dan bernegara. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55


MUI

Must Read!
X